cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mutiara Nomor 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PLENARY HEALTH : Jurnal Kesehatan Paripurna
ISSN : -     EISSN : 30323266     DOI : https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v2i1.1005
Core Subject : Health, Science,
Plenary Health: Plenary Health Journal Is a journal that publishes the results of health research that is integrated with the health sector. This journal is useful for health workers in health offices, health centers, hospitals, health students, health teaching staff. Plenary Health: Plenary Health Journal accepts manuscripts in the form of research results in both Indonesian and English. Manuscripts accepted are manuscripts that have never been published before. We hope that our article is useful for the world of health sciences.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026)" : 3 Documents clear
ANALISIS SOSIODEMOGRAFI TERHADAP DOMINASI BIDAN SEBAGAI PENOLONG PERSALINAN : STUDI KOMPARATIF KABUPATEN LAMPUNG UTARA, LAMPUNG TENGAH, DAN WAY KANAN khorina fatin bilqis
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i2.1795

Abstract

Pemilihan tenaga penolong persalinan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta berperan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih seperti bidan dan dokter spesialis kandungan dapat meningkatkan keselamatan ibu dan bayi melalui deteksi dini serta penanganan komplikasi obstetri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan pemilihan tenaga penolong persalinan antara bidan dan dokter spesialis kandungan di tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Way Kanan pada periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dalam laporan Lampung Dalam Angka 2025. Data yang dianalisis meliputi persentase persalinan yang ditolong oleh bidan dan dokter spesialis kandungan. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan persentase antar tahun serta menghitung selisih (gap) antara penggunaan bidan dan dokter kandungan untuk mengidentifikasi dominasi tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lampung Tengah mengalami pergeseran signifikan dari dominasi bidan menuju dokter spesialis kandungan, sementara Lampung Utara masih menunjukkan penguatan dominasi bidan. Kabupaten Way Kanan menunjukkan tren transisi dengan meningkatnya penggunaan dokter kandungan meskipun bidan masih dominan. Perbedaan pola tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor akses terhadap fasilitas kesehatan, kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, serta distribusi tenaga kesehatan di masing-masing wilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara bidan dan dokter spesialis melalui sistem rujukan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan menurunkan risiko komplikasi persalinan.
REGULASI HOMEOSTASIS SELULER MELALUI JALUR HIF-1Α PADA KONDISI HIPOKSIA : LITERATURE REVIEW Shellya Puti Sudesty
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i2.1850

Abstract

Hipoksia merupakan kondisi biologis yang terjadi akibat menurunnya ketersediaan oksigen pada jaringan dan dapat memengaruhi keseimbangan fungsi seluler. Pada kondisi tersebut, hypoxia-inducible factor-1 alpha (HIF-1α) berperan sebagai regulator utama dalam mengatur respons adaptasi sel terhadap stres hipoksia. Literature review ini bertujuan menganalisis peran jalur HIF-1α dalam regulasi homeostasis seluler pada kondisi hipoksia berdasarkan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelusuran artikel ilmiah terindeks Scopus dan jurnal terakreditasi SINTA pada tahun 2020–2025. Penelusuran dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Frontiers, Wiley Online Library, dan MDPI menggunakan kata kunci terkait hipoksia, HIF-1α, dan homeostasis seluler. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivasi HIF-1α pada kondisi hipoksia berperan dalam regulasi metabolisme energi, angiogenesis, inflamasi, stres oksidatif, dan adaptasi seluler untuk mempertahankan homeostasis. HIF-1α juga terlibat dalam perubahan metabolisme dari fosforilasi oksidatif menuju glikolisis guna mempertahankan produksi energi saat oksigen terbatas. Namun, aktivasi HIF-1α yang berlangsung kronis dapat berkontribusi terhadap berbagai kondisi patologis seperti obesitas, neurodegenerasi, penyakit inflamasi, dan gangguan kardiovaskular. Dengan demikian, HIF-1α memiliki peran penting sebagai mediator adaptasi seluler pada hipoksia sekaligus berpotensi menjadi target terapi pada berbagai penyakit terkait hipoksia.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL TERHADAP RISIKO STUNTING MELALUI JALUR BIOKIMIA NUTRISI ANAK DI INDONESIA : ANALISIS DATA BPS SUSENAS 2025 Sri Octa Handayani
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i2.1852

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor sosial terhadap risiko stunting melalui jalur biokimia nutrisi anak di Indonesia menggunakan data BPS Susenas 2025. Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik. Sampel adalah anak usia 0–59 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasilnya pada tahun 2025, sebanyak 64% anak umur 12–23 bulan menerima imunisasi dasar lengkap, 72,13% bayi umur 0–5 bulan mendapat ASI eksklusif, dan 70% anak umur 6–23 bulan mengonsumsi setidaknya 5 dari 8 kelompok makanan (MDD). Sebanyak 84,18% balita memiliki jaminan kesehatan, dengan disparitas antara perkotaan (89,11%) dan perdesaan (71,47%). Angka kesakitan tertinggi ditemukan pada kelompok balita (20,72%). Pendidikan KRT, status ekonomi, dan wilayah tempat tinggal secara signifikan memengaruhi cakupan imunisasi, ASI eksklusif, dan keragaman MPASI, yang merupakan penentu utama jalur biokimia pertumbuhan anak. Kesimpulan yang didapat adalah faktor sosial ekonomi rendah berhubungan dengan meningkatnya risiko stunting melalui gangguan jalur biokimia nutrisi dan imunitas anak, khususnya melalui defisit imunisasi, ASI eksklusif, dan keragaman MPASI.

Page 1 of 1 | Total Record : 3