cover
Contact Name
Sjafrie Sjamsoeddin
Contact Email
teamciviltary@gmail.com
Phone
+6287797048401
Journal Mail Official
teamciviltary@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batu Gede, Bukit Cilebut Residence, Blok F, No. 1, Sukaraja, Bogor, 16710
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Civil and Military Cooperation Journal
ISSN : -     EISSN : 30481724     DOI : -
Civil and Military Cooperation Journal is an open-access and peer-reviewed journal published by PT. Civil-Military Center. The journal publishes original papers at the forefront of multidiscipline areas, specifically in Civil and Military Cooperation in Political Science, Economics, Social Science, Law, Defense and Security Studies, etc. Civil and Military Cooperation Journal is published biannually in March and September.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): Maret" : 5 Documents clear
Akselerasi Agenda Women, Peace, and Security (WPS) dalam Pembangunan Nasional untuk Pertahanan Negara Maysarah, May May; Sjamsoeddin, Sjafrie; Samudro, Eko G.; Wahyudi, Bambang
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah dinamika pertahanan negara, peran perempuan telah menjadi faktor penting yang sering kali tidak diperhatikan secara memadai. Wanita dianggap sebagai ‘kaum lemah’ dan membutuhkan perlindungan, khususnya dalam situasi perang atau konflik bersenjata. resolusi-Resolusi PBB tentang Women, Peace, and Security telah diterbitkan untuk menekankan pentingnya memperhitungkan peran serta kepentingan perempuan dalam segala aspek kebijakan keamanan dan perdamaian. Women, Peace, and Security (WPS) Agenda adalah sebuah agenda internasional yang bertujuan untuk mengakui peran penting dan kontribusi perempuan dalam upaya perdamaian dan keamanan global. Perempuan membawa perspektif yang unik dan berharga terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan politik. Partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan juga berdampak pada kebijakan pertahanan negara, ketika perempuan memiliki keterwakilan yang lebih besar di lembaga-lembaga politik, isu-isu seperti kesetaraan gender dan perlindungan terhadap kekerasan seksual dalam konflik mendapat perhatian yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan. Pelibatan perempuan dianggap dapat mendorong pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mengikuti proses resolusi konflik secara damai. Dengan kata lain, perempuan dapat membangun perdamaian dengan memanfaatkan kemampuannya untuk menjalin hubungan (people-to people contact) dengan perempuan lainnya di wilayah konflik. Dukungan kebijakan pengarusutamaan gender dalam pertahanan merupakan komitmen untuk memastikan bahwa perspektif gender terintegrasi secara holistik dalam seluruh aspek kebijakan dan program pertahanan. Model ideal untuk akselerasi agenda WPS dalam pembangunan nasional untuk pertahanan negara adalah suatu kerangka kerja yang menyeluruh dan terkoordinasi, yang didasarkan pada empat pilar utama: partisipasi, perlindungan, pencegahan, dan pemulihan.
Sistem Deteksi Dini dalam Pencegahan Konflik Sosial di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Samudro, Eko G.; Sjamsoeddin, Sjafrie; Santoso, Adityo
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah dengan tingkat kemajemukan yang tinggi, yang dapat memicu terjadinya konflik sosial. Untuk mengelola konflik secara efektif, diperlukan upaya preventif melalui pengembangan sistem peringatan dini. Penelitian ini membahas Sistem Deteksi Dini dalam Pencegahan Konflik Sosial di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur yang menghubungkan berbagai macam studi terdahulu sebagai pendukung hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pemetaan potensi konflik dan analisis risiko untuk memperkuat sistem peringatan dini. Implementasi sistem deteksi dini sangat berperan dalam pencegahan konflik sosial di Yogyakarta dengan CEWERS (Conflict Early Warning Early Response System) dan melakukan pelatihan kepada fasilitator CEWERS yang akan diterjunkan ke lapangan.
Keterlibatan Militer pada Ketahanan Pangan: Studi pada Negara Nigeria, Mesir, dan Kenya Samudro, Eko G.; Rafsanjani, Wildan Akbar Hashemi; Sjamsoeddin, Sjafrie
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan militer dalam ketahanan pangan merupakan aspek penting yang membutuhkan pemahaman mendalam. Studi kasus di Nigeria, Mesir, dan Kenya menyoroti peran militer dalam kebijakan ketahanan pangan serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan militer dalam upaya tersebut. Ketahanan pangan diidentifikasi sebagai tujuan utama pemerintah untuk mencegah kerawanan pangan dan kelaparan, dengan penelitian juga menyoroti hubungan kompleks antara konflik dan kerawanan pangan. Peran militer dalam menjaga ketahanan pangan meliputi peningkatan produksi dan pengolahan pangan, perlindungan terhadap infrastruktur pertanian, penanggulangan bencana alam atau konflik yang dapat mengganggu produksi pangan, serta potensi keterlibatan dalam distribusi dan pengawasan suplai pangan. Kehadiran militer telah terbukti dapat membantu membangun suatu negara dengan fokus pada ketahanan pangan yang terjaga, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, kerja sama antara masyarakat sipil dan militer juga sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal. Kesimpulannya, penting untuk menganalisis peran serta militer dalam memelihara ketahanan pangan guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan hidup manusia secara keseluruhan.
Pentingnya Kerjasama Militer di Bidang Kedokteran: Studi Kasus pada Enam Negara di Dunia Maysarah, May May; Rafsanjani, Wildan Akbar Hashemi; Sjamsoeddin, Sjafrie
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja sama antara sektor militer dan sipil dalam bidang kedokteran memiliki peran yang penting dalam menangani tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti pandemi. Studi kasus di enam negara Eropa menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pihak, termasuk militer, sipil, pemerintah, akademisi, dan industri, diperlukan untuk merespons dan mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks dan mendesak. Kerja sama ini melibatkan berbagai aspek kedokteran, termasuk pengembangan kesehatan dan peralatan medis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dalam konteks global saat ini, kerja sama militer di bidang kedokteran menjadi kunci penting dalam menangani dampak luas pandemi COVID-19 terhadap masyarakat dan perekonomian. Pandemi ini telah memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan yang ada, terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas atau yang terkena dampak virus lebih parah. Kolaborasi erat antara militer dan sipil menjadi landasan utama dalam mencapai kesuksesan optimal dalam menangani krisis kesehatan global seperti pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penting untuk terus mengidentifikasi strategi kerjasama yang efektif untuk memperluas kapasitas dan sumber daya di sektor kesehatan serta memajukan sistem kesehatan di berbagai negara.
Bantuan Kemanusiaan sebagai Alat Diplomasi Bencana: Sebuah Ulasan di Tengah Menghadapi Krisis Global Rahmat, Hayatul Khairul; Syah, Rohman; Putra, Amal Ramadhani
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas peran signifikan bantuan kemanusiaan sebagai instrumen diplomasi dalam menghadapi bencana alam. Pembahasan mencakup perubahan paradigma dari diplomasi tradisional menjadi kolaborasi internasional dalam memberikan bantuan. Dalam krisis bencana, bantuan kemanusiaan bukan hanya merestorasi kesejahteraan korban secara cepat, tetapi juga menciptakan peluang bagi negara-negara untuk membangun kembali hubungan bilateral, bahkan di tengah ketegangan politik. Dengan membahas konsep diplomasi lunak, artikel menyoroti dampak positif yang dihasilkan oleh negara-negara yang memberikan bantuan secara tulus terhadap citra global mereka. Dengan demikian, artikel ini menggaris bawahi pentingnya diplomasi kemanusiaan dalam membentuk dunia yang lebih bersatu, saling mendukung, dan siap bersama-sama mengatasi tantangan kemanusiaan yang mendesak. Jenis data penelitian ini berupa data kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa studi kasus.

Page 1 of 1 | Total Record : 5