cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISA SISTEM DILATASI DENGAN BALOK KANTILEVER DISERTAI PERHITUNGAN STRUKTUR ATAS DAN STRUKTUR BAWAH Mia Karlina Mierza
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.191 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam bidang perencanaan bangunan, system dilatai sangat baik diterapkan pada bangunan yang memiliki bentuk tidak beraturan, bangunan dengan bentang yang panjang, menahan beban gempa, dan tentu saja dalam hal mengekspansi bangunan. Dalam ekspansi bangunan, dilatasi yang dilakukan adalah dilatasi dengan balok kantilever. Sehingga, jarak dari balok ini sangat penting untuk direncanakan. Dilatasi ini memerlukan celah yang dapat ditentukan dengan menghitung simpangan tiap bangunan. Atau dapat ditentukan dengan peraturan yang ada. Balok kantilever yang direncanakan memiliki bentang sebesar 1,5 m, yang dianggap telah memiliki jarak aman dalam perencanaan dilatasi ini serta lendutan yang tidak melebihi lendutan ijin. Dalam memilih panjang bentang balok kantilever, bukan hanya jarak balok induk yang menentukan, tetapi juga bagaimana jenis pondasi, dimensi pondasi, alat pekerjaan pondasi, dan lain-lain. Dengan meninjau tiga jenis pondasi yaitu pondasi tiang pancang, pondasi sumuran, dan pondasi bored pile akan dipilih jenis pondasi yang paling cocok dengan keadaan bangunan ini. Pemilihan pondasi ini sangat penting agar jarak balok kantilever yang hanya 1,5 meter tidak mengganggu bangunan yang telah ada. Didapatkan hasil dimana pondasi yang paling cocok untuk bangunan dilatasi dengan balok kantilever ini adalah pondasi bored pile. Yang mana memenuhi kriteria dalam segi dimensi pondasi yang cukup, alat yang memungkinkan untuk melaksanakan pekerjaan pondasi ini, dan tidak menganggu bangunan eksisting.   Kata Kunci : Pondasi Bored Pile, Balok Kantilever, Dilatasi, Gempa, Pondasi, Ekspansi.
ANALISA DAN EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKUK KOLOM KOMPOSIT KAYU PANGGOH - BETON Maria Veronica Samosir
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.235 KB)

Abstract

ABSTRAK Kolom sebagai komponen struktur yang memegang peranan penting dalam menerima beban tekan aksial dan meneruskannya ke pondasi. Umumnya kolom sangat rentan terhadap bahaya tekuk (buckling). Tekuk (buckling) adalah suatu ragam kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan suatu elemen struktur yang dipengaruhi oleh aksi beban (beban tekuk). Beban tekuk adalah beban yang dapat menyebabkan suatu kolom menekuk, beban ini disebut juga dengan beban kritis. Penelitian mengenai perilaku tekuk ini dilakukan terhadap kolom komposit yaitu kolom komposit kayu panggoh – beton. Kayu panggoh dipilih karena kayu ini termasuk pada kayu kelas kuat I dengan kuat tekan dan elastisitas serta kuat lentur yang tinggi juga sifatnya yang keras. Sebagai satu kesatuan struktur komposit kayu panggoh akan diletakkan tepat di tengah kolom dengan mutu beton yang digunakan adalah K-225. Dimensi kolom 10 cm x 13 cm dan kayu panggoh dengan ukuran 4 cm x 6 cm.  Kolom komposit kayu panggoh – beton dirancang dan dianalisis berdasarkan teori tekuk euler. Dari pengujian tekuk yang dilakukan di laboratorium diperoleh beban elastis (Pelastis­), beban kritis (Pcr) dan beban runtuh (Pultimate).   Kata kunci    :Kolom, Tekuk Euler, Kayu Panggoh, Komposit Kayu Panggoh – Beton, Beban Kritis, Tegangan Kritis.
ANALISA DAN EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKUK KOLOM KOMPOSIT BETON-KAYU PANGGOH SEBAGAI PENGGANTI TULANGAN UTAMA Sumihar Risna Pasaribu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.581 KB)

Abstract

ABSTRAK Kolom merupakan komponen struktur yang berfungsi untuk menahan ataupun menyangga beban tekan aksial yang diberi pada ujungnya, serta memegang peranan penting dalam menerima beban tekan aksial dan meneruskannya ke pondasi.Kolom sangat rentan terhadap bahaya tekuk (buckling).Tekuk adalah suatu ragam kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan suatu elemen struktur yang dipengaruhi oleh beban tekuk (beban kritis).Beban tekuk adalah beban yang dapat menyebabkan suatu kolom menekuk.Penelitian mengenai perilaku tekuk ini dilakukan terhadap kolom komposit kayu panggoh-beton, dengan memanfaatkan kayu sebagai alternatif pengganti tulangan.Kayu yang digunakan adalah kayu panggoh karena termasuk tipe kayu kelas I dengan sifatnya yang keras dan memiliki kuat tekan, tarik dan elastisitas yang tinggi.Perencanaan kolom komposit didesain dengan metode kuat batas (ultimate strength design).Kolom komposit dicor dengan mutu beton K-225, dengan dipasang tulangan utama dari kayu panggoh berukuran 2cm x 2cm, sengkang besi polos Ø6mm-125mm, dengan dimensi kolom 10cm x 13cm dan bentang  kolom 250cm. Dari hasil pengujian laboratorium didapat Pelastis, Pkritis, dan ultimatenya Ppatah. Dari hasil penelitian ini diharapkan kayu panggoh dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tulangan utama pada kolom. Kata kunci :Kolom, Tekuk Euler, Kolom Komposit, Kolom Komposit beton-kayu panggoh, Kuat Tekuk Kolom.
ANALISA DAN EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKUK KOLOM TUNGGAL KAYU PANGGOH Putri Nurul Hardhanti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.285 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan sebuah kolom harus dilakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya tekuk pada struktur kolom. Material kolom yang digunakan pada penelitian ini adalah material kayu panggoh. Kayu panggoh merupakan nama lain dari sisi luar pohon aren di wilayah Sumatera Utara, daerah tanah karo. Kayu ini memiliki sifat yang keras serta kuat tekan, kuat tarik, dan elastisitas yang besar. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kekuatan tekuk kayu panggoh dan membandingkan hasil analisis tekuk dengan hasil eksperimental. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini, yaitu kolom persegi panjang berukuran (5 x 6) cm dan kolom persegi berukuran (6 x 6) cm dengan panjang kedua benda uji 200 cm. Dari hasil penelitian dan eksperimental maka didapat nilai beban Pelastis, Pkritis, dan Pultimate. Kata kunci: kayu panggoh, tekuk, kolom
PENGARUH SUBTITUSI ABU SERABUT KELAPA (ASK) DALAM CAMPURAN BETON Nora Usrina
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.71 KB)

Abstract

ABSTRAK Bahan buangan atau limbah sering dimanfaatkan menjadi suatu bahan yang dapat difungsikan untuk keperluan tertentu seperti bidang rekayasa bahan bangunan, limbah sudah sering diteliti untuk kemudian dimanfaatkan. Salah satu bahan buangan yang belum begitu banyak diteliti sebagai bahan bangunan beton yaitu abu dari serabut kelapa (ASK). Pada penelitian ini abu serabut kelapa sebagai subtitusi dari semen dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan abu serabut kelapa (ASK) terhadap waktu ikat semen,  nilai slump, mutu kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Komposisi penggantian semen dengan abu serabut kelapa sebanyak 0%, 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, 7,5%, 9%, 10,5%, 12%, 13,5% dan 15% dari volume beton. Mutu beton yang direncanakan 20 MPa dan lamanya waktu perendaman 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton pada sampel dengan berbagai variasi abu serabut kelapa diperoleh kesimpulan bahwa material abu serabut kelapa hanya efektif digunakan pada variasi subtitusi 1,5% ASK dan 3% ASK yaitu dengan nilai kuat tekan sebesar 23,32 MPa dan 22,50 MPa.   Kata Kunci : abu serabut kelapa, waktu ikat, kuat tekan beton, kuat tarik belah.
Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Cangkang Kubah (Dome) Material Beton dan Material Baja dengan Program Fathoni Tamara Gusty
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.444 KB)

Abstract

ABSTRAK   Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah mulai mengembangkan konstruksi bangunan yang terbuat dari struktur cangkang. Oleh karena itu, atap bangunan yang terbuat dari struktur cangkang yang berbentuk kubah (dome) baik yang terbuat dari material beton maupun baja yang digunakan untuk menutup suatu bangunan dalam hal ini masjid perlu dianalisis secara mendalam untuk mengetahui secara mendalam mengenai perbandingan keduanya. Dimana analisis perbandingan perhitungan struktur cangkang kubah (dome) tersebut (tidak termasuk pondasi) berbentuk setengah lingkaran dengan perbandingan radian dan tinggi sesuai dengan yang telah direncanakan dimana analisa strukturnya menggunakan program. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perbandingan perhitungan struktur yaitu gaya-gaya dalam dari keduanya dengan menggunakan program ketika mengalami kombinasi pembebanan serta diperoleh cangkang yang paling ekonomis untuk didesain. Dengan cangkang kubah setengah lingkaran dan dianalisa struktur dengan menggunakan program berdasarkan teori selaput tipis (thin shell), diperoleh kesimpulan antara lain untuk kombinasi pembebanan yang paling maksimum adalah cangkang material beton, untuk perencanaan atau desain yang paling sulit adalah cangkang material baja dan untuk rencana anggaran biaya yang paling ekonomis adalah cangkang material beton.   Kata Kunci : cangkang, kubah, dome, setengah lingkaran, teori selaput tipis, program, gaya-gaya dalam, Rencana Anggaran Biaya, ekonomis.
KAJIAN EFEKTIVITAS LUBANG RESAPAN BIOPORI DALAM MEREDUKSI DEBIT BANJIR AKIBAT AIR LIMPASAN HUJAN (RUN-OFF) PADA KAWASAN PERUMAHAN (STUDI KASUS: PERUMAHAN CLASSIC 3, MEDAN) Muhammad hafizh
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.746 KB)

Abstract

ABSTRAK   Bahaya banjir pada kawasan perumahan sering terjadi akibat perubahan tata guna lahan dari areal resapan menjadi areal kedap air. salah satu solusi untuk mengatasi bahaya banjir di kawasan perumahan adalah lubang resapan biopori. Teknologi lubang resapan biopori berfungsi untuk mengurangi limpasan air hujan dengan meresapkan lebih banyak volume air ke dalam tanah sehingga mampu meminimalkan kemungkinan terjadinya banjir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas, nilai laju infiltrasi sebelum dan sesudah adanya lubang resapan biopori dan jumlah lubang resapan biopori untuk mengetahui nilai reduksi debit banjir akibat lubang resapan biopori. Penelitian ini mengambil lokasi di Perumahan Classic III Medan dengan luas 15.320 m2 yang terdiri dari 109 unit rumah. Alat yang digunakan dalam pengujian infiltrasi di lapangan adalah single ring infiltrometer, kemudian sampel tanah di lokasi studi diambil untuk uji permeabilitas di Laboratorium Mekanika Tanah. Berdasarkan penelitian diperoleh nilai koefisien permeabilitas (k) tanah adalah 8,774 x  cm/detik, nilai laju infiltrasi konstan (fc) di adalah 8,40 cm/jam, sedangkan nilai laju infiltrasi (fc) rata-rata lubang resapan biopori adalah 95,20 cm/jam. Total debit banjir kawasan perumahan sebelum direncanakan lubang resapan biopori adalah 52,365 x  m³/detik, jika pada setiap rumah membuat 1 unit lubang resapan biopori maka debit banjir berkurang sebesar 9,154 x 10-3 m³/detik  menjadi 43,211 x m³/detik. Lubang resapan biopori terbukti efektif mereduksi debit banjir sebesar 17,46 %  dari total debit banjir di kawasan perumahan, sehingga berdasarkan perhitungan jumlah lubang resapan biopori yang ideal adalah sebanyak 1096 unit lubang atau 10 unit lubang resapan biopori per rumah. Kata kunci: Lubang resapan biopori, infiltrasi, permeabilitas
ANALISIS JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KOMPLEK PERUMAHAN PT ARUN NGL LHOKSEUMAWE Denny Adrian
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.647 KB)

Abstract

ABSTRAK   Suplai air bersih pada area perumahan karyawan PT Arun dikelola sepenuhnya oleh pihak perusahaan sendiri dan tidak bergantung kepada instansi penyedia air minum setempat. Jaringan perpipaan distribusinya masih menggunakan jaringan perpipaan yang lama dan hanya dilakukan penggantian terhadap beberapa jaringan pipa yang telah rusak. Air bersih didistribusikan ke area perumahan diberikan secara cuma-cuma kepada penghuni dan tidak dilakukannya pengukuran terhadap penggunaan air pada tiap rumah dan kantor diseluruh area perumahan. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dilanjutkan dengan mengumpulkan data-data primer dan sekunder. Menghitung kebutuhan air pada tiap titik layanan pada area perumahan baik untuk kebutuhan domestik maupun kebutuhan non domestik menjadi jalan keluar untuk memecahkan permasalahan yang terjadi. Kemudian dilakukan evaluasi dengan metode Hardy-Cross lalu dibandingkan hasilnya dengan pemodelan menggunakan EPANET 2.0. Dari pemodelan dapat dilihat titik-titik mana saja aliran air yang tekanan maupun debitnya kecil. Berdasarkan hasil perhitungan didapat headloss yang terjadi pada jaringan pipa pompa cukup besar yaitu 22,950 meter. Kapasitas total produksi air bersih yang dipompa ke komplek perumahan PT Arun sebesar 0,0417 m3/s dan total penggunan air untuk seluruh area perumahan sebesar 98447,999 m3/bulan.     Kata Kunci: Distribusi Air, Hardy Cross, EPANET 2.0
PENGARUH PEMBANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN BARU TERHADAP DAMPAK LALU LINTAS (STUDI KASUS: MEDAN FOCAL POINT JL. RINGROAD GAGAK HITAM) Ivandoli Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.909 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu permasalahan transportasi kota Medan saat ini adalah kemacetan lalu lintas. Penyebab terjadinya kemacetan tersebut salah satunya yaitu pembangunan pusat kegiatan di kota Medan. Pusat kegiatan ini dapat berupa pusat perkantoran, perdagangan dan permukiman.  Pusat perdangangan yaitu Medan Focal Point akan dibangun di Jalan Ring Road Gagak Hitam. Dengan dibangunnya pusat perbelanjaan tersebut akan menimbulkan efek terhadap kinerja ruas jalan yang berada di sekitarnya. Evaluasi terhadap lalu lintas dilakukan guna mengefektifkan fungsi dan guna sarana dan prasarana sehingga tidak menimbulkan efek dan konflik yang akan terjadi terhadap lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas Pusat Perbelanjaan Medan Focal Point dan mengetahui kinerja ruas lalu lintas pada ruas jalan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Volume lalu lintas (Q), Kapasitas (C), Derajat Kejenuhan (DS). Kapasitas jalan menggunakan 5 variabel yaitu kapasitas dasar (C), faktor penyesuaian lebar jalan, (FCw), faktor penyesuaian pemisah arah (FCsp), faktor penyesuaian  hambatan samping (FCsf), dan faktor penyesuaian ukuran kota (FCcs). Sedangkan Derajat Kejenuhan (DS) mengunakan 2 variabel yaitu volume lalu lintas (Q) dan kapasitas (C). Nilai DS nantinnya akan dibandingkan untuk perkiraan 5 tahun kedepan dengan tahun sekarang. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai DS tahun 2013 untuk ke 4 ruas jalan masih dikatergorikan arus pada kondisi stabil. Sedangkan untuk perkiraan 5 tahun ke depan terjadi perubahan nilai pada tiap ruas jalan yaitu ada yang menjadi tidak stabil (0.88). Berdasarkan MKJI apabila nilai D/S > 0.85 maka arus jalan dikatakan sudah tidak stabil (macet).   Kata Kunci: Volume Lalu Lintas (Q), Kapasitas Jalan (C), Derajat Kejenuhan (DS).
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR YANG BERBETUK CYLINDRICAL SURFACE PADA STRUKTUR BETON DAN BAJA Sri Wahyuni Sebayang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.139 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perencanaan konstruksi bangunan beberapa tahun belakangan ini cukup berkembang pesat, terutama dalam hal estetika. Hal ini membuktikan bahwa manusia sebagai pelaku utama tidak hanya berusaha mendapatkan konsep perencanaan lebih aman, nyaman, praktis, dan ekonomis melainkan juga dari segi artistik. Salah satu konstruksi bangunan yang cukup artistik adalah struktur lengkung/cylindrical surface. Selain itu struktur yang berbentuk lengkung atau cylindrical surface juga cukup fleksibel untuk dibentuk dan dapat digunakan pada bentang yang lebar. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai perbandingan desain struktur dengan cylindrical surface dengan menggunakan material beton dan baja dimana perhitungan gaya-gaya dalam dan tegangan yang terjadi dilakukan dengan bantuan program SAP2000. Kemudian akan dibandingkan material yang lebih ekonomis yang digunakan pada struktur berbentuk cylindrical surface. Berdasarkan tegangan-tegangan dan gaya-gaya dalam yang telah diperoleh dengan bantuan SAP2000, dan perencanaan desain struktur bangunan terbuat dari beton dan baja, diperoleh kesimpulan bahwa material yang lebih sulit pengerjaannya adalah material baja dan material yang lebih ekonomis adalah material baja. Kata kunci: cangkang, cylindrical surface, setengah lingkaran, ellips, teori selaput tipis, gaya-gaya dalam.