cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 02167492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No 10 (2012)" : 7 Documents clear
METODE FOTOELASTIS DENGAN PERBESARAN OPTIK DAN PENAJAMAN IMAGE UNTUK MENINGKATKAN KEPRESISIAN Melvin Bismark H.S; Melvin Emil Simanjuntak
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan metode fotoelastis dalam menentukan medan regangan dan tegangan padazona pembebanan diperhadapkan pada masalah kepresisian. Pembesaran optik terhadapmedan frinji isokromatis yang terbentuk di zona pembebanan pada material transparanberbentuk disk pejal yang dikenai beban kompresi dilakukan untuk menambah kepresisianpenghitungan orde frinji. Pengolahan citra hasil perekaman dilakukan untuk mempertajam polafrinji isokromatik. Selisih tegangan prinsipal hasil eksperimen dikomparasi denganmenggunakan software Finite Element. Hasil komparasi terbaik ditunjukkan pada pembesaranoptik 20x.Kata kunci: fotoelastis, orde frinji, zona pembebanan
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING KAKAO DENGAN TIPE CABINET DRYER UNTUK KAPASITAS 7,5 kg PER-SIKLUS Farel H Napitupulu; Putra Mora Tua
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.121 KB)

Abstract

ABSTRAKJurnal ini berisikan tentang rancangan alat pengering pertanian dengan menggunakanminyak tanah dan kayu bakar sebagai pengganti energi matahari. Alat yang dirancang adalahTipe Cabinet Dryer yang dapat digunakan secara siklus dan tidak tergantung kepada kondisicuaca sebagai syarat utama. Setelah dipanen, umumnya kadar air yang dikandung kakaoadalah sekitar 51-60 % berat. Jika kondisi dibiarkan beberapa lama setelah dipanen, akanmenyebabkan kakao tersebut cepat membusuk akibat pertumbuhan mikroorganisme. MenurutStandar Nasional Indonesia, jika kadar air dari kakao tersebut diturunkan menjadi 6 % berat,maka proses perkembangan mikroorganisme akan melambat dan pembusukan akan tertundaatau bahkan terhenti untuk beberapa lama. Alat pengering ini dirancang dengan menggunakankakao sebagai produk yang dikeringkan dengan kapasitas yang direncanakan sebesar 7,5 kgper siklus. Setelah dirancang alat ini diuji dengan menggunakan produk dan kapasitas yangsama dengan rancangan. Biji kakao yang baru dipanen dimasukkan kedalam mesin pengering,kemudian sumber energi untuk pengeringan yang diuji adalah kayu bakar dan minyak tanah.Alasan utama pemilihan sumber energi ini adalah ketersediannya yang cukup di daerahpedesaan dimana para petani tinggal. Medium pengering yang digunakan pada pengujian iniadalah uap air sebagai pengganti udara. Parameter yang diuji adalah distribusi suhu padaproduk yang dikeringkan, waktu pengeringan, kebutuhan air sebagai medium pengering, kadarair produk, kebutuhan energi, dan analisa biaya. Dari uji performance yang dilakukankesimpulan utama penelitian ini adalah, pertama pengeringan kakao dapat dilakukan padaCabinet Dryer yang tidak tergantung pada tenaga matahari dengan hasil yang memenuhistandar yang diinginkan, dan kedua pengeringan dengan menggunakan kayu bakar lebih baikdari pada dengan menggunakan minyak tanah.Kata kunci: Cabinet Dryer, Pengeringan kakao, Uap Air
STUDI PREVENTIVE MAINTENANCE PADA SISTEM ANGKAT DAN TURUN (HOISTING SYSTEM) ANODE BAKING CRANE DI PT. INALUM DENGAN KAPASITAS ANGKAT 6,780 TON DAN TINGGI ANGKAT 7,5 METER Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.972 KB)

Abstract

ABSTRAKPembuatan aluminium ingot yang mempunyai kualitas dan mutu produk yang tinggididukung dari proses yang saling berkaitan antara bahan dan peralatan yang dipakai dalamproses tesebut, untuk mencapai kesemuanya itu maka diperlukan peforma dari setiap bagianperalatan yang baik yaitu menerapkan perpaduan antara perawatan (Preventive Maintenance)secara baik dengan biaya Maintenance yang stabil dan murah. Dari proses PreventiveMaintenance dengan metode Time Based dan Condition Based pada satu bagian sistemperalatan saja yaitu Hoisting system (Drum unit, Telescopic Mast, Anode Tong, Lock device,Wire Rope) maka diperoleh evaluasi biaya dalam hal penghematan yang cukup signifikan.Hasil menunjukkan bahwa dengan sistem preventive maintenance akan menghasilkanpenghematan biaya pada hoisting system sebesar 28 % dibandingkan apabila perawatandilakukan dengan sistem Breakdwon Maitenance, dan biaya akan berbanding lurus denganbesar dan tingkat kesulitan kerja daripada Man Power, Man Hour, Tool, Material, danConsumable.Kata kunci : Hoisting,telescopic mast,anode tong,lock device,wire rope
PENGUJIAN MESIN PENGERING KAKAO ENERGI SURYA Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.116 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan mesin-mesin pengering tenaga surya dapat membantu untuk meningkatkankualitas biji kakao mengingat letak geografis Indonesia yang berada pada garis katulistiwa danpetani kakao Indonesia yang masih didominasi oleh smallholders. Aliran udara pada mesinpengering dapat mencapai 0,0141 kg/s dengan kecepatan maksimum 1,09 m/s. Tempraturudara keluar kolektor dapat mencapai 37,28oC dan effisiensi kolektor 19,41%. Karakteristikpengeringan kakao dibentuk dengan model persamaan empirik, penurunan kadar air, moistureratio, terhadap waktu.Kata kunci: Kakao, mesin pengering, efisiensi kolektor, moisture ratio.
Kajian Aplikasi Efek Dingin Udara Subuh untuk Pengkondisian Udara Ruangan; Studi Kasus di Kota Medan Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.245 KB)

Abstract

AbstractIn recent years, residential and comercial buildings in typical city of Indonesia such as Medan consume a huge amount of high grade energy for ventilation and air conditioningsystems. Air conditioning system, renewable energy powered, is expected to play an importantrole in order to reduce high grade energy consumption. The present study promotes theposstibility of using the cooling effect resulting from ambient temperature in daybreak. Thewater is cooled by ambient as a thermal cold storage, the cool water is then transfer into theconditioned space. The measurements of the following parameters ambient temperature,relative humidity, solar radiation, wind speed have been performed using HOBO microstation inevery minute for 3 months. The results show that ambient in daybreak can provide coolingwater with temperature of lower than 23oC. Commercial CFD is used to simulate coolingprocess by using this cold water. The simulation results shows that maximum ambienttemperature of 30.39oC can be cooled up to 26.1oC. In other words, the maximum temperaturein the room can be decreased in order of 4.8oC. The main conclusion can be drawn here is thatcooling effect in the ambient temperature can be used to provide cooling air for conditionedroom.Keywords: Zero Energy Building, Natural Cooling, CFD
ANALISA PENGARUH BEBAN TERHADAP LAJU KEAUSAN AL-Si ALLOY DENGAN METODE PIN ON DISK TEST Ikhwansyah Isranuri; Suprianto Suprianto; Wendy Aditya
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.522 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pembebanan terhadap lajukeausan material Al-Si Alloy dengan menggunakan metode pin on disk test  standar ASTM G99-04, pengujian dilakukan pada kondisi kering dengan variasi pembebanan (load) 2,5N, 5N,7,5N, 10N dan 12,5N terhadap aluminium sekrap dan Aluminium Sekrap ditambah Silikon (AlSi).Hasil uji keausan memperlihatkan laju keausan akan terus meningkat seiring denganpertambahan pembebanan. Kenaikan laju keausan yang paling tinggi terjadi pada beban 12,5N Laju keausan tertinggi pada Aluminium Sekrap 0,308 mmpada Al-Si 3,76% sebesar 0,288 mm33/s. Laju keausan tertinggi /s  dan laju keausan tertinggi pada Al-Si 9,12%sebesar 0,265 mm/s. 3Kata kunci: Al-Si Alloy, Beban , Laju keausan.
ANALISA GETARAN PADA POMPA SENTRIFUGALSISTEM PENYAMBUNGAN KOPLING SABUK UNTUK MONITORING KONDISI Erwin Martianis; Ikhwansyah Isranuri; indra indra
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.907 KB)

Abstract

ABSTRAK Getaran yang timbul pada poros pompa sentrifugal adalah satu fenomena yang terjadi akibat dari jarak antara kedua kopling,tebal dan lebar sabuk serta konfigurasi posisi pemasangan sabuk pada kopling. Getaran banyak dipakai sebagai alat untukmelakukan analisis terhadap mesin-mesin baik dengan gerak maupun translasi. Pengetahuan akan getaran dan data-data yangdihasilkan sangat penting untuk perawatan maupun troubleshooting. Kemampuan ini bisa membantu perusahaan mereduksiterjadinya downtime dan dapat meningkatkan keuntungan baik dari segi produksi maupun dari umur mesin yang lebihpanjang. Getaran yang timbul akibat gaya siklik melalui elemen-elemen mesin yang ada, dimana elemen-elemen tersebutsaling beraksi satu sama lain dan energi didesifikasi melalui struktur dalam bentuk getaran. Dampak dari getaran adalahterjadinya suara bising, turunnya kinerja dan performa pompa serta dapat merusak komponen pada pompa terutama padaporos dan bantalan. Pada penelitian ini divariasikan, jarak kopling, tebal dan lebar sabuk serta konfigurasi posisi pemasangansabuk pada kopling. Dengan variasi tersebut dapat diamati dan diketahui perilaku getaran yang terjadi dengan cara mengukurdengan mengunakan alat akur getaran vibrometer VQ-400-A OMETRON yang terhubung dengan labjak U3-LV diteruskan kePC dalam bentuk tegangan listrik digital ke tegangan listrik analog. Model ini mengukur getaran pada arah horizontal atausumbu X dimana titik fokus laser pada poros pompa yang berputar. Untuk menampilkan hasil pengukuran digunakan labjakyang terhubung ke PC laptop. Penelitian ini menunjukkan bahwa sabuk dengan ukuran 4,5 mm dan lebar 98 mm denganjarak flens 7,5 cm dengan posisi pemasangan sabuk luar dalam adalah yang paling baik dimana getaran yang dihasilkan cukuprendah 1,38 mm. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam pemilihan ukuran sabuk, jarak antara keduakopling serta model konfigurasi pemasangan sabuk yang paling baik  pada kopling flens. Kata kunci : pompa sentrifugal, poros pompa, getaran, kopling sabuk, vibrometer, labjack

Page 1 of 1 | Total Record : 7