cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025)" : 15 Documents clear
Peran Vital Kedokteran Forensik dalam Penyelidikan Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan : Sebuah Laporan Kasus Adi Nugroho, Novianto; Saptarini, Dian Nita Eka
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art8

Abstract

Latar Belakang: Kedokteran forensik memiliki peran sentral dalam proses penyelidikan kasus kriminal, khususnya pembunuhan dan pemerkosaan. Melalui pemeriksaan medis dan analisis ilmiah terhadap jenazah, ahli forensik dapat mengungkap penyebab kematian, jenis kekerasan yang terjadi, serta memberikan keterangan ahli yang mendukung proses peradilan. Deskripsi Kasus: Dalam studi ini, ditemukan adanya luka terbuka pada pipi dan leher bagian kiri yang diklasifikasikan sebagai luka tusuk akibat kekerasan tajam. Selain itu, terdapat tanda-tanda asfiksia, seperti petechiae (bintik perdarahan) pada konjungtiva palpebra dan sianosis pada jaringan di bawah kuku keempat ekstremitas. Temuan ini menunjukkan adanya proses mati lemas akibat kekurangan oksigen. Kesimpulan: Pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa meskipun terdapat luka tusuk yang signifikan, penyebab utama kematian adalah asfiksia. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kedokteran forensik dalam mengidentifikasi mekanisme kematian secara akurat, yang menjadi dasar dalam proses investigasi dan penegakan hukum. Kata Kunci: Kedokteran Forensik; Pembunuhan; Luka Tusuk; Mati Lemas; Penyebab Kematian
Tinjauan Yuridis Kelalaian Pengasuh Panti Asuhan yang Menyebabkan Kematian : Sebuah Laporan Kasus Pratiwi, Hardhiati Iqra; Utomo, Raden Panji Uva; Machroes, Bianti Hastuti
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art9

Abstract

Latar belakang: Kelalaian adalah salah satu bentuk kesalahan yang timbul karena pelaku tidak memenuhi standar perilaku yang telah ditentukan oleh Undang-Undang, serta kelalaian tersebut terjadi karena perilaku orang itu sendiri. Deskripsi kasus: Dilaporkan sebuah kasus, jenazah bayi perempuan, ditemukan meninggal dunia di suatu Yayasan panti asuhan di kota Semarang, pada hari Minggu 11 Februari 2024 sekira pukul 07.30. Kemudian korban dimakamkan di pemakaman umum pada hari Minggu, 11 Februari 2024 sekira pukul 14.00. Korban berusia kurang lebih 3 bulan di luar kandungan, panjang badan 58 cm. Dari pemeriksaan luar dan dalam terhadap jenazah, didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa luka memar pada mulut; luka lecet pada wajah. Didapatkan cairan perut yang ada pada saluran nafas. Kesimpulan: Anak yang dititipkan ditempat penitipan anak mendapatkan perlindungan hukum untuk menghindari anak mendapatkan perbuatan yang mengancam kejiwaan anak tersebut. Perlindungan hukum itu secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 mengenai perlindungan anak, dalam pasal 76 B, dan sanksinya diatur dalam pasal 77. Selain itu, sanksi pidana dapat dijatuhkan untuk pengasuh tempat penitipan anak terhadap kematian anak merujuk pada pasal 359 KUHP dengan risiko hukuman 5 tahun penjara. Kata Kunci: Kelalaian; Panti Asuhan; Sanksi Pidana
Tromboemboli Dalam Kehamilan: Sebuah Tinjauan Pustaka Laksono, Sidhi; Sakura, Ayumi Syifa
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art14

Abstract

Venous Thromboembolism (VTE) menyebabkan mortalitas dan morbiditas pada ibu hamil dan postpartum. Kehamilan meningkatkan risiko penyebab VTE sampai empat hingga lima kali dibandingkan pada wanita yang tidak hamil dan risiko akan meningkat 30 sampai 60 kali pada postpartum. VTE terdiri dari dua bentuk utama, yaitu deep vein thrombosis (DVT) dan pulmonary embolism (PE). Patofisiologi VTE dijelaskan melalui triad Virchow: stasis vena, kerusakan endotel, dan hiperkoagulabilitas. Manifestasi klinis VTE pada kehamilan menyerupai fisiologis kehamilan sehingga dilakukan pemeriksaan diagnosis untuk mendiagnosa VTE, pemeriksaan diagnosis dilakukan menggunakan alat diagnostik yang aman untuk ibu hamil dan janin. Antikoagulan dapat diberikan untuk terapi sejak VTE terdiagnosa. VTE. Studi ini menjelaskan mengenai tromboembolisme pada kehamilan yang mencakup faktor risiko, patofisiologi, diagnosis dan terapi pada wanita hamil dan wanita pasca melahirkan. Kata Kunci: Deep Vein Thrombosis (DVT); Pulmonary Embolism (PE); Tromboembolisme (VTE)
Identifikasi Kandungan Boraks dan Formalin pada Bakso di Wilayah Ngaglik Sleman Yogyakarta Mujiyanto, Mujiyanto
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art6

Abstract

Latar Belakang: Bakso merupakan makanan yang populer dan sering dikonsumsi masyarakat karena harganya yang terjangkau dan mudah diperoleh. Penggunaan bahan tambahan berbahaya seperti boraks dan formalin pada bakso masih menjadi permasalahan serius karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, hati, dan sistem saraf. Untuk menjaga mutu dan keamanan pangan, perlu dilakukan pengujian terhadap kandungan zat berbahaya seperti boraks dan formalin, yang dilarang penggunaannya dalam makanan berdasarkan Permenkes RI Nomor 033 tahun 2012. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan boraks dan formalin dalam bakso di wilayah Ngaglik Sleman Yogyakarta. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode uji laboratorium kualitatif. Analisis yang dilakukan meliputi identifikasi boraks secara kualitatif menggunakan kertas kurkumin, dan identifikasi formalin menggunakan larutan kalium permanganat. Hasil: Seluruh sampel menunjukkan hasil negatif untuk boraks dan formalin. Uji boraks ditandai kertas kurkumin yang tetap kuning, sedangkan uji formalin menunjukkan larutan kalium permanganat yang mempertahankan warna ungu. Kesimpulan: Bakso di wilayah Ngaglik Sleman aman dari cemaran boraks dan formalin, menunjukkan kepatuhan pedagang terhadap regulasi keamanan pangan. Monitoring berkala tetap diperlukan untuk mempertahankan kualitas keamanan. Kata Kunci: Bakso; Boraks; Formalin; Keamanan Pangan ; Uji Kualitatif
Manfaat Neurofeedback Sebagai Tata Laksana pada Burnout : Sebuah Tinjauan Pustaka Wahdini, Ade Indah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art15

Abstract

Burnout telah menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di kalangan profesional dengan tuntutan kerja tinggi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik dan mental. Studi terbaru menunjukkan prevalensi burnout mencapai 40-60% pada tenaga kesehatan dan pendidik. Neurofeedback muncul sebagai pendekatan inovatif yang menawarkan solusi berbasis neurosains untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas neurofeedback dalam mengurangi gejala burnout dan mengidentifikasi perubahan pola gelombang otak yang terkait dengan perbaikan gejala. Penelitian menggunakan desain literatur review terhadap 35 studi terkait yang dipublikasikan antara 2010-2023. Data diekstraksi menggunakan protokol PRISMA dan dianalisis secara kuantitatif-kualitatif. Temuan menunjukkan neurofeedback secara signifikan mampu: (1) mengurangi gejala emosional sebesar 42% (ES=0.78, p<0.001), (2) meningkatkan kualitas tidur melalui normalisasi gelombang SMR (12-15Hz), dan (3) memperbaiki fungsi eksekutif dengan peningkatan aktivitas beta (15-20Hz). Perubahan EEG menunjukkan korelasi kuat antara peningkatan koherensi frontal dan penurunan gejala. Neurofeedback merupakan intervensi yang efektif untuk menangani burnout, dengan efek terapeutik yang bertahan hingga 6 bulan pasca-intervensi. Studi ini merekomendasikan protokol standar 15-20 sesi dengan kombinasi pelatihan alfa dan beta untuk hasil optimal. Kata Kunci: Burnout; Gelombang Otak; Intervensi Psikologis; Kesehatan Mental Kerja; neurofeedback

Page 2 of 2 | Total Record : 15