cover
Contact Name
Bahrudin
Contact Email
globalten.2023@gmail.com
Phone
62 813-3035-6330
Journal Mail Official
globalten.2023@gmail.com
Editorial Address
Pucang Jajar Tengah No. 56, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60282
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Global Ten Public Health and Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 30256283     DOI : https://doi.org/10.36568/gtphnj
Core Subject : Health,
The Journal of Global Ten Public Health and Nursing Journal (GTPHNJ) (ISSN)is a peer-reviewed and OPEN ACCESS periodical scientific journal aimed at publishing the results of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, innovative and current knowledge and technology in the scope of nursing that focuses on (10) pillars of nursing, including: pediatric nursing, maternity nursing, medical-surgical nursing, critical nursing, emergency nursing, mental nursing, community nursing, gerontic nursing, family nursing, and nursing leadership and management. The Journal is published by Diploma 3 Nursing study programme in Sidoarjo, Health Polytechnic of Surabaya, Ministry of Health Indonesia. The role of the Journal is to facilitate contacts between research centers and the industry. The aspiration of the Editors is to publish high-quality scientific professional papers presenting works of significant scientific teams, experienced and well-established authors as well as postgraduate students and beginning researchers. All articles are subject to anonymous review processes by at least two independent expert reviewers prior to publishing on the Global Ten Public Health and Nursing Journal systems which oriented on the hardware system. The scope of journal covers: The results of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, innovative and current knowledge and technology in the scope of nursing that focuses on (10) pillars of nursing, including: pediatric nursing, maternity nursing, medical-surgical nursing, medical-surgical nursing, critical nursing, emergency nursing, mental nursing, community nursing, gerontic nursing, family nursing, and nursing leadership and management.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): June" : 5 Documents clear
DESCRIPTION OF STRESS LEVELS AND MENSTRUAL DISORDERS IN D3 NURSING STUDENTS IN SIDOARJO Risda Aprilia; Alfi Maziyah
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.23

Abstract

Health is very important for every human being, because without good health, every human being will find it difficult to carry out daily activities. Many problems will arise due to neglecting reproductive health, one of which can cause menstrual disorders. Menstrual disorders can be in the form of polymenorrhea, oligomenorrhea, amonerrhea, dysminorhea, and hypermenorhea. This research design used "Descriptive" Cross Sectional approach. This study aims to describe the level of stress and menstrual disorders in D3 Nursing Sidoarjo students. The results of the study on 123 respondents showed the stress level of D3 Nursing Sidoarjo students almost half did not experience disorders (normal) as many as 54 students (44%) the rest experienced stress which was divided into mild stress, moderate stress, severe stress, and very severe stress. Menstrual disorders in D3 Nursing Sidoarjo students who experienced amenorahae events as many as 4 students (6%), polimenorrhea events as many as 16 students (23%), oligomenorrhea events as many as 10 students (14%), dysminorrhea events as many as 12 students (17%), hypermenorrhea as many as 2 students (3%). From the results of the study it can be concluded that the level of stress in female students of D3 Nursing Sidoarjo almost half of the 123 respondents did not experience stress (normal) as many as 54 female students (44%). And menstrual disorders in D3 Nursing Sidoarjo students are most numerous.
DESCRIPTION OF PARENTING PATTERNS IN PRESCHOOL CHILDREN AT DHARMA WANITA PERSATUAN MEDALEM KINDERGARTEN Astria Putri Wahyu Sutrisno; Siti Maimuna
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.24

Abstract

Preschool-age children are those aged between 3 to 6 years, in this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive development increases. Proper parenting by parents is the basis of child development that will make them a person of good character for themselves and their environment. Parents must choose parenting patterns that suit their children's needs. This study aims to identify the types of parenting patterns of parents in preschool children at the Dharma Wanita Persatuan Medalem Kindergarten, Tulangan Sub-district, Sidoarjo District. This research method uses descriptive research. Using total sampling with a total of 43 respondents with univariate analysis techniques by presenting frequency distribution tables. The results showed that most of the parents of preschool children in the Dharma Wanita Persatuan Medalem Kindergarten, Tulangan Subdistrict, Sidoarjo District were included in the early adult age category (60%), most of the parents' final education was high school (74%), and most of them were working parents (60%). All parents (100%) applied democratic parenting, 10 (23%) applied permissive parenting and 21 (49%) parents also applied authoritarian parenting. Parents do not only apply one type of parenting but one or more parenting patterns. Parenting must be applied according to the age, needs and abilities of the child. Keywords: Parenting Style, Preschool Children, Development
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa tentang Physical Distancing dalam Pencegahan Covid-19 Di Prodi D-III Keperawatan Tuban Titik Sumiatin; Isnin Nur Khodiroh1; Su'udi
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.76

Abstract

Physical distancing merupakan upaya memutus rantai penularan di masyarakat, dengan cara jaga jarak secara fisik dan jaga jarak dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya dengan jarak lebih dari 1 meter. Hingga saat ini, masih banyak dari berbagai kalangan yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti tidak menerapkan perilaku physical distancing, terutama dari kalangan mahasiswa yang saat ini sedang aktif melaksanakan praktikum yang mengharuskan untuk mendatangi kampus, sedangkan pihak kampus sudah menghimbau untuk menjaga jarak minimal 1 meter namun peraturan tersebut masih dilanggar, sehingga angka kasus positif COVID-19 di Tuban semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa tentang physical distancing dalam pencegahan COVID-19 di Prodi D-III Keperawatan Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan populasi 124 mahasiswa dan 95 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google form. Data ditampilkan dengan distribusi frekuensi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa tentang physical distancing hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik yaitu 90 mahasiswa (94,7%), lebih dari setengahnya memiliki sikap positif yaitu 50 mahasiswa (52,6%) dan hampir seluruhnya memiliki perilaku baik yaitu 83 mahasiswa (87,4%). Sikap negatif atau kurang mendukung pada mahasiswa dalam menyikapi physical distancing masih perlu ditingkatkan. Hal ini tergantung pada faktor yang mempengaruhi mahasiswa, jika cenderung positif maka mahasiswa juga akan memiliki sikap yang positif, namun sebaliknya apabila faktor tersebut cenderung negatif, maka mahasiswa akan memiliki sikap negatif pula.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Gangguan Mental Emosional Remaja di Kabupaten Tuban Titik Sumiatin; Indah Muthi’atul Istiqomah; Su'udi
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.77

Abstract

Permasalahan kesehatan jiwa seperti gangguan mental emosional telah menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar dan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018, kasus gangguan mental emosional pada usia 15 tahun keatas secara nasional mengalami peningkatan sebesar 3,8%, sedangakan di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan kasus sebesar 1,51%. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi gangguan mental emosional pada remaja di Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian diskriptif, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi sejumlah 285 dan sampel sejumlah 167 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuisioner faktor yang dibuat sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja (64,7%) mengalami gangguan mental emosional, dan faktor biologis, faktor psikologis dan faktor social dengan kejadian Gangguan Mental Emosional pada remaja. Pada masa remaja banyak hal yang dapat mempengaruhi kondisi gangguan mental emosional, baik karena faktor biologis , psikologis maupun social sehingga diperlukan banyak dukungan berbagai pihak seperti pelayanan kesehatan, konseling remaja, orang tua, guru dan lingkungan untuk mencegah kasus gangguan mental emosional semakin meningkat.
SOCIAL FACTORS WITH THE INCIDENCE OF MENTAL EMOTIONAL DISORDERS IN THE ELDERLY IN THE TUBAN HEALTH CENTER WORK AREA Titik Sumiatin; Ul Anggi Kumalasari1; Su'udi; Yasin Wahyu Riyanto
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.78

Abstract

Permasalahan kesehatan jiwa seperti gangguan mental emosional telah menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar. Menurut World Health Organization prevalensi global gangguan mental emosional pada lansia di dapatkan hasil 15%. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, presentase tertinggi kasus gangguan mental emosional terdapat pada usia 75 tahun keatas yaitu sebesar 15,8% diikuti usia 65-74 sebesar 28,6% usia 55-64 sebesar 11%, sedangkan di Kabupaten Tuban kasus gangguan mental emosional pada kelompok semua umur sebesar 3,71%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial dengan kejadian gangguan mental emosional pada lansia di wilayah kerja puskesmas tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analisis korelasi, dengan pendekatan  crossectional, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi anggota posyandu lansia kelurahan sidorejo wilayah kerja puskesmas Tuban sejumlah 120 orang dan sampel sejumlah 100 orang. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Gangguan Mental Emosional dan variabel independen adalah faktor sosial lansia yang memengaruhi gangguan mental emosional. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah lansia memiliki faktor sosial cukup kondusif (38%) dan sebagian besar lansia (62%) mengalami gangguan mental emosional. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh p = 0,002 yang menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosial dengan kejadian gangguan mental emosional. Pada lansia berbagai perubahan menyebabkan lansia rentan mengalami gangguan mental emosional, pada lansia jika terjadi konflik didalam faktor sosial akan menyebabkan lansia mengalami gangguan mental emosional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari faktor sosial untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian gangguan mental emosional pada lansia. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5