cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 02167492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No 8 (2011)" : 7 Documents clear
ANALISA PENGARUH UKURAN BUTIR DAN TINGKAT KELEMBABAN PASIR TERHADAP PERFORMANSI BELT CONVEYOR PADA PABRIK PEMBUATAN TIANG BETON Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.488 KB)

Abstract

AbstrakBelt Conveyor adalah alat pemindah bahan yang salah satunya digunakan sebagai alattransportasi material yang berbentuk bulk. Material pasir adalah salah satu contoh materialyang diangkut dengan belt conveyor untuk proses mixer bahan baku dari beton, ini akanmeningkatkan efisiensi kerja dari pabrik pembuatan beton trsebut. Untuk meningkatkanperformansi belt conveyor tersebut perlu dilakukan analisa prestasi belt conveyor. Materialyang akan ditransfer adalah pasir, yang diamati adalah pengaruh ukuran butiran dan tingkatkelembaban pasir yaitu 12 %, 16 %, dan 18 % terhadap kapasitas transfer belt conveyor. Hasilpenelitian diperoleh kondisi kerja yang paling efeketif pada setiap ukuran butir dan tingkatkelembaban pasir adalah pada material pasir kasar ( ukuran 1,3 mm ), untuk material pasirkasar ( ukuran 1,3 mm ) yang lembab, pada tingkat kelembaban pasir 16 %, untuk materialpasir medium ( ukuran 0,3 mm ) yang lembab, adalah pada tingkat kelembaban pasir 12 %,untuk material pasir halus ( ukuran 0,13 mm ) yang lembab, adalah pada tingkat kelembabanpasir 12 %.Kata kunci : Belt Conveyor ; kapasitas transfer belt ; pasir beton ; hopper
Kajian Eksperimental Performansi Pompa dengan Kapasitas 1,25 m3/menit Head 12 m jika Dioperasikan Sebagai Turbin Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.666 KB)

Abstract

AbstractPump as Turbine or PAT is a promising aplication for harvesting small scale hydro power.In comparison with a turbine. pump is cheap, easy to install, and available in market withvarious sizes. Since so PAT is suitable for micro hydropower and for rural areas a typical offgridvillages in Indonesia. However, a pump is originally designed efficiently to convert powerinto fluid energy, not reverse, for converting fluid energy into power. Thus, experiments areextremely needed in order to search the best operation point of a PAT. This paper deals withexperimental study on pump operated as a turbine. A local produced pump with capacity 1.25m3/minute and head 12 m is tested in the laboratory with falling water from 5.18 m and 9.29 m.The pump is coupled with a generator and the electicity produced is used to light five lampswith 100W each.The results show that the best efficiency is 31,39% at 10,38 L/minute andhead 5,18 m. The maximum output power is 400W which is sufficient to generate electricity forsmall house. The experimental results agree well with the teoretical ones. However, the graphsplotted reveal that the present PAT is still far from its best efficiency point.This is due tolimitation of the experimental apparatus. Further modification or using smaller pumps aresuggested to explore the best efficiency point of PAT.Keywords: hydropower, PAT, renewable energy.
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING JAGUNG DENGAN TIPE CABINET DRYER UNTUK KAPASITAS 9 kg PER-SIKLUS Farel H. Farel H.; Yuda Pratama Atmaja
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.125 KB)

Abstract

AbstractProses pengeringan yang masih umum dilakukan petani di Indonesia adalah pengeringandengan mengandalkan matahari sebagai sumber energi utamanya. Sementara, perubahancuaca yang bisa terjadi sangat tiba-tiba akan mengganggu proses yang diinginkan. Jurnal iniberisikan tentang rancangan alat pengering pertanian dengan menggunakan minyak tanah dankayu bakar sebagai bahan bakar alternatif, karena ketersediaannya yang cukup di daerahpedesaan dimana para petani tinggal. Alat yang dirancang adalah Tipe Cabinet Dryer yangdapat digunakan secara siklus dan tidak tergantung kepada kondisi cuaca sebagai syaratutama. Sebagai produk yang dikeringkan saya memilih jagung, salah satu produk yang banyakdijumpai di masyarakat dan juga merupakan salah satu sumber kalori yang tinggi sehinggabanyak dikonsumsi. Setelah dipanen, umumnya kadar air yang dikandung jagung adalah sekitar35-40 %. Menurut Standar Nasional Indonesia, jika kadar air dari jagung tersebut diturunkanmenjadi 17 %, maka proses perkembangan mikroorganisme akan melambat dan pembusukanakan tertunda atau bahkan terhenti untuk beberapa lama. Alat pengering ini dirancang denganmenggunakan jagung sebagai produk yang dikeringkan dengan kapasitas yang direncanakansebesar 9 kg per siklus. Setelah dirancang alat ini diuji dengan menggunakan produk dankapasitas yang sama dengan rancangan. Medium pengering yang digunakan pada pengujianini adalah uap air sebagai pengganti udara. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitaspengangkutan energi dari sumber pemanas dibanding jika harus menggunakan udara biasa.Dari uji performance yang dilakukan kesimpulan utama penelitian ini adalah, pertamapengeringan jagung dapat dilakukan pada Cabinet Dryer yang tidak tergantung pada tenagamatahari dengan hasil yang memenuhi standar yang diinginkan, dan kedua pengeringandengan menggunakan kayu bakar lebih baik dari pada dengan menggunakan minyak tanah.Kata kunci: Cabinet Dryer, Pengeringan jagung, Uap Air
PENGARUH PUTARAN TERHADAP LAJU KEAUSAN Al-Si ALLOY MENGGUNAKAN METODE PIN ON DISK TEST Ikwansyah Isranuri; Jamil Jamil; Suprianto Suprianto
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.201 KB)

Abstract

AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh putaran terhadap laju keausanbahan aluminium scrap yang dicor kembali dan ditambahkan Si sebagai alloy. Pada pengujianini digunakan model Pin on Disk test standard (ASTM G99-04) dengan spesimen ujiberbentuk disk dan material pengaus berbentuk Pin. Pengujian keausan dilakukan denganmenvariasikan putaran disk, masing-masing 60 rpm, 90 rpm, 120 rpm, 150 rpm dan 180 rpm.Hasil pengujian memperlihatkan kenaikan putaran disk akan meningkatkan laju untuk setiapsampel yang diuji dengan keausan maksimum bahan Aluminium 0,361 mm3/s. Laju keausantertinggi untuk bahan paduan Al-Si 3,76% sebesar 0,351 mm3/s pada putaran 180 rpm.Keywords: Laju keausan, putaran, pin on disk test, aluminium alloy, Silikon
STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN SUARA PADA KOMPOSIT POLYMER DENGAN SERAT ROOKWOOL Nurdiana Nurdiana; Ikhwansyah Isranuri
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.761 KB)

Abstract

AbstrakMaterial yang bersifat lembut, berpori dan berserat diyakini mampu menyerap energi suara yangmengenainya. Dari ketiga sifat bahan tersebut, bahan berporilah yang sering digunakan. Hal ini karena bahanberpori retaif lebih murah dan ringan dibanding jenis peredam lain (Lee, 2003).Salah satu Material yang telahlama digunakan pada peredam suara jenis ini adalah rockwool. Meskipun penggunaa rockwool sudah lamadigunakan sebagai peredam suara tetapi penggunaannya terbatas hanya sebagai bahan pelapis tidak dapatdigunakan langsung sebagai bentuk komponen tertentu.Untuk dapat lebih meluaskan penggunaan rockwoolsebagai bahan komponen mesin misalnya knalpot kenderaan bermotor, ruang studio musik, plafon bangunangedung,maka rockwool dapat dicampur dengan bahan lain yang dapat langsung dibentuk menjadi suatukomponen yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan suara dari materialkomposit polymer dengan serat rockwool menggunakan methode Reverbrasion room, dari hasil pengujiandiperoleh. Distribusi nilai Koefisien Absorbsi terbesar adalah 0,56483410 Sabine dengan frekuensi 100 Hz (T1 =2 detik dan T2 = 1,68 detik) dan nilai koefisien absorbsi terkecil adalah -0,03677716 Sabine dengan frekuensi315 Hz (T1 = 5,58 detik dan T2 = 5,78 detik).Kata kunci : Komposit polymer, Rockwool, Reverbration Room, koefisien Absorbsi.
PENGARUH PERBEDAAN KONDISI TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN DARI BAJA AISI 4140 Susri Mizhar; Suherman Suherman
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.527 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanis dan struktur mikro dari baja karbon menengahpaduan rendah (Low Alloy Medium Carbon Steel) AISI 4140 dengan perbedaan kondisi tempering. Padapenelitian ini, material terlebih dahulu dikeraskan (Hardening) dengan cara pemanasan material sampaitemperatur 900oC dan ditahan selama 3 jam lalu didinginkan dengan cepat (quencing) pada mediapendingin polimer sampai mencapai temperatur kamar. Tempering dilakukan dengan variasi holding time0.5 jam, 1 jam dan 2 jam pada temperatur 600oC.Hasil menunjukkan bahwa sifat mekanis dan struktur mikro sangat dipengaruhi oleh temperatur temperingdan waktu penahanaan. Nilai rata-rata kekerasan as bar meningkat drastis setelah proses quench sebelumdikeraskan (before hardening) 26.6 HRC dan setelah dikeraskan (after hardening) naik 104 % menjadi54.3 HRC. Setelah proses temper pada temperatur 600oC nilai rata-rata kekerasan menurun selamapeningkatan waktu penahanaan pada kondisi temper. Nilai kekerasan turun hingga 44.1% sebesar 30.4HRC, pada penahanan selama 2 jam. Pengamatan mikrostruktur menampakkan bahwa temper martensitlebih seragam dengan pertambahan waktu penahanan ( hold time) pada saat temper.Keywords : AISI 4140, Holding Time, Tempering
ANALISA KEBUTUHAN UAP PADA STERILIZER PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN LAMA PEREBUSAN 90 MENIT Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.296 KB)

Abstract

AbstrakSterilizer yang digunakan dengan panjang 25 m, diameter dalam 1.875 mm, dan diameter luar 1.895 mm.Tebal dinding sterilizer 10 mm, dan dapat memuat sebanyak 9 lori dengan kapasitas 2,5 Ton TBS untukmasing – masing lori. Jenis sterilizer yang digunakan adalah sterilizer horizontal dengan tekanan uapantara 2,5 kg/cm2 s/d 4,0 kg/cm2 dan temperatur uap antara 120oC s/d 140oC. Sterilizer inimenggunakan sistem perebusan triple peak atau sistem tiga puncak perebusan dengan waktu perebusanTBS selama 90 menit. Analisa kebutuhan uap dilakukan dengan kandungan uap pada air kondensat: 0%,5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Kebutuhan uap berbeda-beda berdasarkan perbandingan kualitas uap yangkeluar dari sterilizer pada masing-masing puncak perebusan.Kata Kunci: sterilizer

Page 1 of 1 | Total Record : 7