Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 15 No. 1 (2016)"
:
10 Documents
clear
Sistem Akuisisi Data Pemakaian Bahan Bakar dan Jarak yang Ditempuh Berbasis ARDUINO
Bram Anggita Putra;
Djoko Untoro Suwarno
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1193
Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat suatu sistem akuisisi data untuk pengukuran pemakaian bahan bakar dan jarak yang ditempuh. Sistem pada prototype ini terdiri dari bagian sensor konsumsi bahan bakar dan sensor jarak yang ditempuh. Sensor konsumsi bahan menggunakan metode counter per satuan volume. Sensor jarak yang ditempuh menggunakan rotary encoder dengan resolusi 10 pulsa per rotasi. Sistem akuisisi data menggunakan Arduino, disertai RTC (Real Time Clock) dan Sdcard. Informasi yang disimpan berupa waktu, konsumsi bahan bakar dan jarak yang ditempuh. Sistem menyimpan data setiap 1 menit sekali. Resolusi pemakaian bahan bakar 20 cc/sample dan resolusi jarak 1m /10 pulsa. Kata kunci : akuisisi data, sensor pemakaian bahan bakar, sensor jarak, increment encoder, arduino
Usulan Konseptual Sistem Distribusi Cross Docking untuk Meminimumkan Biaya Distribusi pada Industri Retail
Talia Kasih Putri;
Hotma Antoni Hutahaean
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1194
For retail industry, the distribution system is the main challenge that must be faced by the company. Choosing the right strategy will save unnecessary costs and reduce distribution time. The distribution time is needed to get products to the warehouse and to get them ready for shipping at the distribution centre. If the distribution time is felt to be too long, it might add costs. The objective of the study was to design a conceptual cross docking distribution system to minimize distribution costs and reduce distribution time by focusing on the product distribution inside the distribution center until the products are delivered to each outlet. Designing a conceptual cross docking distribution system consists of transportation costs, retain costs, the amoun to truck necessities, truck schedules, and the safety stock planning. Results from our calculation showed that the company’s distribution costs werereduced. That is, the distribution costs were down by 62% compared to the current distribution costs. Based on the result, it is concluded that the conceptual cross docking distribution system designed in the present research successfully answered the existing problems. Kata kunci : Cross Docking, Truck Scheduling, Simulation
Applied E-Learning of Kolintang Musical Instruments Case Study: University of De La Salle Manado
Liza Wikarsa;
Debby Paseru;
Vianry Teguh Pangemanan
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1195
Kolintang (Indonesian’s xylophones) is popular nationwide as the traditional music instruments from Minahasa, a regency in North Sulawesi. It is usually played in ancestor worshipping rituals as it was believed that Kolintang had a close relationship with the traditional belief of North Sulawesi's natives and as their culture. Currently, there are several Kolintang applications developed that run either on Windows or Android operating system. They also use different types of controllers like a web camera, touch screen, and keyboard. Unfortunately, these applications are mostly intended for advanced users who have knowledge and skills in playing the Kolintang instruments. In addition, there remains a general lack of research on how to play the five instruments of Kolintang. Thus, this research will develop an e-learning application for the Kolintang musical instruments that are best suited the needs of novice and advanced users. An evaluation framework is developed to assess the quality and efficiency of learning objects of this application on the selected users by incorporating the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Four criteria identified in this framework that are learning goal alignment, presentation design, interaction usability, and accessibility. The findings revealed that this e-learning application can help both novice and advance users to play the five instruments of Kolintang with ease and smoothness. The learning process can be done at the individual’s choice of pace and time. Key words: E-learning, Kolintang, Multimedia, North Sulawesi
Aplikasi Pelaporan dan Prediksi Daerah Berpotensi Menimbulkan Konflik Menggunakan Algoritma NAÏVE BAYES
Titilianty Imbang;
Alfiando Sengkey;
Brammy Welang
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1196
Bagian INTELKAM POLDA SULUT membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang pengamanan kepolisian serta memberikan peringatan dini kepada pihak Polda dan masyarakat terhadap konflik konflik yang akan terjadi baik dalam pengawasan senjata api, orang asing, dan kegiatan sosial politik masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu bertugas melakukan pengawasan dan pengumpulan data apabila terjadi masalah di suatu daerah, kemudian melakukan analisis apakah daerah tersebut menimbulkan konflik atau tidak. Algoritma naïve bayes merupakan salah satu metode pendekatan klasifikasi pada data mining untuk memprediksi suatu hal berdasarkan jumlah data yang besar. Pada penelitian ini, akan dibangun suatu aplikasi pelaporan dan prediksi daerah berpotensi menimbulkan konflik yang dapat membantu dalam menyediakan pelaporan setiap wilayah serta memprediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang menampilkan prediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik di Sulawesi Utara. Kata kunci : Algoritma naïve bayes, klasifikasi, data mining, prediksi, daerah, konflik.
Kesiapan Mahasiswa Teknik Industri Unika Atma Jaya Terhadap Penggunaan E-Learning dalam Proses Belajar Mengajar
M.M. Wahyuni Inderawati;
Ronald Sukwadi;
Hotma A. Hutahaean
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1197
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, telah diimplementasikan dalam perkembangan konsep elearning. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis web, e-learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran. Proses belajar mengajar (PBM) melibatkan dua pihak yang berkepentingan yaitu dosen dan mahasiswa. Keduanya merupakan kelompok pengguna (user) yang saling berinteraksi satu dengan yang lain. Agar PBM melalui e-learning berlangsung dengan efektif maka kedua belah pihak harus memiliki persepsi yang sama terhadap teknologi ini. Pengalaman dan pengetahuan dosen dan mahasiswa yang berbeda akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap teknologi ini. Unika Atma Jaya telah lama menerapkan e-learning sebagai salah satu pendukung kegiatan PBM, termasuk pada Program Studi Teknik Industri. Namun sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian untuk mengukur tingkat kesiapan mahasiswa dan dosen terhadap sistem e-learning berdasarkan pengalaman dan persepsi masing-masing. Penelitian ini mencakup pengukuran kesiapan mahasiswa terhadap penggunaan e-learning dalam proses belajar mengajar di Program Studi Teknik Industri. Proses pengumpulan data melalui survei berdasarkan indikator dari 5 dimensi kesiapan e-learning. Data dianalisis dengan metode analisis faktor konfirmatori. Setelah itu metode MANOVA digunakan untuk melakukan uji multivariat dalam rangka meneliti pengaruh latar belakang mahasiswa terhadap kesiapan mereka pada e-learning. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan indikator yang terpilih, mahasiswa Teknik Industri Unika Atma Jaya secara umum telah cukup siap untuk menggunakan e-learning dalam PBM. Kata kunci : Unika Atma Jaya, e-learning, kesiapan mahasiswa, teknologi
Prototipe Alat Pengekstrak Kunyit Otomatis Menggunakan Aktuator Motor DC
Bernadeta Wuri Harini;
Rini Dwiastuti;
Y. B. Savio Surya Amanda
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1469
Di dalam kunyit terdapat kurkuminoid dengan kandungan utama berupa kurkumin. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat alat ukur kadar kurkuminoid portabel. Sebelum kadar kurkumin diukur, kunyit harus diekstrak dahulu. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibuat prototipe alat pengekstrak kunyit otomatis. Alat pengesktrak otomatis terdiri dari motor DC sebagai komponen utama penumbuk kunyit. Setelah kunyit selesai ditumbuk maka mikrokontroler akan mengaktifkan solenoid valve sehingga cairan etanol keluar ke tempat penumbuk kunyit sehingga kunyit larut dalam etanol. Larutan ini kemudian diukur absorbansinya menggunakan alat ukur spektrofotometer. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan hasil pengekstrakan kunyit secara manual. Sampel kunyit yang diambil adalah satu ruas kunyit pada bagian pangkal, tengah dan ujung. Dari hasil pengukuran ekstraksi secara manual, ekstrak kunyit pada bagian pangkal mempunyai absorbansi sebesar 1,083, bagian tengah 0,888 dan bagian ujung 0,62. Hasil ekstraksi secara otomatis menunjukkan semakin lama penumbukan maka error absorbansi semakin kecil. Penumbukan selama 15 detik diperoleh error absorbansi sebesar 66,76% dan penumbukan selama 3 menit 26,87%. Dengan hasil ini maka dapat diketahui bahwa proses penumbukan optimal dalam waktu 5 menit. Dengan penambahan proses pelarutan maka total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 8 menit. Waktu proses pengekstrakan secara otomatis ini lebih singkat daripada proses pengekstrakan secara manual (15 menit).
Simulasi Berbasis Agen untuk Evakuasi Bencana Kerumunan Lapangan Indoor Gor X
Tryadi Wilhelmus Tumewu
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1522
Perencanaan dan persiapan sebelum terjadi bencana merupakan kunci aktivita dalam manajemen keadaan darurat. Penerapan langkah-langkah keamanan yang tepat dapat mengurangi dampak bahaya yang terjadi ketika bencana pada kerumunan manusia di lapangan indoor GOR (Gelanggang Olah Raga) X. Namun evaluasi dan pemlihan langkah-langkah kemananan yang tepat sulit dilakukan dikarenakan banyaknya skenario penanggulangan bencana yang ada dilingkungan, ditambah dengan biaya yang tinggi terkait skenario tersebut. Makalah ini menyajikan model komputasi yang mensimulasikan evakuasi bencana, dimana manusia sebagai agent mempunyai aktivitas interaksi secara otonom atau berkelompok terhadap lingkungan yang mempunyai jalur evakuasi, susunan tepat duduk, dan sistem pendukung keputusan untuk mencari jalan keluar terdekat. Tujuan prototipe simulasi ini yaitu untuk mendapatkan presentasi jumlah kapasitas penonton lapangan indoor GOR X. Eksperimen dilakukan dengan skenario simulasi menurut 2 faktor yang dimiliki agent yaitu Number of Agent dan Number Scared of Agent. Berdasarkan hasil eksperimen skenario dengan waktu evakuasi terbaik ada pada skala 60-80% dimana hasil setelahnya waktu yang diperlukan cenderung konstan. Model simulasi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk pendukung sistem keputusan dalam memberikan rekomendasi perencanaan kapasitas penonton yang akan diambil oleh pihak manajemen atau penyelenggara kegiatan di lapangan indoor GOR X.
Penentuan Karakteristik Kanal Komunkasi dengan Metode Fourier pada Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai
Pius Yozy Merucahyo;
Andreas Bagus Sadewo
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1523
Monitoring kualitas air sungai sebagai sumber air bagi petani ikan membutuhkan komunikasi antar mikrokontroler dengan bantuan sistem komunikasi nirkabel, dalam hal ini menggunakan kanal video dari video sender. Keberhasilan pembuatan komunikasi antar mikrokontroler dengan video sender diukur dari keberhasilan semua data yang dikirimkan dapat diterima dengan benar. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisa matematika yaitu metode Fourier untuk menganalisa bentuk sinyal yang dikirim dan diterima pada komunikasi yang sukses dan yang gagal. Hasil penggunaan metode Fourier adalah nilai-nilai besaran koefiesien Fourier yang merupakan besaran frekuensi-frekuensi harmonisa yang merupakan tanggapan frekuensi kanal komunikasi yang selanjutnya disebut karakeristik kanal komunikasi. Metode pengujian komunikasi dilakukan dengan mengirimkan sinyal listrik yang sama dari mikrokontroler kemudian mengubah-ubah jarak pengirim dan penerima video sender. Dari pengujian ini akan didapatkan bentuk-bentuk sinyal yang diterima yang menghasilkan gagal dan sukses komunikasi. Sinyal yang didapatkan disampling sehingga menjadi sinyal diskrit dan dianalisa dengan metode Fourier Diskrit untuk penentuan karakteristik kanal komunikasi yang sukses dan gagal. Hasil penelitian ini adalah pada jarak kurang dari 40 meter komunikasi sukses dan bentuk sinyal dikirim dan diterima hampir sama. Pada jarak yang lebih dari 40 meter sinyal diterima berbeda secara signifikan dengan sinyal yang dikirim dan komunikasi antar mikrokontroler gagal.
Aplikasi Pengenalan Citra Warna Dasar
Yosef Yudha;
Dhesa Ardhiyanta;
Laurensius Haris;
Anastasia Rita Widiarti
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1524
Pengenalan warna primer dan sekunder menjadi salah satu hal mendasar yang harus diajarkan kepada seorang anak, karena banyak peraturan yang berlaku di dalam kehidupan hanya disimbolkan dengan warna, demikian juga dengan berbagai hal penting lain yang memerlukan pemahaman mengenai warna. Contoh penggunaan simbol warna adalah pada rambu-rambu peraturan lalu lintas di jalan raya yang berlaku sama di seluruh tempat di dunia ini. Paper ini menyodorkan sebuah contoh aplikasi deteksi warna merah, hijau, biru, cyan, magenta, dan kuning atau warna RGB-CMY pada suatu citra warna masukan. Prinsip yang dipergunakan untuk mendeteksi warna adalah dengan melihat rentang warna setiap piksel di kanal merah, hijau, dan biru. Apabila dalam rentang intensitas warna suatu piksel di setiap kanal berada dalam jangkauan warna tertentu sesuai aturan rentang warna yang ditetapkan, maka piksel tersebut berwarna tertentu. Dari hasil pengujian pada 20 citra data uji, diperoleh informasi bahwa untuk setiap citra masukan dengan tingkat kecerahan yang baik, warna pada citra tersebut dapat dideteksi dengan baik. Namun, untuk citra masukan yang mempunyai intensitas warna keabuan dan hitam, sistem tidak dapat mendeteksi warna yang muncul, karena rentang warna keabuan dan hitam berlaku dari 0 sampai dengan 255.
Enfleurage Essential Oil From Jasmine and Rose Using Cold Fat Adsorbent
Siswati Soe’eib;
Nyoman Puspa Asri;
A. S Dwi Saptati N. H.;
Diah Agustina P
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/wt.v15i1.1525
Flower essential oils can’t be taken by distillation, which is the oils’ component will damage because of hydrolysis and polymerization process. High-boiling components can’t be transported by water vapor so its yield and quality of the oil product is low. The alternative method for producing flower essential oils is an enfleurage process. Enfleurage is essential oil extraction process using cold fat, where the scent of flowers is absorbed by fat. The aim of the research is to obtain information about the optimum conditions based on essential oils of flowers through enfleurage method. Enfleurage process was begun with prepared the adsorbent which was made from mixing of vegetable fat and animal fat in ratio of 1:1. Fat was heated up to 60 0C further stirring for 15 minutes. As long as stirring, the fat mixture was mixed with benzoate and stirred for 2 hours. After the adsorbent was ready, a chassis was smeared with a layer of fat and flowers were palced in surface of fat for 1, 3, 5, 7, 9 and 11 days. The process was repeated with change the flowers every 24 hour with fresh flowers. When contact time had finished, fat was extracted using alcohol and it was separated by vacum distillation. The maximum yield was obtained for 5 days 0.89 % for jasmine, 0.88 % for rose and 0.84 % for frangipani. The enfleurage process is an effective method to produce flowers essential oils. The success of it depends on type of adsorbent, the level of florescence, as well as enfleurage’s period.