cover
Contact Name
-
Contact Email
ijc@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : -     EISSN : 27146189     DOI : https://doi.org/10.15294/ijc
Core Subject : Education,
All manuscripts submitted to this journal must follow focus and scope and author guidelines of this journal. The submitted manuscripts must address scientific merit or novelty appropriate to the focus and scope. All manuscripts must be free from plagiarism contents. All authors are suggested to use plagiarism detection software to do the similarity checking. Editors check the plagiarism detection of articles in this journal by using a Turnitin software.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Studi Literatur Dinamika Populasi, Pola Aktivitas, dan Preferensi Habitat Monyet Ekor Panjang untuk Strategi Penanganan Konflik dengan Manusia di Yogyakarta Anjani Ulya Salma; Ferdyan Ery Laksono; Lutfi Dani Widianto; Salsabila Firdaus Zahro; Yessy Wika Maharani; Sutomo
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.32973

Abstract

Tingginya intensitas konflik antara monyet ekor panjang (MEP) dengan manusia yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memerlukan strategi penanganan. Studi literatur ini bertujuan untuk menentukan strategi penanganan konflik dengan berdasarkan pada dinamika populasi MEP, pola perilaku dan preferensi habitat. Hasil menunjukkan bahwa strategi penanganan konflik MEP dengan manusia meliputi perluasan habitat, pemindahan ke tempat lain, dan sterilisasi induk. Mengingat status MEP sebagai hewan yang dilindungi, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan peneliti sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup MEP dan mengurangi dampak negatif terhadap pertanian serta kesejahteraan manusia.
Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Upaya Konservasi di Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang Husodo, Sujiwo; Aji, Ananto; Hanafi, Fahrudin
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.36987

Abstract

Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang merupakan ekosistem penting yang berperan sebagai kawasan terlindungi sebagai keseimbangan ekologis wilayah. Namun, dalam dua dekade terakhir (2004–2024), kawasan ini mengalami tekanan signifikan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat yang menyebabkan perubahan penutupan lahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan penutupan lahan,, serta dampak dan upaya konservasi. Data utama diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dari citra satelit multitemporal (2004, 2014, 2024 Hasil menunjukkan terjadi penurunan Hutan Lahan Kering Primer (10,7%), sebaliknya Pertanian Lahan Kering meningkat sangat signifikan (4.505,54 ha) dan Permukiman (673,39 ha). Perubahan ini menyimpulkan bahwa terjadi degradasi hutan, dan upaya konservasi oleh Perhutani BKPH Moga.
Pemetaan Kepadatan Permukiman untuk Mendukung Konservasi Lahan Berkelanjutan Menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) Tahun 2024 Ainatul, Ainatul Maghfiroh; Merli Apriyantika; Kasanah
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.37138

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar dan kepadatan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan penduduk terhadap kepadatan permukiman di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah pendekatan mix metode melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk selama 10 tahun terakhir berkontribusi pada perubahan signifikan dalam pola penggunaan lahan dan kepadatan permukiman. Melalui analisis spasial, ditemukan beberapa desa dengan kepadatan tinggi yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang. SIG terbukti efektif dalam memetakan distribusi permukiman dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam mengelola perkembangan wilayah secara berkelanjutan dan mendorong penggunaan teknologi geospasial dalam perencanaan wilayah
KONSERVASI WILAYAH PESISIR MELALUI PEMETAAN KERAWANAN BANJIR BERBASIS SIG DI KECAMATAN SAYUNG, DEMAK Rahayuono; Siti Nurindah Sari; Alifta Luthfiaazahra
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.37139

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Sayung merupakan lanskap yang terus mengalami transformasi ekologis akibat tekanan hidrometeorologis, perubahan penggunaan lahan, dan peningkatan aktivitas manusia. Dalam kondisi tersebut, konservasi wilayah pesisir tidak dapat lagi dipahami sekadar sebagai upaya perlindungan lingkungan, melainkan sebagai proses adaptif yang menuntut integrasi pengetahuan spasial dan kebijakan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerawanan banjir di Kecamatan Sayung melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta mengkaji implikasinya terhadap strategi konservasi wilayah pesisir. Data curah hujan, elevasi, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jaringan sungai dianalisis melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa-desa pesisir seperti Timbulsloko, Bedono, Sidorejo, dan Surodadi membentuk zona sangat rawan banjir yang dipengaruhi kombinasi faktor fisik dan antropogenik. Zona rawan sedang muncul pada wilayah tengah dengan pola permukiman dan pertanian yang berkembang. Temuan ini menegaskan bahwa konservasi pesisir tidak dapat dilepaskan dari peran SIG sebagai alat diagnostik ekologis yang mampu memetakan risiko spasial secara komprehensif.
Modal Sosial, Konservasi dan Dinamika Pertanian Kentang di Dataran Tinggi Dieng Nugroho Trisnu Brata; Moh Yasir Alimi; Muhammad Fauzan Ramadhan; Munadi Munadi
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.35140

Abstract

Potatoes are harvested from farms in the highlands and then present at the dinner table or become a snack for casual sitting companions. For some citizens of the world, potatoes are a staple food. In potato farming activities, social capital influences the relationships between actors, enabling potato production and distribution to develop and have an impact. The purpose of this study is to analyze the social capital operating in the dynamics of potato farming systems. The researcher used qualitative research methods, with data collection conducted through observation techniques, in-depth interviews, and literature studies. The research location is in Dieng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency, Central Java Province. The field research will be carried out in July 2025. The research team stayed for a few days at residents' homes to more effectively gather observation data and conduct in-depth interviews in the morning, afternoon, or evening. Data were analyzed using analytical descriptive techniques, and data validity was assessed using triangulation techniques. The results of the research and discussion indicate that social capital in the potato farming system includes mutual trust, social or network relationships, and friendship or family. The social structure in the potato farming system consists of elements: farmers (owners, tenants, cultivators, laborers), brokers or intermediaries, and juragan. The role of brokers in the potato distribution process in Dieng Village is important because they act as connectors or intermediaries, facilitating information exchange between farmers. Meanwhile, telek brokers act as conservation agents and sellers of organic fertilizers to maintain the fertility of agricultural land.
Strategic Evaluation of the Forest Command Center (FCC) in Ibu Kota Nusantara for Centralized Forest Management Using a SWOT Analysis I Wayan Koko Suryawan
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.23550

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap pengelolaan hutan telah mendorong munculnya pendekatan-pendekatan inovatif dalam konservasi, dengan hadirnya Forest Command Center (FCC) di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sebuah paradigma baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperkuat dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengevaluasi efektivitas, tantangan, dan potensi dari FCC. Berdasarkan studi literatur naratif, penelitian ini mengidentifikasi kekuatan utama FCC, seperti pengelolaan yang terpusat, mekanisme respons cepat, optimalisasi sumber daya, dan integrasi teknologi canggih. Secara bersamaan, penelitian ini juga menyoroti kelemahan yang melekat, seperti ketergantungan terhadap teknologi, keterbatasan sumber daya, tumpang tindih birokrasi, dan kekurangan pelatihan. Studi ini juga memetakan berbagai peluang yang tersedia bagi FCC, mulai dari kolaborasi antar-lembaga, kemajuan teknologi, edukasi masyarakat, hingga potensi sumber pendanaan
Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Partisipatif Dalam Manajemen Risiko Bencana Sriyono Sriyono; Andi Irwan Benardi; Ananto Aji; Muhammad Dwi Utomo Aji; Yassirli Amri; Novia Maghfiroh
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.32907

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya di zona konvergensi tiga lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah longsor, yang berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menghadapi bencana longsor yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Merapi Merbabu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh kepala keluarga (KK) yang pernah mengalami bencana longsor sebanyak 2.806 KK. Sampel ditentukan sebesar 10% dari setiap RW. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, serta mobilisasi sumber daya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert dan klasifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori “Kurang Siap” dengan nilai indeks 78. Per parameter, pengetahuan dan sikap masyarakat (85) masuk kategori “Siap”, kebijakan dan panduan (73) “Siap”, rencana tanggap darurat (73) “Kurang Siap”, sistem peringatan bencana (70) “Kurang Siap”, dan mobilisasi sumber daya (77) “Siap”. Kesimpulannya, masih diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, pemasangan rambu evakuasi yang merata, dan penyebaran panduan sederhana kepada seluruh lapisan masyarakat.
Tingkat Minat Baca Pemelajar BIPA Level A1 di Manila Science High School, Filipina, terhadap Teks Deskriptif Makanan Tradisional “Rendang” sebagai Upaya Konservasi Budaya Ika Rizki Refima Putri; Asep Purwo Yudi Utomo
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.36994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat baca pemelajar BIPA level A1 di Manila Science High School, Filipina, terhadap pemanfaatan teks deskriptif makanan tradisional rendang, sekaligus mendeskripsikan efektivitas materi tersebut sebagai upaya konservasi budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan kesulitan kognitif pemelajar BIPA level A1 di Filipina yang memiliki tantangan literasi struktural. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi 68 pemelajar. Data dikumpulkan menggunakan angket skala likert berisi 5 butir pertanyaan yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat minat baca pemelajar berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan rata-rata kumulatif 4.62 dari skala 5.00. Secara rinci, butir tentang ketertarikan pada konten kuliner (S2, mean = 4.66) dan motivasi lanjutan (S3, mean = 4.65) mencatat skor tertinggi, membuktikan bahwa kuliner berfungsi sebagai stimulus efektif untuk mengatasi hambatan afektif pemula. Temuan paling signifikan (novelty) adalah tingginya respons pada butir kesadaran konservasi budaya (S5, mean = 4.59). Hasil ini menyimpulkan bahwa penggunaan teks deskriptif makanan tradisional rendang dinilai efektif sebagai solusi pedagogis untuk meningkatkan literasi dasar pada BIPA level A1, sekaligus menjadi instrumen strategis dalam penanaman kesadaran diplomasi dan konservasi budaya Indonesia.
Tradisi Ulur-Ulur dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Konservasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal di Telaga Buret, Tulungagung Maulidia Yuniar; renistya ayu firanda; erlina hidayati; Dyah Astriani
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.48336

Abstract

Tradisi Ulur-ulur merupakan kearifan lokal masyarakat di Desa Sawo, Gedangan, Gamping, dan Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, yang secara turun-temurun dipraktikkan sebagai wujud syukur atas keberadaan sumber mata air Telaga Buret. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam tradisi Ulur-ulur dalam mendukung konservasi sumber daya air di Telaga Buret serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek keberlanjutan sumber daya air, perlindungan ekosistem daratan, dan pembangunan masyarakat berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Ulur-ulur mengandung nilai religi, sosial, pendidikan, dan ekologis yang berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan Telaga Buret. Tradisi ini secara nyata berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkenlanjutan), 13 (Penanganan Perubahan iklim), 15 (Pelestarian Ekosistem Darat), dan 6 (Air Bersih dan Sanitasi). Temuan menunjukkan bahwa Tradisi Ulur-ulur tidak hanya berperan dalam konservasi lingkungan lokal, tetapi juga mendukung pencapaian SDGs melalui pelestarian sumber daya air, perlindungan ekosistem, dan penguatan partisipasi masyarakat.
Sebaran Biokapasitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dalam Penyerapan Emisi Karbon dioksida (CO2) di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang Anita Fransiska Tamba; Ananto Aji; Tjaturahono Budi Sanjoto
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.49058

Abstract

Kecamatan Semarang Timur mengalami tingginya mobilitas kendaraan bermotor yang menyebabkan meningkatnya emisi CO₂. Penyediaan dan penambahan area hijau (RTH) menjadi salah satu solusi untuk mengurangi konsentrasi CO₂ di udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis biokapasitas RTH publik dalam penyerapan emisi CO₂ di Kecamatan Semarang Timur. Metode perhitungan emisi CO₂ menggunakan survei traffic counting dan wawancara konsumsi bahan bakar. Analisis dilakukan terhadap daya serap RTH publik, dan Biokapasitas penyerapan RTH terhadap emisi CO2. Hasil penelitian menunjukkan estimasi emisi CO₂ dari transportasi sebesar 8.546,735 ton CO₂/tahun. Total kemampuan daya serap RTH dan vegetasi rawa serta semak belukar sebesar 2.926,074 ton CO₂/tahun. Sebagian besar kelurahan di Kecamatan Semarang Timur memiliki biokapasitas rendah. Biokapasitas rendah menyebabkan tidak semua emisi CO₂ dapat diserap. 

Page 3 of 4 | Total Record : 32