cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
RISIKO KONSTIPASI PADA NY. A DENGAN POST SEKSIO SESAREA DI RUANG BOUGENVIL RSUD RA. KARTINI JEPARA D Yulianik; E pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.30

Abstract

Penulisan ini adalah merupakan evaluasi terhadap risiko konstipasi post seksio sesarea hari ke 2 dengan analisa data menggunakan deskriptif dengan studi literatur. Studi ini dilaksanakan dengan observasi dan wawancara pada ibu yang melahirkan dengan cara operasi seksio sesarea yang dirawat di ruang Bougenvil RSUD RA. Kartini Jepara. Hasil obverasi menunjukkan tindakan post operasi bagian perut dapat menghambat dan menghentikan kerja dari usus. Ibu yang melahirkan dengan cara operasi seksio sesarea terjadi resiko terhadap penurunan frekuensi normal atau yang disebut juga dengan risiko konstipasi. Risiko konstipasi itu terjadi setelah 2 hari di lakukannya operasi seksio sesarea. Pada pasien post seksio sesarea secara khas terjadi kelemahan pada abdomen sehingga menyebabkan motilitas cerna mengalami penurunan yang di sebabkan beberapa hal yaitu efek obat anestesi, menurunnya hormon progesteron dan kurangnya mobilisasi dini. Pada pasien post seksio sesarea menganggap risiko konstipasi merupakan ha lyang biasa, namun jika tidak di atasi akan menimbulkan efek yang serius.
PENGARUH PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TBC PADA An.L DI DESA KEDUNGWARU LOR KECAMATAN KARANGANYAR DEMAK S B Charismanda; I N Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.31

Abstract

Tuberkulosis (Tubercle bacillus) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberkulosis. Penulisan ini merupakan study literature yang bertujuan untuk pengaruh pemberian imunisasi BCG pada penyakit TBC.  pada kasus anak dengan TB paru yang terjadi pada An.L penulis menyimpulkan evaluasi yang dilakukan penulis bahwa pasien dengan TB paru bisa mengakibatkan terjadinya infeksi TB aktif, batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Faktor yang mempengaruhi kasus TB paru lebih cenderung disebabkan oleh faktor lingkungan yakni orang-orang yang tinggal dengan kepadatan penduduk paling tinggi, berventilasi buruk, suasananya yang lembab, dan lingkungan yang tidak bersih. Pemberian imunisasi yang adekuat juga akan meminimalisir terjadinya penyakit TB pada anak.Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi BCG merupakan prosedur memasukkan vaksin BCG yang bertujuan memberi kekebalan tubuh terhadap kuman mycobacterium tuberculosis. Imunisasi BCG bersifat pencegahan secara primer yaitu tidak mencegah infeksi tuberkulosis dan tidak bersifat menyembuhkan secara total tetapi hanya menghambat penyebaran kuman atau dalam hal ini mycobacterium tuberculosis dan mengurangi risiko terjadi tuberkulosis berat seperti meningitis TB dan tuberkulosis milier.
PERAWATAN LUKA MODERN DENGAN MENGGUNAKAN TOPIKAL HYDROGELL DAN METCOVAZIN PADA NY.S DENGAN POST EKSISI HARI KE-17 ULKUS DIABETIKUM di DESA BALONG KECAMATAN KEMBANG KABUPATEN JEPARA jamaludin jamaludin; W D rositasari
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.32

Abstract

Penulisan ini merupakan Studi Penelaah Kasus (Case Study) yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan keberhasilan dressing hydrogell dan metcovazin sebagai primary dressing pada Ny.S dengan ulkus diabetikum di Desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.  Studi ini dilakukan dengan observasi dan implementasi perawatan luka yang dilakukan selama 15 hari di rumah Ny.S. Hasil perawatan luka kaki diabetik pada Ny.S menggunakan topikal hydrogell dan metcovazin mengalami perkembangan luka yang signifikan, dengan perubahan ukuran luka pada tiga lokasi yang mulai mengecil, produksi eksudat berkurang, luka menjadi tidak berbau, kulit sekitar luka tampak kalus menipis, dan tidak kering atau keras. Tepi luka menyatu dan munculnya granulasi yang diikuti dengan proses epitelisasi pada tepi luka. Karena topikal hydrogell dan metcovazin memiliki kandungan yang mampu mempertahankan kondisi luka tetap lembab sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Keduanya dapat membantu proses peluruhan jaringan nekrotik oleh tubuh sendiri atau disebut dengan autolysis debridement yang menggunakan proteolytic enzymes dari sel darah putih, fibrinolitik dan enzim collagenolytic untuk melembutkan dan memecahkan jaringan nekrotik secara selektif dengan membutuhkan lingkungan luka yang lembab.  Dengan lisis atau hancurnya jaringan nekrotik pada luka akan mempercepat proses proliferasi yaitu timbulnya granulasi atau tumbuhnya jaringan baru pada luka dan mempercepat proses epitelisasi atau penutupan luka yang sempurna.
TERAPI NEBULIZER MENGURANGI SESAK NAFAS PADA SERANGAN ASMA BRONKIALE di RUANG IGD RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS alvi ratna Yuliana; S I agustina
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.28

Abstract

Penulisan ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi nebulizer mengurangi sesak nafas pada serangan asma bronkiale. Metode ini menggunakan analisa deskriptif terhadap Tn.M dengan serangan asma bronkiale, penulis menyimpulkan bahwa untuk mengatasi sesak nafas pada serangan asma bronkiale dilakukan terapi nebulizer cukup efektif, tetapi terapi nebulizer dengan obat-obat bronkodilator hanya bekerja sementara, cara kerjanya yakni mengencerkan dahak pada saluran pernafasan sehingga hal ini tidak mengakibatkan obstruksi dan sumbatan jalan nafas. Terapi nebulizer dengan obat bronkodilator diantaranya bisolvon 20 tetes, combivent 2,5 mg dan ventolin 2,5 mg berfungsi mengencerkan dahak, pencegahan bronkospasme dan melonggarkan saluran nafas. serangan asma bronkiale yang terjadi pada Tn.M karena  bronkospasme yang memicu akumulasi secret dan menimbulkan sesak nafas karena jalan nafas tersumbat oleh mukus mengakibatkan saluran pernafas menyempit dan ventilasi alveolus berkurang, dapat diatasi menggunakan terapi nebulizer dengan obat bronkodilator  yang dirubah menjadi partikel aerosol  karena terdapat tekanan udara, efek puncak dari obat-obat bronkodilator sekitar 15-20 menit punjak akhir 1-2 jam dan lama kerja obat-obat bronkodilator adalah 6-8 jam. Pengelolaan yang dilakukan pada Tn.M selama 3 hari memberikan terapi nebulizer 3X/hari dengan bisolvon 20 tetes, combivent 2,5 mg dan ventolin 2,5 mg dengan hasil  Rr yang semula 30X/menit menjadi 24 X/menit sehingga pasien terlihat nyaman dan tidak terdengar suara tambahan wheezing.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA NY.S DENGAN KEHAMILAN KURANG DARI 37 MINGGU di RUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS N L Safitri; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.29

Abstract

Penulisan ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketuban pecah dini (KPD). Studi ini dilaksanakan dengan observasi dan wawancara pada ibu hamil kurang dari 37 minggu yang dirawat di ruang Bersalin RSI Sunan Kudus. Hasil obverasi menunjukkan bahwa cairan keluar dengan kualitas banyak dan warna keruh. Pada pemeriksaan USG didapatkan data Oligohidramnion. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan KPD adalah umur ibu, umur kehamilan, gravida, paritas, pekerjaan, faktor obstetrik, faktor pendidikan dan sosial ekonomi yang dapat menimbulkan berbagai masalah seperti infeksi maternal ataupun neonatal, persalinan premature, hipoksia karena kompresi tali pusat, deformitas janin, meningkatnya insiden seksio sesarea atau gagalnya persalinan normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5