cover
Contact Name
Dedy Suhendra
Contact Email
dedy.suhendra@um-tapsel.ac.id
Phone
+6281263002196
Journal Mail Official
jurnalsostekmas@gmail.com
Editorial Address
Jl. St. Mohd. Arief No.32 Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sostekmas: Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30632471     DOI : -
Jurnal Sosteknas: Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat berfokus pada kajian ilmu-ilmu sosial, ilmu terapan, humaniora, teknologi, dan laporan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Sosteknas: Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat menerima kontribusi artikel penelitian dan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari penulis umum. Setiap tahun diterbitkan satu volume yang terdiri dari tiga nomor, masing-masing nomor memuat minimal lima artikel. Hasil penelitian atau laporan yang ditulis harus merupakan penelitian atau kegiatan terkini (maksimal 5 tahun terakhir), baik hasil penelitian atau kegiatan individu maupun kelompok. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Pengajuan artikel dibuka sepanjang tahun. Namun, sebelum mengirimkan artikel, harap pastikan bahwa artikel tersebut sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal kami, ditulis dalam bahasa Inggris, dan mengikuti pedoman penulis kami.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 3 no 2 (2026)" : 5 Documents clear
Pengaruh Sosial Masyarakat Penggabungan Desa Marsada Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Abdul Ma`arif
Jurnal Sostekmas: Jurnal Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : UM.Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65434/jst.v3i2.52

Abstract

Law Number 32 of 2004 concerning Regional Government, Article 200 paragraph (2), states that the formation, abolition, and/or merger of villages must take into account their origins and be initiated by the community. This law is reinforced by Government Regulation Number 72 of 2005 concerning Villages, which mentions the formation and change of village status, and Regulation of the Minister of Home Affairs (Permendagri) Number 28 of 2006 concerning the formation, abolition, merger of villages, and the change of village status to sub-district. Based on this, the Sipirok District Government, which is part of South Tapanuli Regency, also implements the mandate of these Regional Regulations. Most villages in Sipirok District have been merged to form new villages, and some have had their status changed to sub-districts. The research method used was qualitative research. The results indicate several advantages and disadvantages of village mergers for social, administrative, and governmental purposes.
Implementation of the Clean Water Sanitation Program in Padangsidimpuan City Zahwa Naflah Miranda
Jurnal Sostekmas: Jurnal Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : UM.Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65434/jst.v3i2.53

Abstract

Water is a necessary component of human life, therefore, efforts are needed to maintain its quality to ensure its safety. In the health sector, water is an environmental medium that plays a crucial role in disease transmission, as it can serve as a breeding ground for germs and disease. The key to sanitation development lies in socio-cultural factors and community behavior. Poor sanitation conditions can lead to the emergence of diseases and a decline in environmental health. Therefore, a comprehensive sanitation awareness movement is needed within the community. In this study, the author used qualitative research methods and analyzed the data obtained and the results of fieldwork using interview techniques . The results showed that The implementation of the clean water sanitation program carried out by the Padangmatinggi Health Center, South Padangsidimpuan District , is running in accordance with the guidelines of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia regarding the Implementation of Drinking Water Quality Surveillance and Basic Sanitation Activities by socializing it to the community, then taking samples to represent the condition of the water supply system and testing it in the laboratory by the Health Service to see whether the water quality is suitable for public consumption or not.
LL PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KECELAKAAN LALU LINTAS YANG JUGA MENGALAMI LUKA BERAT: KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGALAMI LUKA BERAT Ajeng Pratiwi; Desy Ray Evan Harahap; Rika Ramadani Rambe; Darania Anisa
Jurnal Sostekmas: Jurnal Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : UM.Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65434/jst.v3i2.55

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu tindak pidana yang kerap terjadi di masyarakat Indonesia dan dapat menimbulkan berbagai akibat, mulai dari kerusakan harta benda hingga luka berat maupun kematian. Situasi hukum yang kompleks muncul ketika pelaku yang menyebabkan kecelakaan sekaligus menjadi korban yang mengalami luka berat dalam peristiwa yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku kecelakaan lalu lintas yang juga mengalami luka berat, serta mengkaji pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-empiris,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku kecelakaan lalu lintas tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti bahwa kelalaiannya mengakibatkan kematian orang lain, meskipun pelaku sendiri turut mengalami luka berat. Akan tetapi, kondisi fisik pelaku yang terluka dan statusnya sebagai tulang punggung keluarga dapat dijadikan faktor yang meringankan pemidanaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan hakim yang proporsional antara aspek pertanggungjawaban hukum dan pertimbangan kemanusiaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi diskursus pembaruan hukum pidana nasional di bidang kecelakaan lalu lintas.
Pengaruh Program Modifikasi Perilaku Berbasis Behavioral Chaining terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa: Studi Kuasi-Eksperimen Dina Mariana Siregar; Eva Amalputra; Yabes Sumual; Cindy Damayanti; Reva Mokodompit
Jurnal Sostekmas: Jurnal Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : UM.Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65434/jst.v3i2.57

Abstract

Low learning motivation is one of the main predictors of academic procrastination and declining achievement among university students. This study aimed to examine the effect of a behavior modification program based on behavioral chaining principles on students’ learning motivation. A quasi-experimental nonequivalent control group design (pretest–posttest) was employed, involving 60 students assigned to an experimental group (n = 30) and a control group (n = 30) through purposive sampling based on low-to-moderate learning motivation scores. The experimental group received a six-session behavioral chaining program that broke down effective study behavior into a sequence of mutually reinforcing behavioral links. Learning motivation was measured using the Learning Motivation Scale (30 items, α = .912). A paired-samples t-test revealed a significant increase in the experimental group (t(29) = 11.08, p < .001), whereas the control group showed no significant change (t(29) = 1.51, p = .143). An independent-samples t-test on gain scores indicated a significant difference between the two groups (t(58) = 7.19, p < .001) with a very large effect size (Cohen’s d = 1.86). These findings suggest that a behavioral chaining–based behavior modification program is effective in enhancing students’ learning motivation and may be considered a practical intervention within higher-education guidance and counseling services.
Efektivitas Konvensi IV Jenewa 1949 dalam Konflik Iran–Israel: Antara Hukum dan Realitas Aldo Juan Nico; Anggie Julia Rahmah; Adrian Bintang Triadi; Yodi Immanuel H. Simanjuntak
Jurnal Sostekmas: Jurnal Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : UM.Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65434/jst.v3i2.58

Abstract

Konflik bersenjata antara Iran dan Israel menunjukkan adanya ketegangan antara norma hukum humaniter internasional dan realitas di lapangan. Serangan terhadap fasilitas publik seperti rumah sakit dan pusat riset menimbulkan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan Konvensi Jenewa 1949, khususnya terkait perlindungan objek sipil dan korban konflik. Dalam hukum humaniter internasional, objek sipil wajib dilindungi dan tidak boleh dijadikan sasaran serangan, namun fakta di lapangan menunjukkan adanya penyimpangan dari prinsip tersebut. Permasalahan tidak hanya berkaitan dengan bentuk pelanggaran, tetapi juga penjatuhan sanksi kepada kedua pihak. Analisis dilakukan melalui pendekatan hukum normatif dengan menelaah instrumen hukum internasional yang relevan. Meskipun norma telah diatur secara jelas, implementasinya menunjukkan adanya kesenjangan yang dipengaruhi kepentingan politik negara dan lemahnya penegakan hukum internasional, sehingga efektivitas Konvensi Jenewa 1949 belum optimal dalam menghadapi dinamika konflik modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5