cover
Contact Name
-
Contact Email
redaksi.jurnal@tangerangkota.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.Jurnal@tangerangkota.go.id
Editorial Address
Bappeda Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
ISSN : 30254698     EISSN : 30468582     DOI : -
Jurnal Pembangunan Kota Tangerang (JPKT) merupakan jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan kepada peneliti, dosen, guru, perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip penelitian asli, artikel ulasan, studi, dan studi kasus yang berfokus pada: Otonomi Daerah dan Birokrasi Pemerintahan Daerah Pelayanan Publik Inovasi dan Pengembangan Daerah Sumber Daya Alam dan Lingkungan Daerah Kebijakan dan Pembangunan Fiskal Daerah Isu Lain tentang Kebijakan Pembangunan Daerah.
Articles 27 Documents
Kampung Tematik: Sustainable sebagai Strategi menuju Masyarakat Sehat dan Ekonomi Pulih di Masa dan Pascapandemi Covid-19
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat sehat dan ekonomi yang pulih perlu dipertahankan dalam situasi pendemi maupun setelahnya. Konsep gaya hidup sustainable yang mencakup pilar ekonomi, masyarakat, dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk kampung tematik dapat mendukung peningkatan kualitas pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan. Tujuan penulisan ini memaparkan ide dan gagasan tentang kampung tematik bertema sustainable melalui karya ilmiah inovatif untuk menunjang pembangunan daerah Kota Tangerang menuju peningkatan daya saing bangsa. Manfaat tulisan sebagai informasi dan praktik berbasis bukti dalam menyusun strategi menuju pemulihan ekonomi di Kota Tangerang pada masa dan pasca pandemi COVID-19. Metode penulisan melalui pendekatan studi literatur dengan analisis menggunakan content analysis document. Hasil studi ini mengarahkan konsep gaya hidup sustainable yang meliputi home farming, pengelolaan sisa konsumsi, serta praktik sustainable lainnya yang dapat dikemas dalam bentuk kampung tematik sebagai strategi menuju masyarakat sehat dan ekonomi pulih di masa dan pasca pandemi COVID-19. Saran agar kampung tematik dengan konsep sustainable tidak hanya menjadi sebuah tren gaya hidup tetapi menjadi kebutuhan bagi masyarakat Kota Tangerang. Kata Kunci: Kesehatan dan ekonomi, pandemi, sustainable ABSTRACT Healthy communities and recovering economies need to be maintained during and after a pandemic.The concept of a sustainable lifestyle that includes the pillars of the economy, society, and the environment which is realized in the form of thematic villages can support the improvement of the quality of the sustainable development ofTangerang City.The purpose of this study was to present ideas about sustainable thematic villages through innovative scientific works to support the development of theTangerang City area towards increasing the nation’s competitiveness.The benefits of this study as evidence-based information and practice in formulating strategies towards economic recovery in Tangerang City during and after the COVID-19 pandemic.The method of writing was through a literature study approach with analysis using a content analysis document.The results of this study direct the concept of a sustainable lifestyle which includes home farming, consumption waste management, and other sustainable practices that can be packaged in the form of thematic villages as a strategy towards a healthy society and a recovering economy during and after the COVID-19 pandemic. Suggestions that thematic villages with sustainable concepts not only become a lifestyle trend but become a necessity for the people ofTangerang City. Keywords: Health and economy, pandemic, sustainable
Implementasi Smart City: Analisis Perilaku Warga melalui Pemanfaatan Aplikasi Mobile “Tangerang-LIVE” untuk Meningkatkan Pelayanan Publik pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Tangerang
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang penerimaan dan pemanfaatan terhadap aplikasi Tangerang-LIVE yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang cepat kepada masyarakat Kota Tangerang. Kota Tangerang sebagai salah satu kota termaju di Provinsi Banten dan memiliki letak geografis yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Kota ini memiliki potensi dan peluang yang cukup besar untuk mengembangkan daya saing daerah. Terobosan baru yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam hal memberikan pelayanan prima kepada masyarakat adalah melalui “Tangerang-Live” yang sudah memasuki versi 4.0. Kata “Live” berarti menciptakan kota yang layak huni (Liveable), ramah investor (Investable), menarik untuk dikunjungi (Visitable), dan kota berbasis elektronik (e-city). Layanan ini merupakan salah satu implementasi Smart City dari Pemerintah Kota Tangerang yang menyediakan informasi dan layanan publik terintegrasi seperti layanan berita, layanan perizinan, pengaduan masyarakat, informasi lowongan pekerjaan dan lain-lain. Variabel yang diukur dalam teori UTAUT dan layanan smart city berbasis ICT meliputi Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Condition, Innovation Concept, dan City Engagement. Penulis menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan menggunakan software SPSS Versi 25. Hasil sampel dengan menggunakan rumus slovin didapat 400 responden yang sudah mengunduh apliaksi Tangerang LIVE. Hasil penelitian, data yang diperoleh dari model yang dibangun untuk mengetahui penggunaan aplikasi Tangerang- Live dari enam model yang diuji, Effort Expectancy, Social Influence, Innovation Concept dan City Engagement merupakan dimensi yang berpengaruh, sedangkan dimensi Performance Expectancy dan Facilitating Conditions adalah dimensi yang tidak berpengaruh. Rekomendasi yang diusulkan oleh peneliti antara lain Pemerintah Kota Tangerang harus lebih cepat merespon berbagai pengaduan yang dilayangkan oleh masyarakat melalui Aplikasi Tangerang LIVE serta dapat mengintegrasikan aplikasi Tangerang LIVE dengan institusi lainnya dan dapat mengedukasi masyarakat Kota Tangerang untuk dapat menerima dan memanfaatkan Aplikasi Tangerang LIVE. Kata Kunci: Tangerang-Live, UTAUT, perilaku warga, smart city, aplikasi ABSTRACT This study describes the acceptance and utilization of theTangerang-LIVE application by the government to provide convenience and fast service to the people ofTangerang City.Tangerang City as one of the most advanced cities in Banten Province and has a geographical location that is directly adjacent to DKI Jakarta.This city has considerable potential and opportunities to develop regional competitiveness. The new breakthrough made by the Tangerang City Government in terms of providing excellent service to the community is through “Tangerang-Live” which has entered version 4.0.The word “Live” means creating a livable, investor-friendly (Investable), interesting to visit (Visitable) city, and an electronic-based city (e-city).This service is one of the Smart City implementations from theTangerang City Government which provides integrated public information and services such as news services, licensing services, public complaints, job vacancies information and others.The variables measured in UTAUT theory and ICT-based smart city services include Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Condition, Innovation Concept, and City Engagement.The author uses a quantitative research method using SPSS version 25 software.The sample results using the Slovin formula obtained 400 respondents who have downloaded the Tangerang LIVE application.The results of the study, the data obtained from the model built to determine the use of the Tangerang-Live application from the six models tested, Effort Expectancy, Social Influence, Innovation Concept and City Engagement are influential dimensions, while the dimensions of Performance Expectancy and Facilitating Conditions are dimensions that do not. take effect. Recommendations proposed by researchers include the Tangerang City Government to respond more quickly to various complaints submitted by the public through the Tangerang LIVE application and to be able to integrate the Tangerang LIVE application with other institutions and to be able to educate the people of Tangerang City to be able to receive and utilize the Tangerang LIVE application. Keywords:Tangerang-Live, UTAUT, citizen behavior, smart city, application
Analisis Pemberdayaan UMKM pada Kampung Tematik di Kota Tangerang
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran mengenai pelaku UMKM di kampung tematik pada kota Tangerang terkait dengan strategi dan pemberdayaan UMKM. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif dan kualitatif. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu pelaku UMKM yang ada di kampung tematik di kota Tangerang, dengan sampel sebanyak 15 responden dari 5 kampung tematik yang memiliki potensi untuk diperdayakan. Metode pengumpulan datanya dengan menyebar kuesioner, wawancara dan juga observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan dari faktor tingkat kepentingan internal seperti pemasaran, produksi, sumber daya manusia, keuangan, dan akuntansi, pelaku UMKM menilai faktor itu penting. Sedangkan faktor tingkat kepentingan eksternal seperti, kondisi sosial dan ekonomi, teknologi, pembeli, dan pesaing dinilai oleh pelaku UMKM itu penting. Kata Kunci: Pemberdayaan UMKM, Kampung Tematik   Abstract The purpose of this study is to find out a description of MSME actors in thematic villages in the city of Tangerang related to the strategy and empowerment of SMEs. This research is included in descriptive and qualitative research. The population and sample used are SME actors in thematic villages in the city of Tangerang, with a sample of 15 respondents from 5 thematic villages that have the potential to be exploited. The data collection method is by distributing questionnaires, interviews and also direct observation to the field. The results of this study show that from factors of internal importance such as marketing, production, human resources, finance, and accounting, SME actors assess these factors as important. Meanwhile, factors of the level of external importance such as social and economic conditions, technology, buyers, and competitors are considered important by SME actors. Keywords: Empowering SMEs, Thematic Villages
Efektifitas Pengembangan Model Blended Learning Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan blended learning mata kuliah evaluasi pendidikan dengan menghasilkan suatu produk bahan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menggunakan model Dick and Carey yang terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Tahap uji produk diawali dengan uji pakar desain pembelajaran, pakar materi, pakar bahasa dan pakar media. Hasil penelitian dari penilaian para pakar yaitu diperoleh hasil dari pakar desain pembelajaran dengan rata-rata nilai (4.46), pakar materi (4. 44), pakar bahasa (4. 60), pakar media cetak (4. 82), dan pakar media non cetak (4.58). Kemudian pada tahap uji coba satu-satu dengan tiga mahasiswa 90,91% sangat layak, uji coba kelompok kecil 95,28% sangat layak, dan uji coba lapangan 96,10% sangat layak. Kesimpulannya bahan pembelajaran produk tersebut sangat layak digunakan, setelah dilakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan saran dan masukan dari para pakar. Hasil uji efektifitas produk bahan pembelajaran menunjukkan bahwa pada hasil uji t sampel berpasangan diperoleh nilai p-value = 0,000 yang berarti bahwa p-value < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan nilai post-test dalam penggunaan model pembelajaran blended learning mata kuliah evaluasi pendidikan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Blended learning, evaluasi pendidikan, online learning ABSTRACT The purpose of this research is to develop blended learning for educational evaluation courses by producing a learning material product.The method used is research and development method.This study uses the Dick and Carey model which consists of three stages, namely planning, development, and evaluation.The product test phase begins with testing of learning design experts, material experts, language experts and media experts. The results of the research from the assessment of experts were obtained from learning design experts with an average value (4.46), material experts (4.44), language experts (4.60), print media experts (4.82), and non-print media experts (4.58).Then in the one-on-one trial stage with three students, 90.91% was very feasible, 95.28% small group trial was very feasible, and 96.10% field trial was very feasible. In conclusion, the product learning materials are very feasible to use, after improvements have been made based on suggestions and input from experts.The results of the effectiveness test of learning material products show that in the paired sample t test results obtained p-value = 0.000 which means that p-value <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between the pre-test and post-test values in the use of blended learning learning models for educational evaluation courses in the learning process. Keywords: Blended learning, educational evaluation, online learning
Strategi Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi melalui Pemberdayaan Lembaga Filantropi di Kota Tangerang
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid19 telah merebak diseluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Tangerang yang terletak di Provinsi banten. Selain sektor kesehatan, dampak yang mendapat perhatian adalah sektor ekonomi. Perekonomian kota Tangerang menjadi menurun karena banyak masyarakat yang tidak memiliki penghasilan sehingga tingkat daya beli masyarakat menurun. Hal ini harus segera diatasi oleh pemerintah agar perekonomian tidak semakin terpuruk. Karena itu pemuihan ekonomi harus segera dirancang dan mulai dilaksanakan. Metode penelitian ini berupa kajian kepustakan (Library Research). Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi strategi pemulihan ekonomi di masa dan pasca pandemi Covid19 melalui pemberdayaan lembaga filantropi. Begitu banyak peran lembaga filantropi dalam mengatasi dampak pandemi Covid19 pada sektor ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan. Untuk itu strategi pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah adalah membentuk lembaga filantropi baru baik manual ataupun melalui platform digital sebagai wadah untuk berkolaborasi dengan lembaga filantropi swasta lainnya agar visi misi dan program kerja dapat diselaraskan sesuai dengan program pemulihan ekonomi pemerintah, membentuk lembaga filantropi di setiap instansi baik negeri maupun swasta pada tiap level, dan mengotimalisasi dana sosial yang dihimpun dari zakat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan selanjutnya dana yang terkumpul diarahkan untuk pemulihan ekonomi. Kata Kunci: Pandemi Covid19, peran filantropi, pemulihan ekonomi ABSTRACT The Covid-19 pandemic has spread throughout Indonesia, including the city of Tangerang, which is located in the province of Banten. In addition to the health sector, the impact that has received attention is the economic sector.The economy of the city ofTangerang is declining because many people do not have income so that the level of people’s purchasing power decreases.This must be addressed by the government so that the economy does not get worse. Therefore, economic recovery must be immediately designed and started to be implemented. This research method is a literature review (Library Research).The results of this study aim to examine and identify strategies for economic recovery during and after the Covid19 pandemic through the empowerment of philanthropic institutions.There are so many roles for philanthropic institutions in overcoming the impact of the Covid-19 pandemic on the economic , social, health and education sectors. For this reason, the economic recovery strategy carried out by the government is to form a new philanthropic institution, either manually or through a digital platform as a forum to collaborate with other private philanthropic institutions so that the vision, mission and work programs can be aligned with the government’s economic recovery program, and establish philanthropic institutions in each agency. - both public and private agencies at every level,and optimize social funds collected from zakat of State CivilApparatus (ASN) and then the funds collected are directed to economic recovery. Keywords: Covid19 Pandemic, the role of philanthropy, economic recovery
POLICY BRIEF: Strategi Menghadapi Masa Transisi dari Kebijakan Penyederhanaan Birokrasi pada Pemerintah Daerah (Studi Kasus Kota Tangerang)
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralihan jabatan struktural menjadi jabatan fungsional dalam rangka penyederhanaan birokrasi merupakan upaya untuk mewujudkan birokrasi yang efektif dan lebih profesional. Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 17 Tahun 2021, pejabat administrasi yang terdampak penyederhanaan birokrasi diberikan kesempatan untuk beralih ke dalam jabatan fungsional melalui mekanisme penyetaraan jabatan. Namun demikian, terdapat permasalahan yang timbul dari dilakukannya kebijakan penyetaraan jabatan pengawas ke dalam jabatan fungsional, khususnya jabatan fungsional perencana di Pemerintah Kota Tangerang. Tujuan studi ini adalah untuk menjabarkan dampak dari kebijakan penyetaraan jabatan dari jabatan struktural menjadi jabatan fungsional dan memberikan rekomendasi terhadap strategi-strategi menghadapi masa transisi dari kebijakan penyederhanaan birokrasi tersebut. Kata Kunci: Jabatan struktural, jabatan fungsional, birokrasi, Kota Tangerang ABSTRACT The transition from structural positions to functional positions in the context of simplifying the bureaucracy is an attempt to create an effective and more professional bureaucracy. Based on the PANRB Ministerial Regulation Number 17 of 2021, administrative officials affected by bureaucratic simplification are given the opportunity to move into functional positions through a position equalization mechanism. However, there are problems arising from the implementation of the policy of equalizing supervisory positions into functional positions, especially planner functional positions in theTangerang City Government.The purpose of this study is to describe the impact of the policy on equalization of positions from structural positions to functional positions and provide recommendations on strategies for dealing with the transition from the bureaucratic simplification policy. Keywords: Structural position, functional position, bureaucracy,Tangerang City
Teknologi Komunikasi: Kegunaan dan Kemudahan pada Minat Penggunaan Tangerang LIVE
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangerang LIVE hadir sebagai pemenuhan segala bentuk informasi dan pelayan publik kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang. Teknologi komunikasi mempunyai peran penting baik terhadap segala aktivitas masyarakat maupun terhadap upaya meningkatkan kinerja pemerintah dalam menerapkan konsep smart city. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor persepsi kegunaan dan faktor persepsi kemudahan terhadap minat penggunaan Aplikasi Tangerang LIVE. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 141 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial dan simultan, variabel persepsi kegunaan dan variabel kemudahan berpengaruh terhadap minat menggunakan Tangerang LIVE. Hasil uji penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan Tangerang LI VE. Minat menggunakan Tangerang LI VE secara langsung dipengaruhi oleh persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan itu sendiri. Masyarakat menyadari kegunaan dari Tangerang LIVE mampu meningkatkan kinerja mereka maka masyarakat akan terus menggunakan Tangerang LIVE. Kata Kunci: Persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, Tangerang LIVE ABSTRACT Tangerang LIVE is here to fulfill the needs of the community for all forms of information and public service to the people of Tangerang City. Communication technology has an important role in all community activities in technology or system users in improving government performance in working and implementing the Smart city concept.The aim of this research is to test the perceived usability factor and the convenience factor for the interest in using the Tangerang LIVE Application.The method used is descriptive quantitative with 141 respondents. The results of this study indicate that partially and simultaneously, the perceived usefulness variable and the convenience variable have no effect on the interest in usingTangerang LIVE. The test results of this study stated that there was a simultaneous influence between the variables perceived usefulness and perceived ease of effect on the interest in usingTangerang LIVE. Interest in using Tangerang LIVE is directly influenced by the perception of usability and convenience itself.The community realizes that the use ofTangerang LIVE is able to improve their performance,so people will continue to useTangerang LIVE. Keywords: Perception of usability, perception of ease,Tangerang LIVE
Zebra Cross Efektivitas Zebra Cross Bagi Pejalan Kaki di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tangerang
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sampai sejauh mana efektivitas penggunaan Zebra Cross dan perilaku pejalan kaki yang menyeberang dari depan kantor BPJS-Tangcity Mall. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zebra cross yang terdapat di depan kantor BPJS-Tangcity Mall cenderung tidak efektif pada waktu pagi hari, siang, dan sore hari. Sementara pada waktu malam hari penerangan jalan kurang mencukupi untuk keselamatan pejalan kaki. Perilaku pejalan kaki cenderung menunjukkan tidak tertib. Hal ini ditunjukkan oleh perilaku pejalan kaki, seperti; menyeberang sambil membawa kopi panas, menyeberang sambil mengobrol, menyeberang tanpa aba-aba, dan menyeberang dengan egois. Dengan kondisi itu, bagi pihak yang sedang membawa kendaraan menjadi tidak karuan. Kata Kunci: Zebra Cross, Pejalan Kaki, Efektivitas Zebra Cross The purpose of this study was to find out to what extent the effectiveness of using the Zebra Cross and the behavior of pedestrians crossing from the front of the BPJS-Tangcity Mall office. Data collected by observation, interviews, and documentation. The results showed that the use of the zebra crossing in front of the BPJS-Tangcity Mall office tends to be ineffective in the morning, afternoon and evening. While at night street lighting is insufficient for pedestrian safety. Pedestrian behavior tends to show disorder. This is shown by the behavior of pedestrians, such as; crossing while carrying hot coffee, crossing while chatting, crossing without warning, and crossing selfishly. With these conditions, for those who are carrying vehicles, it becomes chaotic. Keywords: Zebra Cross, Pedestrians, Effectiveness of Zebra Cross
Korelasi Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Terhadap Dokumen Rencana Pembangunan Daerah Kota Tangerang Tahun 2024-2026
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana aksi adaptasi perubahan iklim telah disusun oleh Tim Kelompok Kerja Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Tahapan penyusunan rencana aksi adaptasi perubahan iklim yaitu dengan melakukan perhitungan tingkat keterpaparan, tingkat sensitivitas, tingkat kemampuan adaptif, tingkat potensi dampak dan tingkat urgensi wilayah serta penyusunan program adaptasi perubahan iklim. Sedangkan dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Tangerang tahun 2024-2026 disusun berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 70 tahun 2021. Dokumen ini disusun sebagai pengganti RPJMD yang sudah habis masa berlakunya. Hal ini dikarenakan adanya kekosongan kepala daerah akibat pilkada serentak. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kuantitatif dengan skala linkert. Hasil analisa dari korelasi rencana aksi adaptasi perubahan iklim terhadap dokumen RPD Kota Tangerang tahun 2024-2026 adalah dari 22 program ada pada rencana aksi adaptasi perubahan iklim ada sebanyak 64% yang programnya memiliki kesesuaian yang sangat erat dengan program yang ada di RPD kota Tangerang tahun 2024-2026, 36% memiliki kesesuaian namun tidak terlalu memiliki keterkaitan erat. Sedangkan program yang tidak memiliki kesesuaian sebanyak 0%. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa adanya kesinambungan program dari rencana aksi adaptasi perubahan iklim dengan dokumen perencanaan yang sudah disusun. Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, Kampung Iklim The climate change adaptation action plan has been prepared by the Climate Change Mitigation and Adaptation Program Working Group Team. The stages of preparing a climate change adaptation action plan are by calculating the level of exposure, level of sensitivity, level of adaptive capacity, level of potential impact and level of regional urgency as well as preparing a climate change adaptation program. Meanwhile, the Tangerang City Regional Development Plan (RPD) document for 2024-2026 was prepared based on the Instruction of the Minister of Home Affairs number 70 of 2021. This document was prepared as a replacement for the RPJMD which has expired. This is because there is a vacancy in regional heads due to the simultaneous regional elections. The research method used is a quantitative method with a Linkert scale. The results of the analysis of the correlation of the climate change adaptation action plan with the Tangerang City RPD documents for 2024-2026 are that of the 22 programs in the climate change adaptation action plan, 64% of the programs have very close conformity with the programs in the Email: 1 rianihex2724@gmail.com Cite This Article: Mariani, Sri Elda (2023). Korelasi Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Terhadap Dokumen Rencana Pembangunan Daerah Kota Tangerang Tahun 2024-2026. Tangerang City RPD in 2020. 2024-2026, 36% are compatible but not too closely related. Meanwhile, programs that do not have conformity are 0%. The results of this research illustrate that there is program continuity from the climate change adaptation action plan with the planning documents that have been prepared. Keywords: Adaptation, Climate Change, RPD
Studi Komparasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas Dengan Kota Tangerang
Pembangunan Kota Tangerang Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pembangunan Kota Tangerang
Publisher : BAPPEDA Kota Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan naskah akademik yang berisikan pemahaman mengenai sistem pengolahan sampah di Kabupaten Banyumas yang terkenal terbaik di Indonesia dan merupakan satu dari 13 kota atau Kabupaten di-ASEAN yang berhasil dalam bidang Smart Green ASEAN. Tujuan dari tulisan ini tentu saja agar menjadi bahan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengolahan sampah di Kota Tangerang. Perbedaan yang mendasar dari sistem pengolahan sampah di Banyumas dan di Tangerang terletak pada peran Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Di Tangerang, TPS yang menjadi tempat penampungan sementara sampah masyarakat/rumah tangga langsung dikirim menggunakan truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Berbeda dengan hal tersebut, kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas terletak pada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang dalam hal ini sama dengan TPS. Sampah di TPST ini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk diolah menjadi media budidaya magot, dijual sebagai bahan baku Reused Derived Fuel (RDF) dan residu yang tidak terolah baru akan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA-BLE) atau di bakar menggunakan mesin pirolisis. TPA-BLE juga berbeda dengan TPA biasa seperti Rawa Kucing. TPA Rawa Kucing merupakan tempat terbuka penampungan sampah TPST, sedangkan TPA-BLE merupakan hangar tertutup untuk dapat mengolah kembali residu yang dikirimkan TPST menjadi bahan budidaya magot, RDF dan Paving. Kalaupu masih ada sisa sampah berupa residu, residu tersebut akan dibakar di mesin pirolisis yang ada di TPA-BLE. Metode yang digunakan dalam menulis naskah ini adalah studi literature dengan sumber yang dituliskan dalam daftar pustaka dengan menggunkan sedikit teori mengenai menejemen pengelolaan sampah. Kata Kunci: Zebra Cross, Pejalan Kaki, Efektivitas Zebra Cross This paper informs us the system of waste management that running of Banyumas Regency. We know that Banyumas Regency awarded by Indonesia Government as the best region to management waste among regions in Indonesia. Banyumas also awarded as 1 of 13 regions in ASEAN that success in smart green sector. The aims of this paper is to enhance the waste management of Tangerang that factually until now, we seeing not yet reflected as smart green sector. Key of success Banyumas Regency to management of their own waste is on the strategic function of what we call as TSPT. TPST is an area that collected waste from society or in Tangerang, this area is same as TPS, which is mean as an shelter area of waste before deliver to Terminal area of waste called TPA. TPST in Banyumas is not just a shelter area of waste, but also at there, a group of independent society known as KSM produce waste into goods with add value. Some products that success produced we can say like material for harvest magot, material for RDF, which is an alternative fuel to substitute coal, and all this activities not found at TPS in Tangerang. The rest of waste at TPST burned with a burning machine known as pirolisis. So, in this stage, there is no waste again at TPST due to all wastes produced into economic goods. Even though there is still any rest of waste that has to delivered to TPA (in Banyumas called as TPA-BLE), the amount of waste not over than 9 percent. This is the big different waste management in Tangerang, which is at TPA just a terminal area with minimum process to change waste into economic goods. The method that we used to write this paper using literature approach with a little the theory of waste management and references can read in reference part. Keywords: Waste, Management, TPA-BLE, Banyumas,Tangerang

Page 1 of 3 | Total Record : 27