cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN BUBUT MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. INOVASI ANAK NEGERI Putri Rahmawati; Iftitah Ruwana; Sanny Andjar Sari
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.13454

Abstract

Efektivitas mesin produksi sangat penting dalam industri manufaktur, khususnya untuk meningkatkan produktivitas. PT. Inovasi Anak Negeri menghadapi kendala dalam mencapai standar dunia nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas mesin bubut dengan menggunakan metode OEE, yang terdiri dari Availability Rate, Performance Rate, dan Quality Rate. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai Availability Rate mencapai angka 93,3% (melampaui standar 90%), namun Performance Rate hanya sebesar 86,3% (di bawah standar 95%), dan Quality Rate sebesar 95,2% (belum memenuhi standar 99,9%). Nilai akhir dari OEE sebesar 77%, yang masih di bawah standar 85%. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan melalui pemeliharaan terjadwal dan pelatihan operator untuk meningkatkan efektivitas mesin. Dengan strategi ini, diharapkan nilai OEE dapat meningkat dan mendukung produktivitas perusahaan.
ANALISIS PENERAPAN METODE JUST IN TIME (JIT) PADA PROSES PENGADAAN KAPUR TOHOR SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG DI PT XYZ Gloria Irene Rambu Ahana; Nelly Budiharti
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.13553

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah pabrik gula pasir yang sebagaimana proses produksi gula pasir pada umumnya, PT XYZ membutuhkan kapur tohor sebagai bahan pendukung dalam proses pembuatan gula pasir. Permasalahan yang terjadi adalah adanya kelebihan persediaan kapur tohor dalam jumlah yang besar dan adanya frekuensi kedatangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan ketidakefisienan biaya. Metode just in time (JIT) adalah salah satu yang tepat digunakan dalam membantu menilai efisiensi biaya dalam proses pengadaan bahan pendukung hingga jumlah pemakaiannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk meminimalisir potensi pemborosan biaya pada bahan pendukung yaitu kapur dengan metode Just in Time (JIT). Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pemesanan dalam satu bulan tepatnya pada bulan Mei 2023 berkurang menjadi 17 kali dalam sebulan dan frekuensi pengiriman menjadi 3 kali dalam satu minggu. Dengan mengadopsi metode JIT, perusahaan berhasil menghemat 14,75% dari total biaya persediaan mereka. Ini setara dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 2.851.107,00, menurunkan total biaya persediaan menjadi Rp. 16.466.693,00.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PEMBAYARAN IURAN WARGA VILA BUKIT TIDAR MENGGUNAKAN METODE SCRUM Taufik Rachman; Anas Taher
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.13988

Abstract

Metode Scrum merupakan sebuah metodologi yang termasuk dalam agile software development. Scrum dinilai dapat menghasilkan kualitas perangkat lunak yang baik sesuai dengan keinginan pengguna, dapat digunakan dalam proyek besar maupun kecil, dan mudah untuk mengadopsi perubahan. Tahapan aktifitas scrum meliputi produk backlog, sprint backlog, daily scrum, sprint review, dan sprint restropective. Peran dalam scrum meliputi product owner, scrum master, dan development team. Scrum memiliki tahapan yang terstruktur dan bersifat perulangan, sehingga jika produk pada sprint pertama belum cukup memenuhi kebutuhan, maka pada sprint berikutnya dapat dikembangkan sistem yang sesuai dengan evaluasi pengguna. Hasil yang diperoleh pada pengembangan Perancangan Sistem Informasi Untuk Pengelolaan Pembayaran Iuran Warga Vila Bukit Tidar Menggunakan Metode Scrum menggunakan metode scrum ini terbukti dapat mengatasi perubahan requirements pada saat fase pengembangan sistem, menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pengguna karena mendapatkan review secara berulang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID PADA MATERI PENGENALAN BANGUN RUANG UNTUK ANAK DIDIK TK/RA Taufik Rachman; Hilal Istafaina Awab
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.13989

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu anak didik TK/RA dalam memahami bangun ruang pada materi pengenalan bangun ruang. Penelitian dan pengembangan aplikasi menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian yang bertujuan menghasilkan produk tertentu serta menguji efektivitas produk tersebut. Produk dikembangkan dengan menggunakan metode addie proscess model. Model pengembangan perangkat lunak addie memiliki lima tahapan, yaitu analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Aplikasi media pembelajaran bangun ruang ini menggunakan Unity 3D diuji melalui metode Black Box Testing dan pengujian kuesioner. Dengan adanya aplikasi pembelajaran tersebut dapat membantu guru dalam mengajarkan materi bangun ruang melalui media aplikasi sehingga proses belajar lebih interaktif dan sebagai alternatif
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE WERA DAN JSI PADA PEKERJA TENUN DI CV MEDALI MAS BANDAR KIDUL KEDIRI Alvan Himawan; Julianus Hutabarat; Soemanto Soemanto
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.14066

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan cedera atau gangguan yang dapat mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem. Musculoskeletal Disorders (MSDs) seperti otot, ligamen, dan lain-lain. MSDs yang berhubungan dengan pekerjaan memengaruhi punggung, leher, bahu, dan anggota tubuh bagian atas serta anggota tubuh bagian bawah. CV. Medali Mas merupakan perusahaan yang berjalan pada bidang tekstil yang menghasilkan output berupa kerajinan tenun ikat yaitu kain tenun. Di CV Medali Mas ini masih menggukan alat tenun bukan mesin (ATBM). CV Medali Mas menghasilkan barang berupa sarung, sepatu, masker, tas, souvenir, dan lain lain. Lokasi CV. Medali Mas berada di JL. KH. Agus Salim Gg.8 No 54C Bandar Kidul, Kabupaten Kediri, Propinsi Jawa Timur. Kendala yang di alami di CV Medali Mas ini adalah sering adanya keluhan pegal yang dialami pekerjanya pada proses penenunan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu Melakukan survey untuk mengamati proses penenunan kain yang ada saat ini, Melakukan pengumpulan menggunakan kuesioner NBM dan pengolahan data postur kerja pekerja dengan metode WERA dan JSI. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode WERA didapatkan skor akhir yaitu 38. Berdasarkan skor tersebut maka level resiko dari aktivitas pekerja pada proses penenunan berada pada kategori medium yang kesimpulannya harus diselidiki lebih lanjut, selanjutnya dilakukan analisis dengan metode JSI diperoleh nilai multiplier dari masing masing fariabel tugas, maka dapat diperoleh skor SI yaitu 9. Skor tersebut menunjukkan bahwa aktifitas tersebut memiliki tingkat resiko tinggi yaitu dengan keterangan pekerjaan yang diamati berbahaya. Setalah didapatkan skor tersebut dilakukan perbaikan postur kerja yang disarankan, dengan pengulangan analisis dengan metode WERA didapatkan skor 27. Berdasarkan skor tersebut tingkat resiko yang didapatkan turun dengan tingkat kategori low, yang kesimpulannya pekerjaan tersebut dalam kondisi aman. Dengan hasil tersebut juga dilakukan juga analisis ulang dengan metode JSI dengan posisi dan proses kerja yang di benahi, dengan didapatkan skor akhir SI yaitu 4,5. Dengan ini skor turun setengah dari skor awal dengan posisi yang kurang ergonomis. Skor tersebut menunjukkan bahwa aktifitas tersebut memiliki tingkat resiko rendah yaitu dengan keterangan pekerjaan yang dilakukan memerlukan sedikit perbaikan.