cover
Contact Name
Ahmad Nur Taufiqurrahman
Contact Email
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Phone
+6281215544470
Journal Mail Official
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhakti Asih Tangerang Jl. Raden Fatah No.62, RT.003/RW.010 Sudimara Barat, Kecamatan. Ciledug, Kota Tangerang, Banten 15151
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Medical Nurse Journal
ISSN : -     EISSN : 30639417     DOI : -
Core Subject : Health,
MENU (Medical Nurse Journal) is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research, reviews, and case studies in nursing and healthcare. The journal aims to be a vital resource for nurses, healthcare professionals, and academics by covering topics such as clinical practices, nursing education, patient care, and healthcare innovations. The journal actively encourages research that improves patient care, explores advanced nursing techniques, and examines public health challenges. It welcomes contributions that highlight evidence-based practices, patient safety initiatives, and the role of nurses in interdisciplinary healthcare teams. By fostering a culture of excellence and innovation, the journal supports the continued development of nursing as a profession.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol.1 no.2 (2024 des)" : 5 Documents clear
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN  PADA REMAJA PUTRI NURRAHMA LAYUK; ROSIDA HI SARAHA
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.58

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana kurangnya sel darah merah dalam darah atau berkurangnya kadar hemoglobin dalam darah dibawah kisaran normal. Remaja putri lebih berisiko terkena anemia dikarenakan kebutuhan nutrisi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan percepatanpertumbuhan, pematangan seksual, dan untuk masa depan kehamilan. Remaja putri yang mengidap anemia akan berisiko menjadi wanita suburyang anemia kemudian  menjadi ibu anemia yang dapat  menyebabkan  terjadinya  kekurangan  energi  kronik saat  hamil  nanti. Perlunyapenyampaian pengetahuan yang tepat dan menarik kepada remaja putri tentang anemia agar penyampaian informasi dapat diterima denganbaik, dengan begitu penyampaian edukasi harus menggunakan media pembelajaran yang tepat sebagai perantara. Media pembelajaran senditi merupakan alat bantu atau pelengkap yang   dapat   digunakan untuk   membantu, memperlancar   serta memperjelas penyampaian seluruhkonsep serta materi pembelajaran. Pendidikan kesehatan dengan media video mampu    membantu remaja lebih mudah memahami yangditampilkan seperti gambar bergerak dan suara, video lebih menarik  dibandingkan  media  lain karena   dapat   menumbuhkan semangat dan motivasi. Tujuan penelitian ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan remaja putri di SMA IT Nurul Hasan terhadap kejadian anemia pada remaja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 remaja putri dan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one group pretest posttes design menggunakan uji T dependen. Hasil penelitian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah di berikan mediavideo interaktif pada remaja putri dengan nilai P-value <0.001. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran dan tindakan selanjutnya bagi dinas kesehatan atau lembaga terkait dalam meminimalisir kejadian anemia pada remaja putri khususnya di Kota Ternate.
Hubungan Peran Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tb Paru di RS. ML Ciledug AYU MY LESTARI SARAGIH; EKA INDRIYANI; RIZKI HALLIFAH ASHRI; ADIN SYAEFUDIN
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.81

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit kronis menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, Tuberkulosis paru masih menjadi masalah utama kesehatan di masyarakat dengan angka kematian yang tinggi. Cakupan pengobatan penderita TB Paru belum mencapai seratus persen bahkan ditemukan penderita yang drop out dikarenakan tidak patuh berobat sehingga mengalami resistensi dan risiko kekambuhan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien TB paru adalah PMO yang berperan aktif menjalankan tugasnya. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mencatat pada 2020, ditemukan sebanyak 3.908 kasus Tuberkulosis (TBC) dan 78 diantaranya atau 2,2% meninggal. Sedangkan pada 2021 ditemukan sebanyak 4.414 kasus TBC dan 35 diantaranya atau 0,8% meninggal. Jika dibandingkan dengan Covid-19, tingkat kematian penyakit TBC dinyatakan hampir sama. Sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menyebutkan jumlah kasus tuberkulosis atau TBC di wilayahnya mengalami peningkatan. Angkanya, hingga mencapai 9.000 kasus dengan penderita yang terserang adalah usia produktif, yaitu usia 18 sampai 45 tahun (Dinkes. 2022). Prevalensi Kasus TB PARU diRS, Medika Lestari Ciledug Tangerang pada tahun 2023 meningkat 60% dari tahun 2022 dengan jumlah kasus 275 kasus setiap bulannya. Tuberkulosis (TBC) membutuhkan pengobatan jangka panjang, yang sering kali menyebabkan kebosanan dan ketidakpatuhan di antara pasien. Program DOTS melibatkan Pengawas Minum Obat (PMO), yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga untuk memastikan pasien menjalani regimen pengobatan mereka dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga sebagai PMO dan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Poliklinik Rawat Jalan RS ML Ciledug. Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 50 pasien TB yang dipilih secara acak pada Oktober hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota keluarga yang bertindak sebagai PMO memiliki peran yang baik (70%), dan tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat berada pada tingkat sedang (72%). Namun, analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga sebagai PMO dengan kepatuhan minum obat (p > 0,05). Penelitian ini menyarankan pentingnya meningkatkan program dukungan keluarga untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan TB.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSU BHAKTI ASIH KOTA TANGERANG EKBERTH MANDAKU; ULFATUL JANAH; MERRI SILABAN; HARUN WAHYUDI
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.82

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal berupa kelainan struktural dan fungsional ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Komplikasi PGK salah satunya adalah anemia dan hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pada pasien PGK menggambarkan pengobatan yang berkualitas yang ingin dicapai untuk penderita karena proses pengobatannya mengenai fisik, psikologis dan sosial. Kualitas hidup pada pasien PGK dapat mengalami penurunan karena kurangnya kemauan untuk berjuang dan pasrah dengan keadaan penyakit. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Sampel penelitian 55 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner WHO-QoL Bref dan anemia dilihat dari kadar hemoglobin dari rekam medik pasien. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan untuk variabel Anemia mayoritas sedang (70,9%) dan variabel kualitas hidup dalam kategori Baik (56,4%). Berdasarkanuji statistik menggunakan uji statistik chi-square didapatkan tingkat kemaknaan p-value = 0,000 dengan nilai OR 0,548 yang berarti nilai hubungan kedua variabel ini sedang dan berhubungan berbanding terbalik. Kesimpulannya, ada hubungan Anemia Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang. Oleh karena itu keluarga diharapkan untuk memberikan makanan dan suplemen makanan yang mengandung zat besi, membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan dan aktivitas sehari- hari, memperhatikan asupan nutrisi dan cairan bagi pasien sesuai anjuran dokter.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Appendicitis Di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang UPI PARIDA; YUYUN SUNDARI; DWI RETNO HANDAYANI; YULIA SUSANTI
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.83

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus tersering dalam bidang bedah abdomen yang menyebabkan peningkatan kecemasan pasien tentang penyakitnya pasca operasi. Tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien pre-operasi Apendisitis karena kurangnya pengetahuan pasien terhadap tindakan operasi yang akan dilakukan. Persiapan operasi yang dapat dilakukan, di antaranya persiapan fisiologis, yaitu persiapan yang dilakukan mulai dari persiapan fisik, persiapan penunjang, pemeriksaan status anestesi, sampai informed consent. Untuk mengurangi akibat dari tindakanpembedahan yaitu cemas maka dibutuhkan peran dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi Apendisitis Di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian 62 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner The Amsterdam Preoperative Anxiety andInformation Scale (APAIS). Data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rho dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan untuk variabel pengetahuan mayoritas dukungan keluarga tinggi (40%) dan variabel tingkat kecemasan dalam kategori tingkat kecemasan ringan (72,6%). Berdasarkan uji statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman didapatkan tingkat kemaknaanp-value = 0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien pra-operasi Apendisitis di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang. Koefisien korelasi dalam penelitian ini memiliki nilai – 1,000 yang berarti nilai hubungan kedua variabel ini sangat kuat dan berhubungan berbanding terbalik. Kesimpulannya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien pra-operasi Apendisitis di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang. Oleh karena itu informasi pra-operasi Apendisitis penting diberikan kepada pasien dan melibatkan keluarga pasien untuk mengurangi kecemasan sebelum menjalani operasi.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN RESILIENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM BHAKTI ASIH TANGERANG ASHA GRACE SICILIA; MEGA APRILIA; PRATIWI CAHYA WARDHANI; ANY KURNIAWATI
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.84

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan kondisi hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang memerlukan hemodialisis. Data RSU Bhakti Asih menunjukkan peningkatan pasien hemodialisis dari 1.232 (2023) menjadi 2.262 (Januari-Oktober 2024), meningkat 83,59%. Pasien hemodialisis memerlukan mekanisme koping dan resiliensi yang baik dalam menghadapi kondisinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih Tangerang tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Bhakti Asih Tangerang tahun 2024 dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 62 responden dengan kriteria inklusi pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih dan usia <75 tahun. Sedangkan kriteria ekslusi pasien gagal ginjal kronik yang mengalami penurunan kesadaran, dalam keadaan tidak berdaya dan lemah seperti pada kondisi sesak nafas, sakit kepala atau pusing, mual dan muntah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner mekanisme koping (Brief COPE Inventory) dan kuesioner resiliensi (Connor-Davidson Resilience Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki mekanisme koping adaptif (56.5%) dan tingkat resiliensi sedang (37.1%). Analisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan resiliensi (p-value = 0.002). Kesimpulannya, terdapat hubungan positif antara mekanisme koping dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme koping yang adaptif dapat meningkatkan resiliensi pasien dalam menghadapi tantangan dan tekanan akibat penyakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 5