cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
KAJIAN KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU AMPAS TEBU DAN SEMEN Atina Rezki
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.321 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan suatu konstruksi, seperti tanah timbunan, bendungan urugan, tanggul sungai, dan timbunan badan jalan. Akan tetapi tidak semua tanah dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, tanah haruslah bersifat keras sehingga sesuai dengan persyaratan teknis, apabila tanah tersebut tidak memenuhi persyaratan, maka tanah tersebut perlu stabilisasi. Stabilisasi yang biasa digunakan adalah compaction dan bahan pencampur (admixture). Pada penelitian ini digunakan bahan pencampur semen Portland dan abu ampas tebu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat daya dukung tanah yang dicampur dengan semen dan abu ampas tebu dengan melakukan uji UCT (Unconfined Compression Test). Tanah lempung pada penelitian ini termasuk pada tanah lempung anorganik dengan kadar air 20,41%, berat isi 1,24 gr/cm³, batas cair 44,23 dan indeks plastisitas 29,85. Dengan penambahan semen dan abu ampas tebu dan waktu pemeraman 7 hari (curing time) dapat menurunkan batas cair menjadi 20,71 dan indeks plastisitas 7,04. Seiring bertambahnya persentase abu ampas tebu, kepadatan maksimum juga meningkat dan dicapai nilai maksimum pada persentase 2% PC + 9% AAT. Dengan naiknya kadar abu ampas tebu, kuat tekan bebas selalu naik sampai dengan kadar 2% PC + 12% AAT dengan persentase kenaikan 61,80% kemudian menurun dan konstan pada kadar abu yang lebih tinggi 13% (53,88%) dan 14% (55,46%). Kata Kunci : lempung, semen, abu ampas tebu, bahan stabilisasi tanah, uct.
TINJAUAN KINERJA ANGKUTAN PEDESAAN DARI DAN KE KABANJAHE Raymond Sembiring
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.576 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabanjahe merupakan ibukota Kabupaten Karo dengan penggunaan angkutan pedesaan dari dan ke Kabanjahe yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat desa disekitarnya yang membutuhkan perjalanan baik untuk kegiatan pendidikan, perdagangan, pekerjaan, hiburan maupun kegiatan sosial. Faktor tersebut yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang sering dijumpai pada angkutan pedesaan seperti faktor muatan yang tidak semestinya, jadwal keberangkatan yang tidak pasti dan lainnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan tinjauan terhadap kinerja angkutan pedesaan dari dan ke Kabanjahe untuk 4 wilayah studi yang terpilih. Untuk meninjau kinerja angkutan pedesaan dari dan ke Kabanjahe ini digunakan 7 indikator kinerja yaitu Kecepatan Perjalanan, Waktu perjalanan, Faktor Muatan, Headway, Kapasitas Operasi, Waktu Sirkulasi, dan Jumlah Armada. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rata rata terbesar untuk headway adalah trayek Kabanjahe – Merek sebesar 25,82 menit, kecepatan perjalanan rata – rata adalah trayek Kabanjahe – Tigabinanga sebesar 28,35 km/jam, waktu perjalanan rata – rata adalah trayek Kabanjahe – Tigabinanga sebesar 74,22 menit, load factor rata – rata adalah trayek Kabanjahe – Tigabinanga sebesar 100 %, Hasil perhitungan rata - rata terbesar untuk kapasitas operasi adalah angkutan trayek Kabanjahe – Berastagi 92%, waktu sirkulasi adalah Kabanjahe – Tigabinanga 171,97 menit. Jumlah armada optimum berdasarkan waktu sirkulasi yang dibutuhkan untuk trayek Kabanjahe- Berastagi pada pagi dan siang hari masing-masing 15 unit sedangkan sore hari 12 unit.Untuk trayek Kabanjahe –Tigabinanga dibutuhkan jumlah armada pada pagi dan sore masing-masing 17 unit sedangkan untuk siang hari dibutuhkan 21 unit. Trayek Kabanjahe- Munte membutuhkan armada masing-masing 8 unit untuk siang dan sore hari sedangkan untuk pagi hari dibutuhkan 7 unit,Trayek Kabanjahe-Merek membutuhkan jumlah armada 7 unit pada pagi dan siang hari sedangkan untuk sore hari sebanyak 5 unit. Kata kunci: Kinerja, Faktor Muatan, Headway
ANALISA FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN SISINGAMANGARAJA (STA 00+000 – STA 10+000) KOTA MEDAN H.M.T. Rustxell P. Simanungkalit
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.817 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan sangat diperhatikan untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya memahami karakteristik kecelakaan. Pada penelitian dibahas masalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Sisingamangaraja di Kota Medan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui lokasi rawan kecelakaan (black spot) di ruas jalan Sisingamangaraja di Kota Medan, menganalisa faktor – faktor penyebab kecelakaan. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan adalah metode tingkat kecelakaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan faktor – faktor penyebab kecelakaan adalah menggunakan analisis statistik (uji chi – kuadrat) Daerah / lokasi rawan kecelakaan (black spot) adalah suatu lokasi dimana tingkat kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu. Menurut Khisty dan Lall (1989) menyatakan bahwa ada 7 metode dalam mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan. yaitu : metode frekuensi,metode tingkat kecelakaan, metode laju frekuensi, metode kendali mutu tingkat, metode keparahan kecelakaan, metode indeks bahaya, Inventori fitur Jalan Berbahaya. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan pada penelitian ini adalah metode tingkat kecelakaan. Data yang digunakan adalah data jumlah kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Sisingamangaraja Kota Medan yang terjadi pada tahun 2007 – 2011 yang dikelompokkan berdasarkan karateristik kecelakaan berupa waktu kecelakaan, tingkat kecelakaan, tipe tabrakan, jenis kendaraan, kelas korban, jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan. Daerah rawan kecelakaan didapat dengan mengunakan data geometrik, meliputi data kondisi jalan antara lain panjang jalan, jumlah jalur, jumlah lajur, dan median. Data volume lalu lintas, meliputi data lalu lintas harian rata-rata (LHRT). Faktor faktor penyebab kecelakaan didapat dengan menggunakan data karekteristik kecelakaan yang jumlah kecelakaan perbulan selama 5 tahun, mulai tahun 2007 – 2011. Gambaran komposisi karakteristik kecelakaan adalah: hari Sabtu sebanyak 57 kecelakaan (22,10 %). Waktu Terang (06.00-18.00) sebanyak 141 kecelakaan (54,65 %). Luka Berat (LB) sebanyak 231 orang (60 %).Kecelakaan Berat sebanyak 165 kecelakaan (63,96 %). Tabrakan sisi (samping) sebanyak 135 kecelakaan (52,33 %). Sepeda Motor sebanyak 249 unit (65,88 %)Jenis kelamin laki-laki sebanyak 273 orang (70,91 %). Usia diatas 46 tahun sebanyak 84 orang (21,82 %). Jenis pekerjaan peg. swasta/karyawan sebanyak 231 orang (60 %). Analisis menunjukkan bahwa terdapat 3 titik lokasi rawan kecelakaan (black spot) di segmen ruas jalan sisingamangaraja yaitu Sta 9 – 10 , Sta 8 – 9 , Sta 6 – 7. Dan dari hasil uji chi – kuadrat terlihat adanya hubungan antara faktor usia, cuaca, jenis pekerjaan dan jenis kelamin dengan jumlah kecelakaan yang terjadi Kata Kunci : karateristik kecelakaan, Blackspot, Chi – kuadrat
KINERJA DAN TEKNIS PELAYANAN TERMINAL ANGKUTAN UMUM KOTA SIBOLGA Hermanto Sibagariang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.154 KB)

Abstract

ABSTRAK Terminal angkutan umum Sibolga merupakan salah satu terminal tipe A yang ada di Indonesia, dimana terminal Sibolga melayani Angkutan Kota Antar Provinsi, Angkutan Kota Dalam Provinsi, Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan. Pada saat ini terminal sibolga menjadi salah satu fasilitas utama dalam perekonomian kota Sibolga. Oleh karena itu baik tidaknya terminal Sibolga dalam melalukan fungsinya akan sangat mempengaruhi perekonomian Kota Sibolga. Membahas terminal Sibolga tidak terlepas dari permasalahan angkutan umum, ketersediaan fasilitas, lamanya waktu sirkulasi dan permasalahan ini di perparah oleh adanya konflik di pintu keluar akibat pertemuan arus menerus di jalan akses. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan pelayanan terminal Sibolga yang berkaitan dengan angkutan umum yang berkaitan dengan bus reguler dan Angkutan kota serta membandingkannya dengan standar yang ada. Metode-metode yang digunakan dalam studi ini adalah sebagai berikut: untuk pengambilan data digunakan metode survei kendaraan di lapangan, untuk analisis digunakan metode analisis ruang, metode antrian untuk fasilitas di TPR dan metode perbandingan dengan standar yang ada. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh hasil sebagai berikut: kurang puasnya pengguna jasa terhadap pelayanan terminal, terjadi tundaan maksimum 2 kendaraan di TPR pada periode 15 menitan, terminal Sibolga masih dapat menampung kendaraan pada jam puncak (Peak Hour) dimana kapasitas parkir bus 50 kendaraan dan angkutan kota 36 kendaraan, waktu sirkulasi bus sebesar 913.7 detik (15,2 menit) dan Angkutan Kota sebesar 1523,44 detik (25,4 menit). Kata kunci : Kinerja, Pelayanan, Terminal Sibolga, Angkutan Umum
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RESERVOIR PDAM TIRTANADI CABANG PADANGSIDIMPUAN Irsyad Mahfudz Pasa
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan air bersih di kota Padangsidimpuan dikelola oleh PDAM Tirtanadi. Reservoir kota Padangsidimpuan berkapasitas 450 m3 dengan debit masuk 40 liter/detik yang bersumber dari mata air Sisundung, Huta Tunggal dan Oppu Makkar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kapasitas reservoir saat ini apakah masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih yang kian meningkat sepanjang tahun berdasarkan proyeksi penduduk dari tahun 2011-2021. Penduduk Kota Padangsidimpuan pada tahun 2011 berjumlah 121.071 jiwa. Adapun hasil proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2021 yaitu sebesar 131.892 jiwa. Reservoir PDAM Tirtanadi Kota Padangsidimpuan yang ada saat ini belum cukup mampu melayani pelanggan secara maksimal selama 24 jam, karena air tidak dapat dialirkan secara kontinu. Hal ini disebabkan debit yang masuk ke reservoir jauh lebih kecil dari pada debit keluar yang dibutuhkan pelanggan. Adapun debit yang masuk ke reservoir adalah 40 liter/detik, sedangkan debit yang keluar untuk pelanggan yaitu 114,1 liter/detik untuk tahun 2011, dan 123,79 liter/detik untuk tahun 2021. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih ditahun-tahun mendatang, PDAM Tirtanadi Kota Padangsidimpuan harus mencari lagi sumber mata air yang baru untuk menanggulangi kekurangan kebutuhan air bersih yang disebabkan oleh terjadinya pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan. Kata kunci: PDAM Tirtanadi, Reservoir, Padangsidimpuan
Estimasi Nilai Parameter Kompaksi Bahan Subgrade Berdasarkan Nilai Index Properties Pada Proyek Jalan Raya Danny W Siagian
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.785 KB)

Abstract

ABSTRAK Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung pada sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Tuntutan akan kebutuhan pengontrolan di lapangan dan tersedianya dana, merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pekerjaan pemadatan/kompaksi tanah dasar. Hal tersebut kemudian memunculkan pemikiran akan pemilihan alat atau cara untuk memperkirakan kepadatan tanah dengan sistem pelaksanaan yang tepat, cepat, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi/memprediksi besaran nilai parameter kompaksi yaitu berat isi kering maksimum (γdmax) dan kadar air optimum (Wopt) dari nilai index properties yaitu persen butiran halus (Fines) dan batas cair (LL). Dengan menggunakan persamaan linear dalam mengestimasi nilai parameter kompaksi diperoleh persamaan untuk berat isi kering maksimum estimasi (γdmax) = 1,883 - 0,004*F - 0,005*LL dengan nilai R2 = 0,906 sedangkan kadar air optimum estimasi (Wopt) = 3,047 + 0,227*F + 0,242*LL dengan nilai R2 = 0,804. Kata kunci: kompaksi, berat isi kering maksimum (γdmax), kadar air optimum (Wopt), batas cair (LL), persen butiran halus (Fines)
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI KELOMPOK TIANG TEKAN HIDROLIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM AKADEMI TEKNIK KESELAMATAN PENERBANGAN MEDAN Inda Yufina
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.845 KB)

Abstract

ABSTRAK Tiang tekan hidrolis adalah suatu sistem pondasi tiang yang pelaksanaannya ditekan masuk kedalam tanah dengan menggunakan dongkrak hydraulic sehingga tidak menimbulkan getaran dan gaya tekan langsung dapat dibaca melalui sebuah alat yang dinamakan manometer. Dengan menggunakan alat tersebut dapat kita ketahui gaya tekan tiang setiap mencapai kedalaman tertentu. Pada setiap lokasi yang mempunyai data sondir, daya dukung tiang pada setiap kedalaman tertentu dapat dihitung secara teoritis. Pada studi kasus ini akan menghitung dan membandingkan hasil daya dukung pondasi tiang dari data sondir, data parameter tanah, dan bacaan manometer alat hydraulic jack. Dimana lokasi yang dijadikan bahan studi kasus adalah Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Medan yang berada di Jl. Jamin Ginting Km. 13,5 Padang Bulan-Medan. Kata Kunci : Tiang Tekan Hidrolis, Daya Dukung, Sondir
ANALISIS PEMAKAIAN AIR BERSIH (PDAM) UNTUK KABUPATEN MANDAILING NATAL 20 TAHUN KEDEPAN Hisbulloh Nasution
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.068 KB)

Abstract

ABSTRAK Air bersih tidak dapat dipisahkan dari mahluk hidup dalam melakukan aktifitas sehari hari. Dalam pertumbuhan penduduk sekarang ini kebutuhan akan air bersih sangat meningkat, tidak terkecuali kebutuhan air bersih untuk Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Mandailing Natal diperlukan sumber air yang bersih yang layak untuk diminum. Parameter hidrologi yang penting dalam suatu pekerjaan yang terkait dengan sumber daya air adalah debit air dan jumlah penduduk untuk distribusi air. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan catatan kuliah dijadikan dasar dalam penelitian, pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupa data jumlah penduduk, data fasilitas kota (fasilitas pendidikan, peribadatan, perkantoran, kesehatan), data pelanggan dan data kapasitas produksi air bersih PDAM Tirta Madina. dalam mencari besarnya kebutuhan air, dilakukan analisa jumlah penduduk dan analisa produksi air bersih. Menentukan kebutuhan air bersih dan jumlah penduduk di Kabupaten Mandailing Natal digunakan metode Geometri yang mana metode ini menunjukan pertumbuhan penduduk terbesar sehingga dapat direncanakan kebutuhan air bersih sampai tahun 2031 Berdasarkan hasil proyeksi jumlah penduduk ditambah dengan jumlah Pelanggan PDAM Tirta Madina pada tahun 2031 sebanyak 252.837 jiwa debit air yang dibutuhkan sebesar 1,103 m3/s, sedangkan kapasitas produksi saat ini sebesar 0,067 m3/s, sehingga kapasitas tambahan yang diperlukan yaitu sebesar 1,036 m3/s. Kata kunci : Debit air, ketersediaan air, jumlah penduduk.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN ELASTIS PONDASI BORED PILE PADA PROYEK FLY OVER SIMPANG POS MEDAN Manna Grace S Manna Grace S
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.493 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi, merupakan bagian dari struktur bawah (sub structure), mempunyai peranan penting dalam memikul beban struktur atas sebagai akibat dari adanya gaya-gaya yang terjadi pada struktur atas (upper structure) seperti gaya angin, gaya gempa maupun berat struktur itu sendiri. Berdasarkan The British Standart Code of Practice for Foundation, tiang dibagi menjadi 3 (tiga kategori) yaitu tiang perpindahan besar (large displacement piles), Tiang perpindahan kecil (small displacement piles) dan tiang tanpa perpindahan (non displacement piles). Untuk pondasi non displacement, konstruksi tiang bor langsung dilakukan di lokasi proyek dan pada umumnya disebut dengan pondasi bored pile. Metode perhitungan daya dukung dari hasil SPT menggunakan metode Reese & Wright dan bantuan software Allpile. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimit (Qu) dari hasil SPT adalah 496,61 ton, hasil software AllPile 612,39 ton dan hasil pengujian PDA 679,9 ton, dan untuk penurunan kelompok tiang yang terjadi adalah sebesar 3,09 cm Terdapat perbedaan signifikan diantara beberapa metode, namun dapat diputuskan hasil perhitungan mana yang dapat digunakan agar tiang bor yang digunakan aman dan ekonomis. Kata Kunci : SPT, Allpile, PDA, Kapasitas Daya Dukung, Penurunan Elatis.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED COMPRESSION TEST) PADA STABILITAS TANAH LEMPUNG DENGAN CAMPURAN SEMEN DAN ABU CANGKANG SAWIT Hasoloan H P Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.915 KB)

Abstract

ABSTRAK Stabilisasi merupakan salah satu cara upaya yang dilakukan untuk perbaikan tanah (soil reinforcement). Berbagai bahan pencampur untuk stabilisasi telah banyak dilakukan, diantaranya dengan menggunakan bahan pencampur seperti semen, fly ash, bitumen, kapur, bahkan geogrid. Penggunaan bahan stabilisasi tanah ini diharapkan mampu menambah kekuatan / daya dukung tanah tersebut sehingga beban konstruksi yang berada diatasnya dapat dipikulnya. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat-sifat fisik (index properties) dari tanah yang berasal dari Jalan Raya Medan Tenggara dan mengetahui perbandingan kuat daya dukung tanah yang dicampur dengan semen dan abu cangkang sawit. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak 18 sampel tanah dan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui nilai index properties dan engineering properties menggunakan uji UCT (Unconfined Compression Test). Dari penelitian ini, diperoleh hasil uji sifat fisik pada tanah asli, yaitu kadar air 19,90%, berat jenis 2,65, berat isi 1,24 gr/cm³, batas cair 44,23% dan indeks plastisitas 29,85%. Berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis CL (Clay – Low Plasticity) sedangkan berdasarkan klasifikasi AASHTO, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A-7-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan bebas (qu) pada tanah asli sebesar 2,88 kg/cm2. Pada variasi campuran 2% PC + 3% ACS, diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum sebesar 4,94 kg/cm2. Nilai kuat tekan bebas tanah (qu) menurun hingga variasi campuran 2% PC + 5% ACS sebesar 1,39 kg/cm2. Kemudian naik pada variasi campuran 2% PC + 9% ACS sebesar 2,58 kg/cm2, tetapi nilai kuat tekan bebasnya masih dibawah nilai kuat tekan bebas pada tanah asli dan kemudian menurun terus hingga variasi campuran 2% PC + 18% ACS sebesar 0,58 kg/cm2. Kata Kunci : stabilisasi tanah, semen, abu cangkang sawit, UCT (Unconfined Compression Test).