cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015" : 9 Documents clear
ANALISIS USAHATANI JAMBU BIJI (KASUS : DESA SUGAU, KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG) Brian Fernando Saragih; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Brian F.S (070304061) dengan judul skripsi ”Analisis Usahatani Jambu Biji (Kasus, Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang)“. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec sebagai anggota komisi pembimbing. Jambu biji sebagai salah satu jenis buah-buahan tropis yang ada di Indonesia mulai dikenal dan diketahui masyarakat bukan hanya sebagai buah pencuci mulut saja, jambu biji juga dikenal manfaatnya dalam mengatasi beberapa jenis penyakit yang umum, misalnya penyakit disentri dan untuk terapi demam berdarah dengan cara membuat jus dari jambu biji. Oleh karena itu jambu biji mulai banyak diminta keberadaannya di pasar-pasar karena selain manfaatnya yang banyak, harganya yang relatif murah dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah produksi dan produktivitas jambu biji yang masih rendah di bandingkan dengan Negara lain. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis produktivitas jambu biji dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi jambu biji serta kelayakan usahatani jambu biji. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi produksi jambu biji adalah luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari petani jambu biji di Desa Sugau Kecamatan Pancur batu Kabupaten Deli Serdang melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Daerah penelitian tersebut ditentukan secara purposive dengan jumlah sampel berdasarkan metode sensus. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dengan membandingkan produksi jambu biji di daerah penelitian dengan daerah lain. Untuk melihat pengaruh input produksi terhadap jumah produksi dianalisis dengan fungsi Cobb-Douglas dan metode regresi linier digunakan untuk menganalisis model, sedangkan untuk menganalisis kelayakan digunakan analisis Break Even Point (BEP) volume dan Break Even Point (BEP) harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas jambu biji pada daerah penelitian lebih besar di banding dengan produktivitas jambu biji pada daerah lain. Secara serempak faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jambu biji per petani adalah luas lahan, bibit dan pestisida sedangkan secara parsial produksi jambu biji hanya di pengaruhi oleh faktor luas lahan dan berdasarkan analisis uji kelayakan usahatani jambu biji layak untuk di usahakan dengan nilai BEP volume produksi 5129,13kg/petani dan 16.832kg/ha dan BEP harga per petani dan per Ha adalah Rp.1.426,-/petani. Kata kunci : produktivitas jambu biji, kelayakan jambu biji, usahatani
ANALISIS CONJOINT PREFERENSI PETANI TERHADAP PEMILIHAN PUPUK UNTUK USAHATANI BELIMBING (Studi Kasus Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang) Dhanny Afpriany Purba; Sri Fajar Ayu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi petani terhadap kombinasi atribut pupuk, urutan atribut pupuk yang paling penting menurut preferensi petani untuk usahatani belimbing, dan menganalisis tingkat keakuratan prediksi pada proses conjoint. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis conjoint. Atribut pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketersediaan, kandungan unsur hara, harga, bahan dasar pupuk, bentuk pupuk, kecepatan penguraian, kemudahan penggunaan, label dan jenis kemasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa harga merupakan atribut terpenting dibandingkan atribut lainnya dengan nilai kepentingan 26,574%. Urutan atribut pupuk yang kedua sampai terakhir menurut preferensi petani yaitu kandungan unsur hara (22,906%), bentuk pupuk (16,351 %), bahan dasar pupuk (13,344 %), kecepatan penguraian (4,849 %), ketersediaan (4,650 %), kemudahan penggunaan        (3,885 %), jenis kemasan (3,846 %), serta label (3,595 %). Stimuli yang diinginkan oleh petani untuk produk pupuk adalah tersedia dimana-mana pada saat dibutuhkan dari segi volume, waktu dan lokasi, kandungan unsur hara seperti yang ada pada NPK Phonska disertai tambahan unsur hara mikro dan vitamin tanaman, harga Rp 5.000 – 7.000/kg, bahan dasar pupuk berupa organik, bentuk granuler, kecepatan penguraian cepat terurai, penggunaan memerlukan alat aplikasi pupuk, terdapat label sertifikasi pupuk dan jenis kemasan berupa karung plastik kedap air. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi atau hubungan yang kuat antara preferensi estimasi (hasil conjoint) dan preferensi aktual (pendapat responden).   Kata Kunci : Preferensi Petani, Atribut Pupuk, Analisis Conjoint
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGONSUMSI GULA PUTIH BERMEREK DI KOTA MEDAN Nusantry Sirait; M. Jufri, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK NUSANTRY SIRAIT (100304041) dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Mengonsumsi Gula Putih Bermerek Di Kota Medan. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, MM, Ph. D dan Bapak M. Jufri, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalkam mengonsumsi gula putih bermerek di kota Medan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda. Penentuan daerah penelitian secara purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam mengonsumsi gula putih bermerek. Sedangkan secara parsial faktor pribadi dan psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan konsumen dalam mengonsumsi gula putih bermerek, dan faktor psikologis merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengonsumsi gula putih bermerek di Kota Medan. Kata Kunci : Gula Putih Bermerek, Konsumen, Perilaku Konsumen
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PADI ORGANIK (KASUS : DESA LUBUK BAYAS KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI) Sari Vitayasa Br. Butar-butar; M. Roem, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani padi organik. Untuk menganalisis kelayakan usahatani padi organik secara finansial dan untuk mengetahui ketercapaian break even point (titik impas) usahatani padi organik di daerah penelitian. Hasil penelitian diperoleh total biaya produksi sebesar Rp54.523.800 dengan total biaya rata-rata Rp 6.058.200. Luas lahan 1 Ha total biaya produksi Rp 11.138.000. Total biaya produksi yaitu total biaya variabel Rp 42.838.000 dengan biaya rata-rata Rp 4.759.778 dan total biaya tetap Rp 11.685.800 dengan biaya rata-rata Rp 1.298.422. Total penerimaan adalah sebesar Rp 135.752.500 dengan rata-rata Rp 15.083.611. Luas lahan 1 Ha total penerimaan Rp 33.600.000. Total pendapatan Rp 82.528.700 dengan rata-rata Rp 9.169.856. Luas lahan 1 Ha total pendapatan Rp 22.462.000. Usahatani padi organik secara finansial diperoleh nilai rata-rata R/C sebesar 2,4898. Setiap biaya yang digunakan Rp 1 memberikan penerimaan sebesar Rp 2,4898 artinya usahatani padi organik layak untuk dilaksanakan. Sedangkan  nilai B/C usahatani padi organik 1,4898. Setiap biaya yang digunakan Rp 1 memberikan pendapatan sebesar Rp 1,4898 artinya usahatani padi organik layak dilaksanakan dan dikembangkan. Usahatani padi organik di Desa Lubuk Bayas telah mencapai break even point (titik impas). Break even point penerimaan usahatani padi organik adalah sebesar Rp 1.871.450. Break even point produksi usahatani padi organik sebesar 439,77 kg dan Break even point harga pokok Rp 1.636/kg. Kata Kunci : Padi Organik, Analisis Finansial, Break Even Point.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DAN JUMLAHPEMBELIAN MANISAN HALUA DI KOTA STABAT KABUPATEN LANGKAT Siti Nurkhaliza; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang meliputi produk, tempat, dan harga yang memiliki peranan yang sangat penting terhadap kepuasan konsumen dan dalam menentukan jumlah pembelian. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menjelaskan tingkat kepuasan konsumen, menganalisis pengaruh komponen bauran pemasaran terhadap tingkat kepuasan, menganalisis pengaruh komponen bauran pemasaran terhadap jumlah pembelian Manisan Halua, dan menganalisis pengaruh tingkat kepuasan terhadap jumlah pembelian Manisan Halua.Penelitiandilakukan diKota Stabat KabupatenLangkatyang ditentukan secara purposive sampling.Besar sampel ditentukan dengan metode Slovin,dimana diperoleh sebanyak46 konsumen.Untuk pengambilan sampel digunakan metode accidental sampling.Metode analisisyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk menjelaskan tingkat kepuasan konsumen dan metode analisis jalur (path analysis) model regresi berganda untuk menganalisispengaruhindikator komponen bauran pemasaran terhadap tingkat kepuasan konsumen dan jumlah pembelian Manisan Halua.Hasil penelitian menunjukkanbahwa posisi tingkat kepuasan konsumen manisan Halua beradapada tingkatan puas. Secara simultan, semua komponen indikator bauran  pemasaran  (produk, tempat, dan harga) berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen, namun secara parsial hanyavariabelwarna, kebersihan dan kenyamanan, dan kesesuaian harga yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen. Terhadap jumlah pembelian Manisan Halua, baik secara simultan maupun parsial, tidak ada komponen bauran pemasaran yang berpengaruh signifikan. Tingkat kepuasan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah pembelian Manisan Halua.     Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Tingkat Kepuasan Konsumen, dan Jumlah Pembelian Konsumen
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PUPUK OLEH PETANI PADA TANAMAN SAYURAN (Kubis,Kubis Bunga dan Wortel) (Studi Kasus : Kecamatan Tigapanah,Kabupaten Karo) Zulfadli Adha Nasution; Sri Fajar Ayu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk (harga sayuran, harga pupuk dan pengalaman petani) oleh petani sayuran di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa daerah yang diteliti merupakan salah satu sentra produksi sayuran yang cukup potensial di Sumatera Utara. Pengambilan sampel petani sayuran menggunakan Rumus Slovin dengan e = 10%, maka diperoleh jumlah sampel petani kubis 20 sampel, petani kubis bunga 43 sampel dan petani wortel 17 sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Regresi Linier Berganda untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor (harga sayuran, harga pupuk dan pengalaman petani) terhadap penggunaan pupuk oleh petani sayuran. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa harga pupuk berpengaruh nyata terhadap penentuan penggunaan dosis pupuk pada tanaman sayuran (Kubis, Kubis Bunga dan Wortel). Harga sayuran dan pengalaman petani  tidak berpengaruh nyata terhadap penggunaan dosis pupuk oleh petani pada tanaman sayuran (Kubis, Kubis Bunga dan Wortel). Kata Kunci : Sayuran, Produksi,Penggunaan pupuk.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI CINCAU HITAM DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan) Ridho Islami; Mozart B Darus, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketersediaan input (daun cincau hitam, tepung tapioka, alat dan bahan operasional, modal dan tenaga kerja) dan untuk menganalisis usaha agroindustri cincau hitam layak diusahakan atau tidak secara finansial di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Metode penelitian: Daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus dimana sampel yang diambil adalah pengusaha cincau hitam di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan yang berjumlah 4 industri kecil/sampel. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan finansial, analisis deskriptif dan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun cincau hitam, tepung tapioka, alat dan bahan operasional, modal dan tenaga kerja cukup tersedia di daerah penelitian dan diperoleh bahwa nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) > 1 dan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) > suku bunga yang berarti usaha agroindustri cincau hitam layak untuk diusahakan secara finansial. Kata Kunci: Agroindustri Cincau Hitam, R/C Ratio, B/C Ratio
EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN KESEPAKATAN AGRIBISNIS KOPI ANTARA PT. VOLKOPI INDONESIA DENGAN PETANI (Kasus : Agribisnis Kopi Kecamatan Lintongnihuta dan Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan) Roslina Lydia Corry; Yusak Maryunianta; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi latar belakang terbentuknya pelaksanaan kesepakatan agribisnis kopi di daerah penelitian, untuk mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan agribisnis kopi antara PT. Volkopi Indonesia dengan petani dan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan agribisnis kopi di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan daerah penelitian yaitu metode purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Lintongnihuta dan Kecamatan Paranginan merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya petani kopi dan telah menjalin kesepakatan agribisnis kopi dengan PT. Volkopi Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang melatarbelakangi terbentuknya pelaksanaan kesepakatan agribisnis kopi di daerah penelitian yaitu petani merasa tertarik dengan adanya tingkat harga yang lebih baik. PT. Volkopi Indonesia membutuhkan kopi yang dihasilkan oleh petani untuk memenuhi kuota ekspornya. Hasil evaluasi dengan menggunakan model evaluasi CIPP, menunjukkan bahwa pelaksanaan kesepakatan agribisnis kopi antara PT. Volkopi Indonesia dengan petani Kecamatan Lintongnihuta dan Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan sudah berjalan dengan baik tetapi terdapat beberapa masalah dalam pelaksanaan kesepakatan. Kata kunci : Evaluasi, Agribisnis Kopi, dan Kesepakatan Agribisnis
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA TOMAT DI KOTA MEDAN Devina Nathania Avissa Marbun; Diana Chalil; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   DEVINA NATHANIA AVISSA MARBUN (100304085) dengan judul skripsi “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA TOMAT DI KOTA MEDAN” yang dilakukan pada Bulan Februari 2015 dan dibimbing oleh Ibu Ir. Diana Chalil, M.Si, P.Hd selaku ketua komisi pembimbing dan ibu Siti Khadijah, SP, M.Si selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga tomat, untuk melihat pola data harga tomat, dan untuk menganalisis metode peramalan yang paling sesuai untuk meramalkan harga tomat di daerah penelitian. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kota Medan karena terjadi fluktuasi terhadap harga tomat, dimana perbandingan harga tertinggi dengan harga terendah tomat di Kota Medan mencapai 333,3% nilai tersebut dirasa sangat tinggi. Data yang digunakan adalah data harga tomat di Kota Medan, produksi tomat di Sumatera Utara dan harga tomat di Kabupaten Karo. Data yang digunakan adalah data bulanan di Kota Medan periode Januari 2010 sampai Desember 2013. Metode analisis data menggunakan uji akar unit, uji kointegrasi, Ordinary Least Square (OLS), plot data, dan model ARIMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap fluktuasi harga tomat di Kota Medan yaitu harga tomat di Kabupaten Karo. Pola data harga tomat berdasarkan data bulanan di Kota Medan periode Januari 2010 sampai Desember 2013, memiliki pola data stasioner yang tidak dipengaruhi pola trend, musiman maupun siklus. Metode peramalan yang paling sesuai digunakan untuk meramalkan harga tomat di Kota Medan adalah metode peramalan ARIMA, dengan model ARIMA (0,0,1).   Kata kunci   : fluktuasi, harga tomat, peramalan time series, ARIMA

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue