cover
Contact Name
Jimmy Rungkat
Contact Email
jimmyrungkat@gmail.com
Phone
+6282165508216
Journal Mail Official
redaksi.amata@gmail.com
Editorial Address
Jl. C. Heatubun Kel. Kwamki Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika - Provinsi Papua Tengah (99910)
Location
Kab. mimika,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA
Published by Politeknik Amamapare
ISSN : 28287959     EISSN : 28285328     DOI : https://doi.org/10.55334/sostekam
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA dengan nomor ISSN 2828-7959 dan e-ISSN 2828-5328 diterbitkan oleh Politeknik Amamapare Timika. Jurnal ini merupakan media bagi para cendekiawan dalam mempublikasikan hasil penelitian masalah-masalah sosial dalam kajian ilmu sosial, politik, religi, manajemen, pendidikan, hukum, dan teknologi terapan. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan Amata mempublikasi hasil penelitian MASALAH-MASALAH SOSIAL dalam kajian bidang ilmu: Sosial, Politik, Agama, Hukum, Manajemen, Pendidikan, dan Teknologi Terapan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Analisis Geoteknik Penyanggah Batuan Development Biggosan Tambang Bawah Tanah PT. Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua Tengah Rahim, Abd; Putri, Nilam Sry
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 2 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v2i2.154

Abstract

Seluruh hal yang berhubungan dengan kajian serta evaluasi geoteknik dan karekteristik batuan akan bermuara pada pemilihan metode penambangan yang tepat termaksud rekayasa sistem penyanggah yang sesuai. Ukuran dimensi bukaan beserta tata letak tambang ini yang kemudian memberikan pengaruh terhadap stabilitas dan kebutuhan penanganan serta pengelolaan dari sisi aspek geomekanis. Pengolahan mekanis akan kemudian tidak terlepas dari kebutuhan rekayasa penyanggah batuan yang disesuaikan dengan perilaku dari batuan setempat saat menerima beban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tipe kelas batuan, menentukan tipe penyanggah batuan dari sistem RMR. Metode dalam penelitian ini dilakukan langsung di lapangan menggunakan parameter geomekanika sistem RMR melalui pembobotan, Metode penelitian lapangan dengan cara melakukan mapping geoteknik menggunakan parameter rock mass rating. yaitu data rock condition, data rock strength, data rock quality designation, data spasi of diskontinyu, data condition of diskontinyu, data ground water, data orientasi of diskontinyu. Data tersebut kemudian dilakukan analisis untuk menentukan jenis penyangga berdasarkan hasil data di lapangan. Berdasarkan klasifikasi geomekanik dengan menggunakan sistem RMR, massa batuan di area tambang bawah tanah Biggosan, nilai kuat tekan batuan berkisar 8 Kn (point load index) tergolong batuan kuat, Rock quality designation 61% (sedang), spasi discontinuity total 1-3 m, kondisi diskontinuity rougness sedikit kasar dengan nilai 3 point, separation 1-5 mm dengan rating 1 point, contuinity 1-3meter nilai 4 point, weathring sedikit lapuk dengan adanya butiran pada joint nilai 5 point, infilling cukup keras untuk material pengisi <5 mm nilai 4 point, kondisi air tanah dengan nilai bobot 7 (basah), orientasi discontinuity sejajar dengan arah terowongan kondisi ini membuat bidang lemah untuk batuan sehingga memiliki faktor terkoreksi -10. Setelah dilakukan jumlah pembobotan dan seluruh parameter maka didapatkan untuk nilai RMR 49 kelas batuan III klasifikasi batuan sedang. dengan menggunakan beberapa rumus persamaan serta mengacu pada rekomendasi penyanggah sistem RMR dari bieniawski. jenis penyangga rock bolt dengan panjang 4meter sebanyak 13 pcs spasi 1.5meter dilapisi semen semprot (shotcrate) 75 mm.
Studi Penyelidikan Tanah Menggunakan Metode Handbor Lokasi Kelurahan Karang Senang Distrik Kuala Kencana Rtumbanua, Jeafrando Dereick Firdaus
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 2 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v2i2.157

Abstract

Tujuan dari penilitian ini adalah mengatahui penyelidikan tanah berapa kedalam tanah dan apa saja jenis tanah dengan menggunakan metode Handbor.Penilitian ini di lakukan pada bulan Maret-April. Hasil dari Handbor test di lakukan di Kelurahan Karang Senang Distrik Kuala Kencana dengan menggunakan metode Penilitian keputusan dalam menyelesaikan tugas akhir.Dari hasil penilitian ini diketahui bahwa penyelidikan tanah yang di dapatkan dari kedalam tanah yang di hasilkan hanya 1,10 m dengan 4 kali pengboran yaitu: 1.kedalam 0,0-,002. 2. Kedalaman 0,02-0,16. 3. Kedalaman 0,16-0,70. 4. Kedalaman 0,70-1,10.Sampel tanah yang di dapatkan juga ada 2 jenis yaitu tanah lanau dan tanah clay/lempung dengan warna,kondisi dan tekstur berdebah-bedah. dengan setiap berapa kedalaman tanah yaitu:0,0-0,02 terdapat jenis tanah permukaan yang berwarna coklat kehitaman dan,mengandung pasir dan humus 20%,kondisi tanah lembab dan kedalaman 0,02-0,16 terdapat jenis tanah lanau yang berwarna coklat dan mengandung pasir dan humus 10%, kondisi tanah lembab, dan kedalam 0,16-0,70 terdapat jenis tanah lempung padat yang berwarna coklat muda dan mengandung pasir, kondisi tanah lembab, dan kedalama 0,70-1,10 terdapat jenis tanah lempung yang berwarna coklat muda dan mengandung pasir,kondisi tanah lembab
Kristologi Multikultural Bagi Penguatan Budaya Toleransi Mahasiswa Kristen: Sumbangsih Materi Bagi Mata Kuliah Agama Kristen di Perguruan Tinggi Rungkat, Jimmy
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 2 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v2i2.158

Abstract

This research aims to understand the teachings and life of Jesus Christ as a person present in the midst of cultural diversity (Multicultural Christology) as a contribution to the material of tolerance in the Christian Religion courses at the College for strengthening the culture of student tolerance. Through qualitative descriptive methods through hermeneutic-exegesis approaches the result is obtained that Multicultural Christology teaches that Christ must be present in the midst of diversity, Christ is always associated with “the other” not sin but the duty of showing love and bringing peace, Christ always promotes a reconciliation mission that touches human issues, Christ willing to learn about “the others”, and Christ always carries out a mission of dialogue in a spirit of solidarity. Starting from this, it is implemented in the strengthening of a culture of Christian students’ tolerance, namely the awareness of being present in the midst of diversity, the consciousness of willingness to learn about “the others”, the conscience of carrying out a mission of dialogue, and the constipation to live side by side with “the other” in thinking and acting in order to provide solutions and service to human social problems.
Analisis Penelitian Penyimpangan Penggunaan Dating APPS di Surabaya Maharani, Indira; Nabila, Nafisa Sufi; Wibowo, Nashita Kalila; Immanuella, Grace Michelle; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.166

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial dan dengan kemajuan teknologi saat ini telah menyebabkan peningkatan pesat dalam penggunaan media sosial, salah satunya adalah dating apps. Melalui dating apps ini memunculkan istilah kencan online yang dapat memangkas waktu, biaya, dan tenaga. Namun, dengan kemudahan yang diberikan banyak penyimpangan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpangan penggunaan dating apps di Surabaya.  Pengumpulan data dilakukan dengan tinjauan literatur dan kuesioner dengan target responden adalah individu berusia antara 18 hingga 35 tahun dan menggunakan dating apps di Surabaya yang kemudian dianalisis menggunakan Overall Mean Score (OMS) untuk setiap kriterianya. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas pengguna merasa senang mendapatkan pengalaman positif , namun mayoritas responden pernah mendapatkan tindakan kriminal, seperti pelecehan seksual, perselingkuhan, pemalsuan identitas, dan penyebaran pornografi sehingga responden banyak memilih untuk yang dapat mempengaruhi loyalitas dan kepercayaan pengguna dating apps. Hal ini disebabkan oleh dating apps tidak memberikan edukasi atau jaminan yang memadai terkait keamanan dan kriminalitas kepada pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak pengguna yang mengalami pengalaman buruk akibat penyimpangan dari penggunaan dating apps. Berdasarkan penelitian ini diharapkan penelitian lebih lanjut yang menggali lebih dalam tentang penyebab, dampak, dan hukum yang melindungi tindakan kriminal yang terjadi pada dating apps.
Prosedur Mekanisme Pengembalian Aset Negara Hasil Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Koy, Yunita Inoriti
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.192

Abstract

Corruption is a nista act that takes place every year. Corruption is classified as a heinous act and has a major impact on state finances to the detriment of many parties. Investigation, prosecution, and examination in court hearings in cases of corruption must take precedence over other cases for immediate resolution. The purpose of this study is to understand and analyze law enforcement of corruption in Indonesia and to understand and analyze the mechanism of returning state assets resulting from corruption crimes. The method used in this study is a normative research method, namely legal research that puts the law as a building of a norm system. Law Number 20 of 2001 concerning Corruption regulates mechanisms or procedures that can be used to return assets through criminal and civil channels. The mechanism for returning state assets resulting from corruption can be carried out with two mechanisms at once, namely through criminal channels (criminal) as stipulated in UNCAC and civil forfeiture. The criminal path is intended to provide a deterrent effect to the corruptors so that the corruptors do not repeat the criminal act of corruption. The civil forfeiture is intended to return state assets resulting from corruption crimes with evidence obtained from criminal proceedings, namely asset tracing and freezing. The key to success lies with each country, so it cannot be determined which mechanism is best. The element of success in making efforts to return assets resulting from corruption must pay attention to several factors, one of which is the perspective on the law enforcement approach in Indonesia still focuses on prosecuting perpetrators (in personam), not seizing assets resulting from crime.
Hubungan Antara Efektivitas Pelaksanaan Otonomi Daerah Dengan Kewenangan Kepala Daerah Dangeubun, Marvey Junus
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.193

Abstract

This article aims to determine and explain the relationship between the effectiveness of the implementation of regional autonomy and the authority of regional heads as civil service development officials in the regions. Regulations in all Laws on Regional Government have placed the role of Regional Heads in a very strategic position considering that Regional Heads are an important component for the success of national development. because regional government is a subsystem of national or state government. The effectiveness of state government depends on the effectiveness of regional government administration. The success of regional leadership determines the success of national leadership. From an organizational and management perspective, the Regional Head is a figure or manager who determines the effectiveness of achieving regional government organizational goals
Studi Inklusi Fluida Terhadap Endapan Mineral Pada Prospek Tarra’ Awak Mas, Sulawesi Selatan Putri, Nilam Sry
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.199

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki morfologi yang terdiri dari dataran dan pegunungan, dengan puncak tertinggi mencapai ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah ini terletak di antara 3⁰21’30” hingga 3⁰22’15” lintang selatan dan 120⁰6’45” hingga 120⁰7’45” bujur timur. Daerah ini terdiri dari batuan dasar metamorf dan batuan sedimen yang lebih muda. Litologi utama di daerah penelitian adalah batuan dari Formasi Latimojong Kapur Akhir, yang meliputi filit, slate, batuan vulkanik basa-intermediet, batugamping, dan sekis yang mewakili palung bagian depan dari urutan flysch. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian di Awak Mas namun, belum ada yang meneliti terkait krakteristik mineralisasi pada wilayah tersebut secarakhusus pada prospek Tarra’. Metode inklusi fluida dapat membantu dalam mendeskripsikan keunikan sampel melalui total spektrum fluida, yang kemudian memungkinkan interpretasi terhadap pembentukan inklusi fluida yang sering terkait dengan proses di zona penunjaman pada mantel atas bumi. Informasi ini dapat menceritakan sejarah geologi dalam berbagai rentang waktu. Data yang diberikan mengenai nilai temperature melting (Th) dan temperature homogenisasi dari sampel urat kuarsa menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam kisaran nilai. Temperature melting berkisar dari -0,9°C sampai -0,6°C, sedangkan temperature homogenisasi berkisar dari 260°C sampai 330°C. Rata-rata keseluruhan Th adalah -0,6°C, sementara rata-rata keseluruhan temperature homogenisasi adalah 298°C. Dari data ini, disimpulkan bahwa evolusi fluida pembawa mineralisasi di lokasi penelitian melibatkan proses percampuran dengan fluida yang memiliki salinitas rendah, yang kemungkinan besar merupakan fluida air tanah atau fluida meteorik. Hal ini dapat didukung oleh fakta bahwa temperature homogenisasi, yang mengindikasikan kondisi di mana fluida menjadi homogen, terjadi pada suhu yang relatif rendah, yang sesuai dengan kondisi yang biasanya ditemukan pada fluida air tanah atau meteorik.
Rancang Bangun Sistem Pemanfaatan Energi Matahari Berbasis Panel Surya Untuk Penerangan Rumah Tinggal Masyarakat Kampung Mawokau Jaya Timika – Papua Tengah Mirnawati, Ade Eka; Pertiwi, Veronika Dewi
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.200

Abstract

Perencanaan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) dalam skala rumahan mengubah energi surya menjadi energi listrik yang bisa digunakan pada rumah keluarga, sebuah bangunan, tempat usaha dan sebagainya. perakitan dan perancangan pemanfaatan panel surya yang dilakukan ini tujuannya untuk membantu rumah tinggal masyarakat dengan pasokan listrik. Panel surya yang kita gunakan memiliki daya 150 wp sehingga pemanfaatan panel surya tersebut hanya dapat di gunakan untuk menyalakan penerangan. Dalam perakitan tersebut dilakukan juga pengambilan data tegangan yang di hasilkan dari baterai yang kita gunakan. Saat pengisian baterai menggunakan panel surya memiliki hasil yang naik turun tergantung dengan cuaca saat itu, jika cuaca cerah maka pengisian baterai dapat dengan cepat untuk pengisian namun jika cuaca mendung/hujan maka pengisian baterai akan melambat. Dengan hasil pengisian daya yang di dapat dari panel surya tersebut mampu digunakan untuk penerangan dan menyalakan beban yang kecil, untuk penerangan baterai yang telah terisi dapat menghidupkan lampu minimal 12 jam dengan daya lampu 100 watt
ANALISIS KORELASI DAN PENGARUH STRES AKADEMIK TERHADAP PERILAKU KECURANGAN MAHASISWA DI SURABAYA Aprisna Diki Wisnu Wandana; Maulana Ahmadi; Muhamad Akbar Maulana; Nur Aini Rakhmawati
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i2.205

Abstract

Perguruan tinggi merupakan tempat di mana para mahasiswa dapat berkontribusi dalam upaya memajukan pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi. Perguruan tinggi bukan hanya mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan, tetapi juga menciptakan individu yang kompetitif dan berdaya saing di masyarakat. Persaingan tersebut berdampak pada tekanan akademik yang menyebabkan terjadinya praktik atau perilaku kecurangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara stres akademik dan perilaku kecurangan. Data dikumpulkan melalui survei kepada 70 mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dianalisis menggunakan Overall Mean Score (OMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres akademik tinggi yang secara signifikan berkontribusi terhadap perilaku kecurangan. Faktor utama yang mendorong kecurangan meliputi ketakutan akan kegagalan, kesulitan dalam mata kuliah, tekanan untuk mempertahankan IPK tinggi, serta banyaknya tugas dan ujian dengan tenggat waktu yang ketat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa stres akademik memiliki korelasi positif dengan perilaku kecurangan mahasiswa. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan melakukan studi kualitatif secara mendalam dengan menggunakan metode penelitian kualitatif seperti wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam faktor-faktor yang mendorong perilaku curang dan bagaimana mahasiswa memandang tindakan mereka.
Sistem Berpikir Kristen Logis-Teologis: Sentral dan Dasar Materi Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Rungkat, Jimmy
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v3i1.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami sistem berpikir Kristen Logis-Teologis sebagai sentral dan sekaligus dasar pendidikan agama Kristen. Melalui metode deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi kepustakaan diperoleh hasil bahwa sistem berpikir Kristen Logis-Teologis adalah berpola pikir dalam kerangka penyataan Allah. Penyataan Allah merupakan faktor utama untuk seseorang bisa berpikir secara Kristiani. Penyataan Allah adalah sumber berpikir Kristen (berteologi). Segala sesuatu yang ada dalam teologi, tidak lepas dari kebenaran Allah. Kebenaran teologi adalah kebenaran Allah yang membawa umatNya semakin mengenal pribadi dan karyaNya. Namun kebenaran teologi yang dimiliki manusia hanya merupakan percikan dari keseluruhan Kebenaran Allah. Penyataan Allah mengenai hal ini mempunyai dua makna, yaitu: aktif dan pasif. Secara aktif, tindakan Allah atas dasar inisiatif-Nya sendiri untuk mengkomunikasikan kebenaran teologi tentang diri-Nya kepada manusia; dan secara pasif, wahyu sebagai akibat dari tindakan Allah tersebut dalam teologi. Dalam hal ini Allah tidak berteologi, hanya manusia yang berteologi; karena teologi dinyatakan oleh Allah untuk dinikmati oleh manusia. Berteologi memiliki suatu susunan yang teratur dan rapi, dan hal ini terjadi karena teologi adalah salah satu bentuk kedaulatan Allah. Allah dengan inisiatifNya sendiri mengatur, mengontrol, dan membimbing teologi itu. Sehingga, teologi yang benar adalah teologi yang berdasarkan kedaulatan Allah, bukan kedaulatan manusia. Ketika peran teologi mulai berpindah dari kedaulatan Allah menjadi kedaulatan manusia, maka tidak dapat disebutkan lagi berpikir Kristen tetapi berpikir anthroposentris (berpusat pada keinginan manusiawi).