cover
Contact Name
Abdul Qawwiy Nasrun
Contact Email
anabdulqawwiy@gmail.com
Phone
+6281241972604
Journal Mail Official
anabdulqawwiy@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, 55821
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Moderasi
ISSN : 28092376     EISSN : 2809221X     DOI : 10.14421
Jurnal Moderasi: The Journal of Ushuluddin, Islamic Thought, and Muslim Societies merupakan jurnal akademik yang didedikasikan untuk menerbitkan artikel-artikel akademik berkualitas peneliti muda (mahasiswa S1, S2, dan S3). Jurnal ini dikeluarkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Redaksi menerima tulisan di bidang ilmu-ilmu Ushuluddin, meliputi Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Sosiologi Agama, Antropologi Agama, Studi Agama-agama, dan Politik Islam dan Muslim Societies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 4 Documents clear
Freud's Psychoanalysis on the Religious Practice of Manhaj Salaf as a Psychic Mechanism in Facing Modernity in Indonesia Elicia Eprianda
Jurnal Moderasi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2025.51.03

Abstract

This paper aims to examine how the religious practice of manhaj Salaf in Indonesia can be understood through the psychoanalytic framework of Sigmund Freud. In the last two decades, the growth of this movement reflects the search for moral certainty and identity in the midst of a crisis of meaning in modernity. The formulation of this research problem includes: (1) how the structure of id, ego, and superego works in the formation of Salafi piety and moral discipline; (2) what psychic defense mechanisms appear in their religious practices; and (3) how those psychic dynamics operate in response to the uncertainty and pressures of modernity. Using a qualitative approach based on literature review, this study hypothesizes that Salafi religious practices function as a psychic mechanism to reduce existential anxiety through the formation of collective superegos, sublimation, and social projection. The results of the analysis show that the internalization of strict religious norms provides a sense of psychological security and identity stability, but also has the potential to create excessive guilt and exclusivity towards other groups. In conclusion, Freud's psychoanalysis provides a strong perspective to understand the psychological function of Salafi religiosity in the context of Indonesian modernity and opens up space for further studies of the relationship between moral obedience, psychological health, and social dynamics. Abstrak Tulisan ini bertujuan menelaah bagaimana praktik keagamaan manhaj Salaf di Indonesia dapat dipahami melalui kerangka psikoanalisis Sigmund Freud. Dalam dua dekade terakhir, pertumbuhan gerakan ini mencerminkan pencarian kepastian moral dan identitas di tengah krisis makna dalam modernitas. Rumusan masalah penelitian ini mencakup: (1) bagaimana struktur id, ego, dan superego bekerja dalam pembentukan kesalehan dan disiplin moral Salafi; (2) mekanisme pertahanan psikis apa yang muncul dalam praktik keagamaan mereka; dan (3) bagaimana dinamika psikis tersebut beroperasi sebagai respons terhadap ketidakpastian dan tekanan modernitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa praktik keagamaan Salafi berfungsi sebagai mekanisme psikis untuk mereduksi kecemasan eksistensial melalui pembentukan superego kolektif, sublimasi, dan proyeksi sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa internalisasi norma religius yang ketat memberikan rasa aman psikologis dan stabilitas identitas, namun juga berpotensi menciptakan rasa bersalah berlebih dan eksklusivitas terhadap kelompok lain. Kesimpulannya, psikoanalisis Freud menyediakan perspektif yang kuat untuk memahami fungsi psikologis religiositas Salafi dalam konteks modernitas Indonesia serta membuka ruang bagi kajian lanjutan mengenai hubungan antara ketaatan moral, kesehatan psikologis, dan dinamika sosial.
Kohesi Sosial pada Komunitas Jamaah Sapta Dharma di Taman Siswa Yogyakarta Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
Jurnal Moderasi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2025.51.02

Abstract

This study examines how Émile Durkheim’s concept of mechanical solidarity is manifested in the daily life of the Sapta Dharma community in Taman Siswa, Yogyakarta. Situated within Indonesia’s plural social landscape and the marginal position often experienced by non–state-recognized belief groups, the Sapta Dharma community represents a social collective that sustains its existence through strong internal cohesion. Using Durkheim’s framework, the analysis focuses on four key indicators of mechanical solidarity: shared spiritual values, commitment to tradition and ancestral heritage, a simple and egalitarian division of labor, and the application of repressive or corrective responses to norm deviations. The findings indicate that social cohesion within the Sapta Dharma community is not based on functional interdependence or specialized roles characteristic of organic solidarity. Instead, it is grounded in shared beliefs, collective spiritual experiences, and a strong collective consciousness centered on core teachings such as the Wahyu Panca Gaib. Solidarity is reinforced through routine ritual practices, reverence toward the founder, and a communal way of life oriented toward inner harmony and Javanese spiritual values. The absence of rigid hierarchy and the equitable distribution of communal responsibilities further strengthen feelings of mutual cooperation and belonging. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teori kohesi sosial Émile Durkheim, khususnya konsep solidaritas mekanik, termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari komunitas Sapta Dharma di Taman Siswa, Yogyakarta. Dalam konteks keberagaman sosial Indonesia serta tantangan yang dihadapi kelompok penghayat kepercayaan di luar agama yang diakui negara, komunitas ini merepresentasikan kelompok sosial yang mampu mempertahankan eksistensinya melalui kohesi internal yang kuat. Analisis difokuskan pada empat indikator utama solidaritas mekanik, yaitu kesamaan nilai spiritual, keterikatan pada tradisi dan warisan leluhur, pembagian kerja yang sederhana dan egaliter, serta mekanisme penanganan penyimpangan terhadap norma komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi sosial dalam komunitas Sapta Dharma tidak dibangun atas dasar kontrak fungsional atau spesialisasi peran sebagaimana dalam solidaritas organik, melainkan bertumpu pada kesamaan keyakinan, pengalaman spiritual kolektif, dan kesadaran kolektif yang kuat, terutama yang berpusat pada ajaran inti Sapta Dharma seperti Wahyu Panca Gaib. Ikatan antaranggota diperkuat melalui praktik ritual yang berkelanjutan, penghormatan terhadap pendiri, serta orientasi hidup yang menekankan harmoni batin dan spiritualitas Jawa. Ketiadaan hierarki formal dan pembagian tugas yang setara mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan rasa memiliki bersama. Penyimpangan norma tidak ditangani melalui sanksi formal, melainkan melalui pendekatan simbolik dan upaya pemulihan harmoni sosial. Temuan ini menegaskan bahwa solidaritas mekanik berfungsi sebagai mekanisme ketahanan sosial yang efektif dalam menghadapi tekanan eksternal seperti stigma dan diskriminasi, sekaligus memperkuat identitas kolektif komunitas penghayat kepercayaan di Indonesia.
Intertekstualitas Konsep Kesetaraan dan Martabat Manusia Perspektif Al-Qur’an Dan Bible Suhada, Farhan; Hadi, Naufal Rahman
Jurnal Moderasi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2025.51.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep martabat dan kesetaraan manusia dalam al-Qur’an dan Bible melalui pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva. Kedua kitab suci tersebut, sebagai representasi wahyu dalam tradisi Abrahamik, menyimpan makna teologis dan etis yang beresonansi terkait posisi manusia dalam tatanan ciptaan. Dengan menggunakan metode deskriptif-analisis, penelitian ini menelusuri jejak tanda (trace), transformasi makna, dan resonansi semantik yang muncul dalam ayat-ayat al-Qur’an dan perikop Bible. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan simbolik – seperti konsep imago Dei dalam Bible dan bani Adam dalam al-Qur’an – keduanya membentuk jaringan makna yang menegaskan martabat manusia sebagai nilai fundamental yang bersumber dari Tuhan. Selain itu, transformasi makna dari citra Tuhan menuju takwa sebagai ukuran nilai manusia dalam al-Qur’an memperlihatkan konstruksi etis yang mendalam dan kontekstual. Secara sosial-politik, temuan ini mengimplikasikan pentingnya pembacaan teks suci yang progresif untuk mendorong nilai-nilai kesetaraan, antirasisme, dan perlindungan hak asasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan teologi lintas iman yang berbasis pada nilai kemanusiaan universal untuk merespons tantangan zaman yang ditandai oleh krisis identitas dan ketimpangan sosial.
Representasi Nilai-nilai Al-Qur’an di Akun Instagram @istiqomah.tahajud: Analisis Perspektif Teori Konsumerisme Jean Baudrillard Sahrul A. Poipesi; Desy Amelia Putri; Alin Zata Amni
Jurnal Moderasi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2025.51.04

Abstract

Technological developments in media are utilized by many people to expand the meaning of the Qur'an and its interpretation. The meaning of the Qur'an is presented passively through visual media, providing understanding and explanation as well as having an impact on the occurrence of consumerism in humans with its presence. This study aims to reveal how social media, in this case Instagram, uses verses from the Qur'an as arguments to convey messages in visual form, as well as how this influences followers who consume it. To achieve this objective, this study uses a qualitative method with content analysis as a tool for analysis. The emphasis on consumerism in the Instagram account @istiqomah.tahajud was identified using Jean Baudrillard's approach to consumerism. The results of this study show that verses from the Qur'an, which should be understood in a theological context and through in-depth interpretation to gain a concrete understanding, are instead presented as part of a planned visual narrative that encourages people to continue consuming products that do not always display the full essence of a product, but only show its surface. Perkembangan teknologi dalam media dimanfaatkan oleh banyak orang untuk memperluas jangkauan makna dari al-Qur’an dan tafsir. makna al-Qur’an dihadirkan secara pasif melalui media visual memberikan pemahaman serta penjelasan sekaligus dampak bagi terjadinya konsumerisme pada manusia dengan kehadirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana media sosial dalam hal ini Instagram menggunakan ayat-ayat al-Qur’an sebagai dalil untuk menyampaikan pesan dalam bentuk visual, serta bagaimana pengaruhnya bagi para pengikutnya yang mengkonsumsi hal itu. Untuk mencapai tujuan tesebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis konten sebagai alat untuk menganalisa. Penekanan terhadap aspek konsumerisme dalam akun Instagram @istiqomah.tahajud diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan konsumerisme yang digagas Jean Baudrillard. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayat-ayat al-Qur’an yang seharusnya bisa dipahami dalam konteks teologis dan tafsir yang mendalam untuk mendapatkan pemahaman secara konkrit justru dihadirkan sebagai bagian dari penguatan narasi yang bersifat ajakan secara visual yang direncanakan, sehingga mampu memantik seseorang agar terus mau mengkonsumsi produk yang sebenarnya tidak selalu menampilkan esensi secara utuh dari suatu produk dan hanya menampilkan bagian permukaannya saja.

Page 1 of 1 | Total Record : 4