cover
Contact Name
Jimmy Rungkat
Contact Email
jimmyrungkat@gmail.com
Phone
+6282165508216
Journal Mail Official
redaksi.amata@gmail.com
Editorial Address
Jl. C. Heatubun Kel. Kwamki Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika - Provinsi Papua Tengah (99910)
Location
Kab. mimika,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA
Published by Politeknik Amamapare
ISSN : 28287959     EISSN : 28285328     DOI : https://doi.org/10.55334/sostekam
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA dengan nomor ISSN 2828-7959 dan e-ISSN 2828-5328 diterbitkan oleh Politeknik Amamapare Timika. Jurnal ini merupakan media bagi para cendekiawan dalam mempublikasikan hasil penelitian masalah-masalah sosial dalam kajian ilmu sosial, politik, religi, manajemen, pendidikan, hukum, dan teknologi terapan. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan Amata mempublikasi hasil penelitian MASALAH-MASALAH SOSIAL dalam kajian bidang ilmu: Sosial, Politik, Agama, Hukum, Manajemen, Pendidikan, dan Teknologi Terapan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
TINJAUAN PERENCANAAN  LANDSCAPE  KANTOR GKI KLASIS KABUPATEN. MIMIKA, TIMIKA - PAPUA Soumilena, Bryan; Passambuna, Benny
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/

Abstract

Perencanaan Wilayah dan penataan tata letak objek suatu fasilitas umum yang terdapat pada lokasi pembangunan gedung kantor Klasis kota Timika sangat mempunyai relevansi dalam peningkatan pelayanan masyarakat kota Timika umumnya  dan jemaat Gereja Khususnya yang dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan dan perubahan ke arah yang lebih kompleks. dalam perencanaan landscape faktor anggaran biaya dan waktu pengerjaan juga ikut berpengaruh maka di butuhkan  RAB yang matang dengan  menghitungan mengunakan AHSP  dan Time schedule menggunkan metode Curva S dan CPM  untuk mendapatkan hasil yang maksimal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya dan waktu real perencanaan pada pekerjaan landscape kantor GKI klasis Timika untuk meninjau pelaksanaan proyek menggunakan RAB dan time schedule yang telah disusun setelah di tinjauh harga asli dari perencanaan landscape keluar berjumlah  Rp. 21.842.412.893 dari melakukan rekapitulasi biaya RAB perencanaan bisa di lihat pengaruh RAB dalam pengendalian biaya sangat berpengaruh terhadap peklakasanaan proyek landscape dimana pertambahan biaya naik hingga 1,16%.
STUDI PENYELIDIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE HANDBOR LOKASI KELURAHAN KARANG SENANG DISTRIK KUALA KENCANA Ratumbanua, Jeafrando Dereick Firdaus
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/

Abstract

Tujuan dari penilitian ini adalah mengatahui penyelidikan tanah berapa kedalam tanah dan apa saja jenis tanah dengan menggunakan metode Handbor.Penilitian ini di lakukan pada bulan Maret-April. Hasil dari Handbor test di lakukan di Kelurahan Karang Senang Distrik Kuala Kencana dengan menggunakan metode Penilitian keputusan dalam menyelesaikan tugas akhir.Dari hasil penilitian ini  diketahui bahwa penyelidikan tanah yang di dapatkan dari kedalam tanah yang di hasilkan hanya 1,10 m dengan 4 kali pengboran yaitu: 1.kedalam 0,0-,002.  2. Kedalaman 0,02-0,16. 3. Kedalaman 0,16-0,70. 4. Kedalaman 0,70-1,10.Sampel tanah yang di dapatkan juga ada 2 jenis yaitu tanah lanau dan tanah clay/lempung dengan warna,kondisi dan tekstur berdebah-bedah. dengan setiap berapa kedalaman tanah yaitu:0,0-0,02 terdapat jenis tanah permukaan yang berwarna coklat kehitaman dan,mengandung pasir dan humus 20%,kondisi tanah lembab dan kedalaman 0,02-0,16 terdapat jenis tanah lanau yang berwarna coklat dan mengandung pasir dan humus 10%, kondisi tanah lembab, dan kedalam 0,16-0,70 terdapat jenis tanah lempung padat yang berwarna coklat muda dan mengandung pasir, kondisi tanah lembab, dan kedalama 0,70-1,10 terdapat jenis tanah lempung yang berwarna coklat muda dan mengandung pasir,kondisi tanah lembab.
RANCANG BANGUN ALAT PENGHASIL BIOGAS DARI LIMBAH SAGU Wolor, Nikolaus Nong; Winarto, Taufiqurohman; Dumatubun, Herman; Rettob, Alexander Emanuel
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/

Abstract

Pohon Sagu (Metroxylon Sagu) Adalah Merupakan Tanaman Tahunan Yang Dijadikan Kebutuhan Makanan Terutama Di Indonesia Timur Lebih Khusus Di Papua Karena Keberadaanya Tumbuh Dengan Sendirinya. Pengolahan Sagu Menjadi Makanan Ditempuh Dengan Cara Manual Dan Dengan Teknologi, Namun Kedua-Duanya Meninggalkan Limbah Sagu Atau Empulur Sagu Yang Sangat Banyak Yang Secara Estetika Sebagai Sampah Yang Mengotori Kota. Sampah Dari Limbah Sagu Ini Dapat Dimanfaatkan Sebagai Kotoran Ternak Serta Sebagai Daya Dukung Energi Terbarukan Yakni Pembuatan Briket Dan Fermentasi Biogas. Penelitian Ini Adalah Memdesain Alat Penghasil Biogas Sekaligus Mengujicobakan Apakah Menghasilkan Gas Atau Tidak, Hasil Penelitian Adalah Dengan Campuran 15 Kg Lmbah Sagu Dengan Air 15 Liter Atau Perbandingan 1 : 1 Dengan Volume Digester 64093,68. Menghasilkan Gas Dengan Massa 0,05 Kg Dengan Lama Penyalaan…Detik. Ini Menunjukan Bahwa Limbah Sagu Atau Empulur Sagu Dapat Dijadikan Sebagai Bahanbaku Fermentasi Dalam Menghasilkan Biogas.
PENINGKATAN JALAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH DINAS  DENKAV 3/SC MILE 32 DI TIMIKA Yowei, Jitro; Item, Reinaldo
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/

Abstract

Perkerasan kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan dimana sebagai lapisan atas dipergunakan pelat beton, yang terletak di atas pondasi atau langsung diatas tanah dasar (AASHTO). Konsep dari perencanaan perkerasan kaku (beton semen) cara Bina Marga direncanakan terhadap konfigurasi beban sumbu yang mengakibatkan tegangan terbesar pada pelat. Konsep Perencanaan perkerasan Metode AASHTO yaitu tebal pelat rencana akan bertambah sesuai pertambahan lalu lintas ekivalen selama umur rencana dan sebaliknya tebal pelat akan berkurang dengan pengurangan volume lalu lintas ekivalen. Perencanaan Tebal Pelat beton perkerasan jalan dengan menggunakan metode didapat masing-masing sebesar 30 cm, 32 cm, dan 29 cm terdapat perbedaan sebesar 1-2 cm, Hal ini akibat perbedaan konsep dasar dari masing-masing metode.