cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2014)" : 5 Documents clear
PELAKSANAAN TROMBOSITOPENIA PADA ANAK E DENGAN DHF DI RUANG SA'AD RUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS T W Mulyaninsih; ambar wati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.3

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever bisa mengakibatkan terjadinya penurunan trombosit karena pada pasien trombositopenia terjadi penurunan produksi trombosit diakibatkan oleh supresi sumsum tulang, sumsum tulang pada pasien DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) sewaktu demam akut menunjukkan terjadi depresi sumsum tulang pada hari ke 3 dan 4. Hal ini sesuai dengan keadaan klinis pasien DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) di mana jumlah trombosit mulai menurun pada hari ke 3 demam, dan mengalami trombositopenia pada hari ke 4 sampai 5 demam.pada penderita DHF (Dengue Hemorrhagic Fever), virus Dengue yang masuk kedalam tubuh, menimbulkan viremia yang ditandai dengan demam, sakit kepala, selain itu kelainan dapat terjadi pada sistem retikula endotetial, sehingga dapat meningkatan permeabilitas dinding kapiler dan mengakibatkan cairan keluar dari intraseluler ke ekstraseluler. Akibatnya terjadi agregasi trombosit menurun, apabila kelainan ini berlanjut akan menyebabkan kelainan fungsi trombosit sebagai akibatnya akan terjadi mutasi sel trombosit muda dari sumsum tulang, kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang atau mengaktivasi faktor pembekuan.Hal-hal yang bisa meningkatkan trombosit salah satunya dengan pemberian jus jambu, jus jambu memiliki kandungan flavonoid atau yang disebut sebagai quarsentin, senyawa yang di duga berperan penting adalah quarsentin. Quarsentin bekerja meningkatkan jumlah sitokin. Di dalam tubuh sitokin berperan meningkatkan sistem pembekuan darah dan kekenyalan darah, quarsentin juga bekerja dengan cara menghambat enzim pembentuk RNA virus dengue. Selain itu dalam meningkatkan trombosit dengan pemberian bedrest total atau istirahat total, istirahat yang cukup atau setidaknya 7 sampai 8 jam istirahat dapat membantu tubuh kembali fresh dan akan memproduksi lebih banyak trombosit.
PERAWATAN LUKA DENGAN SOFRATULLE PADA PASIEN POST OPERASI VESIKOLITHOTOMY HARI KE VII DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM RA. KARTINI JEPARA A. Supriyanto; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui hasil perawatan luka post operasi vesikolithotomy hari ke VII selama 8 hari mencuci menggunakan NaCl 0,9% dan diberi sofratulle sebagai primare drassing. Didapatkan kondisi luka bersih, tidak ada tanda-tanda infeksi karena sofratulle berfungsi sebagai primare drassing, dan dapat melembabkan luka. Keberhasilan keperawatan luka ini didukung oleh status nutrisi dan vaskularisasi luka yang baik, nutrisi yang buruk akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan infeksi luka. Pada Tn.M tidak mempunyai penyakit penyerta seperti diabetes militus (DM), sehingga tidak ada batasan dalam mengkonsumsi makanan atau kriteria diit,maka disarankan pada pasien Tn.M untuk mengkonsumsi diit TKTP (Tinggi kalori tinggi protein), sehingga luka bisa sembuh sesuai dengan waktu penyembuhan luka karena di dukung dengan nutrisi yang adekuat. Penyembuhan luka secara intensi primer dimana proses perbaikan jaringan luka hanya sedikit, berfokus pada penyatuan kedua tepi luka saling berdekatan dan berhadapan.
STRES DAN MEKANISME KOPING PERAWAT DI RUANG UNIT PERAWATAN INTENSIF RSUD R.A. KARTINI JEPARA S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.5

Abstract

Penulisan penelitian ilmiah ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Stres dan Mekanisme Koping perawat di Ruang Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah R.A Kartini Jepara. Penelitian ilmiah ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksploratif yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang keadaan atau fenomena tertentu secara cermat berdasarkan data yang diperoleh, tanpa bermaksud menguji hipotesis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner data pribadi perawat dan kuesioner yang berhubungan dengan stress dan mekanisme koping perawat di ruang perawatan intensif disusun menggunakan Likert scale. Dari hasil penelitian didapatkan, dari 33 responden dijumpai perawat mengalami stres ringan sebesar 36,4%, stres sedang 57,6%, dan stress berat sebanyak 6%. Sedangkan mekanisme koping yang digunakan perawat dalam menghadapi stres akibat kerja di ruang Unit Perawatan Intensif bervariasi dari rentang adaptif sampai dengan rentang mal adaptif. Mekanisme koping perawat yang adaptif antara lain: sharing atau bercerita dengan teman (97,0%), melakukan kegiatan ritual religius seperti berdoa (97,0%) dan ibadah shalat (93,9%), relaksasi (90,9%), humor (97,0%), dan konsultasi dengan psikiater atau psikolog (18,2%), sedangkan mekanisme koping yang maladaptif antara lain: menyendiri (30,3%), melamun (54,5%), merokok (24,3%), minum alkhohol (12,1%), mencorat-coret kertas (63,6%), marah-marah (42,4%), dan memukul benda yang ada disekitarnya (24,2%). Sharing merupakan perilaku yang adaptif yang dilakukan oleh individu untuk mengurangi stres yang dirasakan sebagai gangguan yang mengancam, dengan menyeritakan masalah yang dihadapi perawat pada teman atau orang lain akan dapat mengurangi beban perawat dalam menghadapi stres.
PENATALAKSANAAN NYERI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RUANG MELATI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK R Rahayu; E pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan nyeri pada pasien kanker serviks. Penelitian dilaksanakan dengan observasi dan wawancara pada pasien penderita kanker servik yang dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak. Hasil obverasi menunjukkan bahwa perkembangannya, carsinoma servik tidak memberikan tanda-tanda dan keluhan. Pada tahap lanjut, tanda dan gejalanya lebih jelas terlihat, diantaranya adalah perdarahan spontan, perdarahan saat defekasi keluhan perdarahan berbau busuk yang khas, nyeri diatas pubis dan sekitar panggul. Teknik relaksasi merupakan salah satu metode manajemen nyeri non farmakologi dalam strategi penanggulangan nyeri. Teknik relaksasi nafas dalam membuat pasien dapat mengontrol diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri, stress fisik dan emosi pada nyeri.
PENATALAKSANAAN PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI DI RUANG ARIMBI RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang M Afandi; Y Susilowati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.2

Abstract

Setelah pasien isolasi social: menarik diri dilakukan stategi pelaksanaan dapat disimpulkan bahwa strategi pelaksanaan (SP) merupakan pendekatan yang bersifat membina hubungan saling percaya antara klien dengan perawat, dampak yang terjadi jika tidak diberikan strategi pelaksanaan (SP) maka akan beresiko terjadinya kasus yang berkepanjangan sehingga dapat mengakibatkan perubahan persepsi sensori halusinasi. Walaupun perkembangan pada pasien hanya sedikit, hal ini sangat wajar karena pada klien dengan isolasi sosial: menarik diri membutuhkan waktu yang lama untuk saling mempercayai antara yang satu dengan yang lain, karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam dirinya, maka dari itu klien tampak menghindari interaksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang lama. Hal ini sesuai dengan apa yang telah penulis lakukan selama 3 hari yaitu mengajarkan SP1P, dimana pasien sedikit menunjukkan hasil yang positif yaitu pasien sudah tampak berbicara dan mau menjawab pertanyaan dari penulis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5