cover
Contact Name
Andita Nataria Fitri Ganda
Contact Email
anditaganda@unesa.ac.id
Phone
62 877-3683-6399
Journal Mail Official
terapan-manufaktur@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Ketintang Gedung K4, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, Jalan Raya ketintang, Kec Gayungan, Kota Surabaya (60231)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 2337828X     EISSN : 29887429     DOI : https://doi.org/10.26740/jrm.v9i03
The Journal of Mechanical Engineering (JRM) is published three times a year, in April, August, and December, by the Applied Bachelor Degree Program (D4) in Mechanical Engineering, Faculty of Vocational Studies, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). It serves as a medium of information and a forum for Development of Technology, Numerical Studies, Experimental Studies, and Applied Research in the field of Mechanical Engineering. The journal contains scientific papers, summaries of research results, literature reviews, and original critical ideas. The editorial team invites researchers, practitioners, and anyone interested in contributing articles that have not been published elsewhere. The themes of the articles include Machining Materials and Metallurgy Manufacturing Processes Mechanical Design Control Systems
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 02 (2022): JRM" : 7 Documents clear
ANALISA HASIL PENGELASAN LAS TITIK PADA MESIN SPOTWELDER AND SOLDERING IRON SEMI PORTABLE Rahman, Riandito Auki Minanda; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.45996

Abstract

Pada proses manufaktur khususnya pengelasan suatu benda ada beberapa masalah yaitu kualitas dari hasil pengelasan dan biaya pembuatan alat tersebut relatif lebih mahal, disamping itu tergantung proses pekerjaan lasnya juga tergantung pada pemilihan parameter pengelasan yang sudah ditentukan sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Salah satu cara untuk menganalisa hasil pengelasan yaitu dengan melakukan pengujian tarik hasil pengelasan stainless steel menggunakan tebal 0.6mm, 1mm pada variasi waktu 5detik, 7detik. Setelah mendapatkan hasil pengelasan dilakukan pengujian tarik. Pada pengujian ini menggunakan mesin Spotwelder and Soldering Iron Semi Portable ini memiliki daya output sebesar 1.107,6 Watt, Ampere sebesar 390, dan tegangan sebesar 2,84 Volt menghasilkan nilai beban tarik maksimal, tegangan tarik dan regangan. Nilai beban tarik maksimal tebal 0,6mm dengan waktu 5detik dan 7detik sebesar 259,80kg dan 213,20kg, sedangkan tebal 1mm sebesar 139kg dan 202kg. Nilai tegangan tarik tebal 0,6mm dengan waktu 5detik dan 7detik sebesar 43,81kg/mm dan 107,68kg/mm, sedangkan tebal 1mm sebesar 78,98kg/mm dan 185,32kg/mm. Nilai regangan tebal 0,6mm dengan waktu 5detik dan 7detik sebesar 8,6% dan 5,7%, sedangkan tebal 1mm sebesar 2,3% dan 3,4%.
RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK ASPAL DARI LIMBAH PLASTIK MENGGUNAKAN MOTOR BENSIN Adam, Fian Adidya; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.46037

Abstract

Perancangan alat dimulai dengan menentukan metode perancangan dan menentukan konsep kerja. Metode perancangan meliputi memperoleh konsep desain dan spesifikasi komponen mesin, sedangkan konsep kerja meliputi: menentukan dasar-dasar dengan menghitung mesin, transmisi, daya poros, serta membuat gambar dan dimensi. Urutan pembuatan mesin pengaduk aspal dari bahan baku sampah plastik dengan mesin bensin diawali dengan pembuatan satu unit dari rangka yang diperoleh dari identifikasi spesifikasi mesin pada gambar kerja. , pemilihan bahan, penandaan bahan, pemotongan, pengeboran, pengelasan dan finishing. Dan dari hasil pengujian pembuatan aspal, mesin dapat bekerja dengan baik. Perangkat diketahui memiliki nilai daya motor yang dibutuhkan 4352 Watt, transmisi menggunakan rantai No. 40, sirkuit tunggal, 188 tautan. Jumlah gigi sproket masing-masing adalah 36 dan 14 gigi, diameter poros 100mm, dan jarak poros dari poros 500mm, serta untuk pelumasan dengan pelumasan tetes. Transmisinya menggunakan V-belt tipe c dengan panjang 836,6 mm. Diameter puli adalah 70mm dan 50mm, masing-masing, diameter poros adalah 10mm, dan jarak pusat poros adalah 400mm The design of the machine begins with determining the design method and determining the work concept. Design methods include: obtaining design concepts and specifications for machine components, while the work concept includes: determining from basic concepts by calculating motor, pump, transmission, shaft power and making drawings and dimensions. The sequence of making Asphalt Mixer from Plastic Waste Raw Materials using a Gasoline Motor starts with making a unit from the frame obtained from identification of machine specifications on working drawings, material selection, material marking, cutting, drilling, welding and finishing. And from the test results of making asphalt, the machine can work well. It is known that the tool has the required motor power value of 4352 Watt, the transmission uses a No. 40 chain, a single circuit, 188 links. The number of sprocket teeth is 36 and 14 teeth, respectively, the shaft diameter is 100 mm and the shaft axis distance is 500 mm, as well as for lubrication with drip lubrication. The transmission uses a type c vbelt with a length of 836.6 mm. The pulley diameters are 70 mm and 50 mm, respectively, the shaft diameter is 10 mm and the shaft axis distance is 400 mm.
RANCANG BANGUN ALAT UJI BENDING HIDROLIK PADA KOMPOSIT SANDWICH SERAT KARBON Diansyah, Dimas Putra Al; Ningsih, Tri Hartutuk
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.46373

Abstract

Pengujian dalam ilmu material adalah bagian sangat penting. Pengujian yang sering digunakan adalah bending. Pengujian bending dilakukan guna mengetahui sifat mekanik dari material tersebut. Sifat mekanik material berupa tegangan, regangan dan modulus elastis. Untuk memperoleh yang sesuai kriteria maka peneliti merancang sebuah alat uji ini khusus hanya untuk material komposit. Komposit berbeda dengan logam dan tentu saja memerlukan alat uji khusus untuk material komposit ini. Komposit sandwich dibuat untuk mencapai struktur yang ringan dengan kekakuan dan kekuatan yang tinggi. Perbedaan dimensi, gaya sumber kekuatan dan komponen uji bending yang berbeda menjadi salah satu alasan perbedaan dengan sesuai dasar standar pengujian ASTM D790-03. Perancangan trainer uji bending komposit hidrolik ini berbasis eksperimen. Tujuan dari perancangan ini untuk mengetahui komponen penggerak beserta spesifikasinya yang akan. Analisa yang dilakukan meliputi: (1) Menentukan konsep alat dan menentukan kriteria komponen alat, (2) Membuat gambar detail. Yang memiliki dimensi panjang 82 cm, lebar 92 cm, tinggi 152 cm serta penggerak hidrolik menggunakan dongkrak berkapasitas 50 ton. Setelah analisa kerja alat, dilakukan analisa hasil pengujian terhadap komposit sandwich serat karbon dengan metode three point bending yang berdimensi panjang, lebar, dan ketebalan masing-masing 200 mm, 50 mm, dan 15 mm. Dari pengujian yang telah dilakukan terdapat perbedaan hasil dari data pembanding pada tiga spesimen ini terhadap hasil pengujian ini. Data pembanding dari spesimen 1, 2, 3, yaitu sebesar 17,94 MPa, 24,41 MPa, 13,88 MPa dengan rata-rata 18.75 MPa. Pada hasil pengujian ini 15,99 MPa, 16,49 MPa, 13,74 MPa dengan rata-rata 15,40 MPa. Dengan tingkat ketelitian alat uji mencapai 82,13%.
ANALISA SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO Huda, Muhammad Bagus Roudlotul; Kurniawan, Wahyu Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.47897

Abstract

Abstrak Suhu termasuk faktor alam yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam dunia industri suhu atau temperatur merupakan informasi yang penting untuk diketahui dalam penentuan kualitas air maupun tanah. Pada industri moderen system control menjadi bagian yang penting pada proses- proses produksi. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan siklus persentasi tingkat akuratan dalam sistem kontrol salah satunya pengendalian suhu yang tepat. Penggunaan sensor suhu DS18B20 merupakan sensor untuk memonitor suhu suatu kondisi mesin atau peralatan yang suhunya dapat berubah-ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan karakter sensor DS18B20 yang digunakan pada beberapa alat atau teknologi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sensor DS18B20. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu study literatur atau literatur riview yang didalamnya mencakup beberapa pengujian untuk memperoleh hasil yg maksimal. Dalam beberapa manfaat sensor DS18B20 adalah sebagai pendeteksi suhu air maupun dalam bidang perikanan ataupun perkebunan bebrapa sensor juga diperlukan dalam bidang keahlian. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa system pengendalian temperatur sensor DS18B20 berbasis mikrokontroler arduino mempunyai akurasi yang sangat baik rata-rata sebesar 99% pada pengukuran suhu <40?C dan memiliki keakurasian rata-rata 97,6% pada pengukuran >40?C. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa sensor DS18B20 sangat efektif jika digunakan untuk mengukur suhu <40?C. Abstract Temperature is a very important natural factor in life. In the industrial world, temperature is important information to know in determining water and soil quality. Control systems have also become an important and integrated part of processes in modern factories and industries. Several factors that affect the change in the percentage level of accuracy in the control system, one of which is proper temperature control. The use of the DS18B20 temperature sensor is a sensor to monitor the temperature of a machine or equipment condition whose temperature can change. The purpose of this study is to explain the character of the DS18B20 sensor used in several tools or technologies. This study also aims to determine the advantages and disadvantages of the DS18B20 sensor. The method used in this article is a literature study or literature review which includes several tests to obtain maximum results. In some of the benefits of the DS18B20 sensor, it is as a water temperature detector as well as in the field of fisheries or plantations, some sensors are also needed in the field of expertise. The results of this study showed that the DS18B20 sensor temperature control system based on the Arduino microcontroller has a very good average accuracy of 99% at <40?C temperature measurements and has an average accuracy of 97,6% at >40?C measurements. With this it can be concluded that the DS18B20 sensor is very effective when used to measure temperatures <40?C.
ANALISA PERBANDINGAN SISTEM KONTROL BERBASIS ARDUINO DAN PLC PADA PENGENDALIAN SUHU Hidayat, Muhammad Sefriza Toriq; Kurniawan, Wahyu Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.47898

Abstract

Suhu merupakan faktor alam yang sangat penting dalam kehidupan. Sistem kontrol juga menjadi bagian yang penting dan terpadu dari proses-proses dalam pabrik dan industri modern. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan siklus persentasi0tingkat akuratan0dalam sistem kontrol salah satunya pengendalian suhu0yang tepat. Penggunaan sensor suhu0RTD PT 100 merupakan sensor untuk memonitor0suhu suatu kondisi mesin0atau peralatan yang0suhunya dapat berubah-ubah. 0Pembacaan suhu oleh sensor0RTD PT 100 langsung dianalisis untuk0keperluan tertentu. Desain dan implementasi0sistem monitoring suhu kondisi0mesin menggunakan sensor suhu RTD PT 100 yang0terdiri dari sensor RTD0PT 100, monitoring temperatur relay0dan komponen pendukung lainnya, dimana0perangkat ini terdapat bagian pembacaan0suhu dan menampilkan hasil0pembacaan suhu.0Di bagian pembacaan suhu terdapat0sensor suhu RTD PT 100 itu0sendiri kemudian hasil pembacaannya dikirim0melalui kabel komunikasi. Di0bagian penerima0akan diterima oleh0monitoring sistem kontrol untuk menampilkan suhu dari mesin atau peralatan0tersebut. Analisa pada penelitian ini0dilakukan dengan membandingkan sistem kontrol arduino dan PLC pada pengendalian0suhu dengan menggunakan0sensor RTD PT 100. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sensor RTD PT 100 menggunakan0arduino mempunyai akurasi0yang cukup baik rata-rata sebesar 95,91%. Sedangkan sensor RTD PT 100 dengan0menggunakan PLC memiliki0tingkat akurasi yang sangat baik rata-rata sebesar 99,35%. Dengan ini dapat disimpulkan0bahwa sensor RTD PT 100 pada0PLC tingkat keakurasian lebih tinggi, sehingga sensor tersebut layak digunakan0dalam sistem pengendalian suhu. Abstract Temperature is a very0important natural factor in life.0Control systems have also become an important0and integrated part of processes in modern0factories and industries. Several factors0that affect the change in the0percentage level of accuracy in the0control system, one of which is0proper temperature control. The use of0the RTD PT 100 temperature sensor is a sensor0to monitor the temperature0of a machine or equipment condition0whose temperature can0vary. Temperature readings0by the RTD PT 100 sensor0are directly analyzed for specific0purposes. Design and implementation of the0engine condition temperature monitoring0system using the RTD PT 100 temperature0sensor which consists0of the RTD PT 100 sensor, temperature monitoring0relay and other supporting components, where0this device contains a temperature0reading section and displays0the temperature reading results. In the0temperature reading section there is the0RTD PT 100 temperature sensor0itself then the reading results are sent0via a communication cable. At the receiver will be0received by the monitoring control system to0display the temperature of the0machine or equipment. The0analysis in this study was0carried out by comparing the Arduino0and PLC control systems for temperature control0using the PT 100 RTD sensor. The results of this0study found that the PT 100 RTD sensor0using Arduino had a0fairly good accuracy of 95.91% on average. While the0PT 100 RTD sensor using0PLC has a very good accuracy rate of 99.35% on0average. With this it0can be concluded that the0PT 100 RTD sensor with PLC0has a higher level of0accuracy, so it is suitable0to be used as a temperature0sensor in a temperature0control system.
PERENCANAAN UNIT PELIPAT KERTAS PADA RANCANG BANGUN ALAT PENGEPRES KERTAS FILTER UDARA MOBIL TIPE CYCLONE Nurdiansyah, Muhammad Faiz; Arsana, I Made
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.48118

Abstract

ANALISA HASIL PADA ALAT PEMOTONG BENDA SILINDRIS BERBASIS OXY-ACETYLENE Lanka, Linggar Anggita Cucu; Sakti, Arya Mahendra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 02 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i02.48462

Abstract

Dalam proses pemotongan harus memperhatikan cara pemotongan, cara pemeriksaan, material dan kecepatan potong berdasarkan material yang akan di potong. Banyak metode pemotongan yang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, baik dalam pemotongan benda berbentuk plat atau silindris. Pada pemotongan pipa tebal dan benda silindris pejal, umumnya menggunakan mesin gergaji atau gerinda potong (cutting wheel). Dalam segi fungsi memang lebih instan, namun dari segi waktu dan hasil tidak lebih baik dari menggunakan pemotongan dengan metode oxy-acetylene. Salah satu cara untuk menganalisa hasil pemotongan adalah dengan cara melakukan pengujian kekerasan pipa besi dengan diameter 2 inch dan variasi ketebalan 2 mm dan 3 mm, pada variasi kecepatan pemotongan adalah 2 mm/detik dan 3 mm/detik. Setelah mendapatkan hasil pemotongan dilakukan pengujian kekerasan untuk mengetahui berpengaruh atau tidaknya variasi kecepatan terhadap hasil pemotongan. Hasil pengujian kekerasan mendapatkan nilai rata-rata kekerasan paling tinggi adalah specimen dengan variasi kecepatan 3 mm/detik dan ketebalan 3 mm yakni sebesar 81,8 kg/mm2 dan diikuti spesimen dengan variasi kecepatan 2 mm/detik dan ketebalan 3 mm dengan nilai 80,8 kg/mm2, dan nilai terendah pada spesimen dengan variasi kecepatan 2 mm/detik dan ketebalan 2 mm dengan nilai 71,5 kg/mm2

Page 1 of 1 | Total Record : 7