cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
ANALISIS VEGETASI MANGROVE DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Setiawan, Muhammad Ade Noor; Syahdan, Muhammad; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3306

Abstract

Fungsi ekologis mangrove akan berjalan dengan baik apabila parameter lingkungan tempat vegetasi mangrove hidup berada pada kondisi kisaran normal/alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran jenis mangrove, INP mangrove, kondisi parameter fisik-kimia substrat dan perairan, serta hubungan kerapatan vegetasi mangrove dengan parameter fisik-kimia substrat dan perairan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di Desa Tabanio (Stasiun 1 dan 2), Desa Pagatan Besar (Stasiun 3), Desa Takisung (Stasiun 4), dan Desa Kuala Tambangan (Stasiun 5).  Metode penelitan ini adalah observasi lapangan tiap stasiun. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 13 jenis mangrove di Kecamatan Takisung, INP tertinggi terdapat di stasiun 4 untuk jenis Rhizopora apiculata sebesar 140,54%, kondisi fisik-kimia substrat dan perairan tiap stasiun masih dalam kondisi normal/alami, serta terdapat hubungan kerapatan vegetasi mangrove dengan lingkungannya dalam kategori sangat kuat hingga mendekati sempurna untuk jenis Avicennia alba, Avicennia marina, Avicennia rumphiana, dan Sonneratia caseolaris.
Pemetaan Karakteristik Pasang Surut Dan Batimetri Di Selat Semau Provinsi Nusa Tenggara Timur Adiyatno, Satria; Rifa'i, Miuhammad Ahsin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3307

Abstract

Batimetri didefinisikan sebagai pengukuran dan pemetaan topografi dasar laut. Pemetaan batimetri menggunakan echosounder perlu adanya koreksi terhadap pasang surut. Pasang surut merupakan fenomena naik turunnya permukaan air laut pada periode tertentu. Pengamatan pasang surut bertujuan untuk menentukan bidang acuan kedalaman serta koreksi dari hasil pemeruman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan kondisi batimetri dengan referensi MHHWS, MSL dan MLLWS di Selat Semau. Metode yang digunakan adalah analisis pasang surut dengan metode Admiralty, beda tinggi, kedalaman dan kelerengan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data, tipe pasang surut di Selat Semau termasuk tipe campuran condong keharian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan nilai bilangan Formzahl (F) sebesar 0,39. Hasil peta batimetri diperoleh pada referensi MHHWS, MSL dan MLLWS. Perbandingan pada tiga posisi tersebut dibedakan pada tinggi muka airnya, dengan selisih nilai antar posisi sebesar 1,13 m. Hasil klasifikasi lereng diperoleh total luasan wilayah sebesar 2603,472 ha. Klas Rata/hampir datar (0 – 2 %) seluas 2169,546 ha. Klas landai (2 – 6 %) seluas 334,796 ha. Klas Miring (6 – 13 %) seluas 41,797 ha. Klas curam menengah (13 – 25 %) seluas 16,844 ha. Klas curam ( 25 – 55 %) seluas 28,978 ha dan klas sangat curam (> 55 %) seluas 11,511 ha.
STRUKTUR KOMUNITAS JENIS MANGROVE DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Wantoro, Wantoro; Syahdan, Muhammad; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3303

Abstract

Kabupaten Tanah Laut adalah kabupaten yang memiliki ekosistem mangrove, dimana ekosistem mangrove tersebar sepanjamg pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui komposisi dan struktur tegakan; (2) Mengetahui pengelompokan jenis mangrove. Pengumpulan  data  dilakukan  melalui  pengamatan langsung (observasi)  dengan menggunakan metode Transek Garis dan Plot (line transect plot) dan analisis pengelompokan menggunakan Cluster Analysis dan Geographic Information System  (GIS).  Hasil penelitian menemukan komposisi jenis mangrove sejati di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Laut terdiri  dari  dua puluh tiga  jenis  yaitu Api-api (Avicennia spp.), jenis Rambai atau Pedada (Sonneratia spp.), jenis Bakau (Rhizophora spp.), jenis Dolichandrone spathacea (Buta-buta), Ceriops tagal, Tancang (Bruguiera spp.), Xylocarpus granatum (Apel laut), Lumnitzera littorea, Nypah fruticans, Intsia bijuga, Cerbara manghas , Heritiera littoralis, Jeruju., Ketapang, Pandan , Cemara, Waru. Jenis-jenis tersebut ditemukan di sepanjang pantai Kabupaten Tanah Laut dan berada pada muara sungai.
STUDI KERUSAKAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI KAWASAN WISATA BAHARI PULAU LIUKANG LOE KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN Nirwan, Nirwan; Syahdan, Muhammad; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3304

Abstract

Kerusakan  terumbu  karang  diakibatkan  dua  faktor  yakni  aktivitas  manusia dan  proses  alami.  Aktivitas  manusia  yang  mengancam  ekosistem  terumbu karang yakni penggunaan bahan peledak, jala tarik, racun dan wisata bahari. Sementara  proses  alami  seperti  bleaching,  penyakit,  pemanansan  global, pemangsaan  dan  eutrofikasi.  Salah  satu  metode  yang  efektif  untuk menentukan  tingkat  kerusakan  terumbu  karang  yaitu  Underwater  Photo Transek (UPT) kemudian dianalis menggunakan aplikasi Coral Point Count with Excel extensions (CPCe). Penelitian ini dilaksanakan di perairan daerah wisata bahari Pulau  Liukang Loe  Kabupaten Bulukumba Provinsi  Sulawesi Selatan  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  tingkat  dan  penyebab  kerusakan terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi kerusakan tingkat “Sedang”  dengan  tutupan  rata-rata  karang  mati  pada  kedalaman  3  meter 41,47% dan kedalaman 10 meter 38,66%. Kerusakan ini disebabkan berbagai macam  aktivitas  manusia  seperti  kegiatan  wisata  snorkeling  dan  diving, pengeboman  ikan,  pelemparan  jangkar  kapal,  dan  pembiusan.  Adapun kerusakan akibat proses alami yakni penyakit dan pemanasan global.
PEMANTAUAN SEBARAN DAN LUASAN VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT DI PESISIR KABUPATEN TANAH LAUT Ponaru, Algui Sumas; Syahdan, Muhammad; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3305

Abstract

Pemantauan vegetasi mangrove dalam rentan waktu yang panjang diperlukan untuk  mengetahui  perubahannya  sebagai  langkah  awal  pengelolaan mangrove.  Tujuan  penelitian  ini  memetakan  sebaran  spasial  vegetasi mangrove  dan  melihat  perubahan  luas  vegetasi  mangrove  di  pesisir Kabupaten  Tanah  Laut  selama  12  tahun.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah  penginderaan  jarak  jauh  dan  obeservasi  lapangan. Berdasarkan  hasil  analisis Citra  Landsat  7  tahun  2003  dan  Citra  Landsat 8 tahun 2015 sebaran spasial vegetasi mangrove terdapat diseluruh Kecamatan Pesisir  Kabupaten  Tanah  Laut.  Terjadi  penambahan  luasan  vegetasi mangrove sebesar 561,48 ha selama kurun waktu 12 tahun. Laju penambahan luas  mangrove  setiap  tahunnya  adalah  sebesar  46,79  ha  atau  11,93  %  dari perubahan selama 12 tahun. Hasil uji akurasi pada penelitian ini adalah 83%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5