cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2018)" : 8 Documents clear
Mesin pembuat pakan ternak dalam bentuk pellet berbasis progammable logic controller Alfredo Alvi Andreanto; Peter Rhatodirdjo Angka; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1954

Abstract

Era sekarang kebutuhan konsumsi hewan ternak semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Kebutuhan akan hewan ternak yang meningkat tentunya akan berdampak pada meningkatnya harga dari pelet hewan ternak di pasaran.. hampir sebagian besar penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di daerah pedesaan memanfaatkan kondisi alam untuk berternak. Namun hal ini masih kurang adanya dukungan dari sisi kebutuhan pelet yang masih membebani para peternak karena harga yang kurang terjangkau. Sehingga mereka beralih ke dedaunan atau pakan alternatif yang lebih murah. Hal ini tentunya berdampak pada kualitas hewan ternak yang rendah. Dengan adanya alat ini, Mesin pembuat pakan ternak dalam bentuk pelet ini memanfaatkan progammable logic controller pembuatan pellet dapat tercapai. Alat ini juga dapat membantu para peternak untuk dapat memproduksi pellet buatan sendiri dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan para peternak. Alat ini terdiri dari 2 bagian yaitu pencampur dan pencetak, bagian pencampur digunakan untuk mencampur bahan-bahan pembentuk adonan pakan ternak dan pencetak digunakan untuk mencetak adonan pakan ternak menjadi bentuk pellet. Alat ini dapat memproduksi pakan ternak menjadi bentuk pellet basah dengan memanfaatkan progammable logic controller sebagai sistem kontrol dari mesin ini. Alat ini menggunakan PLC GE Versamax dengan spesifikasi 10 input dan 6 output dan 2 motor AC untuk menggerakan pengaduk pada pencampur dan menggerakan screw conveyor sehingga dapat mendorong adonan pakan ternak ke pencetak.
Penentuan komposisi lapisan paving block untuk mendapatkan kuat tekan yang optimal Chandra Wijaya; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1955

Abstract

Bata beton (paving block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu paving block tersebut. Kualitas paving block dapat diukur dari kekuatan paving block dalam menerima beban tekan dan juga ketahanan terhadap keausan. Maka dalam penelitian ini dilakukan penggabungan komposisi optimal kuat tekan paving block milik Pratama (2017) sebagai lapisan bawah dan komposisi optimal kuat aus paving block milik Kertajaya (2017) sebagai lapisan atas. Dengan harapan dapat menghasilkan paving block yang selain mempunyai kuat tekan yang baik, namun juga mempunyai ketahanan aus yang baik pula. Perbandingan ketebalan lapisan bawah dan lapisan atas yaitu (1cm : 5cm), (2cm : 4cm), (3cm : 3cm), (4cm : 2cm), (5cm : 1cm). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada perbandingan ketebalan lapisan bawah dan atas (3cm : 3cm) menghasilkan rata-rata kuat tekan yang paling tinggi yaitu sebesar 368 kg/cm2, sedangkan pada perbandingan (2cm : 4cm) menghasilkan rata-rata kuat tekan yang paling rendah sebesar 302 kg/cm2.
Desain baling – baling kincir angin sumbu horizontal Evan Jonathan Sarasih; Julius Mulyono; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1956

Abstract

Kincir angin merupakan sebuah alat yang dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Disamping itu kincir angin juga merupakan penghasil tenaga listrik yang ramah lingkungan, sehingga sangat baik apabila dibudidayakan. Desain dari baling-baling juga mempengaruhi kinerja kincir angin dalam menghasilkan listrik. Di penelitian ini desain baling – baling sesuai dengan profil NACA 4412 (National Advisory Comitte for Aeronautics) dengan menggunakan sudut kemiringan sebesar 15o. Pengujian dilakukan di rooftop Widya Mandala selama 1 jam. Data yang dikumpulkan adalah kecepatan angin dan tegangan listrik yang dihasilkan kincir angin. Berdasarkan data yang didapatkan, kincir angin dengan desain NACA memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.6 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 6.724 volt. Kincir angin refrensi memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.609375 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 9.14 volt. Dengan menggunakan pendekatan matematis didapat jika kincir angin NACA 4412 menghasilkan listrik lebih banyak ketika diletakan di tempat yang memiliki kecepatan angin di atas 5.380859 m/s.
Perbaikan layout di PT. X Henokh Marshall Lorenzo Utomo; Martinus Edy Sianto; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1957

Abstract

PT. X merupakan perusahaan pembuatan perhiasan emas. Pada PT X memiliki kendala yaitu keterlambatan pada target pemesanan, yang disebabkan karena letak salah satu bagian pembentukan produk sangat jauh harus naik dan turun tangga, kendala lainnya adalah setiap ruangan produksi memiliki target pembuatan setiap bagiannya jika salah satu pada bagian kurang atau cacat juga dapat menghambat pembuatan produk. Tujuan penelitian ini adalah mengusulkan perbaikan layout, dengan merancang letak ruang mesin produksi secara urut dan sesuai dengan tahap proses produksi, agar proses produksi dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi keterlambatan target pemesanan. Salah satu perbaikannya adalah dengan mencari jarak awal dengan menggunakan metode Rectilinear. Setelah itu mencari kedekatan antar ruang dengan menggunakan Activity Relationship Chart. Hasil penelitian ini adalah dengan perbaikan layout sehingga tidak terjadi keterlambatan target pemesanan.
Alat pemantau dan pengendali sistem penyimpanan energi pada solar panel Pandyapratita Putra; Andrew Joewono; Rasional Sitepu; Lanny Agustine; Widya Andyardja
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1958

Abstract

Dewasa ini, sistem pembangkit listrik yang sedang tren adalah pembangkitan energi terbarukan. Salah satu energi terbarukan yang dimiliki oleh Negara Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga surya. Untuk membuat sebuah sistem pembangkit listrik tenaga surya, diperlukan seperangkat alat-alat seperti solar panel, inverter dan accu. Accu dalam pembangkit listrik tenaga surya merupakan komponen yang berbahaya karena memiliki kapasitas arus yang besar. Arus yang besar dapat mengakibatkan banyak kerugian. Salah satu kerugian yang timbul adalah kerusakan beban atau bahkan bahaya kebakaran. Bahaya-bahaya tersebut dapat ditekan apabila sistem tersebut dilengkapi dengan sistem pengaman berupa Alat Pemutus Penghubung (APP). Namun keterbatasan wilayah yang membuat sistem pengaman tersebut hanya dapat dikendalikan jarak dekat. Dengan adanya alat ini, sistem pembangkit listrik tenaga surya dapat diproteksi dari kerusakan karena energi yang lebih. Alat ini juga dapat memantau arus dan tegangan accu, solar panel, dan beban. Alat ini juga merupakan sebuah pengendali on-off jarak jauh. Alat ini terkoneksi dengan internet yang dapat dijangkau oleh pengguna dari wilayah besar selama pengguna juga terhubung pada internet. Alat ini diintegrasikan dengan sistem PLTS (Pembangkit Listrik tenaga Surya) yang telah ada pada Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dengan Sistem Elektrik-Hybrid Untuk Filter Air Tanah (Joewono, Andrew; Sitepu, Rasional. 2016). Alat ini dapat memantau parameter diatas dengan hasil yang didapatkan adalah tegangan solar panel antara 0-38 V, tegangan accu 22-28 V, tegangan beban 220 V, arus solar panel 0-4 A, arus accu 0-38 A, dan arus beban 0-3 A. sebagai Fungsi pengendalian sudah dilakukan dengan metode saklar virtual pada aplikasi android yang terhubung pada relay untuk menyalakan atau mematikan beban.
Mesin penggiling bumbu pecel otomatis berbasis Arduino Yuli Prastiawati; Diana Lestariningsih; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1959

Abstract

Pecel adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari rebusan sayuran yang dihidangkan dengan disiram sambal kacang.Berawal dari pembuatannya yang menggunakan sistem tradisional atau manual (menggunakan cobek dan ulekan) menggambarkan bahwa pembuatan sambal pecel ini membutuhkan tenaga, kesabaran, waktu dan keahlian yang lebih untuk membuatnya.Dengan melihat kemajuan zaman yang semakin berkembang terdapat ide untuk membuat mesin penggilingan sambal pecel berbasis arduino. Dalam pembuatan sistem perancangan ini diwujudkan dengan menggunakan mikrokontroler, driver relay, kontaktor, push button, motor penggerak sebagai komponen utama. Penggilingan tersebut terdapat LCD untuk menampilkan inputan Sistem pengolahan terdapat 3 tombol yang berbeda dari 1kg-3kg yang betujuan untuk pemilihan penggilingan sesuai takaran, namun takaran tersebut masih manual. Sehingga proses pengolahan penggilingan dari 1kg-3kg mempunyai waktu yang berbeda – beda yang terdapat pada inisialisasi pemrograman mikrokontroler arduino. Untuk hasil output yang diolah dari proses penggilingan akan dilakukan modifikasi pada mesin agar bumbu yang diolah akan berbentuk persegi panjang. Saat proses tombol yang ditekan dan proses penggilingan motor tersebut akan berhenti sesuai dengan waktu yang telah diprogram. Pada tugas akhir ini alat yang dibuat untuk mempermudah usaha home industry dan melestarikan makanan tradisional khas pulau jawa tanpa mengabaikan kualitas produksi dan meningkatkan mutu produksi tanpa mengabaikan kehigienisan hasil produksi.
Pengaruh intensitas suara dan karakter Visual Auditori Kinestetik (VAK) terhadap konsistensi pengukuran Mutia Rata Palamba; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1960

Abstract

Proses pengukuran dilakukan untuk menunjang pengambilan keputusan terhadap sebuah system. Seorang rater (pengukur) dalam melakukan pengumpulan informasi dipengaruhi dengan kecenderungan gaya belajar yaitu visual, auditori atau kinestetik (VAK). Selain adanya pengaruh karakteristik VAK kondisi lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan tertentu dapat mempengaruhi hasil ukuran yang dilakukan rater (pengukur). Dengan adanya pengaruh karakteristik VAK dan kondisi kebisingan lingkungan perlu diketahui karakteristik VAK mana yang memiliki tingkat konsistensi hasil pengukuran yang baik, sehingga dapat diketahui karakter terbaik yang dapat menjadi rater (pengukur) dalam sebuah proses pengukuran.Dari Karakter yang diteliti responden dengan karakteristi visual, auditori dan kinestetik pada tingkat kebisingan 80 dBA, 90 dBA dan 100 dBA selama 45 menit untuk setiap kombiasinya maka diketahui bahwa karakterisitik dengan konsistensi hasil pengukuran terbaik dimiliki oleh karakter visual. Sehinggah seorang rater dengan karakteristik visual akan memiliki hasil ukur yang lebih konsisten.
Analisa Hubungan Tingkat Kelelahan Terhadap Work Ability Index (Wai) Melalui Kuesioner Swedish Occupational Fatigue Inventory (Sofi) Estherina Yuliani; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.2163

Abstract

Kelelahan merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kemampuan kerja. Kelelahan berpengaruh secara berbeda sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan, yaitu mental dan fisik. Pada penelitian ini, dilakukan analisa hubungan tingkat kelelahan terhadap work ability index pada dua kelompok, yaitu 50 responden dengan kelelahan fisik dan 27 responden kelelahan mental. Tingkat kelelahan diukur secara subjektif melalui 5 dimensi kuesioner Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI), yaitu rasa kantuk, ketidaknyamanan fisik, kekurangan motivasi, kekurangan energi, dan pengerahan tenaga fisik. Masing-masing dimensi terdiri dari 5 indikator pertanyaan berskala likert 0 hingga 6. Kemampuan kerja diukur melalui 7 item pertanyaan pada kuesioner Work Ability Index (WAI). Kemudian dilakukan uji reliabilitas, penilaian SOFI dan work ability index, uji tabulasi silang, serta uji korelasi multidimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kelelahan yang memiliki hubungan yang kuat terhadap work ability index adalah dimensi kekurangan energi yaitu sebesar -0.794 dan pengerahan tenaga fisik sebesar -0.764 untuk responden kelelahan fisik. Sedangkan pada responden kelelahan mental adalah dimensi ketidaknyamanan fisik dengan nilai korelasi sebesar -0.768 dan pengerahan tenaga fisik dengan korelasi sebesar -0.682 terhadap work ability index.

Page 1 of 1 | Total Record : 8