cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
ANALISIS KUALITAS PADA HOME INDUSTRY TAHU BULAT DI KEPANJEN MALANG Dimas Selgi Ramadhani
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.751

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada home industry pembuatan tahu bulat yang berlokasi pada desa Sukoarjo Kepanjen, Kabupaten Malang. Permasalahan yang di hadapi adalah kurangnya penerapan pengendalian kualitas suatu home industry sehingga produk yang di hasilnya menyebabkan banyaknya cacat pada saat produksi. Sehingga dapat menyebabkan industry tidak dapat memberikan mutu yang baik pada pelanggan. Dari permasalahan tersebut diperlukan tindakan untuk mengetahui faktor faktor yang berpengaruh pada sistem produksi. Dan dari hasil analisa yang di dapat bahwa cacat yang di dapat adalah lembek dan tidak bulat sempurna, kedua cacat tersebut dipengarui dari beberapa faktor yaitu mesin, metode, manusia, dan material yang di dapat dari diagram fishbone. Dan setelah di dapat faktor penyebabnya maka dapat di sarankan bahwa home industry harus memiliki instruksi kerja dalam prosesnya untuk memudahkan karyawa dan juga perlunya perbaikan secara terus menerus dengan menetapkan takaran yang cocok untuk materialnya.
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MATERIAL SHELL & TUBE PLATE FIRE TUBE BOILER DI PT. INDOMARINE SINGOSARI MALANG Dodik Wahyu Dwi Antoro
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.760

Abstract

Indomarine merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yaitu pembuatan shell & tube plate fire tube boiler. Masalah dalam penelitian ini mengenai persediaan bahan baku, dimana ketersediaan bahan baku yang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi selanjutnya sehingga perusahaan mengalami keterlambatan dalam proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem informasi yang diharapkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan dengan tepat yaitu melalui penerapan MRP. Dalam penelitian ini yang pertama adalah melakukan peramalan dengan menggunakan metode moving averages dan exponential smoothing kemudian dipilih nilai error terkecil. Hasil peramalan akan dijadikan dasar jadwal induk produksi yang kemudian akan dilakukan perencanaan kebutuhan bahan baku dengan metode MRP. Berdasarkan hasil dari penelitian dipilih metode moving averages period 3 dengan hasil peramalan sebanyak 1 unit pada bulan januari tahun 2018 dan perencanaan pemesanan bahan baku sebagai berikut : bulan oktober minggu pertama tahun 2017 untuk material 1B = 1 pcs, 2 = 1 pcs,3A = 1 pcs,3B = 1 pcs, 1A = 1 pcs 1C = 10 pcs, 1D = 8 pcs, 1E = 2 pcs, 6 = 70 pcs, 7 = 84 pcs dan pada bulan desember minggu ketiga tahun 2017 untuk material 8C = 4 pcs, 8D = 4 pcs, 9A = 4 pcs, 9C = 4 pcs, 8A = 4 pcs, 9D = 4 pcs 1F2 = 4 pcs, 1F1 = 2pcs. Dengan perencanaan pemesanan bahan baku tersebut kebutuhan material untuk produksi selanjutnya dapat terpenuhi sehingga perusahaan tidak mengalami keterlambatan dalam proses produksi.
STRATEGI PENJADWALAN PRODUKSI SIRUP MARKISA DI HOME INDUSTRUY KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Andi Abd Mushawwir Rusli
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.761

Abstract

Citra Gemilang merupakan salah satu home industry yang berlokasi di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, yang memproduksi sirup markisa. CV. Citra Gemilang mengalami kekurangan produksi pada periode April 2017 – Maret 2018, disebabkan kapasitas produksi yang tidak dapat memenuhi kebutuhan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi perencanaan produksi yang tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi dan merencanakan jadwal induk produksi sirup markisa di CV. Citra Gemilang. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut adalah forecasting linear regression untuk menentukan demand di periode yang akan datang, kemudian aggregate planning, proses disagregasi, dan membuat master production schedule (MPS) yang divalidasi menggunakan rough cut capacity planning (RCCP). Berdasarkan hasil pengolahan data, strategi yang terpilih adalah strategi pengendalian tenaga kerja dengan demand = 8209 Liter, jumlah produksi = 8209 Liter dan total biaya produksi = Rp.241.999.750. Sesuai perhitungan RCCP, master production schedule yang direncanakan dapat diterima karena kapasitas yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan produksi.
PERBAIKAN POSISI KERJA PADA STASIUN KERJA PRODUKSI MEBEL DENGAN MENGGUNAKAN KAIDAH ERGONOMI GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ( STUDI KASUS UD. SINAR JAYA ) Erwin Adi Prasetya
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.762

Abstract

Sinar Jaya adalah usaha dagang yang bergerak dibidang produksi mebel. Produk yang dihasilkan dari perusahaan tersebut diantaranya meja, kursi, dll. Dalam menyelesaikan proses produksinya, operator dihadapkan dengan banyaknya tugas yang dikerjakaan dan pekerjaan tersebut dilakukan secara berulang atau dengan gerakan kerja yang monoton. Waktu yang dibutuhkan pekerjaan tersebut juga cukup lama, posisi kerja operator yang kurang nyaman yaitu terlalu membungkuk dalam proses produksinya dirasa belum ergonomis. Berdasarkan posisi kerja tersebut akan dilakukan redesain terhadap stasiun kerja. Metodologi yang digunakan meliputi data dimensi tubuh, data – data subyektif dan data waktu operasi. Kemudian akan dibandingkan kondisi kerja sebelum redesain dengan sesudah redesain guna melihat produktivitas yang dihasilkan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa beban yang dialami punggung berkurang menjadi 30 Nm dan produktivitas kerja operator turut meningkat.
PERANCANGAN ALAT PEMERAS SANTAN MANUAL YANG SESUAI DENGAN KAIDAH ERGONOMI Fahrizal Tarmizi
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.763

Abstract

Dalam perkembangan zaman dan teknologi ini makin ketat persaingan dalam bidang industri, tidak terkecuali dalam industri kecil rumahan pembuatan kue basah. Proses pembuatan kue basah masih tergolong sederhana dan manual. Ini tentu akan menghambat optimalisasi produksi, terutama pada penyediaan bahan baku utama yaitu santan kelapa. Dalam industri ini, pemerasan santan kelapa masih dilakukan dengan sistem manual yaitu menggunakan perasan tangan. Kegiatan seperti itu tentunya tidak efektif lagi mengingat para pekerja juga sudah berusia lanjut. Maka dari itu, dalam penelitian kali ini mengambil bahasan perancangan alat pemeras santan yang sesuai dengan kaidah ergonomi. Dimaksudkan agar proses produksi dapat lebih efektif dan optimal. dalam perancangan alat pemeras santan ini, system pemerasannya menggunakan screw press, sehingga operator hanya perlu memutar tuas dalam proses pemerasan santan. Berdasarkan hasil penelitian, setelah dibandingkan waktu produksi sebelum menggunakan alat dan juga sesudah menggunakan alat, dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah menggunakan alat pemeras santan, waktu pemerasan santan meningkat lebih cepat 51% dari waktu awal. Yaitu dengan perbandingan waktu normal selama 13,68 menit menjadi 6,7 menit, dan juga output yang pada awalnya 0,065 liter / menit, menjadi 0,135 liter / menit. Dengan demikian penggunaan alat pemeras santan, menjadikan proses produksi lebih efektif, efisien dan optimal.
PERENCANAAN BAHAN BAKU SEBAGAI DASAR PENJADWALAN PRODUKSI MAKARONI DI UD. BERKAH PAKIS – MALANG Indra Gunawan Pulungan
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.764

Abstract

Perencanaan bahan baku dan penjadwalan produksi memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan terutama pada perusahaan manufaktur. Terjadinya kekurangan jumlah produksi disebabkan oleh kurangnya perencanaan bahan baku, yang menimbulkan jadwal produksi terganggu. UD. BERKAH merupakan perusahaan dengan perencanaan bahan baku dan penjadwalan produksi masih belum terintegrasi antara jumlah produksi dan permintaan.. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan bahan baku dan menjadwalkan jumlah produksi dengan menggunakan metode Economic Order Quantity dan Master Production Schedule. Dalam pengumpulan data, penelitian menggunakan metode observasi dengan data yang sudah tersedia diperusahaan. Pengolahan data menggunakan metode Economic Order Quantity untuk perencanaan bahan baku, dan data penjadwalan produksi dianalisis dengan metode Master Production Schedule ( MPS. Langkah pertama dilakukan peramalan dengan Moving Average dan Exponential Smoothing, dengan software POM QM For Windows V.4 untuk menentukan periode selanjutnya metode EOQ digunakan untuk menghitung jumlah bahan baku, dan merencanakan MPS dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dengan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Hasil analisis dengan metode Exponential Smoothing adalah 612 kardus, hasil analisis Economic Order Quantity setelah diterapkan tahun 2018 didapat jumlah bahan baku ekonomis yaitu 938 kg, hasil biaya perencanaan bahan baku setelah menggunakan EOQ Rp. 21.386.488,- dibandingkan sebelum EOQ RP. 28.818.890. Sehingga dapat menghemat biaya bahan baku Rp7.432.402,- atau 27 %. Selanjutnya Perhitungan Jadwal induk produksi (MPS) dari bulan januari 2018 – juli 2018 pada proses produksi makaroni didapat hasil 612 kardus. Ketersediaan produk dengan RCCP didapat 150 kardus, apabila ada konsumen memesan lebih dari jumlah produksi perusahaan bisa menjamin dengan ketentuan tidak melebihi dari ketersediaan 150 kardus.
PENGEMBANGAN PRODUK KERUPUK DARI LIMBAH KULIT BUAH NAGA DI UD. NAGAWANGI ALAM SEJAHTERA Mochamad Dimas Rizmy Aji
Jurnal Valtech Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v1i2.765

Abstract

Nagawangi Alam Sejahtera merupukan perusahaan yang memproduksi minuman dan kerupuk dari limbah kulit buah naga, dimana permasalahan yang ada yaitu belum berkembangnya produk kerupuk serta masih tingginya biaya yang pengeluaran dari bahan baku produk kerupuk tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan dan meningkatkan produk kerupuk serta menurunkan biaya pengeluaran, maka dilakukan penelitian dengan penyelesaian menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) yang bertujuan untuk memperoleh voice of customer, mengetahui atribut yang perlu ditingkatkan serta mendapatkan prioritas tindakan respon teknis. Selanjutnya menggunakan metode Value Engineering yang betujuan untuk menurunkan biaya pengeluaran bahan baku melalui tahap kreatif. Dari hasil penelitian dan analisa, atribut yang perlu untuk ditingkatkan adalah rasa kerupuk, adanya varian rasa baru, tekstur kerupuk sudah sesuai dengan keinginan, bentuk kerupuk sudah sesuai keinginan, harga produk bisa bersaing dengan produk lain, dan harga terjangkau. Pada hasil analisa dengan Value Engineering diperoleh biaya total penghematan sebesar Rp 499.000 dari biaya awal sebesar Rp 1.022.000 dengan presentase biaya penghematan yang didapat sebesar (48,9%).
PENGURANGAN BULLWHIP EFFECT PADA RANTAI PASOK LEVEL DISTRIBUTOR DI UD. MILIAN FURNITURE Akhmad Hariadi
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1416

Abstract

Salah satu kendala dalam sistem distribusi biasa disebut dengan istilah Bullwhip Effect.UD. Milian Furniture memiliki permasalahan pada distributor yang seringkali mengalami amplifikasi permintaan pada periode tertentu seperti jumlah permintaan lebih tinggi dari persediaan (jenis A) dan tingginya jumlah order dibanding penjualan (jenis B) di distributor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai, penyebab dan usulan solusi mengurangi terjadinya Bullwhip Effect. Penelitian ini menggunakan Metode Periodic Review, metode ini adalah salah satu teknik untuk meminimalkan terjadinya distorsi informasi dengan mengumpulkan data penjualan yang memungkinkan distributor dapat mengurangi bullwhip effect dengan meramalkan data penjualan di periode sebelumnya. Hasil penelitian diperoleh, perhitungan Bullwhip Effect periode Nov 2017-Okt 2018. Untuk kursi jati : Nov-Jan (1,5323), Feb-Apr (1,5753), Mei-Jul (0,5925), Agu-Okt (1,8043). Untuk kursi pinus : Nov-Jan (0,5196), Feb-Apr (0,9116), Mei-Jul (1,6598), Agu-Okt (1,2466).Hal ini disebabkan oleh ramalan permintaan yang kurang akurat, tidak adanya koordinasi data permintaan produk antara agen supply chain, sehingga sulit untuk mengkontrol permintaan dari konsumen. Cara yang mungkin efektif untuk mengurangi bullwhip effect antara lain dengan menerapkan metode periodic review sehingga safety stock dapat diatur, melakukan koordinasi permintaan pasar antara distributor dan ritel. Pada penelitian ini hanya fokus pada evaluasi terhadap distributor, disarankan untuk penelitian selanjutnya mengevaluasi terhadap ritel.
MENGUKUR KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI DESA KARANGKATES KECAMATAN SUMBERPUCUNG Ahmad Anca Pratika Isandi
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1417

Abstract

Desa Karangkates adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Malang yang masuk di Kecamatan Sumberpucung. Pelayanan administrasi yang diselenggarakan oleh Desa Karangkates yang masing-masing Surat memiliki fungsi yang berbeda, aparatur desa belum mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan desa, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah sesuai dengan harapan dan keinginannya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu melakukan analisa mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung dengan menggunakan metode service quality.Populasi dalam penelitian ini 2509 KK maka pengambilanjumlahsampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Variabel penelitian dengan mengidentifikasikan lima dimensi kualitas layanan dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah berupa kuesioner. Kelima dimensi kualitas pelayanan tersebut masing-masing dimensinya diwakili oleh beberapa pertanyaan yang berjumlah seluruhnya 21 pertanyaan. Untuk menentukan skor digunakan skala Likert, dimana penilaian kepuasan (harapan dan kenyataan) diberikan bobot satu sampai dengan lima. Uji instrument dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, nilai service qualityyang diperoleh dari pengukuran layanan Desa Karangkates sebagai berikut : Reliability (Kehandalan) sebesar 0,325 yang terdiri dari Profesionalisme petugas, Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, Kedisiplinan petugas, Ketepatan jadwal layanan, Tersedianya pelayanan online; Responsiveness (Ketanggapan) sebesar 0,88 yang terdiri dari Pelayanan cepat, Petugas segera menangani, Sigap dalam menanggapi keluhan, Tanggapan dalam menghadapi masalah yang timbul; Assurance (Jaminan) sebesar 0,377 yang terdiri dari Pengetahuan dan ketrampilan petugas, Mutu pelayanan, Tanggung jawab petugas, Keramahan dan kesopanan petugas; Empathy (Kepedulian) sebesar 0,487 yang terdiri dari Petugas memberikan waktu pelayanan yang cukup, kepedulian petugas terhadap kebutuhan anda, perhatian secara individu kepada anda, kemudahan berkomunikasi atau menghubungi petugas; Tangible (Nyata) sebesar 0,658 yang terdiri dari Kemudahan prosedur pelayanan, Kejelasan dan kepastian petugas, kemudahan mendapatkan informasi, Petugas Desa selalu ada. Atribut yang memiliki nilai negative sebagai berikut: Reliability (Kehandalan) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sebesar (-0,153); Tersedianya pelayanan online sebesar(-0,018); Assurance (Jaminan) Pengetahuan dan ketrampilan petugas sebesar (-0,054).
PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI UD. MILLIAN FURNITURE Achmad Rully Amrulloh
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1418

Abstract

UD Millian furniture memproduksi furniture dengan proses pembuatan dilakukan oleh manusia dengan dibantu mesin. Dalam aliran produksi tersebut terlihat adanya suatu lintasan produksi pada operasi kerja dalam stasiun kerja tidak seimbang karena adanya penumpukkan material dibeberapa stasiun kerja sehingga dapat menimbulkan keterlambatan pada lintasan produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Seperti pada data survey yang menunjukkan pada bulan Mei permintaan 20 unit sedangkan hanya dapat memproduksi 15 unit.Untuk mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi tersebut pada UD Millian Furniture, maka akan dilakukan penelitian untuk menyeimbangkan lintasan produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Metode yang digunakan adalah Rank Position Weight yang dan Metode Region Approach. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini berupa usulan pemilihan solusi terbaik dalam mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi pada UD millian Furniture.Dalam penelitian ini ditemukan bahwa dalam menggunakan metode Rank Position Weight menghasilkan 6 stasiun kerja dengan waktu proses 368 menit, balance delay 24%, efisiensi sistem 76%, output produksi 33 unit/bulan. Sedangkan dalam menggunakan metode Region Approach menghasilkan 7 stasiun kerja dengan waktu proses 322 menit, balance delay 26%, efisiensi sistem 74%, output produksi 38 unit/bulan. Dari uraian tersebut menjelaskan bahwasannya menggunakan metode Rank Position Weight merupakan usulan terbaik dalam menangani masalah keseimbanganh lintasan produksi pada UD Millian Furniture karena memiliki balance delay terkecil.

Page 7 of 39 | Total Record : 385