cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2010)" : 10 Documents clear
Koagulasi Protein dari Ekstrak Biji Kecipir dengan Metode Pemanasan Welly Surya Naga; Berlian Adiguna; Ery Susiany Retnoningtyas; Aning Ayucitra
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1292

Abstract

Dalam rangka penyediakan tambahan gizi bagi kehidupan manusia diperlukan produk makanan yang mengandung protein. Daging merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung protein kadar tinggi. Daging dapat berasal dari hewan (hewani) maupun biji-bijian (nabati). Biji kecipir dapat digunakan sebagai bahan pembuatan daging nabati. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkoagulasi protein dari biji kecipir sebagai bahan pembuatan daging nabati. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh waktu, suhu, dan tekanan pada koagulasi protein biji kecipir dan mencari kondisi proses yang relatif baik. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi serbuk biji kecipir seberat 30 gram dengan menggunakan 300 ml akuades di dalam tangki yang dilengkapi pengaduk. Slurry dalam tangki diaduk dengan kecepatan 150 rpm selama 60 jam pada suhu 60oC dan ekstraksi dilakukan sebanyak 4 tahap. Filtrat hasil ekstraksi diambil 100 ml untuk dilakukan proses koagulasi. Variabel yang diteliti adalah suhu (50–70oC), waktu (1–3 jam), dan tekanan (vakum dan 1 atm). Jumlah protein dalam padatan protein dianalisis memakai makro kjeldahl. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pada kisaran 50-60oC yield protein semakin meningkat, tetapi pada suhu 70oC dan tekanan 1 atm yield protein berkurang. Selain itu, semakin lama waktu yang digunakan untuk koagulasi dan semakin rendah tekanan yang digunakan, maka yield protein yang didapat semakin besar.
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Komposit Alternatif Yessica Arini Paskawati; . Susyana; . Antaresti; Ery Susiany Retnoningtyas
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1293

Abstract

Sabut kelapa adalah bagian penting dari buah kelapa dengan porsi 35% dari seluruh berat buah kelapa. Serat sabut kelapa memiliki kandungan selulose cukup tinggi sehingga serat tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pulp, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan kertas komposit yang terdiri dari campuran pulp serat sabut kelapa dan pulp pembentuk HVS. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi NaOH terhadap kadar alfa seluluse, dan mempelajari karakteristik kertas komposit. Pertama, pulp yang dibuat dari serat sabut kelapa dengan variasi waktu hidrolisis dan kosnentrasi NaOH. Selanjutnya pulp dari serat sabut kelapa yang memiliki tingkat alfa selulose tertinggi dicampur dengan pulp dari limbah kertas digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas komposit. Kemudian kertas komposit yang terbentuk diuji karakteristiknya meliputi: kuat tarik, kemampuan menyerap tinta, kemampuan ditulisi, dan keawetan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pulp dengan kualitas yang diinginkan yaitu pulp dengan kandungan alfa selulose 94,24% dicapai dengan kondisi operasi: waktu hidrolisis 4 jam dan konsentrasi NaOH 6%. Selain itu, kertas dengan kualitas yang relatif baik dicapai dengan komposisi campuran pulp serat sabut kelapa:pulp dari limbah kertas HVS = 20:80. Kertas tersebut memiliki kuat tarik = 65,28x106N/m2 dan kertas tersebut bisa ditulisi.
Alat Pengirim Data Menu Makanan dan Minuman Dengan Menggunakan Sistem Wireless Berbasis Mikrokontroler Hari Ardianto; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1294

Abstract

Pada umumnya pelayanan menu makanan dan minuman masih konvensional, yaitu dengan cara menu ditulis oleh pelayan. Setelah proses pencatatan menu selesai, pelayan bergegas menyampaikannya menuju dapur. Pelayanan dengan cara ini memiliki kendala apabila diterapkan pada restoran yang memiliki jarak cukup jauh antara tempat penyajian pesanan dengan tempat pembuatan pesanan. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem yang dapat mengirim, menerima data menu makanan dan minuman secara wireless. Sistem pengirim tersusun dari keypad sebagai input, LCD sebagai penampil data, mikrokontroler sebagai pemroses dan pengontrol data untuk dikirim ke DTMF MT 8888. Selanjutnya data ditransmisikan dengan menggunakan handie talkie dan kemudian data dikirim ke DTMF MT 8870D agar tone yang ditransmiskan dapat dibaca dan diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler AT 89S51. Proses indikasi transfer data bertujuan untuk mengetahui bahwa data yang ditransfer masih berlangsung. Proses penampilan data bertujuan untuk mengolah dan menampilkan data. Proses pengolahan data bertujuan menerima data dan mengolah data. Pada proses penampilan data bertujuan untuk menampilkan data pesanan menu berdasarkan meja pada monitor PC yang terdapat pada dapur dan untuk mencetak jumlah pembayaran dilakukan melalui printer. Dari hasil transmisi dan pengujian alat, sistem penerima dapat menampilkan data dengan tepat pada jarak transmisi data yang telah ditentukan yaitu 25 meter.
Prototipe Charger Baterai Menggunakan Sumber Energi Matahari, Listrik, dan Mekanik Hartanto Prayogo; Antonius Wibowo
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1295

Abstract

Pada penelitian ini dibuat sebuah alat “Prototipe Charger Baterai Menggunakan Sumber Energi Matahari, Listrik, Dan Mekanik". Alat ini berfungsi untuk mengisi ulang baterai lithium-ion. Sumber listrik yang digunakan pada alat ini terdiri dari tiga macam, yaitu solar cell, power supply, dan generator. Dalam menentukan sumber arus listrik yang diinginkan, alat ini menggunakan sistem relay otomatis yang diproses oleh AVR microcontroller AT 8535. Banyaknya baterai yang akan diisi dapat dipilih dari tombol-tombol dan ditampilkan di LCD, sehingga data yang dipilih dapat diproses oleh AVR microcontroller AT 8535 untuk mengirimkan kombinasi data ke rangkaian charger (menggunakan IC MAX 745) supaya batas tegangan yang diperlukan dapat diproses dari banyaknya baterai yang telah dipilih. Proses pengisian baterai akan berhenti apabila baterai telah terisi penuh atau terjadi overheating. LCD digunakan untuk menampilkan kondisi tegangan power supply, solar cell, dan generator, dan kemudian menampilkan menu banyaknya jumlah baterai yang akan diisi dan memonitor arus pengisian baterai. Dari hasil penelitian, alat ini dapat mengisi baterai lithium-ion berjumlah 1-4 buah dengan baik. Sistem switch otomatis telah bekerja dengan baik untuk peralihan sumber listrik (power supply, solar cell, generator) menurut prioritas yang diberikan. Sistem pengaman saat baterai penuh atau terlalu panas telah berjalan dengan baik.
Jembatan Timbang Untuk Pengguna Kursi Roda Elisabeth Widyarini; Ferry A.V. Toar; Lanny Agustine
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1296

Abstract

Perkembangan teknologi bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Pembuatan “Jembatan Timbang Untuk Pengguna Kursi Roda” dimaksudkan untuk membantu pengguna kursi roda dalam melakukan pengukuran berat badan. Selain itu, perancangan jembatan timbang ditujukan untuk orang-orang dengan kondisi tubuh tertentu, sehingga tidak mampu melakukan penimbangan badan secara normal. Jembatan timbang merupakan alat ukur berat dalam satuan kilogram, dengan konstruksi alat menyerupai jembatan. Kelebihan jembatan timbang dibandingkan dengan timbangan mekanik ialah tampilan hasil pengukuran berat dalam bentuk digital. Perancangan jembatan timbang untuk pengguna kursi roda menggunakan timbangan digital sebagai elemen pengukur beratnya dengan memanfaatkan data pengukuran yang dihasilkan oleh keluaran modul timbangan digital untuk ditampilkan sebagai angka hasil pengukuran berat. Pengguna yang ingin melakukan pengukuran berat badan dengan menggunakan jembatan timbang diwajibkan menggunakan kursi roda selama proses penimbangan badan berlangsung. Elemen penyusun jembatan timbang terdiri dari: timbangan digital yang digunakan sebagai elemen pengukur beratnya, rangkaian mikrokontroler sebagai pusat pengolahan data serta pusat pengaturan keseluruhan sistem, rangkaian push button untuk pemilihan menu, start penimbangan, dan setting default serta Graphic LCD sebagai display untuk menampilkan angka hasil pengukuran berat. Hasil dari pembuatan sistem jembatan timbang membuktikan bahwa sistem jembatan timbang dapat digunakan sebagai alat pengukur berat badan bagi pengguna kursi roda.
Miniatur Access Control Ruang Kuliah Dengan Menggunakan Smart Card Antonius Wibowo; Jane Tjan
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1297

Abstract

Pada penelitian ini dibuat suatu alat berupa miniatur access control ruang kuliah dengan menggunakan smart card. Alat ini yang diharapkan mampu membatasi access control pada ruang kuliah terdiri atas: smart card socket, mikrokontroler, SD card, LCD, relay, keypad, kunci pintu elektronik, dan RTC, serta beberapa aplikasi yang mungkin untuk digunakan dalam suatu ruang kuliah. Pengguna smart card (dosen atau pertugas cleaning service, cs) dapat memasukkan smart card (memasukkan smart card satu per satu) ke dalam socket smart card. Mikrokontroler yang telah terhubung dengan socket smart card akan mampu mengenali smart card yang dimasukkan dan akan membuka kunci pintu kemudian mengaktifkan fasilitas yang digunakan sesuai klasifikasi pengguna smart card tersebut. Dan juga pada saat ruang yang diakses akan ada pencatatan pada SD card. Pencatatan pada SD card berupa nama, waktu masuk, dan waktu ke luar. Penelitian ini dilakukan dengan cara memasukkan smart card satu per satu ke dalam smart card socket dan kemudian melihat hasil pencatatan di SD card dengan menggunakan komputer. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pembacaan smart card dan pencatatan pada SD card sudah berhasil dengan baik. Dengan pembacaan smart card dan pencatatan SD card dapat disimpulkan bahwa alat secara keseluruhan dapat berfungsi dengan baik.
Usulan Perbaikan Sistem Persediaan dan Tata Letak Gudang di PT. GG Nasional Indonesia Carolena Setephany; Dian Retno Sari Dewi; Anastasia Lidya Maukar
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1298

Abstract

PT. GG Nasional Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi alat-alat rumah tangga. Permasalahan yang ada adalah pada gudang bahan baku, penempatan barang-barang yang tidak teratur, jumlah stok tidak dapat dihitung, dan barang banyak yang rusak karena sistem penyimpanan barang yang hanya ditumpuk begitu saja. Prosedur yang dilakukan adalah perhitungan perkiraan permintaan tahun 2009, perhitungan lot pemesanan yang ekonomis dengan menggunakan metode EOQ untuk Joint Order, penentuan profil aktivitas barang, perhitungan dimensi wadah penyimpanan, perhitungan jumlah wadah penyimpanan, penentuan sistem penyimpanan bahan baku, perhitungan dimensi rak, penentuan posisi rak, perhitungan space, dan pembuatan denah gudang. Pengaturan tata letak didasarkan popularitas, volume perpindahan, dan kesamaan (similarity). Ukuran performansi yang digunakan adalah rasio pemakaian luas gudang, cube utilization, accessibility, jarak penyimpanan bahan baku dari pintu dibandingkan dengan frekuensi pengambilan. Tata letak usulan akan lebih baik, jika dilihat dari ukuran-ukuran performansinya, yaitu peningkatan rasio pemakaian gudang sebesar 20,830% dari tata letak awal, pemakaian luas gudang yang efisien berdasarkan cube utilization yang tinggi, accessibility yang baik, dan jarak yang ditempuh untuk pengambilan bahan baku yang berfrekuensi pengambilan tinggi lebih dekat dibandingkan dengan tata letak awal.
Pengendalian Persediaan Barang Dengan Demand dan Lead Time yang Bersifat Probabilistik di UD. Sumber Niaga Ferry Oktavianus; Dian Retno Sari Dewi; Ignatius Jaka Mulyana
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1299

Abstract

UD. Sumber Niaga merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang ritel. Permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan ini adalah pada jumlah persediaan barang yang tidak terencana akibat tidak adanya sistem pemesanan, sehingga pengaturan persediaan barang menjadi tidak terkontrol. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya tingkat biaya pesan dan biaya lost sales yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan persediaan barang, sehingga kontinyuitas proses bisnis terjamin, sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Metode yang digunakan adalah metode jointly order dengan demand dan lead time yang bersifat probabilistik untuk mencari reorder point, jumlah, dan frekuensi pemesanan optimal dengan biaya yang minimum. Dengan menggunakan metode jointly order, pemesanan dapat dilakukan secara bersamaan digabungkan menjadi satu, sehingga biaya pesan dapat ditekan sekecil mungkin. Selain itu, dengan mengetahui frekuensi dan jumlah pemesanan, maka sistem pemesanan dapat dilakukan secara teratur. Hal ini berguna untuk memudahkan proses pengaturan persediaan barang di gudang. Dengan metode awal perusahaan, biaya simpan memang dapat ditekan sekecil mungkin, tetapi hal ini berdampak pada membengkaknya biaya lost sales dan biaya pesan secara keseluruhan. Berbanding terbalik dengan metode awal, penggunaan metode jointly order mempunyai biaya simpan yang lebih besar, tetapi dapat menghemat biaya lost sales dan biaya pesan secara keseluruhan.
Perancangan Sistem Manajemen Jasa dan Analisis Kelayakan Restoran Ayam Goreng Samuel Pratama Sudarsono; Ignatius Jaka Mulyana; Martinus Edy Sianto
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1412

Abstract

Bisnis penjualan makanan merupakan peluang bisnis yang baik untuk dikembangkan. Ayam goreng merupakan menu yang banyak digemari oleh konsumen khususnya di kawasan Surabaya Timur, sehingga peluang sukses sebuah restoran ayam goreng di kawasan Surabaya Timur ini cukup besar. Dari sekian banyak restoran ayam goreng yang telah ada, banyak restoran ayam goreng yang tidak memiliki sistem manajemen jasa yang baik. Hal ini memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen terhadap restoran ayam goreng tersebut. Dalam penelitian ini akan dibahas perancangan sistem manajemen jasa dan analisis kelayakan restoran ayam goreng. Tujuannya adalah untuk merancang sistem manajemen jasa yang baik dan menganalisis kelayakan usaha restoran ayam goreng tersebut. Penelitian ini dilakukan di kawasan Surabaya Timur. Restoran ayam goreng yang dirancang ini bukan restoran ayam goreng fastfood dan perancangan sistem manajemen jasa restoran mengacu pada model 8-P manajemen jasa. Perkiraan demand awal restoran ayam goreng ini adalah 1.917 konsumen. Dari demand tersebut perhitungan net profit per tahun restoran ayam goreng ini adalah Rp 127.159.445,00. Nilai NPV dari restoran ayam goreng ini dalam waktu 5 tahun adalah positif Rp 152.977.213,00. Hasil analisis sensitivitas dengan perkiraan biaya operasional naik, biaya sewa ruko naik menunjukkan bahwa usaha restoran ayam goreng ini layak untuk dijalankan.
Perancangan Industri Jasa Laundry di Surabaya Selatan . Melany; . Suhartono; Martinus Edy Sianto
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1413

Abstract

Gaya hidup praktis dan cepat telah menjadi ciri khas gaya hidup manusia modern. Salah satu contoh adalah tentang cara orang mencuci pakaian. Mencuci pakaian merupakan salah satu kebutuhan utama dalam suatu keluarga. Salah satu jasa yang menawarkan pemenuhan kebutuhan ini adalah jasa laundry. Dalam penelitian ini dirancang suatu industri jasa laundry yang cukup berbeda dari laundry yang sudah ada. Sistem laundry ini akan menggabungkan beberapa aspek yang sudah ada pada jasa laundry pada umumnya, yaitu laundry untuk pakaian sehari-hari dengan sistem kiloan dan layanan antar jemput serta sistem berlangganan. Penelitian ini dilakukan di Surabaya Selatan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa konsumen yang paling potensial adalah ibu rumah tangga. Dengan mempertimbangkan biaya sewa, respon masyarakat, kondisi, dan luas lokasi, Karang Pilang adalah lokasi yang paling potensial untuk mengawali industri jasa laundry. Perkiraan jumlah demand awal adalah 69 konsumen dengan modal jasa laundry adalah Rp 71.290.750,00, biaya promosi Rp 2.769.000,00 dan biaya operasional bulanan Rp 4.438.178,00. Total profit yang dapat dicapai perbulannya adalah Rp 4.025.897,00. Hasil analisis sensitivitas dengan jumlah demand bertambah, jumlah demand berkurang, kenaikan harga bahan baku menunjukkan bahwa jasa laundry layak untuk dijalankan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10