cover
Contact Name
-
Contact Email
fteknikugn@gmail.com
Phone
+6281270214014
Journal Mail Official
fteknikugn@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kolonel hamzah Lubis Nomor 30 kota padangsidimpuan. ( LPPM Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, indonesia)
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
STATIKA
ISSN : 2541027X     EISSN : 27749509     DOI : -
Statika adalah jurnal teknik Sipil, dengan Nomor ISSN 2541-027X (Media Cetak) dan ISSN 2774-9509 (Media Online) terbit dalam setahun dua kali yaitu bulan April dan September. Artikel dapat berupa hasil penelitian, pemikiran ilmiah, atau studi kasus dengan ruang lingkup rekayasa struktur, pengembangan sumber daya air, rekayasa transportasi, geoteknik dan manajemen rekayasa konstruksi
Articles 75 Documents
Analisa Kinerja Bundaran Menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (Mkji) (Studi Kasus: Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan) Fitrah Siregar; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi melalui jalan darat merupakan transportasi yang paling dominan dibandingkan dengan sistem transportasi lainnya. Oleh karena itu masalah yang dihadapi oleh hampir sebagian kota besar di Indonesia ini berkaitan dengan kemacetan yang diakibatkan oleh penumpukan kendaraan setiap harinya. Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan bundaran pada persimpangan Jl. SM Raja, Jalan Merdeka dan Imam Bonjol Pengambilan data volume lalu lintas direncanakan selama 7 hari dan dibagi kedalam 3 waktu yakni mulai pukul mulai pukul 06.30 s/d 08.300 WIB di pagi hari, pukul 12.00 s/d 14.00 WIB siang hari, dan pukul 17.30 s/d 18.30 WIB di sore hari. Penelitian dilakukan pada 10 Juni 2024, sampai 16 Juni 2024. Data yang diambil adalah jumlah arus kendaraan, lebar jalan, dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan MKJI (2017). Hasil analisis menunjukan bahwa kondisi simpang tiga jalan sudirman sadabuan saat ini nilai kapasitas (C) sebesar 2951,66 (skr/jam) dengan arus lalu lintas 1589,7 skr/jam memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,53, memiliki hambatan samping rendah (L) dan tundaan sebesar 8,93 det/skr serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 10% - 30%. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) dengan karakteristik simpang memiliki Arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas.
Pengaruh Geometrik Jalan Raya Dan Kelengkapan Rambu Lalu Lintas Terhadap Kecelakaan (Studi Kasus: Jalan Raja Inal Siregar Sta. 7+350 – Sta. 8+850) Arbain Parningotan; Ahmad Rafii; Afniria Pakpahan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode bedasarkan pedoman desain geometrik jalan dari Bina Marga yang akan dibandingkan dengan geometrik jalan yang tersedia di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan diruas. jalan Lintas Raja Inal Siregar, untuk mengetahui bagaimana hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, untuk mengetahui pengaruh kelengkapan rambu lalu lintas terhadap kecelakaan. Dari beberapa hasil peneletian yang dilakukan menunjukkan tedapat satu lokasi daerah rawan kecelakaan berdasarkan perhitungan dari nilai EAN yang lebih besar dari nilai EANc, terdapat jari – jari tikungan di lapangan lebih kecil dari jari – jari minimum berdasakan kecepatan rata – rata kendaraan yang melalui, nilai superelevasi dibeberapa tikungan lebih redah dari nilai superelevasi rencana, dan daerah kebebasan samping yang tersedia lebih kecil dari daerah kebebasan samping bedasarkan perhitungan jarak pandang henti yang tersedia, dan tidak adanya rambu – rambu lalu lintas pada ruas jalan Raja Inal Siregar Sta. 7+350 – Sta. 8+850
Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kusen Aluminium Dengan Kusen Kayu Pada Gedung Kantor Kejaksaan Kab. Padang Lawas Utara Miswar Bahari; Mhd.Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan konstruksi memiliki berbagai macam metode dan bahan dasar yang berbeda-beda. Salah satu contohnya pada pekerjaan pemasangan kusen, umumnya yang dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar Aluminium. Pekerjaan kusen memang sebagian kecil dari keseluruhan bangunan, namun pekerjaan kusen memiliki bagian estetika suatu gedung dan tetap perlu diperhatikan metode pengerjaan paling efisien serta memakan biaya yang tidak banyak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar biaya, waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen Aluminium dengan kusen kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen Aluminium dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan Aluminium sebesar Rp.699,610,474.23 sedangkan untuk pekerjaan kusen sebesar Rp.283.091.282.58. Selisih biaya antara kusen Aluminium dengan kusen kayu sebesar Rp.416.519.191,65. Waktu pelaksanaan pekerjaan kusen Aluminium lebih efesien dibandingkan dengan pelaksanaan pekerjaan kusen kayu. Dimana waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kusen Aluminium selama 38 hari sedangkan kusen kayu dibutuhkan selama 42 hari dengan jumlah tukang yang sama antara kedua sama sebanyak 20 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kusen Aluminium dengan kusen kayu selama 4 hari, dimana waktu pekerjaan kusen Aluminium dan kusen kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2) Ryan Pradinata; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap sangat dibutuhkan. Salah satu material yang mumpuni untuk digunakan adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan yang harus disediakan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar persetase perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada konstruksi rangka atap baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan rangka atap baja ringan sebesar Rp.320.317.004,84, sedangkan untuk pekerjaan rangka atap kayu adalah Rp.229.202.122,90 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya rangka atap baja ringan dengan kayu sebesar 72 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan rangka atap baja ringan dibutuhkan selama 47 hari, sedangkan waktu pelaksanaan rangka atap kayu selama 100 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara rangka atap baja ringan dengan kayu yaitu sebesar 53 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang Rahmat Husein; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap salah satu adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda baja ringan dan kuda-kuda kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan AHSP 2016. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan sebesar Rp.402.626.600,00, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu adalah Rp. 260.232.400,00 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya kuda-kuda baja ringan dengan kayu sebesar 65 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan dibutuhkan selama 44 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu selama 102 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 58 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.