cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "JILID 13 (1990)" : 9 Documents clear
KECUKUPAN ENERGI DAN POLA KEGIATAN REMAJA LAKI-LAKI Y. Krisdinamurtirin
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1957.

Abstract

Penelitian mengenai kecukupan energi dan pola kegiatan remaja laki-laki telah dilakukan pada sejumlah siswa laki-laki di salah satu Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kotamadya Bogor. Jumlah subyek ada 34 orang dengan keadaan gizi baik berdasarkan antropometri (% BB/TB > 90% dari baku); mereka terpilih dari sejumlah 135 siswa yang terdaftar. Umur mereka berkisar antara 16 dan 19 tahun. Pengukuran antropometri yang dilakukan yaitu penimbangan berat badan, tinggi badan dan lapisan lemak bawah kulit. Data konsumsi makanan diperoleh dengan cara "recall" 2x24 jam; data pola kegiatan sehari dikumpulkan dengan metoda "Diary" 2x24 jam pula. Sedangkan untuk perhitungan penggunaan energi telah diukur besarnya "Basal Metabolic Rate" dengan cara kalorimetri tidak langsung. Hasil menunjukkan bahwa jenis kegiatan mereka sehari beranekaragam. Berdasarkan pengelompokkan menurut FAO/WHO/UNU 1985, waktu yang paling banyak terpakai dalam sehari, ialah "occupational activities"; rata-rata 12 jam, waktu untuk tidur 7,6 jam, untuk "optional household task:23 menit"; waktu untuk "socially desirable activities" dan "activities for physical fitness", masing-masing 1.08 jam dan 24 menit; untuk kegiatan lain-lain: 2,38 jam. Rata-rata jumlah energi yang digunakan dalam sehari adalah 39,99 Kkal/Kg BB/24 jam atau 2134.7 = Kkal/24 jam. Rata-rata konsumsi energi dari makanan sebesar 2159 Kkal/hari atau 41 Kkal/Kg BB/hari.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TAKARAN TINGGI PADA TIKUS HAMIL MUDA TERHADAP ANAK YANG DILAHIRKAN Endi Ridwan; Sari P.; Hanny M.; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1959.

Abstract

Salah satu usaha jangka pendek dan dianggap paling efektif, dapat memberikan hasil nyata dalam waktu singkat untuk penanggulangan kekurangan vitamin A adalah pemberian vitamin A takaran tinggi. Pengunaan vitamin A yang berlebihan pada ibu hamil dapat menimbulkan efek negatif yang tidak diinginkan terhadap janin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut diatas, dengan melihat kelainan anatomis dari anak yang dilahirkan, status vitamin A anak dan perkembangan pertumbuhan berat badan anak akibat pemberian vitamin A takaran tinggi pada ibu hamil muda dengan menggunakan tikus percobaan sebagai model. Perlakuan yang diberikan pada induk tikus hamil adalah pemberian vitamin A dengan takaran per kilogram berat badan setara dengan pemberian vitamin A pada ibu menyusui yaitu; 0 SI, 200.000 SI, 400.000 SI, 1 juta SI dan 2 juta SI dengan satu kali pemberian pada hari pertama setelah dikawinkan, serta 2 juta SI dengan 4 kali pemberian pada hari ke 1, 3, 5 dan 7 sesudah dikawinkan. Masing-masing perlakuan dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengamatan secara visual tidak didapatkan adanya kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa sampai dengan takaran 2 juta SI vitamin A belum dapat menimbulkan kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan. Perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus berbeda sangat nyata dengan kelompok kontrol, perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus menunjukkan nilai tertingi pada takaran pemberian vitamin A satu Juta SI. Diduga pengaruh penelitian hypervitaminosis A mulai terjadi pada pemberian vitamin A setara dengan 2 juta SI, ditandai dengan penurunan berat badan dan status vitamin A anak.
RISIKO RELATIF KAMBUH KEMBALI (RELAPTATION) DAN KEMATIAN PENDERITA XEROFTALMIA Sukati Sukati; Ance Murdiana; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1960.

Abstract

Telah dilakukan analisis data hasil penelitlan "Rintisan Penanggulangan Kekurangan Vitamin A dan Xeroftalmia dengan Mono Sodium Glutamat (MSG) yang difortifikasi Vitamin A (MSG-A)" di Kecamatan Cijeruk dan Caringin, Kabupaten Bogor. Dari 8000 anak balita yang diperiksa, sebanyak 5758 anak dapat dianalisis pada evaluasi pertama dan 5612 anak dapat dianalisis pada evaluasi kedua, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan pembanding. Anak Balita penderita xeroftalmia pada kelompok perlakuan selain mendapatkan vitamin A dari kapsul vitamin A dosis tinggi juga mendapatkan tambahan dari MSG-A. Sedangkan pada kelompok pembanding anak balita xeroftalmia hanya mendapatkan vitamin A dari kapsul vitamin A dosis tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko relatif (RR) kambuh kembali anak penderlta xeroftalmia, secara keseluruhan (perlakuan dan pembanding) pada evaluasi I dan II, berturut-turut sebesar 20,2 kali dan 18,2 kali dibandingkan dengan anak bukan xeroftalmia (normal). Bila dipisahkan antara kelompok perlakuan dan pembanding maka RR kambuh kembali anak penderita xeroftalmia kelompok perlakuan pada evaluasi I sebesar 28,6 kali dibandingkan dengan anak normal, dan pada evaluasi II, tidak ada anak penderita xeroftalmia yang kambuh kembali. Sedangkan di kelompok pembanding, RR kambuh kembali pada evaluasi I dan II adalah 20 kali dan 17,5 kali. Risiko relatif kematian anak penderita xeroftalmia secara keseluruhan (perlakuan dan pembanding) sebesar 2,9 kali dibanding dengan anak normal. Bila dirinci menurut kelompok perlakuan dan pembanding, maka RR kematian anak penderita xeroftalmia di daerah perlakuan sebesar 3 kali dibandingkan dengan RR kematian anak normal. Sedangkan di daerah pembanding, RR kematian sebesar 5 kali dibanding dengan anak normal.
PENGGUNAAN LEAFLET DALAM PENDIDIKAN GIZI DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU Susilowati Herman
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1961.

Abstract

Selama ini pendidikan gizi umumnya belum memanfaatkan alat bantu pendidikan gizi secara optimal. Selain itu pesan-pesan pendidikan gizi terkadang belum dirancang dengan seksama, sesuai dengan kebutuhan sasaran. Tidak jarang dijumpai pesan yang terlalu banyak, umum atau tidak terarah. Penyampaian pesan-pesan pendidikan gizi yang dilakukan secara berulang dan disertai penggunaan alat bantu pendidikan yang dirancang dengan baik, dapat mempermudah sasaran pendidikan menangkap dan mengerti isi pesan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menilai perubahan tingkat pengetahuan gizi sebagai hasil dari paket pendidikan gizi yang terarah dengan menggunakan alat bantu pendidikan berupa leaflet yana dibawa pulang oleh sasaran pendidikan. Sasaran pendidikan adalah ibu-ibu dari anak Balita penderita gizi buruk (KKP berat) pengunjung Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, Bogor. Kelompok pembanding adalah juga ibu-ibu dari anak Balita penderita gizi buruk pengunjung Klinik Gizi yang sama dan kepadanya juga diberikan pendidikan gizi dengan isi pesan sama, tetapi tidak diberi alat bantu pendidikan berupa leaflet. Hasil penelitian menunjukkan babwa perubahan tingkat pengetahuan gizi ibu-ibu yang diberi leaflet, lebih baik daripada pengetahuan gizi ibu-ibu kelompok pembanding.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PEMBERIAN PERTAMA KALI MAKANAN TAMBAHAN KEPADA BAYI Sri Muljati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1962.

Abstract

Tulisan ini adalah hasil analisis data penelitian aspek psikososial pada anak Balita KKP di daerah pedesaan Bogor tahun 1986. Anak gizi buruk sebagai kasus (42 anak) dan anak gizi baik sebagai kontrol (42 anak) dianalisis secara epidemiologis untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak Balita dengan makanan tambahan yang pertama kali diperkenalkan kepada bayi. Hasil analisis menunjukkan bahwa peluang (odd ratio) anak menjadi gizi buruk karena diberi makanan tambahan pertama kali pada umur 3 bulan adalah 0.59 kali (terendah 0.24 dan tertinggi 0.68) daripada menjadi gizi baik. Jika diberikan pada umur 6 bulan peluangnya 0.65 (terendah 0.01, tertinggi 49.1). Analisis lebih lanjut ternyata umur merupakan confounding dalam hubungan tersebut. Demikian pula penyapihan memegang peranan penting terhadap terjadinya gizi buruk. Pemberian makanan tambahan pada umur dini tidak menyebabkan terjadinya gizi buruk.
KOMPONEN AKTIF DALAM TEMPE UNTUK PENCEGAHAN DIARE Mien KMS Mahmud; Hermana Hermana; Heru Yuniati; Endi Ridwan
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1964.

Abstract

Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa tempe mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu kemampuan menegah terjadinya kenaikan kadar kolesterol darah dan diare akibat infeksi bakteri enteropatogenik Eserichia coli (E.coli). Komponen atau zak aktif dalam tempe yang berperan pada pencegahan diare belum diketahui. Komponen tersebut dapat ditentukan melalui dua tahap penelitian yaitu pertama menguji jenis ekstrak tempe yang mampu mencegah diare, dan kedua menentukan komponen atau senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis ekstrak tempe yang mampu mencegah/menghambat terjadinya diare akibat infeksi bakteri enteropatogenik E.coli. Penelitia dialkukan secara biologi menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. kelinci sapihan yang sehat dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok disampinng ransum basal diberi ekstrak tempe dengan pelarut etanol atau pelarut etanol-hexan (1:1) atau pelarut hexan, satu kelompok diberi residu dan satu kelompok lagi hanya diberi ransum basal (kelompok kontrol). Setelah 30 hari pemberian ransum, kelinci diinfeksi dengan E.coli. Pengamatan dilakukan terhadap kenaikan berat badan, kejadian diare, jangka waktu diare, reaksi imun, patologi-anatomi dan histopatologi saluran pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen dalam tempe yang berpengaruh terhadap pertumbuhan terdapat di dalam residu. Komponen yang berpengaruh mengurangi resiko diare terdapat di dalam ekstrak etanol. Komponen yang menghambat kejadian diare terdapat di dalam residu dan ekstrak etanol. Komponen yang bersifat sebagai antigen yang dapat menimbulkan reaksi imunitas terhadap bakteri E.coli terdapat di dalam ekstrak hexan.
KANDUNGAN ASAM FITAT DAN TANIN DALAM KACANG-KACANGAN YANG DIBUAT TEMPE Almasyhuri Almasyhuri; Heru Yuniati; Dewi Sabita Slamet
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1965.

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh perebusan dan perendaman serta fermentasi kacang-kacangan terhadap kandungan asam fitat dan tanin. Kacang-kacangan yang diteliti sebanyak delapan macam, yaitu kacang kedelai, kacang gude, kecipir, koro benguk, kacang merah, kacang tolo, koro wedus dan lamtoro gung. Penentuan asam fitat dilakukan dengan cara tidak langsung, dimana asam fitat diubah menjadi feri-fitat, kemudian kadar besinya ditetapkan dengan spektrofotometri. Sedangkan kadar tanin ditetapkan dengan metoda Folin-Denis. Diperoleh hasil bahwa perebusan dan perendaman pada proses pembuatan tempe dapat menurunkan asam fitat dan tanin, tetapi tidak sampai menghilangkannya. Sementara fermentasi dapat menyebabkan penurunan asam fitat, namun sebaliknya meningkatkan kandungan tanin.
KELARUTAN NITROGEN DAN ASAM FITAT BIJI KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS) Komari Komari
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1966.

Abstract

Winged bean (Psophocarpus tetragonolobus) flour has been studied for nitrogen and phytic acid aolubilities. The nitrogen solubility of defatted winged bean protein has an isoelectric point at about pH 4. The profile of phytic acid solubility is similar to the nitrogen solubility, but has lower solubility at alkaline pH. The nitrogen recovered in protein isolated from the seeds was highest if the solubility was taken at pH 12 and at pH of coagulation (pH 4), however, at this condition, the phytic acid content of the isolate was highest at this condition.
KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP BERBAGAI HIDANGAN NASI/MIE LENGKAP DAN PENGANAN KHAS INDONESIA Dewi Sabita Slamet
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1967.

Abstract

Pada tahun anggaran 1989/1990 telah diteliti komposisi zat gizi 14 masakan (mie, dll) dan 10 makanan penganan (jajanan). Kandungan zat gizi jenis-jenis masakan berkisar antara 60-291 Kal dengan protein berkisar antara 0.85-15.6 g. Kandungan kalori jenis-jenis penganan berkisar antara 93-310 Kal, dan kandungan protein jenis penganan ini berkisar antara 0.70-8.0 g.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

1990 1990


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue