cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2024)" : 6 Documents clear
EVALUASI AKURASI PADA ORTOFOTO DAN DIGITAL TERRAIN MODEL (DTM) BERDASARKAN PENAMBAHAN PARSIAL FOTO UDARA Agustina, Fransisca Dwi; Tjahjadi, Martinus; Suaprana, Lalu; Septamawati, Suzanna
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.1854

Abstract

Teknologii dronei telahi menjadii salahi satui teknologii populeri yangi dimanfaatkani untuki pemetaani topografi.i Namun,i hasili akurasii ortofotoi dani Digitali Terraini Modeli (DTM)i perlui dii kajii akurasinya,i yangi seringkalii berpengaruhi padai hasili resolusii foto.i Dalami penelitiani ini,i dilakukani penambahani parsiali fotoi udarai yangi diambili darii beberapai bagiani wilayahi tertentui untuki melengkapii dani meningkatkani detaili sertai akurasii datai yangi telahi ada,i sepertii ortofotoi dani DTM.i Penambahani fotoi udarai tersebuti diharapkani dapati meningkatkani akurasii hasili pemetaan.i Dengani menerapkani penambahani fotoi udarai nantinyai dapati memengaruhii dani meningkatkani akurasii padai ortofotoi dani DTM.i Metodei evaluasii akurasii yaitui mencakupi perbandingani visuali dani analisisi akurasii posisii menggunakani datai pengukurani GPSi darii titiki kontrol.i Pengujiani akurasii dilakukani dengani menghitungi Rooti Meani Squarei Errori (RMSE)i untuki menilaii ketepatani posisii padai ortofotoi dani DTM.i Maka,i hasili ketelitiani horizontali dani vertikali sesuaii dengani standari ASPRSi sebelumi dani sesudahi adanyai penambahani parsiali fotoi udarai mendapatkani selisihi i 0.06i mi dani 0.05i mi RMSEr.i Hasili ketelitiani vertikali sebelumi dani sesudahi adanyai penambahani parsiali fotoi udarai mempunyaii selisihi 0,0465i mi dani 0,0461i mi RMSEz.i Berdasarkani hasili evaluasii akurasii padai ortofotoi dani DTMi dapati disimpulkani bahwai penambahani parsiali fotoi udarai dapati memengaruhii ataui meningkatkani akurasii ortofotoi dani DTM.
EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2-DIMENSI DAN GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI JALAN TRENGGULI-KUDUS KM 39+850 Nur Jannah, Afni; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.1915

Abstract

Jalan Raya Trengguli-Kudus yang terletak di jalur pantura (jalur pantai utara) beberapa kali mengalami kerusakan yang berulang, bahkan setelah diperbaiki. Jalan ini merupakan jalur utama mobilisasi dan distribusi logistik di Pulau Jawa sehingga kerusakan signifikan pada jalan ini akan memengaruhi kegiatan sosial ekonomi. Dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan dan distribusi kerusakan pada jalan ini, digunakan metode geofisika resistivitas 2D dan Ground Penetrating Radar (GPR). Konfigurasi yang digunakan dalam metode resistivitas adalah Wenner-Schlumberger. Data sekunder data bor dan hasil tes pit juga digunakan sebagai validasi dalam interpretasi. Penelitian dilakukan pada perkerasan aspal (flexible pavement) KM 39+850. Jumlah lintasan metode resistivitas terdiri dari dua lintasan dengan panjang 60 m dan sembilan lintasan untuk GPR. Lintasan GPR dari tujuh lintasan melintang sepanjang 11 m dengan jarak antar lintasan 10 m dan dua lintasan memanjang dengan panjang 60 m. Hasil dari penelitian ini menunjukkan lokasi penelitian berdasarkan data resistivitas yang divalidasi dengan bor terdiri dari litologi pasir dan kerikil, lanau kelempungan, lempung padat, dan lempung lunak. Beberapa jenis kerusakan yang teridentifikasi berdasarkan penampang GPR divalidasi dengan hasil tes pit dan kondisi di lapangan adalah rutting (alur) pada lapisan aspal, distorsi pada lapisan agregat kelas B hingga tanah asli, retak pada lapisan aspal – agregat kelas B, dan penurunan tanah (settlement) pada lapisan agregat kelas B – tanah asli. Adanya penurunan ini juga didukung oleh posisi lempung pada sayatan 3D resistivitas yang terlihat menurun ke arah selatan yang memperkuat dugaan adanya pergerakan material ke arah sungai.
IDENTIFIKASI ZONA SESAR BERDASARKAN DATA GRAVITASI DAERAH PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT Nur Faiza, Nida; Wiryawan, Muhammad Fikri Al Rasyid Harya; Syirojudin, Muhammad
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2081

Abstract

Sumatera Barat dikenal sebagai wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat seismisitas tinggi. Pada tanggal 25 Februari 2022, telah terjadi gempa bumi merusak di Sumatera Barat tepatnya pada daerah Pasaman Barat. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, belum pernah dilakukan pemetaan zona patahan pada episenter gempa tersebut. Penelitian terbaru di wilayah tersebut menemukan bahwa segmen patahan Kajai di wilayah episenter gempa Pasaman baru saja teridentifikasi sehingga menunjukkan bahwa pemetaan zona patahan di wilayah ini masih berkembang dan memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk memetakan zona dan jenis patahan atau sesar di Pasaman Barat dengan memanfaatkan data gravitasi serta metode Second Vertical Derivative (SVD) dan First Horizontal Derivative (FHD). Berdasarkan hasil pengolahan data, densitas rata-rata wilayah Pasaman Barat berada pada angka 2-2,3 gr/cm3. Analisis peta Simple Bouguer Anomaly menunjukkan nilai pada wilayah ini berada pada range -55 hingga 15 mGal dan menunjukkan adanya indikasi keberadaan sesar yang berorientasi arah Barat Laut-Tenggara dengan jenis sesar geser.
APPLICATION OF RESISTIVITY GEOELECTRIC METHOD FOR PREDICTING SUBSURFACE LITHOLOGY AT ALAS KOTA SITE Syahdilla, Muhammad Ivan; Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu; Prihandono, Trapsilo
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2140

Abstract

IDENTIFICATION OF LOCAL ACTIVE FAULTS IN MAINLAND GORONTALO REGION BASED ON FOCAL MECHANISM ANALYSIS Pertiwi, Imanuela Indah; Rifai, Listya Dewi
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2217

Abstract

One of the nations that experiences devastating earthquakes frequently is Indonesia. Local active faults on land are one of the causes of these earthquakes. New information on the purported presence of local active faults can be obtained from the quantity of small-magnitude earthquake occurrences. By analyzing the focal sphere mechanism, small-scale earthquake data are used to identify local active faults in the Gorontalo area. The minor magnitude earthquakes (M<5) that struck the Gorontalo region in February 2023 and were recorded eleven events at the BMKG- Gorontalo Geophysical Station that were used in this investigation. he resulting focus sphere diagram can be used to ascertain the faults or strike direction propensity. The focal mechanism of the earthquake in the Pohuwato region demonstrates the Oblique Thrust Fault's inclination toward a northeastern-southern strike orientation. The tendency of the strike orientation of the east-west-oriented Oblique Thrust Fault, which is the focal mechanism of the earthquake that happened in Buol, also demonstrates the same thing. According to the Gorontalo Fault diagram provided by the National Earthquake Study Center, the focal mechanism of the earthquake in Cluster A (earthquake numbers 1,6,9), the Gorontalo region, also demonstrates the strike direction of the Northwest-Southeast-oriented Oblique Thrust Fault. The earthquake occurrences in cluster B (Pohuwato area), earthquake numbers 2,3,8, and cluster C (Buol area), earthquake numbers 4, 5,7, raise the possibility of a new local active fault on the Gorontalo region's mainland. The Gorontalo region's suspicion of the existence of local active faults is strengthened by the monitoring of earthquake intensity based on occurrences that occurred between March 2023 and March 2024. Over the course of a year, there are nine to twenty-seven earthquakes with a magnitude of less than five (M<5). These seismic occurrences provide credence to the theory that Pohuwato and Buol, Gorontalo, have local active faults.
ANALISIS POLAR DIAGRAM DAN TENSOR FASE UNTUK PEMODELAN 2D MODE TE DAN TM DATA MAGNETOTELLURIK SAN PABLO BAY, CALIFORNIA, USA Irawati, Selvi Misnia; Sitorus, Dorlensa; Paembonan, Andri Yadi
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2398

Abstract

Daerah San Pablo Bay California mempunyai patahan utama yaitu patahan Rodgers Creek yang diperkirakan memiliki keberlanjutan pada patahan Hayward di bawah permukaan San Pablo Bay yang dapat mengakibatkan bencana alam seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dimensionalitas dan arah geoelectrical strike melalui analisis diagram polar dan tensor fase, serta pemodelan 2D TE mode dan TM. Penelitian ini juga bertujuan dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan di wilayah San Pablo Bay, California, USA, dengan menggunakan metode magnetotellurik (MT). Terdapat 14 titik pengukuran data MT yang digunakan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa di daerah penelitian terdapat dimensionalitas 2D dengan arah geoelectrical strike dari barat daya ke timur laut sebesar N50°E. Berdasarkan penampang resistivitas 2D pada TE mode dan TM mode, struktur utama Rodgers Creek teridentifikasi di titik SP12. Struktur ini mencapai kedalaman 1250 m pada TE mode serta 1700 m pada TM mode di bawah permukaan Teluk San Pablo Bay yang terdiri dari batuan sedimen kuarter. Selain itu, juga terdapat struktur minor pada titik SP01 - SP02, SP06 - SP07, dan SP09, dengan kedalaman antara 100 - 500 m.

Page 1 of 1 | Total Record : 6