cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Dusun Jomang. Batujai. Praya Barat. Lombok Tengah. NTB (Toko Hello KIDS Batujai, Barat Hotel Grand Royal Batujai))
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Bisnis, Jasa dan Keuangan
ISSN : -     EISSN : 30894166     DOI : https://doi.org/10.61798/cbnhng71
Core Subject : Economy,
Bisnis, Jasa dan Keuangan (E-ISSN: 3089-4166) merupakan jurnal terbitan dua tahunan yang terbit pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini berfungsi sebagai wadah penyebaran hasil penelitian teoritis dan empiris, dengan fokus pada kemajuan signifikan bidang Bisnis, Jasa dan Keuangan. Ruang lingkup jurnal ini meliputi bidang-bidang berikut: 1) Bidang bisnis mencakup managemen dan praktek usaha kecil dan menengah (UMKM), kewirausahaan keluarga, ekosistem startup, inovasi, dan manajemen bisnis kecil, 2) Bidang jasa meliputi Jasa Pariwisata, transportasi, pelayanan kesehatan, kosultan dan komunikasi, dan 3) Bidang keuangan termasuk studi tentang manajemen keuangan, investasi, pasar keuangan, keuangan perusahaan, dan keuangan pribadi.
Articles 20 Documents
Dampak Penerapan Akuntansi Syariah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan KIKY ZULKIFLI; Ayu Agustya Ningsih
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wg6zhw63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan akuntansi Islam terhadap kualitas laporan keuangan. Akuntansi Islam, yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial, diyakini dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan menghindari unsur riba, ketidakpastian (gharar), dan perjudian (maisir). Kualitas laporan keuangan diukur berdasarkan empat dimensi utama: relevansi, keandalan, keterbandingan, dan pemahaman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan pustaka dan studi dokumen pada lembaga keuangan Islam di Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis literatur deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan akuntansi Islam dan kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi Islam memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akuntansi Islam, semakin baik pula kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pemahaman terhadap standar akuntansi Islam dan kompetensi sumber daya manusia merupakan faktor pendukung utama untuk penerapan yang efektif. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi para manajer lembaga keuangan Islam untuk meningkatkan penerapan akuntansi Islam guna meningkatkan kualitas laporan keuangan. Lebih lanjut, hasil studi ini dapat menjadi referensi bagi para pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung penguatan akuntansi Islam di Indonesia.
Peran Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke Dalam Mendorong Perekonomian Lokal Melalui Ekonomi Hijau Nuhaeni; Nuratira; Ari sandi; Heri Irawan; Srianti Permata
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/gayc8f41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke dalam mendorong perekonomian lokal melalui pendekatan ekonomi hijau. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library study) dan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah berbagai literatur yang relevan terkait ekowisata, pengelolaan hutan mangrove, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui pelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan seperti terciptanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu, konsep ekonomi hijau yang diterapkan di kawasan ini menjadi model pembangunan yang ramah lingkungan dan partisipatif. Meski demikian, pengelolaan wisata ini masih menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya promosi digitalisasi, serta kurangnya kesadaran pengunjung terhadap konservasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor dalam membangun tata kelola wisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Economic Contributions of the Vanilla Value Chain in the SAVA Region, Madagascar Ralainirina Razokiny Eric; Jean Tsitaire Arrive; Ralaivao Hanginiaina Emynorane
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/j1edv805

Abstract

This study examines the economic contribution of the vanilla value chain in the SAVA region of Madagascar and its implications for household livelihoods and regional development. A qualitative case study approach was employed, drawing on field observations, focus group discussions, document analysis, and in-depth interviews with 30 participants representing key actors across the vanilla value chain, including smallholder farmers, collectors, cooperative representatives, exporters, and local stakeholders. The results indicate that vanilla production constitutes the primary source of cash income for most households and plays a significant role in regional economic activity. However, the benefits are unevenly distributed and accompanied by pronounced vulnerability to price volatility, environmental risks, and external shocks. Limited livelihood diversification and weak institutional support constrain the translation of short-term income gains into long-term economic security. Overall, the study shows that the economic contribution of the vanilla value chain remains highly conditional on governance structures and livelihood resilience.
Peran QRIS Dalam Mendorong Kemudahan Dan Efisiensi Transaksi Digital Bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah FEHI UIAD Sinjai Adriani; Juharni; Jusrifal Maulana Putra; Agustina
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/26515406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam mendorong kemudahan dan efisiensi transaksi digital bagi mahasiswa Ekonomi Syariah di FEHI UIAD Sinjai. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka, penelitian ini menemukan bahwa mayoritas mahasiswa merasakan manfaat QRIS sebagai alat pembayaran yang cepat, praktis, dan efisien. QRIS dinilai mampu mempermudah transaksi tanpa uang tunai, menghemat waktu, serta mendukung kebiasaan digital mahasiswa. Dari sisi ekonomi Islam, QRIS dianggap sejalan dengan prinsip muamalah karena mengedepankan kemudahan (yusr), efisiensi, dan transparansi. Meski masih terdapat kendala seperti gangguan jaringan dan keterbatasan merchant, mahasiswa tetap menunjukkan kepuasan dan berharap QRIS semakin luas digunakan di lingkungan kampus. Hasil ini menunjukkan bahwa QRIS berperan penting dalam memperkuat budaya transaksi digital yang modern dan sesuai dengan nilai-nilai ekonomi syariah
Corporate Social Responsibility Beyond Compliance: Effectiveness and Local Impact in Atsimo-Andrefana, Madagascar Razafitahindraza Erica Feyzine Sulla; Rakotoniriana Noelisoa Jean Michel; Mandimbilaza Oscar Lucien
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/2d4s0213

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Corporate Social Responsibility (CSR) in Atsimo-Andrefana, Madagascar, focusing on its evolution from voluntary practices into implicit obligations driven by social, institutional, and market pressures. Using a qualitative case study approach, 15 purposively selected informants, including company representatives, local communities, government officials, and civil society actors, were engaged through semi-structured interviews, observation, and document analysis, with triangulation and member checking ensuring credibility. The results show that CSR initiatives focus on education, health, infrastructure, and environmental management but are often sporadic, symbolic, and limited in impact. Stakeholder engagement is mostly consultative, and institutional constraints, such as weak governance and poor coordination, hinder sustained outcomes. Nevertheless, growing social expectations and reputational pressures are prompting companies to adopt more structured CSR practices, indicating a shift from soft law toward quasi-obligatory responsibilities with potential for meaningful local development.
Investing in Madagascar and Exploring Trends in Business, Services, and Financial Development Rakotoniriana Noelisoa Jean Michel; Razafitahindraza Erica Feyzine Sulla; Hangivola Emyblonde Ratna
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 2 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/qbngej92

Abstract

This study examines investment dynamics and emerging trends in business, service sector development, and financial systems in Madagascar, with the aim of understanding how these elements interact to shape economic transformation. Using a qualitative approach, data were collected from 35 key informants representing public institutions, private enterprises, financial services, and development organizations. The findings reveal that investment plays a central role in driving economic activity; however, its impact remains uneven across sectors and regions, with a strong concentration in export-oriented agriculture and selected urban services. Entrepreneurial activity is expanding, yet it continues to face significant structural barriers, including limited access to finance, regulatory challenges, and weak infrastructure. The service sector shows gradual growth, particularly through digital financial services such as mobile money, which have improved financial inclusion, although the depth and diversity of services remain limited. The study also highlights the importance of governance and decentralization in shaping investment outcomes, with inconsistent implementation affecting efficiency and accountability. Furthermore, sectoral dependency on primary commodities increases vulnerability to external shocks, while digital transformation emerges as a promising but underutilized driver of service sector development. The study concludes that Madagascar’s economic progress is constrained by structural and institutional challenges, requiring coordinated efforts to enhance infrastructure, strengthen financial systems, promote diversification, and support digital adoption. These findings provide important insights for policymakers and stakeholders seeking to foster inclusive and sustainable economic development
Praktik Jual Beli Lumpur Emas di Sekotong, Lombok Barat: Studi Empiris dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam Samsul Karmaen; Adamu Abubakar Muhammad
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 2 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/nh1fvp25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik jual beli lumpur emas yang dilakukan oleh masyarakat pertambangan rakyat di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penambang rakyat dan pengepul lumpur emas, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengaitkan temuan empiris dengan ketentuan normatif hukum ekonomi Islam, khususnya yang berkaitan dengan rukun dan syarat sah jual beli serta larangan unsur gharar dan maysir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli lumpur emas di Sekotong dilakukan secara informal dan tanpa pengujian kadar emas secara ilmiah, sehingga kandungan emas sebagai nilai utama objek transaksi tidak dapat diketahui secara pasti saat akad berlangsung. Mekanisme penentuan harga yang bersifat subjektif dan berbasis perkiraan menimbulkan ketidakpastian serta asimetri informasi di antara para pihak. Kondisi ini mengindikasikan adanya unsur gharar yang signifikan serta potensi maysir, sehingga praktik tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan dan kejelasan objek dalam hukum ekonomi Islam. Penelitian ini merekomendasikan perlunya standardisasi pengujian kadar emas, edukasi hukum ekonomi Islam bagi pelaku transaksi, serta pengembangan mekanisme akad yang lebih transparan dan sesuai dengan prinsip syariah guna mewujudkan praktik jual beli yang adil dan berkelanjutan
Peran Ekonomi Biru Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Di Kecamatan Sinjai Timur Isma Nawaitul Ihram; Asriani; Indri Nurul Fitriani; Rabiah Aqilah; Heri Irawan; Srianti Permata
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 2 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/e8hjkv15

Abstract

Ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan daerah pesisir yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga kelestarian ekosistem. Kecamatan Sinjai Timur, dengan garis pantai panjang dan sumber daya laut yang kaya, memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi biru guna mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan. Namun, pola kerja nelayan yang masih tradisional, rendahnya nilai tukar hasil tangkapan, serta terbatasnya teknologi dan akses pasar membuat tingkat produktivitas dan taraf hidup nelayan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi biru dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kecamatan Sinjai Timur, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu ekonomi biru sebagai strategi pembangunan daerah, perannya dalam peningkatan nilai ekonomi dan diversifikasi usaha nelayan, serta pentingnya kolaborasi pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi biru dapat mendorong nelayan keluar dari pola kerja subsisten, memungkinkan diversifikasi usaha, serta memberi nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Kesimpulannya, ekonomi biru dapat dijadikan fokus prioritas dalam pembangunan daerah pesisir, dengan pelibatan aktif nelayan, dukungan kebijakan daerah, dan kerja sama berbagai pihak terkait guna mewujudkan daerah pesisir yang inklusif, sejahtera, dan lestari.
Socioeconomic Impacts of Vegetable Farming under Community-Based Resource Management in Maroamalo, Southwestern Madagascar Norodiny; Raharinirina Tolojanahary Lucianne Nicole; Defemur Zafiry Velontahina Zafiry; Rodine Manena Bylla; Reveka Mampitohy Fialia; Réné de Rolland Lily-Arison
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 2 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/j6ctam73

Abstract

This study aims to analyze the socioeconomic impacts of vegetable farming under community-based resource management in Maroamalo, Southwestern Madagascar. Vegetable farming has emerged as a major income-generating activity promoted by the Soamanampy Vondron'Olona Ifotony (VOI) within the framework of natural resource management transfer. A mixed-methods case study approach was employed, combining household surveys, semi-structured interviews, focus group discussions, field observations, and secondary data analysis. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and value-chain assessment, while qualitative information was examined through thematic content analysis. The results show that vegetable farming occupies 15.71 ha and generates an annual production of 1,645.94 tons, primarily consisting of eggplant, pepper, fotsivody, kimalao, and tomato. Most production (80%) is marketed in Toliara, demonstrating strong integration into regional markets. The annual economic value of production was estimated at 1.08 billion Ariary, with producers capturing approximately 62% of the generated value. In addition to improving household income, vegetable farming creates employment opportunities and supports several actors along the value chain, including transporters, traders, and intermediaries. Survey findings further indicate that local communities perceive vegetable farming as a viable alternative to environmentally destructive activities such as charcoal production and forest clearing. Most respondents reported positive contributions of the activity to biodiversity conservation and community-based resource management. The study concludes that vegetable farming plays a significant role in strengthening rural livelihoods while supporting conservation objectives. Promoting sustainable agricultural practices and improving market access could further enhance the contribution of vegetable farming to rural development and environmental sustainability in community-managed landscapes.
Strategies for Awareness and Implementation of Adventist Financial Management Software in Local Churches in Madagascar Rolland Eugene Ralandison; Saban Gracel Salangsang
Bisnis, Jasa dan Keuangan Vol. 2 No. 2 (2026): BISNIS JASA DAN KEUANGAN
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/hr083m64

Abstract

This study aims to examine strategies for awareness and implementation of Adventist Financial Management Software in local churches in Madagascar. Using a qualitative approach, the study collected data from 30 participants, including church treasurers, pastors, conference financial officers, IT personnel, and church members, through semi-structured interviews and document analysis. The findings reveal varying levels of awareness, with higher understanding among financial officers and lower awareness among general members, highlighting the importance of structured communication and training. The study also finds that the software contributes significantly to improving financial transparency, accountability, reporting accuracy, and operational efficiency. However, several challenges affect implementation, including limited technical capacity, inadequate infrastructure, resistance to change, insufficient training, and inconsistent leadership support. The results further indicate that leadership engagement and organizational support are critical in driving system adoption, while continuous training and capacity building enhance user competence and system sustainability. Effective strategies such as context-sensitive awareness programs, stakeholder involvement, integration into organizational processes, and ongoing monitoring are essential for successful implementation. The study concludes that while financial management software has strong potential to modernize church financial practices, its success depends on aligning technological, organizational, and human factors. It recommends strengthening training initiatives, enhancing leadership commitment, and improving infrastructure support. Future research should explore quantitative evaluations and comparative studies to further understand technology adoption in faith-based organizations.

Page 2 of 2 | Total Record : 20