cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 02167492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Permodelan Kurva Ban Berparameter Mekanik Menggunakan Fungsi Bezier M. SABRI
Jurnal Dinamis Vol 2, No 14 (2014)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.618 KB)

Abstract

ABSTRAKKajian ini menguraikan model kurva ganda yang membangun selongsong untuk analisisgetaran bebas ban radial. Model dibentuk berdasarkan teori selongsong dengan deformasigeser turunan tinggi. Geometri ban dan medan gerak perubahan bentuknya diwujudkanberdasarkan kaedah polynomial Bezier dalam koordinat kurva linier orthogonal, dan kaedahRitz digunakan untuk menghitung frekuensi natural ragam perubahan bentuk ban. Hasilnyamenunjukkan bahwa kaedah ini memberikan perubahan bentuk yang lebih tepat, terkumpullebih cepat dan tidak memerlukan waktu eksekusi lama dibanding dengan metode elemenhingga tegangan geser benda solid turunan pertama. Kaedah ini menunjukkan juga jejak akibatdari beberapa parameter fisik seperti tekanan angin ban, massa tapak terhadap frekuensinatural ban.Kata kunci: Getaran bebas, ban, Polinomial Bezier.
ANALISIS VARIASI SUDUT PADA TURBIN IMPULS TERHADAP DAYA MEKANIS TURBIN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Edi B. Kacaribu; Mulfi Hazwi; Darwin Sitompul; Tulus B. Sitorus; Terang UHSG; M. Sabri
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi sudut nosel turbin secara tepat akan mampu mendayagunakan uap secara efisien untuk menghasilkan daya turbin. Artinya posisi atau arah sudut sudu tersebut akan menentukan besar kecilnya daya yang akan ditransmisikan ke poros turbin. Dengan menentukan arah uap masuk ke turbin dan posisi sudu yang menerima semburan uap harus dihitung secara cermat guna mendapatkan daya yang dihasilkan turbin semaksimum mungkin. Objek dari penelitian adalah turbin uap di PT.Growth Sumatera Industri Medan. Hasil dari analisis untuk variasi sudut semburan uap didapat bahwa besar sudut α1 yang paling optimal untuk menghasilkan daya turbin yang maksimal adalah sebesar 16° dan mengalami peningkatan 3,35%. Untuk variasi sudut sudu masuk atau sudut β1 dengan memakai sudut α1 sebesar 16°, didapat bahwa besar sudut β1 yang optimal untuk mendapatkan daya maksimum sebesar 21°, mengalami peningkatan 0,416%.Kata kunci : Sudut Sudu-sudu Turbin Impuls, Pembangkit Tenaga Uap, Daya Mekanis
PENGARUH PENGGUNAAN HIDROGEN SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM PADA EMISI GAS BUANG MESIN OTTO Efinde Beni; Tulus B. Sitorus; Farel H. Napitupulu; Andianto Pintoro
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.522 KB)

Abstract

Pengujian hidrogen sebagai campuran bahan bakar untuk mesin otto sudah dilakukan oleh para peneliti dan terus berlangsung hingga saat ini. Pengujian ini bertujuan untuk memperoleh hasil performansi mesin otto dan mengetahui kadar emisi gas buang yang terkandung pada gas buang saat menggunakan hidrogen sebagai campuran bahan bakar. Hidrogen merupakan sumber energi alternatif berbentuk gas yang ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar untuk motor bakar. Hidrogen dapat dihasilkan dari berbagai macam cara, salah satunya yaitu dengan cara elektrolisis. Proses elektrolisis dapat memperoleh gas hidrogen dari air. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian ini meliputi perancangan dan pembuatan alat elektrolisis dalam menghasilkan hidrogen, dan pengujian menggunakan alat uji mesin otto dan alat uji gas analyzer untuk mengetahui unjuk kerja mesin serta kadar emisi gas buang dari hasil pembakaran. Penggunaan hidrogen sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan bermotor dapat meningkatkan performansi dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil dalam berkendara.  Hasil eksperimental menyatakan bahwa penggunaan hidrogen sebagai campuran bahan bakar dapat menaikkan torsi dan daya hingga 2,05 % serta peningkatan efisiensi thermal hingga 38,54 %. Disamping tiu penggunaan hidrogen juga dapat mengurangi emisi gas buang karbon monoksida hingga 59,93 %.
PENGARUH KETANGGUHAN SAMBUNGAN LAS PADA MATERIAL ALUMINIUM-MAGNESIUM TERHADAP BEBAN IMPAK DENGAN VARIASI SUDUT KAMPUH V 60o DAN 90o Harry Pramana; Bustami Syam; Marragi Muttaqin; Alfian Hamsi; Tugiman .; Suprianto .
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.711 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi ketangguhan material adalah sifat mekanik dari material tersebut. Jika material diberi proses pengelasan, maka akan dapat merubah sifat mekanik dari material tersebut. Untuk mengkaji hal tersebut disusunlah sebuah konsep penelitian yang terdiri dari dua tahapan. Mengukur ketangguhan impak hasil pengelasan akibat variasi besar sudut kampuh V 60o dan 90o terhadap variasi paduan aluminium-magnesium dan memeriksa cacat las pada hasil lasannya. Hasil dari pengujian menunjukkan pengelasan dengan variasi sudut kampuh V 60o pada paduan paduan aluminium-magnesium dengan kadar magnesium 2.2% dan dengan sudut kampuh 60o mempunyai nilai ketangguhan impak rata-rata yang lebih baik dibandingkan sudut kampuh 90o, nilai ketangguhan impak yang dihasilkan untuk Al 98%-Mg 1.4% dengan sudut kampuh 60o adalah 0,2877 Joule/mm2, untuk Al 98%-Mg 1.4% dengan sudut kampuh 90o adalah 0,2739 Joule/mm2, Al 97%-Mg 2.2% dengan sudut kampuh 60o adalah 0,3064 Joule/mm2, dan untuk Al 97%-Mg 2.2% dengan sudut kampuh 90o adalah 0,3038 Joule/mm2. Pengujian pada pengelasan oxy-acetylen gas untuk paduan aluminium-magnesium, menunjukkan bahwa sudut kampuh dan penambahan kadar magnesium mempengaruh hasil lasan (ketangguhan impak).
PENGARUH JARAK SUDU TERHADAP PRESTASI TURBIN VORTEX BERPENAMPANG LINGKARAN DENGAN DIAMETER SUDU 46 CM Lendeber Sinaga; Syahril Gultom; Taufiq Bin Nur; Tulus B. Sitorus; Himsar Ambarita; Mahadi .
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.135 KB)

Abstract

Salah satu sumber energi saat ini yang banyak dilakukan penelitian adalah arus air.Dimana Indonesia adalah Negara agraris yang menghasilkan air secara terus menerus, sehingga turbin air lebih diutamakan dari turbin angin. Biasanya microhydro ataupun picohydro memanfaatkan air terjun dengan head jatuh yang besar, sedangkan aliran sungai dengan head jatuh yang kecil dimanfaatkan dengan optimal . Hal ini menjadi referensi untuk memanfaatan aliran sungai dengan mengubahnya menjadi aliran vortex. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mendapatkan rancangan casing turbin vortex dengan berpenampang lingkaran berbahan akrilik, rancangan poros, rancangan sudu berbahan seng dan bantalan. Turbin Vortex ini dirancang dengan debit air 0.0052 dan kecepatan air 1.44 m/s. Menggunakan casing berpenampang lingkaran berbahan Akrilik, dengan sudu berbahan seng.Efisiensi maksimum di dapat pada ketinggian saluran 6 cm yaitu 59.92714 %.
UJI PERFORMANSI TURBIN ANGIN TIPE DARRIEUS-H DENGAN PROFIL SUDU NACA 0018 DAN ANALISA PERBANDINGAN EFISIENSI MENGGUNAKAN VARIASI JUMLAH SUDU DAN SUDUT PITCH Libert Sijabat; Farel H. Napitupulu; M. Sabri; Zulkifli Lubis; Andianto Pintoro; Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.781 KB)

Abstract

Turbin angin merupakan mesin dengan sudu berputar yang mengonversikan energi kinetik angin menjadi energi mekanik. Turbin angin Darrieus H merupakan salah satu jenis turbin angin sumbu vertikal yang memanfaatkan lift force saat mengekstrak energi kinetik angin, sehingga semakin besar lift force sudu rotor turbin maka efisiensi sudu semakin besar. Objek penelitian ini adalah turbin angin Darrieus H dengan variasi jumlah sudu dan sudut pitch. Adapun profil sudu yaitu sudu airfoil NACA 0018 dengan jumlah sudu 3, ,4 dan 5. Diameter dan tinggi rotor turbin ini adalah 1,5m dan 1,5 m Pada pengujian ini, variasi sudut pitch adalah 00, 20, 40, 60, 80, 100, dan 120. Hasil pengujian dengan menggunakan jumlah sudu 3 lebih efektif dari jumlah sudu 4 dan 5. Jumlah sudu 3, 4 dan 5 masing – masing memiliki efisiensi pada tip speed ratio yaitu dan  Dari variasi sudut pitch sudu diperoleh bahwa turbin angin dengan jumlah sudu 3 dan 4 buah lebih efektif dalam mengekstrak energi angin pada sudut pitch φ = 60, sedangkan turbin angin jumlah sudu 5 buah lebih efektif dalam mengekstrak energi angin pada sudut pitch φ = 80. Daya dan putaran poros turbin untuk masing – masing jumlah sudu dan sudut pitch telah diperhitungkan dalam koefisien daya dan tip speed ratio.
PENGARUH VARIASI DIMENSI SUDU DAN LUAS SALURAN BUANG TERHADAP PRESTASI TURBIN VORTEX Saudara V. Sihombing; Syahril Gultom; Terang UHSG; Dian M. Nasution; Farel H. Napitupulu
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.199 KB)

Abstract

Turbin vortex adalah turbin yang memanfaatkan pusaran air sebagai penggerak sudu turbin dengan head yang rendah dan bisa digunakan pada aliran sungai.Pada penelitian ini digunakan 3 dimensi sudu yang berbeda dengan bentuk casing lingkaran dan memiliki 3 variasi saluran buang dan ketinggian poros dari dasar casing.Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan pompa sebagai sirkulator air dan menggunakan talang sebagai saluran masuk rumah turbin.Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perancangan, pembuatan turbin vortex, dan pengujian torsi turbin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudu 3,yaitu dengan dimensi tinggi 78,3 cm dan lebar 13,5 cm memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan sudu yang lainnya dengan menggunakan diameter saluran buang 7cm.
PERLAKUAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BUSA SERTA ANALISA HASIL UJI TARIK Junkarnadi Sitorus; Syahrul Abda; M. Sabri; Indra .; Ikhwansyah Isranuri; Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.313 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian perlakuan serat tandan kosong kelapa sawit, pembuatan spesimen komposit polimer busa diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit sebagai pengisi dengan menggunakan resin BTQN 157 Ex sebagai pengikat sesuai standar ASTM D638 dan diikuti uji tarik. Dalam penelitian ini, digunakan komposisi antara serat tandan kosong kelapa sawit : polyurethane : resin : katalis sebesar 10:15:70:5 dengan total berat 200 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mekanik komposit polimer busa yang diperkuat serat alam, dari 25 buah spesimen dalam 5 variasi konsentrasi serat larutan NaOH 1%-5%, adalah Kekuatan tarik (MPa), regangan (%), dan modulus elastisitas (MPa).Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata Kekuatan tarik, regangan, dan modulus elastisitas diperoleh C1 sebesar 9,48 MPa, 0,438%, dan 12,979 MPa. C2 sebesar 10,71 MPa, 0,438 %, dan 8,559 MPa. C3 sebesar 11,31 MPa, 0,92 %, dan 12,446 MPa. C4 sebesar 8,904 MPa, 0,29 %, dan 39,962 MPa. C5 sebesar 11,59 MPa, 0,59 %, dan 32,038 MPa. Berdasarkan pengamatan terhadap permukaan patahan dapat dikatakan bahwa karakteristik patahan komposit polimer busa yang diperkuat serat alam dipengaruhi oleh pengikat terhadap serat.
KAJIAN PERFORMANSI TORSI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR (SFC) MESIN GENSET OTTO SATU SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN PREMIUM DAN SUPER FUEL Efrin Simbolon; Abdul H. Nasution; Tulus B. Sitorus; Andianto Pintoro; Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.765 KB)

Abstract

Semakin berkurangnya bahan bakar minyak menyebabkan timbulnya berbagai pemikiran bagaimana mengatasi permasalahan ini. Super fuel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan pada berbagai mesin, salah satunya adalah mesin bensin pada generator set 4-langkah. Penelitian dilakukan dengan variasi jumlah bola lampu dan variasi bahan bakar. Bola lampu yang digunakan untuk pengujian yaitu lampu 100 Watt dengan variasi jumlah lampunya 2; 4; 6; 8; 10 dan 12. Sedangkan variasi bahan bakar untuk pengujian yaitu 100% premium; 95% premium + 5% super fuel; 90% premium + 10% super fuel; 85% premium + 15% super fuel. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa performansi campuran super fuel mengalami penurunan torsi dan Specific Fuel Consumption (SFC). Tetapi emisi gas buang yang dihasilkan dengan menggunakan campuran super fuel, mampu mereduksi kandungan emisi gas buang beracun seperti karbon monoksida (CO), dan hidrokarbon (HC). Kadar sisa oksigen (O2) dari campuran super fuel mengalami penurunan sedangkan kadar karbon dioksida (CO2) mengalami peningkatan dibanding premium 100%..
PERANCANGAN INSULATION MATERIAL MESIN MIXER KAPASITAS 6,9 LITER DAN PUTARAN 280 Rpm Andri P. Siregar; Alfian Hamsi; M. Sabri; Indra .; Ikhwansyah Isranuri; Bustami Syam
Jurnal Dinamis Vol 3, No 1 (2015): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.44 KB)

Abstract

Proses pencampuran dimaksudkan untuk membuat suatu bentuk uniform dari beberapa konstituan bahan cair, pasta, dan padat. Dalam kehidupan nyata alat pencampur (mixer) dapat menghasilkan suatu produk dengan homogenitas yang lebih tinggi daripada pencampuran bahan yang dilakukan secara manual atau tanpa alat (dengan tangan saja). Dalam hal ini mesin mixer dengan menggunakan elemen pemanas merupakan penemuan terbaru yang belum ada dipasaran. Pada mesin ini variasi suhu dan putaran bisa diatur ketika proses pencampuran, dilengkapi dengan insulation material berbahan rockwool untuk menahan panas tidak keluar dari sistem. Panas yang terjadi pada rockwoll adalah 76,11ºC, panas yang terjadi pada pelat aluminium adalah 55,72 ºC  dan effisiensi sistem bejana pemanas 51,55 %.

Page 9 of 25 | Total Record : 246