cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus" : 6 Documents clear
Pembacaan Surah Yasin Ayat 9 dan 83 untuk Asma’ Pamungkas dan Panglimunan dalam Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa: (Kajian Living Qur’an di Pondok Jidarul Ummah Pakel Kabupaten Tulungagung) Lana Umi Fauziyah; Mutrofin Mutrofin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.123

Abstract

Penelitian living Qur’an dalam artikel ini mengkaji tentang amalan pembacaan surah Yasin ayat 9 dan 83 untuk asma’ pamungkas dan panglimunan dalam pencak silat Pagar Nusa di Pondok Jidarul Ummah, Pakel, Kabupaten Tulungagung. Amalan tersebut dilaksanakan oleh anggota yang telah menjadi pelatih atau asisten pelatih. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode pendekatan fenomenologis berdasarkan observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis kualitatif. Kemudian makna yang dihasilkan menggunakan analisis berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang meliputi tiga kategori makna, yaitu, 1) makna objektif, bahwa dari pengamalan surah Yasin ayat 9 dan 83 dengan tujuan untuk asma’ pamungkas yang berupa pukulan dan untuk panglimunan (menghilang), 2) makna ekspresif, berharap tidak hanya mendapatkan kekuatan magis, tetapi juga memperoleh kemudahan dalam hal lain, dan terhindar dari segala bentuk kejahatan, dan 3) makna dokumenter, amalan itu menjadi rutinitas yang dialakukan secara istiqomah, yang secara tidak langsung, akan melatih anggota Pagar Nusa lebih konsisten mengamalkan amalan yang lainnya.
Konsep Adab dalam Tradisi Tarekat: Suatu Telaah Epistemologis Rosidi Rosidi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.124

Abstract

Adab merupakan salah satu unsur terpenting dalam tradisi tarekat. Artikel ini berupaya melakukan telaah epistemologis atas konsep adab dalam tradisi tarekat, dengan merujuk kepada pemikiran empat tokoh tasawuf dan tarekat terkemuka, yaitu, Shaykh Abd. al-Qadir al-Jilani, al-Habib Abd. Allah b. Alawi al-Haddad, KH. Muhammad Utsman al-Ishaqi, dan KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi. Melalui analisis-deskriptif-filosofis, tulisan ini menemukan bahwa, 1) adab dalam tarekat memiliki peranan yang amat penting. 2) Terdapat ragam adab dalam tarekat, seperti adab kepada Allah, Rasulullah, guru mursid, sesama pengikut tarekat, sesama muslim, diri sendiri, keluarga, dan lain-lain. 3) Konsep adab dalam tarekat memiliki akar ontologis yang kuat dalam al-Qur’an dan al-sunnah. Dengan demikian, tuduhan sementara orang atau kelompok, bahwa tradisi tarekat tidak sesuai dengan Islam, tidak dapat dibenarkan.
Tradisi Muraja’ah dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an bagi Santri PPIQ di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Luthviyah Romziana; Wilandari Wilandari; Lum Atul Aisih
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.125

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian living Quran dalam tradisi muraja’ah menjaga hafalan al-Qur’an bagi santri PPIQ di wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tradisi muraja’ah merupakan salah satu metode yang diterapkan di PPIQ az-Zainiyah untuk menjaga hafalan santri. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang hendak dicapai yaitu mengenai praktek muraja’ah al-Qur’an santri PPIQ, sejauh mana efektifitas santri PPIQ dalam menjaga hafalan al-Qur’an dan mengenai makna muraja’ah al-Qur’an bagi santri PPIQ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pada tahap deskriptif akan dibahas tentang segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tradisi muraja’ah al-Qur’an, seperti bagaimana santri menjaga hafalan, apa kendala dari menghafal al-Qur’an. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah, dalam segi pelaksanaan, terdapat 2 praktik muraja’ah, yaitu praktik yang dilakukan harian dan bulanan. Praktik harian dilakukan setiap malam setelah salat maghrib yaitu pukul 18.00 WIB - 20.00 WIB, kecuali malam Jumat dan Selasa dengan membaca al-Qur'an sebanyak 5 kaca (2,5 halaman). Sedangkan praktik bulanan yaitu membacakan al-Qur'an bi al-ghayb secara lancar dan benar dalam hukum tajwid, dan semua juz yang sudah dihafal akan disimak oleh teman, pengurus ataupun pembina. Adapun resepsi santri dalam tradisi muraja’ah dalam menjaga hafalan al-Qur’an di PPIQ wilayah az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid yaitu: pertama, al-Qur’an merupakan shifa’ atau obat. Kedua, dengan al-Qur’an menjadikan dekat dengan Rabb-nya. Ketiga, mendapat keberkahan dari al-Qur’an.
Kontribusi Ayat-Ayat Zakat di Era Covid-19 Terhadap Perkembangan Ekonomi: Telaah Pemikiran Al-Tabari dalam Jami’ Al-Bayan Fi Ta’wil Al-Qur’an Abdul Basid; Nur Faizin; Bakri Mohamed Bkheet Ahmed
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.127

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap peran zakat di tengah pandemi Covid-19, berikut implementasi ayat-ayat zakat terhadap problematika ekonomi saat ini. Interpretasi ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan topik, dalam hal ini meninjau kepada pemikiran ibn Jarir al-Tabari dalam  kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, yang kemudian dikaji secara kontekstual dengan menghubungkan kepada kondisi ekonomi masyarakat ketika pandemi berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa zakat sebagai basis ekonomi keumatan memiliki andil yang cukup signifikan dalam ranah pendidikan maupun ekonomi. Selain berfungsi untuk membersihkan harta, zakat juga berfungsi mengangkat harkat dan martabat manusia dan menghilangkan sifat materialisme serta menghilangkan kesenjangan sosial dalam lingkup masyarakat, khususnya di era pandemi. Keberadaan ayat-ayat zakat dalam al-Qur’an juga memberikan kontribusi dalam mengubah paradigma pendidikan ekonomi yang selama ini berkiblat pada dua sistem ekonomi ekstrem, yaitu antara sistem ekonomi kapitalis dan komunis.
Konsep Dakwah Bi Al-Hikmah Wa Al-Basirah Perspektif KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi Dicky Adi Setiawan; Muhamad Musyafa'
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.129

Abstract

Dalam keyakinan umat Islam dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan kepada  pemeluknya. Secara ringkas dakwah adalah sebuah ajakan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah terhadap perbuatan yang dilarang oleh Allah ta’ala. Jika menelisik perangkat dakwah baik itu metode, media dan semacamnya yang telah dilakukan oleh para da’i di era klasik hingga kontemporer akan kita jumpai ketidaksamaan dalam menyampaikan ajaran Islam. Demikian ini karena karakter umat akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari sekian ulama’ yang menggelorakan dakwah di era kontemporer ini KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi, salah satu sosok ulama’ kharismatik yang berdakwah dengan bi al-hikmah wa al-basirah. Faktanya, materi dakwah yang disampaikan oleh al-Ishaqi mampu menembus relung-relung hati pendengarnya. Sehingga pada akhirnya banyak umat yang atas izin-Nya mendapatkan hidayah dari pada Allah ta’ala melalui perantara dakwah yang telah digelorakan al-Ishaqi. Di satu sisi, sejarah telah mencatat bahwa rekaman dakwah al-Ishaqi hingga kini masih diputar diberbagai penjuru Nusantara ini. Atas itulah artikel ini tampil dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mendeskripsikan metode dakwah bi al-hikmah wa al-basirah
Genealogi Pendekatan Historis-Sosiologis Fazlur Rahman dalam Memahami Hadis Moh. Norfauzan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.130

Abstract

Artikel ini membahas pendekatan hadis, khususnya pendekatan historis-sosiologis Fazlur Rahman. Metode yang digunakan adalah metode analitik-deskriptif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari genealogi pendekatan historis-sosiologis. Dari penelusuran penulis, pendekatan historis-sosiologis Fazlur Rahman dibangun dari ilustrasi Rahman terhadap kontestualisasi hadis tentang hukum yaitu hadis tentang hukum perang, legislasi sosial, dan hukum bukti. Rahman melacak pemahaman hadis tersebut pada masa Nabi Muhammad dan pada masa Islam awal, yaitu ketika sahabat Umar menafsirkan kasus hukum tersebut. Dalam penulusuran tersebut, Rahman menemukan bahwa dalam penafsiran hadis-hadis tersebut tidak statis,  tetapi dinamis, yaitu memahami sunah maupun hadis didasarkan pada latar belakang sosio-historis. Sehingga dalam pemahamannya berbeda-beda dan bergerak kreatif dari masa ke masa. Dengan kenyataan tersebut, Rahman mengembangkan pendekatan dalam memahami hadis yang disebut pendekatan historis-sosiologis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6