cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Rancangan Alat Dalam Pemanfaatan Lubang Bekas Tambang Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Wisnu Agung Prayogo; Iva Ainur Rosyida; Fauzan Hanif Al Fikri
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.38784

Abstract

Industri pertambangan pada akhirnya akan meninggalkan lahan bekas tambang yang berupa lubang bekas tambang. Lubang bekas tambang ini perlu penanganan lebih lanjut agar dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Salah satu program untuk penanganan lahan bekas tambang yang dicanangkan dalam kegiatan reklamasi adalah pemanfaatan lubang bekas tambang menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Lubang bekas tambang dapat dimanfaatkan sebagai sarana geowisata air, sumber air baku, dan budidaya ikan. Terobosan baru pemanfaatan bekas lubang tambang dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Pemanfaatan ini perlu pengkajian kualitas air perlu untuk mengetahui kandungan air dalam lubang tambang agar tidak mempengaruhi kinerja peralatan PLMTH. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas air terhadap peralatan yang tepat untuk perancangan alat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Hasil menunjukkan kualitas air akan mempengaruhi peralatan yang dibutuhkan dalam penyusunan peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Perancangan alat terdiri dari sistem intake, headrace, spillway, forebay, power house, dan trailrace. Dengan demikian, terobosan baru pemanfaatan lubang bekas tambang harus didukung oleh peralatan yang sesuai dengan peruntukannya. Dengan peralatan yang disesuaikan dengan kondisi dan peruntukannya, energi potensial air sebagai penggerak turbin dapat menghasilkan energi listrik secara maksimal untuk masyarakat sekitar.
Evaluasi Kemajuan Tambang Triwulan ke IV (Oktober-Desember) 2022 Pada Tambang Bijih Besi PT. Bintani Megahindah Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara Danny Fauzah; Nurany Nurany; Firman Firman
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.41847

Abstract

Evaluasi kemajuan tambang dilakukan dengan membandingkan rencana bulanan (montly plan) dengan hasil survey akhir bulan. Tujuan dari evaluasi kemajuan tambang untuk menjamin operasi penambangan yang dilakukan terkordinasi dan sesuai dengan target yang direncanakan. Rencana penambangan triwulan ke-IV pada tambang bijih besi dengan rencana luasan bukaan tambang 10,99Ha, rencana kedalaman elevasi level 575 mdpl dan rencana volume 134.462 bcm. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh kemajuan tambang luasan bukaan 3 bulan sebesar 71% seluas 7,79 Ha, kemajuan tambang kedalaman 90% dari elevasi awal 582,3 mdpl ke elevasi akhir 575,7 mdpl, dan kemajuan tambang berdasarkan volume count truck 26% sebanyak 35.456 bcm sedangkan berdasarkan survey 32% sebanyak 43.512 bcm. Faktor yang mempengaruhi kegiatan penambangan tidak sesuai rencana meliputi: penggunaan alat yang tidak sesuai dengan rencana, fleet penambangan, cuaca, dan penuhnya tempat penyimpanan ore sehingga, dibutuhkan penambahan alat mekanis supaya sesuai dengan rencana dan pengolahan bijih besi diperbanyak untuk mengantisipasi penuhnya tempat penyimpanan ore.
Perbedaan Hasil Perolehan Emas Berdasarkan Pengolahan Pada Dua Jenis Ukuran Material Yos David Inso; Fahrul Indrajaya
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.43240

Abstract

Emas merupakan bahan galian logam yang memiliki nilai yang tinggi. Untuk memperoleh logam emas dari batuan yang mengandung emas harus melalui tahapan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan emas umumnya dapat dilakukan dengan banyak metode, salah satunya adalah amalgamasi. Kominusi bertujuan untuk mengecilkan ukuran sehingga didapat ukuran material yang dinginkan, material alpha adalah material yang memiliki ukuran antara 2 cm sampai dengan 4 cm, sedangkan material betha adalah material yang memiliki ukuran kurang dari 2 cm. Proses amalgamasi dilakukan pada material alpha dan betha selama kurang lebih 3 jam baik untuk pengolahan primer maupun sekunder. Proses pemanasan bertujuan untuk memisahkan paduan amalgam sehingga menjadi Hg (gas) dan Au (padatan). Pengolahan emas dilakukan sebanyak sepuluh kali pada masing-masing material alpha dan betha. Perolehan emas pengolahan primer material alpha berada pada range 0,10 gram sampai dengan 0,14 gram dan perolehan emas pengolahan sekunder berada pada range 0,68 sampai dengan 1,60 gram. Perolehan emas pengolahan primer material betha berada pada range 0,15 gram sampai dengan 0,18 gram dan perolehan emas pengolahan sekunder pada range 0,42 sampai dengan 0,53 gram. Berdasarkan proses amalgamasi maka dapat diketahui bahwa ukuran material betha lebih baik daripada material alpha pada pengolahan primer dan ukuran material alpha lebih baik daripada material betha pada pengolahan sekunder. Hal ini dikarenakan proses liberasi dan pemerasan (squeezing) pada saat kegiatan pengolahan emas.
Analisis Produktivitas Alat Angkut dan Muat Pada Pengupasan Overburden di PT. XYZ Desa Batuah, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Putri Indah Lestari; Ahsinlana Dzikrorrohman Farist
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.43380

Abstract

PT. XYZ is a company engaged in coal mining contractors located in East Kalimantan. During mining activities, PT. XYZ uses an open-pit mining system. In February 2023 PT. XYZ had a production target overburden of 193,700 bcm, but in reality, the production target only reached 119,529 bcm.. The productivity of the conveyance and loading equipment is by field conditions to be compared with the company's production achievement targets. The research method used is a quantitative method where this research takes data directly and interviews in the field. The results of the calculation analysis, the production of means of conveyance dumptruckIVECO 350 reached 27.17 Bcm/hour, dump truck ISUZU GIGA FV285 reached 22.16 Bcm/hour, andarticulated dump truck VOLVO A40G achieved 54.57 Bcm/hr. Production of the Sanny SY330H excavator truck reached 178.63 Bcm/hour and the XCMG X370CA excavator reached 154.09 Bcm/hour. The amount of production of the actual means of conveyance that was achieved was 193,700 Bcm/hour. The parameters that affect the amount of production of a tool both hauling and loading, namely circulation time, tub or bucket capacity, amount of filling, fill factor, and material expansion factor. However, based on field observations by the author, there are several additional factors such as the type of weather factor and the condition of the mine road or ramp. In addition to the weather factor, road conditions that are far from the existing standard size will affect the amount of production of a tool. Keywords: coal, Overburden, Production, productivity
Pengaruh Penggunaan Metode Aachen Assisted Leaching Pada Pelindian Emas Di Balai Besar Pengujian Mineral Dan Batubara Tekmira Lestari, Zan Adinda Puspita Tri; Mirahati, Riria Zendy
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i2.44325

Abstract

Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA merupakan badan layanan umum masyarakat yang menangani pengujian mineral dan batubara. Lembaga penelitian ini bergerak berdasarkan keinginan dari pelanggan. Salah satu project yang dilakukan adalah menguji persen ekstraksi bijih emas sulfida dengan menggunakan metode Aachen Assissted Leaching (AAL). Penggunaan metode ini dilakukan sebelum proses pelindian atau yang dikenal dengan proses pre-treatment pelindian emas. Proses ini menggunakan reaktor Aachen, kinerja dari reaktor ini adalah dengan meningkatkan kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO) sebanyak 20-30%. Kandungan mineral pengikut pada bijih emas sulfida seperti silika dan sulfur akan mengakibatkan proses pelindian tidak optimal karena sulit dihilangkan tanpa pre-treatment khusus. Cara kerja kadar oksigen terlarut pada pre-treatment ini adalah dengan mengikis lapisan film fluida pengotor. Semakin menipis lapisan film fluida pengotor akan menjadikan reaksi sianidasi pada proses pelindian semakin cepat sehingga dapat meningkatkan persen ekstraksi pelindian emas. Sebagai pembanding didapatkan juga sample Basecase yang merupakan slurry bijih emas yang tidak dilakukan pre-treatment Aachen Assisted Leaching (AAL). Penggunaan Aachen Assissted Leaching (AAL) dapat memberikan alternatif sebagai metode pre-treatment pelindian emas yang optimal, hal tersebut ditunjukkan hasil persen ekstraksi pada sample Aachen Assissted Leaching (AAL) mencapai 98%. Hasil tersebut memiliki perbedaan yang cukup tinggi dengan sample Basecase dengan persen ekstraksi 93%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5