cover
Contact Name
Arif Rahman
Contact Email
stiq.bima18@gmail.com
Phone
+6282340631941
Journal Mail Official
arifjariyah46@gmail.com
Editorial Address
Jalan BTN Pepabri Nomor 2 Lingkungan Nusantra Monggonao Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran
ISSN : -     EISSN : 30311144     DOI : https://doi.org/10.71349/rahmad.v2i2
Rahmad adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran STIQ Bima. Jurnal ini berfokus pada publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang keislaman, khususnya ilmu Al-Quran, seperti tafsir, ulumul Quran, dan isu-isu kontemporer terkait nilai-nilai Islam, diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Rahmad berkomitmen menjadi wadah akademik untuk mendukung pengembangan wacana keilmuan dan membangun diskursus yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui proses seleksi dan peer review yang ketat, jurnal ini menghadirkan artikel berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat luas yang tertarik pada studi keislaman.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2023): Juni" : 5 Documents clear
Kajian Tahlili Amal Al-Syaitan Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Qasah Ayat 15 Rahman, Arif; Abdillah Amir, Yan
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i1.1

Abstract

This study aims to reveal the ‘amal al-syait}a>n (deeds of the devil) in QS. al-Qas}as}/28: 15. This type of research is qualitative and takes the form of literature research. The approach used is the interpretation approach. The data used are primary data sourced from the Koran and books of interpretation and secondary data, including related works and other references that can support research, then processed and analyzed using the Tahlili method. The results of the research show that the essence of ‘amal al-syait}a>n (deeds of the devil) in QS. al-Qas}as}/28: 15 are all forms of action, whether committed by humans or jinn, where these actions contain hatred and hostility and are considered disgraceful, cause evil, iniquity, and disbelief so as to keep the perpetrator away from the truth and mercy of Allah swt. Form of ‘amal al-syait}a>n (deeds of the devil) in QS. al-Qas}as}/28: 15, namely emotions, haste in making decisions, and murder.
Kajian Living Qur’an Terhadap Tradisi Pemberian Air Doa Kepintaran dari Guru Mengaji Pada Masyarakat Desa Renda Kecamatan Belo muhammad, muhammad; Farkhan, MA.
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini menyelidiki implementasi dan nilai-nilai Al-Qur’an terhadap tradisi pemberian air doa kepintaran oleh guru mengaji pada masyarakat Desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini kualitatif. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan tafsir, pendekatan sejarah, dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer, yakni data yang diambil dari responden dan data sekunder adalah data tambahan yang digunakan dari berbagai jurnal yang terkait dengan tema, buku-buku pendukung, dan sumber data lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan penelusuran referensi. Penelitian ini menggunakan analisis data dilakukan dengan melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi doa kepintaran dari guru mengaji di Desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima terdiri dari dua cara yaitu, Cara pertama yaitu guru mengaji menggunakan doa dalam Al-Qur’an serta membagi tiga prosesnya, yaitu proses pertama adalah membuka hakikat diri seorang anak, kedua memasukkan air doa, dan ketiga yaitu menutupnya kembali. Cara ke-dua yaitu guru mengaji menggunakan bahasa Bima serta memercikkan air ke tubuh si anak. Adapun nilai-nilai Al-Qur’an yang terdapat dalam tradisi pemberian air doa kepintaran oleh guru mengaji yaitu: Menghormati guru Mendekatkan diri kepada Allah swt. Memberikan kecerdasan intelektual dan spiritual.
Metode Pendidikan Perspektif Al-Qur’an Muhammad Hisyam
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i1.3

Abstract

Tulisan ini menjabarkan pandangan dan solusi al-Quran yang merupakan pedoman hidup umat Islam terhadap problematika-problematika pendidikan. Adapun metode tematik dipilih menjadi metode analisis dalam penulisan ini, karena menurut al-Farmawi metode ini lazimnya dipakai untuk mengkaji problematika kontemporer umat sebagai upaya kontekstualisasi pesan al-Quran. Al-Quran menyajikan banyak hikmah sebagaimana yang banyak digali dan dikaji oleh para mufassir, klasik maupun kontemporer. Di dalam kalam Ilahi ini dapat ditemukan berbagai hikmah yang berkaitan dengan pendidikan khususnya metode pendidikan yang seyogyanya dapat diadopsi oleh para pendidik. Banyak ayat Al-Quran yang mengambarkan bagaimana dakwah Nabi Muhammad saw. yang menyentuh hati kaumnya dengan prinsip-prinsip yang dapat diimplementasikan dalam metode pendidikan. Antara lain dengan hikmah yang disampaikan melalui kisah-kisah (qashas), perumpaman-perumpamaan (amtsal), nasihat yang baik (mau’idzah hasanah), pelajaran dari kisah (ibrah), maupun berdiskusi dengan cara terbaik (jidal ahsan).
Pendidikan Akhlak Dalam Al-Qur’an Ilham
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i1.4

Abstract

Akhlak bersumber dari apa yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela. Sebagaimana keseluruhan ajaran Islam, sumber akhlaq adalah al-Qur’an dan as-Sunnah, bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana pada konsep etika dan moral. Islam merupakan agama yang sempurna, sehingga setiap ajaran yang ada dalam Islam memiliki dasar pemikiran, begitu pula dengan pembentukan akhlak mulia. Tidak diragukan lagi bahwa pembentukan akhlak dalam agama Islam bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Al-Qur’an sendiri sebagai dasar utama dalam agama Islam telah memberikan petunjuk pada jalan kebenaran, mengarahkan kepada pencapaian kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Hadis Sahih Al-Bukhari Yang Diklaim Munqathi’ Telaah Ulang Penilaian Muhibbin Tentang Riwayat Al-Hasan Al-Basri M. Syukrillah
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i1.5

Abstract

The Sahih Al-Bukhari’s was claimed as the highest of validity (Sahih) after the Holy al-Quran. In the fact that its hadith was triggered criticism by academic researchers. Therefore, the study of this book was massively done. Muhibbin was one of them. In submission of thesis to Post Graduate Program of IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta in 2003 (Telaah Ulang Atas Kriteria Kesahihan Hadis-Hadis al-Jami’ al-Sahih”) the connectedness of some hadiths chain in Sahih al-Bukhari has been refused e.g., the isnad of al-Hasan ‘an Abi Bakrah. Through library research, this article attempts to evaluate, analyze, and criticize Muhibbin’s argumentation. The results of study were (1) the Isnad of al-Hasan from Abi Bakrah was not munqathi’. The isnad is fulfill recruitment of itthisal isnad. (2) the existence of some transmissions of al-Hasan from his teacher, Abi Bakrah via another narrator likes al-Ahnaf bin Qais should not contradicted with direct transmission of al-Hasan, (3) Isnad Assessment of al-Hasan from Abi Bakrah transmission wasn’t a subjectivity of al-Bukhari himself. (4) Muhibbin’s opinion had limited reference that only based on al-Daruquthy commentary and did not a wish to collect more information and examine the true of it. In the fact that al-Daruquthny himself narrated the transmission of al-Hasan ‘an Abi Bakrah in his Sunan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5