cover
Contact Name
Chazizah Gusnita
Contact Email
chazizah.gusnita@budiluhur.ac.id
Phone
+6281283205560
Journal Mail Official
jurnalanomie@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur, Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakara Selatan, DKI Jakarta 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Kejahatan, Sosial dan Hukum
ISSN : -     EISSN : 2656484X     DOI : -
Core Subject : Social,
Anomie is a peer-reviewed, open-access, and free of charge journal published by Criminology Study Program, Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur. The articles in this journal are based on joint-research by criminology student and their supervisor. This Journal is published three times a year (April, August, and December). Anomie publishes articles on criminology issues with a particular focus on crime and society from a variety of perspectives. Deviance Jurnal Kriminologi is concerned with theories, concepts, narratives and myths of crime, criminal behaviour, social deviance, criminal law, morality, justice, social regulation and governance.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2021): April" : 5 Documents clear
Thread Kasus Pelecehan Seksual di Twitter sebagai Community- based Crime Prevention Alisia Fajar Rahmanda; Yani Osmawati
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus pelecehan seksual menjadi salah satu kejahatan yang dapat terjadi dimana saja dan oleh siapapun. Korban kasus pelecehan seksual terkadang masih tidak berani untuk melaporkan atau menceritakan kejadian yang menimpa mereka. Korban membuat thread pada media sosial Twitter yang berisi tentang kasus pelecehan yang mereka alami. Penelitian dengan judul “Thread Kasus Pelecehan Seksual di Twitter sebagai Community-based Crime Prevention” memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana thread tersebut dapat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan pelecehan seksual. Penelitian menggunakan teori Community-based Crime Prevention dimana komunitas berperan dalam melakukan tindak pencegah kejahatan. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder yang didapat melalui wawancara dengan korban dan juga referensi dari beberapa jurnal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa thread pelecehan seksual yang dibuat oleh korban dapat membantu masyarakat mengenali ciri-ciri dari pelaku dan juga bagaimana cara untuk membantu korban. Thread akan terus menyebar secara luas dan dibagikan oleh pengguna lain untuk saling mengingatkan kepada orang sekitar betapa pentingnya untuk berhati-hati dan menjaga diri saat berada di suatu tempat karena para pelaku melakukan dapat pelecehan yang disebabkan oleh adanya kesempatan saat korban sedang lengah.
Analisis Rational Choice Theory Terhadap Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Sekitar Waduk Jatigede Sumedang Dea Wulandari Wijaya; Supriyono B Sumbogo
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya praktik prostitusi berkedok warung kopi di sekitar Waduk Jatigede Sumedang. Dalam menganalisa kasus tersebut peneliti menggunakan Rational Choice Theory yang memiliki tujuan untuk mengetahui pilihan rasional atau masuk diakal apa saja yang digunakan oleh aktor utama dalam memilih keputusan untuk membuka praktik prostitusi dan menjadi seorang mucikari. Aktor utama pelaku kejahatan dalam kasus praktik prostitusi berkedok warung kopi di sekitar Waduk Jatigede, yaitu pemilik warung kopi itu sendiri yang dimana aktor tersebut juga berperan sebagai seorang mucikari. Pemilik warung kopi tersebut menyalahgunakan izin usaha yang diberikan dari pihak desa setempat untuk dijadikan sebagai tempat transaksi seks dengan cara membuka praktik prostitusi. Dalam teori ini juga, aktor memilih tindakan yang dapat memaksimalkan kegunaan atau pun yang dapat memuaskan rasa keinginan dan kebutuhan mereka, atau dengan kata lain memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir biaya. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara.
Analisis Terhadap Pelaku Kejahatan Carding Ditinjau Menggunakan Teori Asosiasi Diferensial Desta Artamevia; Muhammad Zaky
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perilaku individu yang mengarah pada tindakan kriminal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaku kejahatan carding bisa terlibat dalam kejahatan. Teori asosiasi diferensial digunakan untuk menagnalisa permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua orang pelaku kejahatan sebagai narasumber, dan satu orang narasumber ahli dari Polda Metro Jaya. Pelaku kejahatan carding berkembang dan belajar di dalam kelompok ataupun teman dekat melalui interaksi dan komunikasi, mereka mempelajari Teknik yang digunakan dalam melakukan kejahatan carding, Motif ataupun dorongan yang membuat mereka melalukan kejahatan tersebut.
Determinan Flaming Terhadap Atlet Esport Dalam Perspektif Teori Space Transition of Cyber Crime di Instagram (Studi Kasus Skandal Listy Chan) Harley Muhammad Fawzy; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial ialah salah satu platform penyebaran suatu informasi yang lengkap, media sosial dapat mengikutsertakan masyarakat ke dalam suatu pola budaya yang baru. Kemudahan dalam menerima informasi dan membuat media sosial banyak digemari oleh banyak orang, namun segala kemudahan ini tidak selalu memiliki dampak yang positif, banyak bentuk kejahatan yang muncul akibat terjadinya kemajuan dalam bidang teknologi, salah satunya ialah cyberbullying. Cyberbullying dapat dijelaskan sebagai tindakan tercela yang sengaja dengan mengirimkan sebuah teks elektronik yang berisi ejekan, celaan, hujatan atau pelecehan melalui media sosial. Hal ini disebabkan dengan adanya kemudahan dalam mengunduh sebuah aplikasi yang hanya bermodalkan sebuah internet dan perangkat genggam yang memadai. Aplikasi Instagram menjadi salah satu aplikasi yang sering digunakan banyak orang, kepopuleran Instagram juga di peroleh dari adanya tren baru berupa Selebgram. Selebgram merupakan julukan yang diberikan kepada seseorang terkenal di dalam media tersebut. Kepopuleran Selebgram ini harus dapat mnghadapi ketenaran dan juga berbagai komentar hujatan jahat serta negatif dari para pengguna yang tidak menyukainya atau tidak sependapat dengan Selebgram tersebut sehingga dapat dikategorikan sebagai bentuk tindak flaming dalam jenis cyberbullying yang ada.
Analisis Labelling Terhadap Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dalam Lingkungan Sosial Masyarakat Audy Mentari Noor’Aini; Chazizah Gusnita
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Analisis labelling terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender LGBT di dalam lingkungan sosial masyarakat ini dilatarbelakangi oleh semakin terlihatnya eksistensi kelompok LGBT, serta melihat pandangan masyarakat yang memiliki persepsi yang berbeda terhadap keberadaan eksistensi kelompok LGBT tersebut, dan ditemukan kelompok LGBT mendapat label yang buruk dandiskriminasi di lingkungan masyarakat. Walau sebagian besar wilayah Indonesia pada saat ini tidak mengkriminalisasi tindakan homoseksual di kalangan orang dewasa, hukum Indonesia tidak juga melindungi LGBT dari diskriminasi dan kejahatan kebencian yang dialami. Dalam penelitian ini kita melihat bentuk labelling apa yang diterima oleh kelompok LGBT Indonesia dan bagaimana labeling itu bisa melekat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan sumber data 4 (empat) narasumber anggota LGBT dan studi pustaka berupa karya ilmiah, jurnal penelitian dan buku. Dari penelitian ini ditemukan Labelling yang dialami atau didapatkan terhadap kaum LGBT di Indonesia antara lain adalah: ancaman bangsa, propaganda, perilaku menyimpang, kejahatan sexual, penyebab HIV, seks bebas, bertentangan dengan agama dan moral, penyakit kejiwaan, bertentangan dengan hukum dan Pancasila, LGBT menular, penggiring wacana, menjijikan, dan lainnya. Penyebab utama label ini didapatkan adalah norma masyarakat, media massa yang dikonsumsi, adanya hukum diskriminasi yang mengkriminalisasi LGBT.

Page 1 of 1 | Total Record : 5