cover
Contact Name
Asri Indah Lestari
Contact Email
asri_indahlestari@um-palembang.ac.id
Phone
+6281278680700
Journal Mail Official
surya.energi@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani 13 Ulu Palembang, Telp. 0711-510820, Faks. 0711-519408
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Surya Energy
ISSN : 25287400     EISSN : 2615871X     DOI : https://doi.org/10.32502/jse
Core Subject : Engineering,
Jurnal Surya Energy (JSE), Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University Palembang is a journal that contains scientific research results in the field of Electrical Engineering. JSE is for lecturers, students, researchers, and practitioners who concentrate and contribute in the field of Electrical Engineering, which have never been published in other journals. Jurnal Surya Energy (JSE) accepts articles to be published every March and September. Focus and Scope 1. Power Systems : Generator, Power Distribution, Electrical Power Convertion, Protection Systems, Electrical, Materials, Newreble Energy, and Signal, System and Electronics 2. Digital Signal Processing : Robotic Systems, Micro Electronics, Embedded Systems, and Computer System 3. Information Technology : Communication Systems
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2026)" : 3 Documents clear
Prototype Selimut Penghangat Elektrik dengan Sistem Monitoring Berbasis NodeMCU ESP8266 Farsya Alfitri Nasution; Christin Erniati Panjaitan
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i2.929

Abstract

Ketika suhu inti tubuh turun di bawah 36°C – 37°C, keadaan darurat medis yang dikenal sebagai hipotermia terjadi. Ini terjadi ketika kehilangan panas melebihi produksi panas. Penanganan hipotermia sering kali melibatkan penggunaan selimut pemanas yang diinfus dengan uap di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. Meskipun demikian, instrumen ini dianggap kurang fungsional. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan selimut pemanas elektrik jenis baru yang dapat membantu staf medis dengan sistem pemantauan yang lebih efektif, aman, dan mudah digunakan. Termokopel dan sensor suhu Ds18b20 memungkinkan sistem ini melacak suhu inti dan selimut secara real-time. Unit pemrosesan pusat sistem, mikrokontroler NodeMCU ESP8266, memproses data suhu yang dikumpulkan. Pengaturan suhu selimut secara otomatis dimungkinkan oleh NodeMCU ini, yang mengatur elemen pemanas kawat nichrome melalui modul relay. Lebih lanjut, sistem ini dilengkapi dengan konektivitas Blynk IoT, memungkinkan data suhu dan status operasional dapat diakses dan dimonitor dari jarak jauh melalui aplikasi pada prangkat smartphone. Kemampuan kontrol jarak jauh ini sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis dan mempercepat respon terhadap kondisi pasien. Pengujian fungsional dan performa telah dilakukan pada simulasi pasien dengan rentang suhhu hipotermia ringan hingga sedang (31.2°C – 35.1°C). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa selimut penghangat elektrik otomatis ini bekerja dengan baik dan mampu meningkatkan suhu tubuh. Dengan demikian, perangkat ini dapat menjadi solusi alternatif yang lebih praktis, efektif, dan aman dalam manajemen hipotermia, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan medis.
Identifikasi Keaslian Uang Kertas Menggunakan Metode K-Means Clustering Ramadhan Faddilah Akbar; Emilia Roza; Sofia Pinardi; Rosalina
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i2.997

Abstract

Kasus peredaran uang palsu merupakan masalah yang cukup serius bagi suatu negara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem identifikasi keaslian uang kertas Rupiah menggunakan K-Means Clustering yang diintegrasikan dengan teknik pengolahan citra digital dengan memanfaatkan 2 fitur visual utama yaitu Local Binary Pattern (LBP) dan Laplacian of Gaussian (LoG) sebagai parameter analisis. Metode yang digunakan yaitu algoritma K-Means Clustering yang dipilih karena efisien dalam mengelompokkan data citra berdasarkan pola tekstur dan tepi. Sistem ditargetkan mencapai akurasi 80%, namun hasil pengujian menunjukkan performa dibawah target. Berdasarkan hipotesa hasil penelitian pada sistem identifikasi keaslian uang kertas menggunakan K-Means Clustering dengan menggabungkan kedua fitur yang terintegrasi dengan teknik pengolahan citra digital, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem yang dikembangkan belum berhasil mencapai target akurasi 80% yang ditetapkan dalam tujuan penelitian. Akurasi tertinggi yang diperoleh adalah 70.00% pada pengujian citra keseluruhan. Sedangkan akurasi terendah adalah 53.33% pada pengujian citra ROI. Penggabungan dua fitur visual utama Local Binary Pattern (LBP) dan Laplacian of Gaussian (LoG) menunjukkan karakteristik yang berbeda untuk uang asli dan palsu. Uang asli cenderung memiliki nilai Mean LBP sekitar 0.65 yang menunjukkan konsistensi teksutr, sedangkan uang palsu menunjukkan Edge Density yang relatif tinggi dibanding uang asli, mengindikasikan variasi tepi yang lebih besar. Algoritma K-Means Clustering dapat membedakan uang asli dan palsu berdasarkan kombinasi fitur yang diesktraksi, namun tingkat akurasi yang dihasilkan masih dibawah ekspetasi. Pengujian pada citra keseluruhan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ROI, sehingga pemilihan area analisis memengaruhi performa sistem.
Dampak Kapasitansi Terhadap Sebaran Tegangan Isolator Rantai Transmisi Tegangan Tinggi Ali Nurdin
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i2.1221

Abstract

Pada sistem transmisi tenaga listrik, isolator berfungsi sebagai pemisah antara konduktor bertegangan tinggi dengan bagian menara yang terhubung ke tanah. Salah satu jenis isolator yang umum digunakan adalah isolator tipe pin, yang memiliki kemampuan kerja hingga mencapai 80 kV. Namun, pada jaringan transmisi dengan tegangan di atas 50 kV, isolator tipe rantai lebih sering digunakan karena mampu menahan tegangan yang lebih besar serta memberikan jarak isolasi yang lebih fleksibel dan aman. Secara konstruktif, isolator tersusun dari bahan porselin yang memiliki sifat isolatif tinggi, dengan elektroda-elektroda logam yang diapit di kedua ujungnya. Dari sudut pandang elektrik, isolator dapat dimodelkan sebagai rangkaian beberapa elemen kapasitif. Nilai kapasitansi pada setiap elemen dapat meningkat apabila permukaan isolator tertutup oleh lapisan penghantar akibat kelembapan udara, polusi, debu, atau kotoran lainnya. Akibatnya, distribusi tegangan pada rantai isolator menjadi tidak merata. Elemen isolator yang berdekatan dengan konduktor mengalami tegangan tertinggi karena berinteraksi langsung dengan potensial saluran, sedangkan elemen yang lebih dekat dengan menara mengalami penurunan tegangan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan membandingkan tegangan yang diterima isolator ketika pengaruh kapasitansi diabaikan dengan kondisi ketika kapasitansi antarkeping isolator dan kapasitansi shunt ke tanah turut diperhitungkan. Dari hasil analisis, diperoleh bahwa tanpa adanya pengaruh kapasitansi, setiap isolator mengalami tegangan yang sama, yaitu 86,6 kV. Namun, ketika kapasitansi dimasukkan ke dalam perhitungan, distribusi tegangannya menjadi tidak merata dan menunjukkan variasi, dengan nilai terendah hingga tertinggi terjadi pada isolator yang berada paling dekat dengan kawat fasa. Pemahaman terhadap distribusi tegangan ini sangat penting untuk merancang sistem isolasi yang efisien dan menjamin keandalan operasi jaringan transmisi tegangan tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 3