cover
Contact Name
ahmad yani
Contact Email
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication
  • Journal_Communication_spectrum
  • Website
Published by Universitas Bakrie
ISSN : 20878850     EISSN : 26226405     DOI : -
Journal Communication Spectrum Capturing New Perspectives in Communication, terbit dua kali setahun (Februari dan agustus) diiterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie (FEIS UB) sebagai media atau wacana persepektif baru di bidang ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013" : 6 Documents clear
KORUPSI KOMUNIKASI DALAM DIMENSI PESAN, MEDIA, KONTEKS, DAN PERILAKU: SEBUAH PROPOSISI TEORETIS UNTUK RISET Wijaya, Bambang Sukma
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.763

Abstract

Dalam komunikasi, hak publik atau khalayak adalah menerima pesan yang disampaikan komunikator secara utuh sesuai fakta, balk fakta normatif maupun fakta kontemplatif yang mengacu pada kaidah kebenaran berdasarkan hati nurani dan tanggung jawab moral. Korupsi komunikasi adalah perbuatan atau peristiwa dalam proses komunikasi yang mengurangi hak publik atau khalayak dalam menerima pesan secara utuh dan benar sesuai fakta, balk fakta normatif maupun fakta kontemplatif dengan memanfaatkan kekuasaan, kekuatan atau kewenangan yang dimiliki. Tulisan ini memaparkan dan membahas berbagai dimensi koruptivitas komunikasi, baik dari dimensi pesan, media, konteks dan perilaku yang kerap dijumpai ,di berbagai lingkup aktivitas komunikasi seperti komunikasi politik, komunikasi pendidikan, komunikasi pemasaran, komunikasi korporat, komunikasi media massa, bahkan dalam lingkup komunikasi antarpribadi. Untuk menggambarkan tinggirendahnya tingkat koruptivitas suatu komunikasi, maka penulis menawarkan sebuah rumus Koruptivitas komunikasi yang terdiri dari unsur-unsur N (communication Needs) plus P (power) pangkat 0 (opportunity) kurang Ar (audience right) yang dikalikan dengan Cs (conscience) plus R (moral responsibility). Katakunci :  korupsi komunikasi, koruptivitas komunikasi, pencitraan, manajemen kesan,pencucian kesan. In communication, public or audience right is receiving the message from communicator as a whole fit the facts, both normative fact or contemplative facts which refers to the rules of truth based on conscience and moral responsibility. The corruption of communications is the act or event in the communication process that reduces the public or audience rights (to receive the message fully and correctly fit the facts, both normative and contemplative facts) by leveraging the power or authority possessed. This paper describes and discusses the various dimensions of the corruptiveness of communication, both the dimensions of message, media, context and behavior that are often encountered in various spheres of communication activities such as political communication, educational communication, marketing communications, corporate communications, mass media communication, even in the sphere of interpersonal communication. To illustrate the level of the corruptiveness of an act or event of communication, the authors offer a formula of the corruptiveness of communications consisting of the elements: N (communication needs) plus P (power) rank 0 (opportunity) minus Ar (audience rights) is multiplied by Cs (conscience) plus R (moral responsibility). Keywords:  the corruption of communications, the corruptiveness of communication,imaging, impression management, impression laundering.
APPLYING ICTs APPROACHES IN MANAGING COMMUNICATION PROCESS DURING ORGANIZATIONAL CHANGES Masyhuri, Muhammad
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.764

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis proses komunikasi selama terjadinya perubahan organisasi pada organisasi studi kasus yang dipilih. Metode riset kualitatif dengan memakai kerangka kerja model komunikasi   dan kerangka kerja analisis kesenjangan. Temuan/hasil Penulis menyimpulkan bahwa implementasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) belumlah cukup untuk memperbaiki proses komunikasi dan kinerja perusahaan. Untuk itu dibutuhkan kerangka komunikasi tingkat tinggi atau pendekatan teknologi komunikasi tingkat rendah yang mencakup program loka karya, pelatihan dan edukasi serta pelaksanaan boundary spanners. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu perusahaan studi kasus.  Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk memahami dan mengembangkan model dari  pandangan kerangka kerja proses komunikasi. Studi tentang penerapan TIK telah banyak dilakukan di negara-negara maju, untuk itu riset ini berkontribusi kepada tinjauan pustaka dengan menguraikan isu tersebut di negara yang sedang berkembang yang memiliki perbedaan kondisi dan lingkungan dibandingkan dengan kondisi di negara maju. Katakunci : kerangka kerja komunikasi Eunson, analisis kesenjangan, perubahan organisasi, pendekatan TIK, boundary spanners. The purpose of this paper is to analyze communication process during organizational changes within the organization's case study. Qualitative research method is using the communication framework model and a gap analysis framework. The author concludes that implementing Information, Communication and Technologies (ICTs) approaches were not enough to improve the company's communication and performance processes, especially during organizational disruptions.  It needs more high-context communication framework or low-tech communication approaches including workshops, training and education programs as well as implementing boundary spanners programs. The research only conducted in a one company's case study. Further research is needed to understand and expand the model from a communication framework process perspective. Studies on the ICTs implementation in the organization have many conducted in the developed countries; therefore this research contributes to the literature by examining such an issue in a developing country that has a different environment from that of developed countries. Keywords : Eunson communication framework, gap analysis, organizational changes, ICTs approaches, boundary spanners
PERAN MEDIA ONLINE DALAM PEMBANGUNAN PROVINSI BANTEN Putri, Dianingtyas Murtanti
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.765

Abstract

Perkembangan Provinsi Banten menjadi sorotan saat ini. Media online Republika Online (ROL) memberitakan bahwa Provinsi Banten mengalami krisis air, pencemaran air yang disebabkan limbah industri di empat sungai besar yang merupakan sumber kehidupan masyarakat dalam bidang pertanian, transportasi, dan kehidupan sehari-hari. Kinerja Gubernur Banten dan jajarannya dinilai telah gagal dalam menjaga lingkungan dan menangani masalah lingkungan tersebut. Tujuan dari penulisan ingin memaparkan peran media online sebagai medium dalam penanganan pencemaran air sebagai bagian dari pembangunan daerah Provinsi Banten. Dengan metode kualitatif analisis wacana menggunakan perspektif Foucault pada media online nasional yakni ROL dan Suara Pembaruan online menemukan bahwa informasi yang dikemas oleh media online tersebut membentuk realita yang terjadi di. Provinsi Banten, sebagai hasil temuannya adalah dapat memberikan pengaruh terhadap persepsi dan penilaian negatif dari pembaca, sehingga dari wacana media online tersebut membentuk struktur diskurtif, di mana struktur ini membatasi pembaca untuk melihat aspek lainnya. Katakunci: media online, perspektif Foucault, analisis wacana, pencemaran air sungai.The development of Banten province is becoming the highlight recently. Online media, Republika Online (ROL), reported that Banten province is experiencing water crisis, and water pollution caused by industrial waste at 4 large river stream which acts as the source for daily life, farming, and transportation. The performance of Banten's governor and her staff is considered to be a failure in preserving the environment and mitigating those environmental issues. This research aims to explore the role of online media as a medium to mitigate water pollution as part of Banten's regional development. With qualitative discourse analysis method using Foucault perspective on national online media, namely ROL and Suara Pembaruan Online, it is found that the information packaged by those online media has shape the reality at Banten. Research's result also shows that online media can influence the perspective and negative appraisal of its readers. Therefore, it can be concluded that the discourse from online media is able to shape a discursive structure, whereas this structure limits the readers from seeing matters under different aspects.
TWITTER: KAWAN, SEKALIGUS LAWAN BAGI REDAKSI BERITA Eddyono, Aryo Subarkah
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.766

Abstract

Twitter telah memberi warna bagi ruang redaksi. Keberadaannya membuat media massa harus berbenah untuk memanfaatkannya, sekaligus menandinginya. Sebagai salah satu media sosial, bagi redaksi, Twitter berperan sebagai sumber informasi baru, media promosi- interaksi, dan media yang digunakan untuk melihat trend topic. Hingga kini peran tersebut masih melekat pada Twitter. Tapi, bagaimana peluangnya di masa datang, bagaimana redaksi menyikapinya, maka penelitian ini menganalisis dua jenis data, yakni: data primer yang diperoleh dari wawancara petinggi redaksi yang mewakili empat media massa (online, cetak, radio, dan TV) dan data sekunder yang terdiri dari literatur dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Twitter masih berpeluang menjadi sumber informasi baru sekaligus media sosialisasi dan interaksi. Twitter juga berpeluang menjadi pesaing bagi media massa mainstream. Media  massa  memiliki beragam strategi untuk memanfaatkan secara optimal keberadaan Twitter, sekaligus mengimbanginya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah terus berinovasi memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan Twitter. Katakunci: Twitter, ruang redaksi, media sosial, berita, jurnalisme.  Twitter has given "color" to the newsroom. Its presence makes the mass media should adapt wheter to use it and/or match it. As one of social media, for newsroom, Twitter acts as a new news source, media promotion—interaction, and media used to see a trend topic. Until now, the role is still attached to Twitter. But, what about his chances in the future, how do editors respond, then this study is a qualitative research method by utilizing two types of data to be analiyzed, namely: primary data obtained from interviews senior editors who represent four mass media (online, print, radio, and TV) and secondary data obtained from literature and documents. The results showed that Twitter is still likely to be a new news source as well asa medium of socialization and interaction. Twitter is also likely to even become a competitor to the mainstream mass media. The mass media has variety of strategies to use Twitter. One thing to do is constanly innovating in utilizing the feature offered Twitter
PERAN IKLAN PENDIDIKAN DI MEDIA CETAK SEBAGAI REFERENSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN LEMBAGA PENDIDIKAN BAGI KELUARGA Nugraheni, Yuli; Purnama, Finsensius Yuli
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.767

Abstract

Penggunaan media periklanan telah meluas di berbagai bidang, tidak hanya digunakan dalam pemasaran produk dan jasa yang sifatnya komersil, namun juga pada institusi yang bersifat non-komersil, salah satunya penggunaan iklan oleh institusi perguruan tinggi. Penelitian ini tertarik untuk melihat penggunaan iklan media cetak sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan untuk memilih lembaga pendidikan tinggi di tingkat keluarga. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui focus group discussion kepada para orang tua mahasiswa dan calon mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan cetak mendapatkan prosi yang cukup tinggi sebagai media informasi dan sebagai acuan pengambilan keputusan untuk memilih perguruan tinggi dalam keluarga. Katakunci: iklan media cetak, pengambilan keputusan pembelian.    Advertising media has been widespread in various fields , not only used for the marketing of products and services, but also on the institutions that are non—commercial. One of them is the use of advertising by higher education institutions. This study was interested to see the use of print media advertising as a reference in the decision making process to chose higher education institutions at the family level. A qualitative approach is used to data collection through focus group discussions (FGD) to parents of students and prospective students Widya Mandala Catholic University of Surabaya. The results showed that print advertising get high portions as a medium of information and as a reference for decision making to select colleges in the family .
PENERAPAN MANAJEMEN KOMUNIKASI STRATEGIK PADA MODEL DEMOKRASI DELIBERASI DALAM MENCIPTAKAN KEBIJAKAN PUBLIK YANG TEPAT Sari, Novieta Hardeani
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 3, No 1 (2013): February - July 2013
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v3i1.768

Abstract

Periode modernism telah berlalu karena munculnya euphoria globalisasi yang mulai menurunkan tingkat peranan dalam komunitas. Ranah public dalam sebuah demokrasi mempertahankan komunikasi dialektik antara market (society), organisasi produk (executive), dan organisasi politik (legislative). Terkait dengan studi kasus, penulis perlu menganalisa relevansi dari demokrasi terkait dengan informasi, pemahaman, dan argumentasi terhadap UU ormas No. 17/2013 berdasarkan kelompok FGD dengan akademisi, NGO (kementerian, konsil, LP3S), organisasi massa dan pemerintahan (kesbangpoal kemendagri divisi ormas) untuk menyiapkan program kerja untuk mencapai kebijakan. Hasil dari pengamatan terlihat bahwa masalah paling besar yang harus dipecahkan adalah mengenai panduan, kesenjangan (dalam definisi, tujuan, kenyataan, sumber daya), aplikasi dan dampak yang belum memenuhi kebutuhan LSM yang dapat dilakukan melalui capacity building. Tujuan dari model ini adalah untuk memberitahu masyarakat sebagai penggunadimana kebijakan dapat memengaruhi kehidupan sosial mereka, memiliki hak untuk secara bebas menyampaikan ide dan pikiran, dan kesetaraan. Katakunci: komunikasi manajemen, konstruksi sosial, pemberdayaan masyarakat, kebebasan demokrasi. Modernism period had been passed due the upcoming of the globalization euphoria that begin to decreasing the state role in community. Public sphere in a democracy retained dialectic communication between market (society), product organization (executive) and politic organization (legislative). Related with case study, writer need to analyze the relevancy of democracy deliberative  in  terms of information,  understanding, argumentative of UU Ormas No. 17/2013 based on focus discussion group with academician, NGO (Kemitraan, Konsil, LP3ES), organization of civil society and government (Kesbangpol Kemendagri Divisi Ormas) to setting up the work plan program to achieve the equity of the policy. The results of the observation see that the biggest problem that need government to solves are about the guidance, the gaps (in the definition, objectivities, realities, resources), the applications and the impacts that still not meet the LSM/Ormas needs which can be do through capacity building. The purpose of this model is to tell that citizen as a user's - where the policies would impact their social life, had a right to deliberative their thought and minds freely, equally and rationale.

Page 1 of 1 | Total Record : 6