Tekad Sitepu
Departemen Teknik Mesin FT. Universitas Sumatera Utara, Kampus USU Medan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Kinerja Lemari Pendingin Alami Sebagai Penyimpan Sayur dan Buah-buahan dengan Media Pendingin Air Sitorus, Tulus Burhanuddin; Sitepu, Tekad
Media Teknika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.702 KB) | DOI: 10.24071/mt.v11i2.520

Abstract

One application of direct evaporation cooling system was a natural refrigerator. The advantages of this natural refrigerator was operating without using electrical energy or mechanical energy and environmentally friendly. This study aims to gain a performance analysis of natural refrigerator as a store of vegetables and fruits which uses water as the cooling medium. Material of natural refrigerator consists of teak wood and gunny. Experiments were conducted during seven days in the open space which exposure to solar radiation. The measurement of weather parameter  was done by using HOBO devices and to record temperature changes of vegetables and fruits in the natural refrigerator was used acquisition data. The results showed that the efficiency of natural refrigerator maximum that can be obtained was 14.7% with an average air temperature of 25,55oC, air humidity average of 91.34% and an average solar radiation of 108.45 W/m2. The experimental data showed that the freshness of vegetables and fruits heavily influenced by weather conditions.
Kinerja Lemari Pendingin Alami yang digunakan Sesuai Kondisi Cuaca di Kota Medan Sitorus, Tulus Buhanuddin; Arianil, Farida; Sitepu, Tekad
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One application in a direct evaporative cooling system was a natural cooler. The advantages of this system were not using the electrical energy and so far also environmentally. This research aims to obtain a performance analysis of the natural cooler as a store for vegetables and fruits in Medan city. The materials for natural cooler consists of teak wood and gunny. The experiments were conducted during seven days in the open air, which were exposed to the solar radiation. The parameter measurement on the weather was using HOBO devices and to record the temperature changes for vegetables or even fruits is using its acquisition data. The results showed that the maximum efficiency of the natural cooler could be obtained  for 43.79%  in the average air temperature of 30.51oC, the air humidity average is 85.12%  with  average solar radiation of 183.98 W/m2.  Experimental data were showing that the condition of  freshness on vegetables or even on  fruits was heavily influenced by weather conditions
ANALISA EFISIENSI WATER TUBE BOILER BERBAHAN BAKAR FIBER DAN CANGKANG DI PALM OIL MILL DENGAN KAPASITAS 45 TON TBS/JAM Pesulima B.; Sitepu, Tekad; Napitupulu, Farel H.; Syahril Gultom; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 5 No. 3 (2017): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.098 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v5i3.7073

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah tekanan superheater, temperatur air umpan, temperatur uap, jumlah uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Boiler mempunyai peranan penting dalam proses produksi uap, sering kali efisiensi kualitas kerja boiler diabaikan padahal peningkatan efisiensi boiler sangat penting guna mendapatkan output yang baik. Oleh sebab itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, dan hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan efisiensi boiler. Metode analisa yang dilakukan dengan menganalisa nilai kalor bahan bakar serabut 75% + cangkang 25%, dan menganalisa efisiensi water tube boiler. Dari hasil analisa yang telah dilakukan maka hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler konstan teteap, hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan efisiensi boiler relatif naik, nilai kalor pembakaran tinggi (HHV) adalah 21323,584 kJ/kg, nilai kalor pembakaran rendah (LHV) adalah 18083,584 kJ/kg, nilai efisiensi boiler tertinggi yang dihasilkan sebesar 71,05% dan nilai efisiensi boiler terendah yang dihasilkan sebesar 69,49%.
Analisa Kinerja Lemari Pendingin Alami Sebagai Penyimpan Sayur dan Buah-buahan dengan Media Pendingin Air Tulus Burhanuddin Sitorus; Tekad Sitepu
Media Teknika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/mt.v11i2.520

Abstract

One application of direct evaporation cooling system was a natural refrigerator. The advantages of this natural refrigerator was operating without using electrical energy or mechanical energy and environmentally friendly. This study aims to gain a performance analysis of natural refrigerator as a store of vegetables and fruits which uses water as the cooling medium. Material of natural refrigerator consists of teak wood and gunny. Experiments were conducted during seven days in the open space which exposure to solar radiation. The measurement of weather parameter was done by using HOBO devices and to record temperature changes of vegetables and fruits in the natural refrigerator was used acquisition data. The results showed that the efficiency of natural refrigerator maximum that can be obtained was 14.7% with an average air temperature of 25,55oC, air humidity average of 91.34% and an average solar radiation of 108.45 W/m2. The experimental data showed that the freshness of vegetables and fruits heavily influenced by weather conditions.
PENGUJIAN MESIN PENGERING KAKAO ENERGI SURYA Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.116 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan mesin-mesin pengering tenaga surya dapat membantu untuk meningkatkankualitas biji kakao mengingat letak geografis Indonesia yang berada pada garis katulistiwa danpetani kakao Indonesia yang masih didominasi oleh smallholders. Aliran udara pada mesinpengering dapat mencapai 0,0141 kg/s dengan kecepatan maksimum 1,09 m/s. Tempraturudara keluar kolektor dapat mencapai 37,28oC dan effisiensi kolektor 19,41%. Karakteristikpengeringan kakao dibentuk dengan model persamaan empirik, penurunan kadar air, moistureratio, terhadap waktu.Kata kunci: Kakao, mesin pengering, efisiensi kolektor, moisture ratio.
PENGUJIAN SEBUAH KOMPOR SURYA TIPE KOTAK YANG DILENGKAPI ABSORBER MIRING DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN SEKAT PADA BIDANG MIRING Zulvia C.N Ginting; Tekad Sitepu; Himsar Ambarita; Tulus B Sitorus; Zulkifli Lubis
Jurnal Dinamis Vol 5, No 1 (2017): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.087 KB)

Abstract

Kompor surya tipe kotak yang dilengkapi dengan absorber miring merupakan sebauh desain baru yang pemakaiannya diharapakan menjadi lebih efektif dan efisien dalam memasak dan memanaskan. Absorber miring tersebut akan manangkap dan kemudian menyalurkan panas ke ruang masak secara konveksi alamiah. Kemudian dengan penambahan sekat pembatas pada bidang miring tersebut diharapkan sirkulasi penyaluran udara panas menuju ruang masak akan semakin baik. Ruang masak terdiri dari kaca double glass sebagai pintu penutup, plat aluminium dibagian dinding dalam dan alas sebagai absorber panas, serta dinding isolasi yang terdiri dari lapisan rockwool, styrofoam dan kayu. Komponen pada bidang miring sama halnya dengan bidang datar, hanya saja dibagian tegah bidang miring dipasangkan sekat pembatas berupa plat aluminium untuk menyempurnakan sirkulasi udara panas menuju ruang masak. Pengujian kompor surya dengan penambahan sekat pada bidang miring dilakukan selama 8 jam mulai pukul 09:00 – 17:00 WIB pada kondisi cuaca cerah dengan bahan uji yang dimasak adalah air (H2O). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui temperatur maksimum yang dapat dicapai kompor surya dalam memanaskan air, jumlah energi panas yang mampu diserap dan digunakan, serta mengetahui nilai efisiensi maksimumnya. Dengan luas absorber rata dan sekat pembatas 0,59 m x 0,59 m dan 0,70 m x 0,59 m, kompor surya ini mampu memanaskan air hingga mencapai temperatur 89,90 oC, dan menyerap energi panas sebesar 9,489 MJ/ hari, serta mampu menggunakan energi panas tersebut sebesar 7,238 MJ/ hari. Sehingga didapat nilai efisiensi tertinggi dalam pengujian ini adalah 14,07 %.
PENGUJIAN KOMPOR SURYA TIPE KOTAK DILENGKAPI ABSORBER MIRING Heru M Hutasoit; Tekad Sitepu; Himsar Ambarita; Taufiq B N; Farel H Napitupulu
Jurnal Dinamis Vol 5, No 1 (2017): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan melalui percobaan  memanaskan air dengan kompor surya tipe kotak yang dilengkapi absorber dan miring yang memiliki luas kolektor 0,59 m x 0,59 m dan 0,9 m x 0,59 m. Penelitian dilakukan pada kondisi cuaca cerah. Pada kompor surya diharapkan absorber miring dapat mensuplai panas dengan prinsip konveksi alamiah. Percobaan dilakukan dengan memanaskan air sebanyak 1, 2 dan 3 liter mencapai suhu 87,83oC, 77,97oC, dan 88,74 oC dengan efisiensi 4,357  %,  6,091 % dan 10,419 %. Perbedaan temperatur tersebut dipengaruhi oleh besarnya intensitas radiasi selama pengujian dengan besar intensitas radiasi pengukuran rata-rata 595,9 W/m2, 478,5 W/m2 , dan 619,26 W/m2. Efisiensi meningkat seiring meningkatnya kapasitas air yang diuji serta laju penyerapan energi oleh air. Semakin banyak energi yang diserap oleh air maka efisiensi akan meningkat pula. Energi panas yang diterima air selama pengujian 1 liter, 2 liter dan 3 liter adalah 0,2397 MJ, 0,423 MJ ,dan 0,735 MJ dengan energi radiasi yang diserap oleh absorber sebesar  5,5 MJ, 6,94 MJ dan 7,05 MJ.
ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR AMPAS TEBU DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN MENGUJI VARIASI RASIO YANG PALING EFISIEN TERHADAP KETEL UAP SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF CHRISTIANTY N S; TEKAD SITEPU; FAREL; H NAPITUPULU; MAHADI .; TAUFIQ B N
Jurnal Dinamis Vol 6, No 2 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.977 KB)

Abstract

Bahan bakar merupakan segala sesuatu yang dapat dibakar dan menghasilkan panas. Bahan bakar yang terdapat di alam dapat berupa padat, cair, dan gas. Ketel uap sangat berhubungan erat dengan bahan bakar yang digunakannya. Berdasarkan pengalaman dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, bahan bakar biomassa dari limbah tanaman dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternative yang ketersediannya dapat terus dijaga dan menghasilkan nilai kalor yang tidak kalah tinggi serta biaya yang cukup terjangkau. Salah satu pabrik yang mengaplikasikannya adalah Pabrik Gula Sei Semayang yang menggunakan ampas tebu dan fiber (cangkang dan serabut sawit) sebagai bahan bakarnya dan menghasilkan efisiensi sebesar 66%. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai efisiensi tertinggi dan terendah serta mendapatkan variasi rasio yang paling efisien digunakan. Penulis melakukan pengujian dan menganalisa campuran ampas tebu (AT) terhadap tempurung kelapa (TK) dengan berbagai variasi rasio menggunakan cara metode tidak langsung, yakni 90% AT : 10% TK, 80% AT : 20% TK, 70% AT : 30% TK, 60% AT : 40% TK, dan  50% AT : 50% TK. Dari hasil pengujian, direkomendasikan  rasio bahan bakar  yang paling efisien digunakan pada ketel uap merk Yoshieme Japan, dengan suhu uap 325°C, kapasitas uap 60 T/jam, dan tekanan 29 kg/cm2 adalah  90% AT : 10% TK dengan efisiensi sebesar 78,75%.
Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber Dan Cangkang Di Palm Oil Mill Dengan Kapasitas 45 Ton Tbs/Jam Pesulima B; Farel H Napitupulu; Syahril Gultom; Pramio G Sembiring; Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis Vol 5, No 3 (2017): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.858 KB)

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah tekanan superheater, temperatur air umpan, temperatur uap, jumlah uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Boiler mempunyai peranan penting dalam proses produksi uap, sering kali efisiensi kualitas kerja boiler diabaikan padahal peningkatan efisiensi boiler sangat penting guna mendapatkan output yang baik. Oleh sebab itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, dan hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan efisiensi boiler. Metode analisa yang dilakukan dengan menganalisa nilai kalor bahan bakar serabut 75% + cangkang 25%, dan menganalisa efisiensi water tube boiler. Dari hasil analisa yang telah dilakukan maka hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler konstan teteap, hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan efisiensi boiler relatif naik, nilai kalor pembakaran tinggi (HHV) adalah 21323,584 kJ/kg, nilai kalor pembakaran rendah (LHV) adalah 18083,584 kJ/kg, nilai efisiensi boiler tertinggi yang dihasilkan sebesar 71,05% dan nilai efisiensi boiler terendah yang dihasilkan sebesar 69,49%.
ANALISA SALURAN PENGERING PAKAN TERNAK DENGAN BENTUK BALOK PADA SISTEM POMPA KALOR DENGAN DAYA 1 PK Jupiter Sirait; Tekad Sitepu; Andianto P.; Mahadi .; Farida Ariani
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.292 KB)

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang sering di hadapi para produsen pakan ternak  untuk mengeringkan pakan ternak yang sudah dicacah  dalam keadaan lembab menjadi kering agar tahan lebih lama.Oleh sebab itu dilakukan perancangan ulang saluran pengering dari yang sebelumnya yaitu suatu saluran pengering bentuk balok dengan ukuran tinggi 100 cm, tinggi kaki 104 cm, luas penampang 40 x 40 cm, ukuran pipa masuk saluran udara 3 inc, dengan kapasitas 1kg. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju perpindahan panas pada saluran pengering,mengetahui laju pengeringan pakan ternak ,untuk mengetahui laju ekstraksi air spesifik,untuk mengetahui komsumsi energi spesifik dan mengetahui biaya yang dibutuhkan dalam proses pengeringan pakan ternak per kilogram .adapun parameter-parameter yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah  luas permukaan,kecepatan udara,kelembapan udara dan waktu. Nilai laju perpindahan panas pada saluran pengering pakan ternak berbentuk balok dengan tinggi 100cm dengan luas penampang 40x40 cm adalah 9,286 w,nilai laju pengeringan pakan ternak adalah 0,1145 kg/jam sedangkan penurunan kadar air pada pakan ternak 25,9% . nilai laju air spesifik (Spesific Moisture Extraction Rate ) adalah 0,108671 kg/kwh,nilai komsumsi energi spesifik (Spesific Energi Comsumption) adalah adalah 9,202059 kwh/kg.Biaya yang dibutuhkan untuk proses pengeringan pakan ternak dengan pengering sistem pompa kalor daya 1PK selama 1,6 jam adalah Rp 10481 –per kilogram.