cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Pemanfaatan Teknologi Georadar Dalam Mendukung Kegiatan Eksplorasi Mineral Di Indonesia Yensy Ina Anggraini; Lilik Ismawati; Habib Nur Falani
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.35521

Abstract

Tahap eksplorasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam menentukan jumlah sumberdaya atau cadangan yang diambil. Metode yang digunakan dalam tahap eksplorasi menggunakan salah satu alat yang dinamakan Ground Penetrating Radar (GPR). Penggunaan alat GPR bertujuan untuk memprediksi jumlah sumberdaya atau cadangan yang terpendam di bawah permukaan, namun dalam penggunaan GPR sendiri memiliki keterbatasan kedalaman dalam melakukan penelitian. Kedalaman penetrasi dibatasi oleh adanya mineralogi tanah liat atau pori-pori cairan dengan konduktivitas tinggi yang dapat menghambat pencapaian resolusi dan kedalaman penetrasi yang tinggi. Beberapa komponen yang terdapat dalam GPR seperti: unit kontrol, antena pengirim dan antena penerima. Tentunya pengaplikasian GPR sendiri digunakan dalam beberapa bidang seperti pertambangan, pemetaan struktur, konstruksi, hidrogeologi, arkeolog, dll. Adapun dalam pemetaan mineral menggunakan GPR dapat diterapkan pada nikel, emas, bauksit dan lain sebagainya.
Studi Sistem Penyaliran Tambang Pada Penambangan Batubara PT Tawabu Mineral Resource Kutai Timur Kalimantan Timur Kurnia Ningsi; Suriyanto Bakri; Nur Asmiani; Arif Nurwaskito
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.38523

Abstract

PT Tawabu Mineral Resource (TMR) merupakan perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur. Sistem penambangan pada PT TMR merupakan sistem tambang terbuka. Metode tambang terbuka juga tidak terlepas dari masalah air yang masuk ke dalam area penambangan. Air hujan tidak hanya mempengaruhi area pit saja tetapi juga mempengaruhi luas area yang menjadi area tangkapannya Curah hujan yang tinggi menyebabkan air yang berasal dari limpasan permukaan dapat menggenangi lantai dasar dan menyebabkan bercampurnya front penambangan. Volume air yang limpasan yang terus bertambah pada sump akan menyebabkan masalah yang serius pada proses penambangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui luas catchment area, debit air yang masuk ke daerah penambangan, jumlah pompa yang dibutuhkan dan dimensi settling pond yang digunakan untuk treatment air sebelum dialirkan ke sungai. Penelitian dimulai dengan studi literatur, pengambilan data lapangan, pengolahan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Pengamatan langsung di lokasi penambangan dilakukan untuk mengetahui keadaan aktual di lapangan, debit limpasan hujan dihitung dengan menggunakan rumus rasional dan Luasan catchment area ditentukan dengan mengambil gambar di lapangan kemudian gambar yang telah didapatkan dimasukkan kedalam software Global Mapper. Hasil penelitian diperoleh luas daerah tangkapan hujan (catchment area) sebesar 91,54 ha, debit air limpasan yang masuk ke daerah penambangan yaitu sebesar 1.832.263 m3/jam, sehingga dibutuhkan pompa sebanyak tiga unit untuk mengeluarkan air pada lokasi dan volume total dari settling pond yaitu 37.632 m3.
Presipitasi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dari Ekstraksi Nikel Laterit Sebagai Bahan Baku untuk Pembuatan Baterai : Tinjauan Proses Pembuatannya Ninasafitri ninasafitri; Ayub Pratama Aris; Kostiawan Sukamto
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.38652

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan bijih nikel laterit terbesar di dunia. Saat ini bijih nikel laterit berkadar rendah tersebut belum diolah secara maksimal menjadi produk yang bernilai tambah di dalam negeri. Proses ekstraksi yang banyak diterapkan di industri untuk bijih nikel laterit berkadar rendah adalah melalui jalur hidrometalurgi. Produk akhir dari proses hidrometalurgi dapat berupa logam Ni dan Co murni maupun produk antara (intermediate product). Salah satu produk antara yang banyak diproduksi adalah presipitat campuran nikel-kobalt hidroksida atau dikenal sebagai MHP (Mixed Hydroxide Precipitate). Presipitasi nikel hidroksida dari larutan hasil pelindian dilakukan pertama-tama dengan mengekstraksi nikel melalui proses pelindian dalam larutan asam sulfat. Selanjutnya pemisahan besi. Larutan yang sudah dipresipitasi besi-nya, selanjutnya digunakan dalam percobaan presipitasi nikel hidroksida. Presipitasi MHP dilakukan dengan menambahkan MgO atau NH3 sebagai agen penetralisasi. Untuk menghasilkan MHP yang berkualitas tinggi proses pemisahan besi dari larutan hasil pelindian dan presipitasi nikel dan kobalt dari larutan yang telah dipisahkan besinya harus dilakukan pada kondisi tertentu. Beberapa parameter yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk MHP yang berkualitas tinggi yaitu kemurnian larutan umpan, pH, suhu, waktu presipitasi danpenambahan seed.
Pengaruh Waktu Leaching Ekstraksi Emas (Au) Limbah Elektronik Prosesor Komputer Menggunakan Reagen Organik Tiourea Riria Zendy Mirahati; Dyah Probowati; Ilham Pratomo
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.38990

Abstract

Perkembangan dunia teknologi telah mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia, berbagai alat ataupun sistem telah dibuat untuk mempermudah kehidupan. Hal itu terlihat dari banyaknya barang elektronik yang diproduksi dan digunakan setiap harinya. Manusia sudah mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap barang-barang elektronik tersebut. Masa pakai dari barang elektronik tidak dapat bertahan lama dan munculnya produk dengan generasi baru membuat barang tersebut terlihat cepat usang dan tertinggal. Hal tersebut mendorong konsumen untuk mengganti barang elektroniknya dengan yang baru dalam kurun waktu yang lebih cepat. Akibatnya, terjadi penumpukan limbah elektronik (e-waste) yang tidak dapat dihindari lagi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mencari waktu dengan hasil recovery emas tertinggi pada leaching emas (Au) pada limbah prosesor komputer menggunakan larutan organik Tiourea. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah leaching atau pelindihan. Sampel dilakukan preparasi dengan melarutkan Tiourea, sehingga akan terbentuk endapan yang nantinya akan dipisahkan dan selanjutnya dilakukan pengujian Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Variasi waktu leaching yang digunakan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 jam. Recovery emas atau Au yang diperoleh sebesar 8,12% selama 1 jam leaching, 5,80% pada 2 jam leaching, 5,74% pada 3 jam leaching, 4,99% pada 4 jam leaching dan 4,36% pada 5 jam leaching. Dari parameter lamanya waktu pelarutan Tiourea terhadap recovery emas (Au) pada penelitian ini, menunjukkan pada 1 jam leaching menghasilkan nilai recovery yang paling tinggi sebesar 8,12% dengan kadar emas (Au) sebesar 1,0253 ppm. Kata kunci: leaching emas (Au), e-waste, recovery, Tiourea
Analisis Ketercapaian Produksi Expit Antara Data Rencana dan Aktual pada Februari 2023 di Site A PT XYZ, Nusa Tenggara Barat Fatmawati, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Mycharoka, Rachmad Kurnia Ramadhantio
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.39624

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan mineral yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada Februari 2023 target produksi expit sebesar 24.029.138 ton, dimana realisasi produksi di lapangan sebesar 20.069.678 ton dengan kata lain, terjadi deviasi sebesar -15,88%. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerja produksi perusahaan agar target di bulan berikutnya dapat tercapai perlu dilakukan evaluasi dalam ketidatercapaian target produksi pada bulan Februari 2023. Penulis melakukan analisis pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi. Setelah melakukan analisis data yang diperoleh dari departemen terkait, maka ditemukan empat faktor yang mempengaruhi ketercapaian produksi, yaitu physical avaibility, usage, productivity, dan working hour. Dari keempat faktor yang ditemukan, maka diambil satu faktor dominan, yaitu productivity yang mengalami loss sebesar 4.020.788 loading unit, sedangkan pada hauling unit mengalami loss sebesar 1.900.988. Setelah dianalisis faktor dominan yang mempengaruhi ketercapaian produksi, kemudian dijabarkan parameter dari faktor dominan tadi, dimana producivity dipengaruhi oleh cycle time dan payload alat. Mekanisme perhitungan cycle time loading unit dirinci menjadi hang time, spotting time, dan loading time. Sedangkan cycle time hauling unit dirinci menjadi dump time, load time, queue time, spot time, travel empty time, dan travel full time. Parameter lain yang mempengaruhi produktivitas hauling unit, yaitu distance, speed, dan payload. Setelah dilakukan analisa faktor ketidaktercapaian produksi, maka penulis dapat memberikan rekomendasi kepada perusahaan sebagai rencana perbaikan ketercapaian produksi di masa mendatang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5