cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
Melihat Kembali Pemuridan Kristus dan Mengimplementasikannya dalam Praktek PAK: Sebuah Tanggapan atas Krisis Produk Pambudi, Candra Agung
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.6

Abstract

George Barna seorang peneliti Kristen terkemuka berkata, “every day, the church is becoming more like the world it allegedly seeks to change.”Pernyataannya ini didasarkan pada penelitiannya bersama dengan Gallup Organization yang meneliti perilaku kehidupan orang-orang Kristen Injili ‘lahir baru’ dengan kriteria: orang Kristen yang mengaku percaya bahwa Yesus hidup sebagai orang yang tak berdosa, keselamatan kekal hanya didapat melalui anugerah, meyakini bahwa orang Kristen memiliki tanggungjawab untuk menginjili orang belum percaya.
KAJIAN TEOLOGIS PERTUMBUHAN ROHANI DAN KEPEMIMPINAN YANG MENGHAMBA Endang, Susana
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.31

Abstract

Mencermati judul di atas maka kita tahu bahwa pada saat ini dibutuhkan kepemimpinan yang menghamba. Sebab dewasa ini baik dalam masyarakat umum, lembaga-lembaga kristen maupun sekolah teologia banyak pemimpin tetapi pemimpin yang menghamba sangat kurang. Banyak pemimpin yang kurang mempunyai sifat positif, konstruktif dan kreatif, banyak pemimpin yang orientasi hidupnya tidak memenuhi syarat untuk berkenan kepada Tuhan yaitu pemimpin yang menghamba.Paulus sebagai tokoh dan pemimpin dalam Alkitab yang dinamis, dia melihat banyak pemimpin pada zamannya kurang berhasil. Kesuksesan seorang pemimpin terletak  pada keseriusannya, kerja kerasnya yang disertai dengan iman yang murni serta kerendahan hati, yaitu seorang pemimpin adalah seorang yang dapat melayani dengan hati yaitu pemimpin yang menghamba. Iman seorang pemimpin harus nyata dan percaya bahwa Tuhan pasti buka jalan, yaitu dapat melihat celah-celah hidup jalan Allah yang disediakan secara wajar atau melalui mujizat, seorang pemimpin tahu sasaran yang pasti dan tidak takut akan adanya tantangan dan rintangan, semua dihadapi dengan hikmat dan kebijaksaan dari Allah.Karena itu dibutuhkan pemimpin yang penuh dedikasi dan dapat dipercaya serta hati yang murni penuh dengan pengabdian serta hati yang menghamba.
PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DALAM PROGRAM GEREJA MITRA DI GEREJA KRISTEN ABDIEL KASIH KARUNIA CENGKONG, TUBAN, JAWA TIMUR Barlian, Rei Rubin; Kristiani, Ana Budi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.32

Abstract

Program Gereja Mitra adalah proyek penyehatan gereja, di mana gereja yang dinilai tidak sehat dipasangkan dengan gereja yang sehat dengan tujuan dapat menyehatkan gereja yang dinilai bermasalah. Komponen penting gereja yang sehat adalah: leadership, manajemen, keuangan dan kerohanian yang baik. Salah satu kontribusi yang diharapkan dari program gereja mitra adalah menyehatkan perekonomian gereja atau jemaat. Pendekatan yang dilakukan melalui pengembangan jiwa kewirausahaan jemaat yang berdampak pada kesehatan keuangan gereja. Tujuan penelitian ini menolong GKA Kasih Karunia Cengkong yang mengalami masalah keuangan melalui Program Gereja Mitra, dengan menunjuk GKA Gracia Surabaya sebagai gereja penolong. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk membandingkan hasil pelatihan pengembangan jiwa kewirausahaan kepada jemaat GKA Gracia Surabaya usia produktif, yang dilakukan sebanyak tiga kali. Data diambil dua kali setelah pelatihan II dan III untuk mengetahui peningkatan jiwa kewirausahaan jemaat yang menjadi pendorong melakukan kewirausahaan dan berdampak bagi penyehatan ekonomi jemaat dan gereja. Kata kunci; gereja mitra; penyehatan; pengembangan; kewirausahaan.
MISI KRISTEN TENTANG OKULTISME DAN SIGNIFIKANSINYA BAGI PEMUDA-PEMUDI KRISTIANI Handoko, Handoko
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.35

Abstract

Abad 21 akan terus berjalan tanpa mengenal kata ‘berhenti’ sedikitpun,  dan oleh karena pergeseran ini akan semakin jauh apabila tak mengikutnya, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia yang harus semakin tanggap, serta merespon dengan sigap kebutuhan yang vital untuk memperlengkapi para hamba Tuhan. Khususnya dalam hal-hal yang berhubungan dengan okultisme (kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia atau kajian tentang kekuatan gaib-KBBI),  sebenarnya setiap umat-Nya telah memahami dengan sangat jelas bahwa di Indonesia memiliki banyak suku dan budaya sehingga tak lepas begitu saja, serta beberapa dari wilayah di Nusantara berkaitan erat dengan okultisme, bahkan ironinya mereka menyadari bahwa itu perbuatan ‘dosa’, namun mereka tetap melakukannya oleh karena terkungkung kebudayaannya masing-masing. Demikian pula bagi umat Kristiani yang tersebar di seluruh pelosok di Indonesia, dan dalam hal ini bahwa Misi Kristen harus menambah wawasan dalam berjemaat yang sangat majemuk, sehingga wajar untuk memahami pengetahuan tentang okultisme sangat diperlukan, dan sepatutnya dimiliki setiap gereja yang ada di seluruh pelosok  negeri ini. Sehingga Misi Kristen yang menyangkut okultisme dibutuhkan untuk menambah pemahaman yang lebih dalam, dan tentunya hal ini bersifat dinamis dikarenakan dalam melayani bidang okultisme juga memantau dampak-dampak akibatnya.Meskipun tidak terlalu banyak penjelasan secara terperinci dalam Alkitab, namun prinsip-prinsip dalam menangani untuk pelayanan doa pelepasan para hamba Tuhan menyebutnya dan dipimpin oleh Roh Kudus. Kemudian dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan okultisme ini (pelayanan doa pelepasan) sangat membutuhkan hikmat-Nya dalam mengerjakan pelayanan ini, seperti: urut-urutan, tindakan, pencegahan; bahkan untuk persiapan dalam melayani dan juga yang dilayaninya. Seharusnya memantau bagi mereka yang telah dilayani secara bertahap agar sesudah dilayani bersedia dipantau  (sepakat dengan perjanjian sebelum melayani), serta akan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Akhirnya dalam Misi Kristen ini akan membuat orang-orang beriman semakin kuat dan militan serta kesatuan umat Kristiani yang ada di Indonesia makin kokoh. Dalam hal ini terutama bagi generasi muda, dan pasti berdampak positif untuk memperkaya atau memperlengkapi wawasan bagi seluruh gereja yang ada di Indonesia, secara para hamba Tuhan.
PANDANGAN ALKITAB TERHADAP “FENOMENA HIPERREALITAS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0” Apriadi, Dedi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.36

Abstract

Tujuan dari penulis ini adalah untuk melihat fenomena hiperrealitas di era revolusi industry 4.0.jika melihat media sosial faktanya fenomena ini menjangkit banyak orang baik dari kalangan bawah hingga atas. Dari yang terkenal sampai yang biasa biasa saja.Dari para masyarakat biasa sampai aparatur Negara.Dan tidak menutup kemungkinan adalah orang Kristen dan hamba Tuhan.Maka dari itu penulis ingin memaparkan mengenai konsep hiperrealitas. Karena tanpa disadari banyak orang ingin dan butuh pengakuan dari orang lain melalui media sosial. Bahkan tidak segan segan mengaburkan identitas diri, berbohong dan hanya sekedar pencitraan semata atas nama ketenaran dan ingin dikenal masyarakat. Hal ini penulis lihat sebagai fenomena yang berbahaya karena Alktab sendiri secara prinsip memberikan larangan untuk tidak pura pura dan mencari popularitas dalam Agama. Begitu juga kita sebagai orang awam juga jangan sampai terperdaya dengan segala hal yang ada dalam media sosial Karena kebenarannya belum tentu terbukti sama dengan kenyataan. Melalui media sosial tetaplah menjadi terang dan jujur dengan apa yang ada tanpa perlu mencari pengakuan dari oranglain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5