cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Tingkat Pengetahuan Pelajar SMA Harapan-1 Medan Tentang Seks Bebas Dengan Risiko HIV/AIDS Dalimunthe, Candra Rukmana
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.789 KB)

Abstract

Tingkat Pengetahuan Pelajar SMA Harapan-1 Medan Tentang Seks Bebas Dengan Risiko HIV/AIDS Level of Knowledge of Students SMA Harapan-1 Medan About Free Sex With Risk HIV/AIDS Candra Rukmana Dalimunthe1, Kristina Nadeak2   1Mahasiswa F. Kedokteran USU angkatan 2009 / email : candrarukmana@yahoo.com 2Staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, F. Kedokteran USU   Abstrak Masalah seksualitas sampai saat ini selalu menjadi topik menarik yang selalu dibicarakan. Salah satu masalah seksual yang kerap dibicarakan adalah seks bebas. Dampak-dampak negatif dari seks bebas ini sangat meresahkan masyarakat. Menurut Kementrian Kesehatan RI kasus HIV dari Januari sampai Desember 2011 jumlah kasus baru HIV yang dilaporkan sebanyak 21.031 kasus. Presentase kasus HIV tertinggi pada kelompok umur 25 – 49 tahun (73,7%), 20-24 tahun (14,8%), dan umur 50 tahun (4,5%). Presentase faktor resiko HIV tertinggi yaitu hubungan seks yang tidak aman pada heteroseksual (49,5%), pengguna jarum suntik tidak steril (15,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang seks bebas dengan risiko HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 di SMA Harapan 1 Medan. Dengan menggunakan metode stratified random sampling, diperoleh sampel sebanyak 86 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data dan tabulasi hasil. Setelah melakukan penelitian, diperoleh tingkat pengetahuan pelajar tentang seks bebas dengan risiko HIV/AIDS , yaitu sebanyak 89,5% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 9,3% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 1,2% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan, pelajar tentang seks bebas dengan risiko HIV/AIDS sudah baik.   Kata kunci : seks bebas, HIV/AIDS, pelajar
Perbandingan Denyut Jantung Antara Mahasiswa Perokok dan Bukan Perokok Dengan Menggunakan Uji Latih Jantung Oktavira, Chairunisa
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.014 KB)

Abstract

Comparison of Heart Rate Between Smokers and Non Smokers Using Cardiac Excercise Test Chairunisa Oktavira1, Andika Sitepu2   1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univesitas Sumatera Utara angkatan 2009 2. Staf Pengajar Bidang Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara   Abstrak Merokok membahayakan bagi organ tubuh termasuk organ pernafasan, menimbulkan banyak penyakit dan mempengaruhi kesehatan perokok. Merokok meningkatkan risiko kematian karena penyakit kronis hingga 10 kali lipat. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan denyut jantung antara mahasiswa perokok dan bukan perokok FK USU saat sebelum dan sesudah uji latih jantung. Jenis penelitian adalah analitik numerik berpasangan. Sampel diambil secara simple random sampling. Setelah didapatkan jumlah responden yang termasuk dalam kriteria inklusi yaitu sebanyak 13 mahasiswa perokok dan 13 mahasiswa bukan perokok, maka responden diminta melakukan treadmill test dengan metode protokol Bruce. Analisis data menggunakan uji statistik “t-dependent” test. Perbandingan denyut jantung antara perokok dan bukan perokok pada saat sebelum uji latih jantung meiliki hasil signifikansi 0,071 dan t-test = -1,891 yg berarti hipotesa ditolak. Begitu juga pada stage 1 yang signifikansinya 0,246 dan nilai t= 1,190, dan juga pada saat setelah recovery yang signifikansinya 0,150 dan nilai t= 1,488. Keduanya hipotesa ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan antara denyut jantung perokok dan bukan perokok. Berbeda  pada saat uji latih jantung stage 2 memiliki hasil signifikansi 0,032 dan nilai t-test = 2,284, dan pada saat uji latih jantung stage 3 signifikansinya 0,044 dan nilai t=1,941 yang berarti hipotesa diterima atau ada perbedaan antara denyut jantung perokok dan bukan perokok. Kesimpulan: terdapat perbedaan denyut jantung antara mahasiswa perokok dan bukan perokok angkatan 2009 di FK USU hanya pada stage 2 dan stage 3. Kata kunci : Denyut Jantung, Uji Latih Jantung, perokok dan bukan perokok.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D III Fakultas Keperawatan USU Tahun Masuk 2010 Terhadap Chest X-Ray Chek, Chong Hui
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.533 KB)

Abstract

Abstrak Kira-kira 80% daripada kegiatan seharian di departemen radiologi adalah pemeriksaan Chest X-ray. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan ini karena pemeriksaan ini relatif lebih cepat, lebih murah dan mudah dilakukan berbanding pemeriksaan lain yang lebih canggih dan akurat. Oleh itu, amat penting bagi seorang perawat mempunyai keterampilan yang baik untuk membantu dokter dalam pelaksanaan pemeriksaan Chest X-ray supaya dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien dan efektif kepada pasien. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan Chest X-ray pada mahasiswa DIII Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara tahun masuk 2010. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan responden menggunakan kuesioner yang terdiri daripada 20 pertanyaan, bersifat menguji pengetahuan responden tentang pemeriksaan Chest X-ray. Hasil penelitian pada 99 orang responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa DIII keperawatan secara keseluruhannya adalah baik yaitu sebanyak 24 orang (24,2%), diikuti dengan kategori sedang sebanyak 75 orang (75.8%) dan tidak ada yang berada dalam kategori kurang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pada umumnya sedang pada responden laki-laki yaitu sejumlah sebanyak 23 (76.7%) orang dengan tingkat pengetahuan sedang dan 7 (23.3%) orang dengan tingkat pengetahuan baik dari keseluruhan 30 orang responden laki-laki. Diharapkan para mahasiswa DIII keperawatan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pemeriksaan Chest X-ray agar dapat dapat memberi pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Kata kunci: tingkat pengetahuan, Chest X-ray, Mahasiswa DIII Keperawatan.
Gambaran Pengetahuan Wanita pada Usia Produktif tentang Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Daniel, Daniel
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.31 KB)

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) lebih baik daripada susu formula karena ASI mengandung nutrisi yang tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam rangka mengurangi mortalitas dan morbiditas anak, World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar ASI eksklusif diberikan kepada bayi yang baru lahir minimal selama enam bulan. Tetapi ada faktor yang mungkin dapat menyebabkan kegagalan pemberian ASI diantaranya adalah karena faktor pengetahuan yang kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita pada usia produktif tentang ASI eksklusif. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada 40 wanita usia produktif (15-49tahun) di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak. Responden dipilih dengan metode consecutive sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan  wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif yang termasuk dalam kategori “baik” adalah sebanyak 10 orang, yang termasuk dalam kategori “cukup” adalah sebanyak 29 orang, dan yang termasuk dalam kategori “kurang” adalah sebanyak 1 orang. Sebagian besar responden pendidikan terakhirnya adalah SMA (50%) dan status kawinnya adalah kawin (65%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif tergolong dalam kategori “cukup”. Kata Kunci: pengetahuan, wanita usia produktif, ASI eksklusif
Pengaruh Kafein Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Binti T Daswin, Nurdiana
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.146 KB)

Abstract

Abstrak   Kafein merupakan zat psikoaktif yang paling sering digunakan dalam masyarakat. Kopi, teh, soda dan coklat merupakan antara sumber kafein yang tersedia. Efek farmakologi yang utama adalah sebagai antagonis reseptor adenosin yang dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat serta dapat menganggu kualitas tidur. Kualitas tidur meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kafein terhadap kualitas tidur mahasiswa Semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental dengan desain parallel. Sampel pada penelititan ini adalah mahasiswa semester VII yang bersedia dan memenuhi criteria inklusi, dipilih secara consecutive sampling. 30 subyek penelitian dibagi kepada dua kelompok, yaitu orang yang mendapat kopi berkafein (15 orang) dan yang mendapat kopi dekafein (15 orang). Kemudian diukur kualitas tidur malamnya dengan menggunakan Kuesioner Kualitas Tidur. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis Kolmogrov-smirnov. Hasil menunjukkan bahwa kualitas tidur 53,3% orang yang mendapat kopi berkafein berkualitas sedang dan 73,3% orang yang mendapat kopi dekafein berkualitas baik. Setelah dilakukan uji hipotesis, didapati bahwa terjadi perburukan yang signifikan kualitas tidur pada orang yang mendapat kopi berkafein (p= 0,003) Disarankan pada masyarakat terutama mahasiswa agar tidak sering  menggunakan kafein terutama pada malam hari kerana kafein terbukti dapat mengakibatkan perburukan kualitas tidur yaitu dari aspek jumlah jam tidur yang berkurang, onset tidur yang lebih lama, kepuasan dan kedalaman tidur yang menurun serta dapat menyebabkan gangguan untuk beraktivitas pada pagi hari.     Kata kunci: Kafein, Kualitas tidur, Kopi dekafein
Gambaran Rinosinusitis Kronis Di RSUP Haji Adam Malik pada Tahun 2011 Arivalagan, Privina
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.001 KB)

Abstract

Abstrak Penyakit rinosinusitis merupakan salah satu penyakit yang sering dikeluhkan dengan berbagai tingkatan gejala. Rinosinusitis adalah suatu penyakit dengan peradangan pada mukosa yang melapisi hidung serta sinus paranasal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran rinosinusitis kronis yang terjadi di RSUP Haji Adam Malik pada tahun 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSUP Haji Adam Malik pada bulan Oktober dengan jumlah sampel sebanyak 190 orang. Sampel dipilih dengan cara total sampling. Dari 190 sampel rinosinusitis kronis, diperoleh insidensi penyakit ini paling sering pada rentang umur 31-45 tahun (31,6%), perempuan lebih rentan mendapat rinosinusitis kronis (54,2%) dan keluhan utama yang paling banyak didapati adalah hidung tersumbat (56,8%). Faktor predisposisi yang tidak dicantumkan untuk memicu kejadian ini menempati tempat paling sering (63,2%), manakala sinus maksilaris (54,6%) merupakan sinus yang paling sering mengalami kelainan dalam penyakit rinosinusitis kronis. Kejadian sinusitis secara unilateral adalah yang paling sering terjadi (48,4%).   Kata kunci : Rinosinusitis kronis
Prevalensi Penyakit Jantung Hipertensi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di RSUP H.Adam Malik Waty, Merda
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.245 KB)

Abstract

Abstrak Hipertensi berperan besar dalam perkembangan penyakit jantung yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Perkembangan hipertensi umumnya diawali dengan hipertrofi ventrikel kiri sehingga menyebabkan penyakit jantung hipertensi. Keadaan ini pada akhirnya akan meningkatkan kerja jantung dan menyebabkan gagal jantung kongestif. Menurut data Framingham, prevalensi hipertensi terus mengalami peningkatan sehingga kejadian penyakit jantung hipertensi yang akan menyebabkan gagal jantung kongestif juga semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit jantung hipertensi pada pasien gagal jantung kongestif. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah pasien gagal jantung kongestif dewasa (usia di atas 20 tahun) yang dirawat di unit rawat kardiovaskular RSUP H.Adam Malik Medan pada tahun 2011. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik acak sederhana yaitu sebanyak 200. Pengumpulan data menggunakan rekam medis.  Data kemudian dianalisis dengan menggunakan progam komputer SPSS. Prevalensi penyakit jantung hipertensi pada gagal jantung kongestif dewasa (usia di atas 20 tahun) yang dirawat di unit rawat kardiovaskular RSUP H.Adam Malik Medan pada tahun 2011 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 44,5%. Perlu dilakukan pengontrolan tekanan darah secara rutin pada pasien - pasien hipertensi agar tidak sampai jatuh ke penyakit jantung hipertensi dan gagal jantung kongestif. Kata Kunci: Hipertensi, prevalensi, penyakit jantung hipertensi
Gambaran Distribusi Kasus-kasus Emergency Pembedahan Digestif bagi Dewasa di RSUPHAM Tahun 2010 – 2011 Bin Jamil, Mohd Ajib
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.347 KB)

Abstract

Abstrak Gangguan digestif tertentu bisa mengancam nyawa dan memerlukan perawatan darurat berupa pembedahan pada kasus-kasus darurat tertentu. Nyeri abdomen, biasanya terjadi pada kasus kedaruratan digestif ini. Seorang dokter harus memutuskan apakah diperlukan segera operasi untuk mengidentifikasi dan mengobati masalah atau apakah operasi dapat ditunggu sehingga hasil uji diagnostik tersedia. Mengetahui gambaran distribusi kasus-kasus emergency pembedahan bagi pasien dewasa yang menjalani pembedahan digestif di RSUP H. Adam Malik Medan pada tahun 2010-2011. Penelitian berdasarkan deskriptif, dimana akan dilakukan pengumpulan data berdasarkan rekam medis. Data yang dinilai adalah gambaran distribusi kasus-kasus emergency pembedahan digestif bagi dewasa berupa usia pasien, jenis kelamin, diagnosis penyakit, dan manifestasi klinis di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2010-2011. Jumlah pasien dalam kasus gawat darurat pembedahan digestif bagi dewasa adalah sebanyak 186 orang. Distribusi terbanyak pasien kelompok usia adalah pasien dalam lingkungan kelompok usia 20-40 tahun (49,5 %). Distribusi terbanyak pasien berdasarkan jenis kelamin adalah pasien laki-laki (65,1 %). Distribusi terbanyak pasien berdasarkan manifestasi klinis adalah nyeri abdomen (75,3 %). Distribusi terbanyak pasien berdasarkan diagnosis penyakit adalah appendisitis akut (36,6 %). Distribusi terbanyak pasien gawat darurat pembedahan digestif bagi dewasa berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, manifestasi klinis, dan diagnosis penyakit adalah kelompok usia 20-40 tahun (49,5 %), pasien laki-laki (65,1 %), nyeri abdomen (75,3 %), dan appendisitis akut (36,6 %). Kata kunci: Gawat darurat, Pembedahan digestif, Dewasa.
Gambaran pasien otitis media supuratif kronik (omsk) di RSUP H. Adam malik Medan Puspita Dewi, Nungki
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.018 KB)

Abstract

Abstrak Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) merupakan penyakit infeksi telinga tengah dan sangat sering terjadi di negara berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien OMSK, hasil kultur spesimen swab telinga, dan kepekaan antibiotik penderita OMSK di RSUP HAM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel adalah semua penderita OMSK di RSUP HAM tahun 2011-2012, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pemeriksaan bakteriologi dan kepekaan antibiotik hanya dilakukan terhadap bakteri aerob. Semua data yang terkumpul dalam status penelitian diolah secara deskriptif dan disusun dalam bentuk tabel dan diagram. Jumlah total pasien OMSK 23 orang terdiri dari 17 orang laki-laki (73.9%) dan 6 orang wanita  (26.4%). Rentang usia tersering  yaitu >18 tahun 13 orang (56.5%). Telinga tersering terinfeksi adalah kanan (unilateral) 9 subjek (39.1%). Jenis perforasi tersering adalah subtotal 6 subjek (26.1%), Tipe OMSK yang tersering adalah tipe aman 16 subjek (69.6%). Komplikasi OMSK tersering adalah mastoiditis 18 subjek (78.3%). Hasil kultur spesimen swab telinga terbanyak adalah Pseudomonas aeruginosa dengan jumlah isolat 8 subjek (34.8%). Uji kepekaan antibiotik terhadap Pseudomonas aeruginosa adalah imipenem (100%), piperacillin (100%), meropenem (94%), amikacin (89%), colistin (87%), tobramycin (87%), piperacillin-tazobactam (86%), cefepime (72%), dan ceftazidim (72%). Dibutuhkan data mengenai gambaran pasien OMSK, hasil kultur spesimen swab telinga, dan uji kepekaan antibiotik untuk menentukan antibiotik mana yang dapat digunakan sebagai terapi empiris pada OMSK karena perbedaan pola karakteristik pada populasi, pola mikrobiologi pada swab telinga, dan resistensi antibiotik.   Kata kunci: Gambaran pasien OMSK, kultur, kepekaan antibiotik
Pasien Kanker Serviks di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 Prandana, Dhani Arief
e-jurnal Fakultas Kedokteran USU Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : e-jurnal Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.904 KB)

Abstract

ABSTRAK Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya kanker serviks yang banyak menyebabkan kematian pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. IARC (2010), menunjukkan bahwa kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara, dengan kejadian rata-rata 15 per 100.000 wanita dengan jumlah kematian 7,8 % per tahun dari seluruh kanker pada wanita di dunia. Penelitian ini dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan yang dicurigai memiliki angka kejadian kanker serviks yang tinggi, melihat kedudukannya sebagai rumah sakit rujukan di Sumatera Utara. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian tentang pasien kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan karakteristik pasien kanker serviks. Desain penelitian ini cross-sectional, dimana akan dilakukan pengumpulan data berdasarkan rekam medis. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh data rekam medis pasien kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2011. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan SPSS. Pada penelitian ini ditemukan jumlah pasien kanker serviks sebanyak 367 orang. Menurut umur yang paling banyak adalah golongan umur 40-55 tahun (58,3%). Seluruh penderita berstatus kawin (100%). Kebanyakan penderita kanker serviks dengan status pendidikan SMP-SMA (57,2%). Menurut paritas yang paling sering adalah 3-5 anak (56,1%). Keluhan utama yang paling banyak dialami penderita adalah perdarahan pervaginam (77,9%), sedangkan stadium terbanyak adalah IIIb (39,5%). Disarankan agar dilakukan pencacatan rekan medis yang lebih baik dan lengkap.   Kata kunci: Kanker serviks, karakteristik, rekam medis

Page 2 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2013 2013