cover
Contact Name
Sahru Romadloni
Contact Email
jurnalinovasi@untag-banyuwangi.ac.id
Phone
+6285236488196
Journal Mail Official
jurnalinovasi@untag-banyuwangi.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Jalan Laksda Jl. Adi Sucipto, Taman Baru, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68416
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30637716     DOI : https://doi.org/10.62734/ipm.v1i1.244
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM) adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS dari multidisiplin ilmu. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Pendampingan Optimalisasi Pekarangan Rumah Sebagai Upaya Penunjang Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Teknik Vertikultur Purnomo, Endri; Prastiyo, Andrian Dwi; Anggraini, Devi Tria; Handayani, Fitri
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v2i2.767

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga di Desa Gumirih melalui optimalisasi pekarangan rumah menggunakan teknik vertikultur. Masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah keterbatasan akses terhadap bahan pangan harian, khususnya sayuran segar, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang cukup luas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20–28 Juli 2025 di tiga dusun: Gayam Kidul, Gayam Lor, dan Krajan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan pekarangan serta kemampuan teknis dalam membuat wadah vertikultur dari botol bekas. Warga juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Teknik vertikultur dinilai sebagai solusi efektif, ramah lingkungan, dan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan untuk mendukung penyediaan pangan rumah tangga. Kesimpulannya, program ini berhasil mendorong perubahan sikap dan keterampilan masyarakat menuju kemandirian pangan berbasis rumah tangga. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan dan dukungan kelembagaan agar program ini dapat terus berkembang
Optimalisasi Potensi Produk Lokal Melalui Inovasi Produk dan Revitalisasi Kemasan untuk Meningkatkan Nilai Tambah UMKM Omah Kopi Telemung Sahru Romadloni; Amelia Fatimah Azzahra; Leffran Dwi Akbar; Elok Rosyidah; Moh. Fahrurrozi
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.684

Abstract

UMKM Omah Kopi Telemung merupakan usaha mikro berbasis kopi lokal di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, yang memiliki potensi pengembangan produk dari hasil samping pengolahan kopi. Namun, mitra masih menghadapi keterbatasan pada inovasi produk, konsistensi formula, identitas visual kemasan, dan promosi digital. Artikel pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pendampingan partisipatif dalam optimalisasi potensi produk lokal melalui inovasi produk, revitalisasi kemasan, dan pengembangan media promosi. Kegiatan berlangsung pada November 2025-April 2026 dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, eksperimen produk, dokumentasi, dan evaluasi reflektif bersama pemilik UMKM. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, eksplorasi bahan lokal, uji formula, desain ulang kemasan, penyusunan media promosi, dan evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan menghasilkan dua produk baru, yaitu Palascara Tea dan Purple Tea, dengan memadukan kulit kopi, pala, dan bunga telang. Kegiatan juga menghasilkan formula awal yang lebih terarah, kemasan yang lebih informatif, brosur, serta bahan video promosi. Program berkontribusi memperkuat nilai tambah produk, identitas merek, kesiapan pasar, dan kapasitas adaptif UMKM. Pendampingan lanjutan disarankan pada uji masa simpan, standardisasi produksi, penguatan legalitas, optimalisasi marketplace, dan perluasan jejaring distribusi.
Edukasi dan Pelatihan Implementasi Pembenah Tanah Organik untuk Revitalisasi Lahan Budidaya Jeruk di Banyuwangi Ahmad Hadi; Khoirul Bariyyah; Fathurrahman Fathurrahman; Putri Istianingrum; Ni’mawati Sakinah
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.768

Abstract

Budidaya jeruk merupakan salah satu aktivitas pertanian penting di Banyuwangi, namun petani masih menghadapi persoalan degradasi lahan, rendahnya kesuburan tanah, dan keterbatasan pemahaman mengenai pembenah tanah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani jeruk tentang identifikasi kesuburan tanah, pentingnya pengecekan pH tanah, dan implementasi pembenah tanah organik untuk revitalisasi lahan budidaya jeruk. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif pada 28 Oktober 2023 di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Program ini diikuti oleh 18 petani jeruk, sedangkan data evaluasi diperoleh dari 16 responden melalui kuesioner. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan revitalisasi lahan terdegradasi, diskusi tentang pembenah tanah organik, dan evaluasi deskriptif melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pelatihan, 75% petani memahami pentingnya cek pH tanah dan mampu membedakan lahan subur dengan lahan kurang subur, 69% memahami perbedaan kerusakan tanaman akibat penyakit dan akibat rendahnya kesuburan tanah, serta 88% memahami pembenah tanah organik dan manfaatnya bagi tanah dan tanaman. Diskusi juga menunjukkan kebutuhan petani terhadap pendampingan lanjutan dalam identifikasi kesuburan lahan, perbaikan lahan budidaya, dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pembenah tanah organik dapat menjadi strategi awal untuk memperkuat kapasitas petani dalam revitalisasi lahan jeruk secara berkelanjutan
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Manajerial Usaha melalui Digitalisasi pada Pelaku Usaha Kuliner Tradisional di Pasar Srono Banyuwangi Teguh Purnomo; Miya Dewi Suprihandari; Mochamad Ardi Setyawan; Arif Rahman Hakim
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.988

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada periode Januari–Juni 2026 dengan tujuan memberikan pendampingan peningkatan kapasitas manajerial usaha melalui transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner tradisional di Pasar Srono, Banyuwangi. Observasi awal terhadap 20 mitra pedagang mengidentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu pengelolaan keuangan yang masih konvensional tanpa pemisahan kas usaha dan pribadi, rendahnya literasi digital untuk pemasaran dan transaksi nontunai, serta tekanan persaingan dari produk kuliner modern. Program dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research dalam empat tahap, yaitu analisis situasi, pelatihan interaktif manajemen keuangan dan pemasaran digital, pendampingan intensif di lapak dagangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang terukur: pemahaman pencatatan kas meningkat dari 25% menjadi 80%, dan keterampilan transaksi digital meningkat dari 15% menjadi 75%. Mitra kini mampu menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), melakukan branding digital melalui media sosial, serta menggunakan sistem pembayaran QRIS. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan partisipatif dan human-centric dapat mempercepat adaptasi digital UMKM kuliner tradisional serta mendukung keberlanjutan usahanya.
Penguatan Perlindungan HKI Merek Dagang melalui Klinik dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa P2MW Moh. Fahrurrozi; Ni Kadek Yuliandari; M. Iswahyudi; Mabruroh Mabruroh
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1084

Abstract

Pengembangan usaha mahasiswa memerlukan kesiapan legal untuk melindungi aset tidak berwujud, khususnya merek dagang sebagai identitas usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perlindungan HKI merek dagang pada kelompok usaha mahasiswa P2MW melalui klinik HKI dan pendampingan kewirausahaan. Kegiatan melibatkan 25 mahasiswa dari 6 kelompok usaha P2MW. Metode kegiatan terdiri atas workshop, klinik HKI, coaching per tim, pendampingan penyusunan dokumen, pengajuan merek, dan pemantauan status melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Proses pendampingan difokuskan pada identifikasi kelas merek, perbaikan identitas merek, kelengkapan dokumen pendaftaran, pengajuan permohonan merek, serta pemantauan sampai sertifikat terbit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 4 dari 6 kelompok melanjutkan proses sampai tahap pengajuan merek, sedangkan 2 kelompok belum melanjutkan karena identitas merek dan dokumen belum sepenuhnya siap. Seluruh 4 merek yang diajukan berhasil memperoleh sertifikat merek resmi, sehingga tingkat ketercapaian pada kelompok yang mengajukan mencapai 100%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa model klinik HKI yang aplikatif dan berkelanjutan mampu memperkuat kesiapan legal usaha mahasiswa, melindungi identitas bisnis, dan mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang lebih kompetitif. Program berikutnya disarankan mengintegrasikan pendampingan merek dengan legalitas usaha, sertifikasi halal, desain kemasan, pemasaran digital, dan pengembangan model bisnis.
Digitalisasi Layanan Aduan Pelanggan PDAM Banyuwangi Melalui Pendekatan Collaborative Governance Andhika Wahyudiono; Dimas Imaniar
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1138

Abstract

Abstrak Sistem penanganan pengaduan manual di PDAM Banyuwangi menyebabkan lambatnya respons, rendahnya kepuasan pelanggan, dan kurangnya akuntabilitas layanan, yang menuntut pendekatan kolaboratif berbasis teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang, menerapkan, dan mengevaluasi sistem pengaduan digital yang mengintegrasikan prinsip collaborative governance antara petugas PDAM, pelanggan, dan pemerintah daerah. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: pra-implementasi melalui observasi partisipatif dan diskusi kelompok terfokus dengan 15 staf serta 30 pelanggan, pengembangan dan pelatihan sistem berbasis web yang dirancang bersama pengguna, serta evaluasi campuran melalui survei kepuasan (n = 75) dan pengukuran waktu respons. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata waktu penyelesaian pengaduan menurun dari 4,8 hari menjadi 1,6 hari, dan indeks kepuasan pelanggan mencapai 78,2 dari skala 100, mengindikasikan peningkatan efisiensi dan persepsi keadilan. Selain itu, forum pemantauan bersama dan umpan balik rutin berhasil memperkuat kepercayaan dan transparansi antara perusahaan daerah dan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa perpaduan collaborative governance dengan digitalisasi layanan pengaduan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terukur, meskipun keberlanjutannya memerlukan komitmen kelembagaan dan pemutakhiran sistem secara berkala.
Implementasi Teknologi Hybrid Freezer Berbasis Panel Surya dalam Mendukung Cold Chain dan Peningkatan Pendapatan Nelayan Tradisional Muhammad Yusuf; Ainur Rofiq; Jusef Saeful
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1233

Abstract

Nelayan tradisional di Kampung Mandar, Banyuwangi, masih bergantung pada es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan, yang mengakibatkan biaya operasional tinggi (Rp30.000/hari) dan tingkat kerusakan ikan mencapai 15–20% akibat metode penyimpanan yang tidak optimal serta rendahnya literasi teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi hybrid freezer berbasis panel surya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan nelayan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui enam tahapan: identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan instalasi, demonstrasi operasional, pendampingan 2–4 minggu, dan evaluasi, yang melibatkan 20 nelayan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan nelayan dari 28,8 menjadi 85,8 (+57 poin), dengan 100% peserta mengalami peningkatan ≥50% dan 85% mampu melakukan instalasi mandiri. Implementasi sistem pada kapal menghasilkan suhu ruang palka stabil pada 0,9–1,8°C, durasi operasi 8,2 jam, dan waktu capai 5°C sekitar 78,8 menit. Dampak ekonomi yang diperoleh meliputi penghematan biaya es Rp7,2 juta/tahun, penurunan kerusakan ikan dari 20% menjadi 5%, peningkatan harga jual 20%, serta peningkatan pendapatan bersih nelayan hingga Rp102 juta/tahun. Kesimpulannya, kegiatan diseminasi ini berhasil meningkatkan kapasitas nelayan secara signifikan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata, sehingga teknologi ini layak untuk diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan pada kelompok nelayan lainnya.