cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Permodelan Risiko Kenaikan Tarif Dasar Listrik Terhadap Biaya Produksi Kapal Baru Very Purwo Nugroho; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.99 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.302

Abstract

Pada Tugas Akhir dikembangkan model risiko pengaruh kenaikan Tarif Dasar Listrik terhadap biaya produksi kapal baru. Variabel yang terpengaruh kenaikan TDL pada produksi kapal didapatkan dengan identifikasi dan evaluasi pemakaian energi listrik pada fasilitas produksi, pengaruh terhadap tenaga kerja serta pengaruh terhadap biaya material dan komponen  kapal. Material dan komponen tersebut dikelompokan menjadi material lokal manufaktur (Local Manufacture), lokal CKD (Completely Knock-Down), import CBU (Completely Built-Up) dan import trading. Model yang dikembangkan mempunyai variabel yang terpengaruh kenaikan TDL terdiri dari (i) kenaikan biaya listrik dan (ii) kenaikan harga material yang sensitif terhadap kenaikan TDL. Material dan komponen yang sensitif terhadap kenaikan TDL  yaitu material kelompok lokal manufaktur seperti pelat baja dan konsumabel gas serta kelompok lokal CKD (Completely Knock-Down) seperti pendingin ruangan (Air Conditioner Equipment), Main Switch Board (MSB) dan Alarm Monitoring System (AMS).
Studi Eksperimental Tahanan dan Momen Melintang Kapal Trimaran Terhadap Variasi Posisi dan Lebar Sidehull Mochamad Adhan Fathoni; Aries Sulisetyono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.411 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.303

Abstract

Trimaran adalah jenis kapal multihull yang memiliki tiga lambung yaitu satu mainhull dan dua sidehull. Perubahan posisi sidehull sangat mempengaruhi kemampuan hidrodinamis yang dimilikinya. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan posisi sidehull secara melintang terhadap tahanan dan momen melintang kapal. Penelitian ini dilakukan di towing tank dengan memvariasikan jarak melintang sidehull terhadap panjang kapal X/L = 0.21, X/L = 0.28 dan X/L = 0.35 dan memvariasikan lebar sidehull yaitu sidehull 1 dengan lebar ¼ mainhull dan sidehull 2 dengan lebar 1/8 mainhull dengan variasi kecepatan yaitu 12, 14, 16, 18, 20, dan 22 knot. Dari hasil analisis tahanan dan momen yang diterima trimaran, dapat diketahui bahwa tahanan trimaran semakin bertambah dengan naiknya kecepatan kapal dan cenderung turun pada kecepatan-kecepatan tertentu dan semakin berkurang dengan bertambahnya jarak melintang X/L. Tahanan trimaran dengan sidehull 1 lebih besar dibanding sidehull 2 dan cenderung sama pada jarak melintang X/L tertentu pada beberapa kecepatan, momen yang ditimbulkan pada sidehull 1 dan sidehull 2 semakin naik dengan bertambahnya jarak melintang X/L dan lebih besar dengan menggunakan sidehull 2.
Perkiraan Fatigue Life pada Bracket Kapal Tanker Berdasarkan Common Structural Rules Dita septiana; Asjhar Imron; Soeweify Soeweify
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.561 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.307

Abstract

Umur kelelahan (fatigue life) dari struktur kapal dianalisis dengan menggunakan standar pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker. Kapal tanker single hull direncanakan akan dikonversi menjadi FPSO sehingga perlu diketahui sisa fatigue life konstruksinya. Dalam penelitian ini, fokus analisis dilakukan pada konstruksi bracket karena bracket sebagai salah satu penopang yang esensial pada kapal ini. Oleh karena itu, perlu diketahui letak bracket dengan tegangan paling besar dan besar fatigue lifenya. Kapal tersebut dimodelkan menggunakan softwareMSC Pastran sebagai pre-processor dan MSC Nastran sebagai processor. Bagian kapal yang dimodelkan adalah 3 ruang muat pada midship. Ruang muat pada bagian tengah dari ketiga ruang muat tersebut adalah ruang muat yang paling besar. Fatigue life yang dianalisa merupakan pengaruh dari beban lingkungan (beban gelombang air laut) dan beban internal (beban tangki). Kondisi pembebanan yang dilakukan ada 6 macam load cases sesuai dengan ketentuan CSR. Tegangan pada bracket yang didapat dari pemodelan diambil tegangan yang paling besar untuk dianalisa fatigue lifenya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bracket dengan tegangan paling besar terjadi pada web frame 7 pada ruang muat tengah dan pada kondisi pembebanan A2 didapat umur kapal yang paling rendah yaitu sebesar 26 tahun.
Perbandingan Deformasi dan Tegangan Sisa pada Socket-Weld dan Butt-Weld Menggunakan Metode Elemen Hingga Dimas Prasetyo Nugroho; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.405 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deformasi dan tegangan sisa pada sambungan pipa-flange dengan variasi sambungan socket-weld, butt-weld dan urutan pengelasan untuk material stainless steel. Penelitian dilakukan dengan pendekatan numerik. Validasi hasil dilakukan dengan dengan hasil percobaan yang dilakukan oleh Xiangyang Lu untuk validasi struktur dan percobaan S. Murugan untuk validasi termal. Hasil variasi sambungan dan urutan pengelasan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pada sambungan socket-weld (urutan pengelasan loncat) memiliki nilai tegangan sisa lebih besar dibandingkan sambungan butt-weld (urutan pengelasan loncat), sedangkan deformasi yang terjadi sambungan pada socket-weld (urutan pengelasan loncat) memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan sambungan butt-weld (urutan pengelasan loncat).
Pengaruh Metode Pemanasan Line Heating pada Proses Pembentukan Badan Kapal terhadap Laju Korosi Prawoto Hardiansyah; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.812 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.308

Abstract

Pembentukan panas (hot foarming) di dalam proses produksi suatu kapal, sering kali dilakukan tanpa adanya standarisasi batasan temperatur yang dipakai. Padahal tiap – tiap material yang akan dilakukan pembentukan panas, mempunyai dampak yang berbeda – beda akibat dari berbedanya komposisi kimia masing – masing material tersebut. Salah satu pembentukan panas yang sering digunakan adalah line heating. Proses line heating pada material ASTM A36 dapat merubah struktur mikro dan selanjutnya akan merubah juga sifat dasar material ASTM A36. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan struktur mikro yang dikarenakan line heating, salah satunya yaitu proses pendinginan cepat. Pada penelitian ini ada 3 buah material ASTM A36 yang akan di line heating dengan suhu 650 ºC serta jumlah pengulangan yang berbeda. Pada material pertama dipanasi 1 kali, pada material kedua dipanasi 2 kali, pada material ketiga dipanasi 3 kali dan material keempat dipanasi 4 kali. Tiap variasi pemanasan ulang akan dilakukan perlakuan yang sama untuk dihitung laju korosinya dengan menggunakan metode sel tiga elektroda. Hasil perhitungan dari pengujian ini akan digambarkan dalam bentuk grafik untuk diketahui perbandingan laju korosi tiap pemanasan ulang.
Analisa Kepuasan Pelanggan pada Pekerjaan Reparasi Kapal dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Abdul Rahman; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.745 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.309

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan oleh pelanggan. Kepuasan pelanggan terjadi apabila jasa atau produk (hasil) yang diterima dan dirasakan oleh pelanggan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan atau bahkan melebihi harapan pelanggan. Ketika pelanggan suatu perusahaan merasa puas dengan kinerja perusahaan, maka opini publik yang terbentuk akan menguntungkan perusahaan tersebut.Pada Tugas Akhir ini penulis melakukan analisa kepuasan pelanggan di PT. X. Responden pada penelitian ini merupakan para pelanggan yang menggunakan jasa perawatan dan reparasi kapal milik PT. X. Setelah diketahui tingkat kepuasan pelanggan pada jasa reparasi kapal PT. X, selanjutnya dilakukan pembandingan dengan benchmarking dari PT.X yaitu PT. Y. Pembandingan ini dilakukan untuk menentukan sejauh mana posisi perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing serta untuk menentukan target-target yang ingin dicapai agar perusahaan dapat menyamai bahkan melebihi perusahaan pembanding.Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam analisis kepuasan pelanggan jasa reparasi pada PT. X ini. Salah satunya adalah metode service quality (servqual) yang menunjukkan hasil bahwa pelanggan belum puas terhadap kinerja jasa reparasi PT. X. Selain itu digunakan metode Quality Function Deployment (QFD) guna mengkonversi suara pelanggan secara langsung terhadap persyaratan teknis atau spesifikasi teknis dari jasa. Metode QFD menghasilkan suatu analisa tingkat kepentingan suatu atribut bagi pelanggan serta untuk menentukan target ke depan dari PT. X
Analisa Pengaruh Luasan Scratch Permukaan Terhadap Laju Korosi pada Pelat Baja A36 dengan Variasi Sistem Pengelasan Fedriansyah Priyantoro; Budie Santosa; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.894 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.310

Abstract

Pada umumnya jenis pengelasan yang dilakukan di galangan kapal adalah jenis pengelasan SMAW,FCAW,dan GMAW. Masalah yang sering terjadi di lapangan adalah timbulnya goresan pada pelat saat peluncuran kapal secara memanjang (End Launching). Goresan tersebut sangat mempengaruhi lapisan cat pada pelat yang tergores khususnya di sambungan las serta dapat mempercepat laju korosi yang terjadi pada daerah lasan tersebut yaitu weld metal, HAZ, dan base metal. Dan dalam penelitian ini, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui laju korosi terhadap material BKI Grade A36 yang telah diberikan perlakuan pengelasan SMAW,GMAW dan FCAW dengan variasi letak dan luasan scratch pada pelat karena dengan luasan scratch yang berbeda – beda akan menghasilkan nilai laju korosi yang berbeda juga. Dari data hasil perhitungan laju korosi tersebut didapat kesimpulan bahwa semakin besar luasan yang dibuat maka laju korosi akan semakin besar. Pengelasan FCAW lebih baik dibandingkan dengan pengelasan lainnya ditinjau dari nilai laju korosi (mmpy). Daerah pengelasan yang terjadi korosi paling besar terletak di HAZ.
mata uang asing, material impor, nilai tukar, pembangunan kapal baru Tito Bramantyo Aji; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.459 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.312

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah melakukan analisis pengaruh perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam proses pembangunan kapal baru. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengevaluasi pembelian material kapal yang di impor dari luar negeri dan menganalisa perubahan nilai tukar mata asing yaitu USD (Dollar USA), € (Euro Eropa), dan ¥ (Yen Jepang) terhadap Rupiah (RP). Hasil dari simulasi nilai tukar pembelian tahun 2007 sampai 2010, terdapat selisih nilai maximum dan minimum yaitu sebesar 33% untuk USD terhadap Rupiah, 46% untuk Euro terhadap Rupiah dan untuk JPY terhadap Rupiah sebesar 55%. Dampak perubahan nilai tukar selama tahun 2007 hingga 2010 telah menyebabkan semakin tingginya harga material impor. Untuk pembelian dengan harga USD meningkat 9,11%, harga Euro meningkat 21,10%, dan harga JPY meningkat 30,10%. Dapat disimpulkan dari penelitian ini untuk mengurangi dampak perubahan nilai tukar tersebut diperlukan suatu strategi yang tepat. Yaitu dengan memprediksi perubahan nilai tukar mata uang asing, dimana mata uang asing tersebut melemah terhadap Rupiah, kemudian melakukan perencanaan termin pembayaran material impor agar terhindar dari perubahan nilai tukar yang terus mengalami perubahan setiap waktu.
Perhitungan Wave Making Resistance pada Kapal Katamaran dengan Menggunakan CFD Ludi Nooryadi; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.466 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.313

Abstract

Kapal katamaran merupakan salah satu jenis kapal multihull. Saat ini, permintaan akan jenis kapal ini semakin meningkat karena beberapa keunggulan yang dimiliki katamaran jika dibandingkan dengan kapal monohull. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan kapal katamaran adalah nilai hambatannya. Tidak seperti pada kapal-kapal monohull, pada katamaran akan terjadi interaksi gelombang di daerah antara kedua demihull-nya. Interaksi ini dapat mempengaruhi nilai hambatan gelombang kapal, tergantung dari interaksi apa yang terjadi. Dengan melakukan variasi kecepatan (Fn), yaitu untuk Fn = 0.2 - 0.4 dan variasi jarak antar lambung (S/L) dimana S merupakan jarak antar lambung dan L adalah panjang kapal, yaitu untuk S/L = 0.2, S/L = 0.3 dan S/L = 0.4 dapat dilihat pengaruh interaksi gelombang terhadap nilai  hambatan gelombang katamaran. Dari hasil simulasi numerik diketahui bahwa untuk satu nilai Fn, hambatan gelombang akan terus menurun seiring bertambahnya nilai S/L, sedangkan untuk nilai S/L yang sama, nilai hambatan gelombang akan terus bertambah seiring kenaikan nilai Fn sampai dengan Fn = 0.5. Pada Fn di atas 0.5, nilai hambatan gelombang akan mengalami penurunan karena berkurangnya pengaruh gelombang terhadap demihulls dan terjadinya wave breaking dan spray.
Aplikasi Formal Safety Assessment untuk Penilaian Risiko Kecelekaan pada Helipad FSO: Studi Kasus FSO Kakap Natuna Bayu Satria Pratama; Djauhar Manfaat
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.619 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.314

Abstract

Floating Storage and Offloading Unit (FSO) adalah sebuah kapal yang digunakan dalam industri minyak untuk menampung minyak pada lepas pantai. Tetapi pada FSO Kakap Natuna tidak hanya bertujuan sebagai penyimpanan minyak tetapi juga berfungsi sebagai tempat tinggal untuk menampung 300 orang yang bekerja di sekitar offshore platforms. Dibutuhkan suatu platform khusus sebagai tempat mendaratnya helikopter yang disebut helipad untuk mengakomodir kegiatan transportasi dari FSO-Offshore-Darat. Karena sifat helikopter yang bisa mendarat dan terbang secara vertical, helipad tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas dan bisa berada di mana saja selama tersedia cukup ruang bagi rotor/baling-baling helikopter. Untuk memastikan bahwa Helipad dapat digunakan dengan aman dan berfungsi sebagaimana mestinya, maka perlu diadakan penelitian sebagai upaya dalam mengidentifikasi segala bahaya yang mungkin mengancam dengan menggunakan metode Formal Safety Assessment (FSA) sesuai standar IMO. Penelitian menggunakan teknik expert judgment dengan bantuan kuisioner dalam penentuan probabilitas. Analisa risiko menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Even Tree Analysis (ETA). Kegagalan struktur pada boatlanding dan lambung FSO digunakan sebagai top event. Perhitungan minimal cut set pada FTA dilakukan dengan menggunakan software RAM Commander 8.1 Demo Version. Pada penelitian ini teridentifikasi 16 macam pilihan kontrol risiko yang akan digunakan dalam upaya mengurangi risiko kegagalan pada helipad. Setelah itu biaya dari tiap Risk Control Option (RCO) dihitung untuk membandingkan keuntungan dalam pengurangan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korosi menjadi risiko tertinggi penyebab kegagalan struktur pada helipad. RCO3 dan RCO2 menjadi solusi penangannya yaitu melakukan inspeksi rutin terhadap daerah yang rawan terjadi korosi atau pemilihan material yang sesuai.