cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Analisa Perkiraan Umur Struktur Pada Kapal Ikan Katamaran 10 GT Menggunakan Metode Elemen Hingga Miftachul Huda; Budie Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.821 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.315

Abstract

Evaluasi kekuatan konstruksi kapal katamaran pada jarak pisah (S/L) = 0.3 dilakukan dengan paket komersial Nastran yang berbasis metode elemen hingga. Model kapal diasumsikan menggunakan bahan baja ASTM A516-70. Dalam bidang kekuatan kapal, perlu memperhitungkan kekuatan memanjang suatu konstruksi kapal. Kapal Katamaran merupakan jenis kapal kecil dengan memiliki dua lambung sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam analisa tegangan maksimal yang nantinya akan digunakan untuk perhitungan kekuatan suatu konstruksi  kapal. Penaksiran umur kelelahan dalam tugas akhir ini menggunakan metode simplified dengan pembebanan gelombang dengan memvariasikan kondisi muatan. Pembebanan gelombang disimulasikan dengan bantuan software Nastran yang manghasilkan output berupa tegangan nominal yang digunakan sebagai inputan untuk menghitung cumulative fatigue damage. Cumulative fatigue damage yang didapat digunakan untuk menghitung umur kelelahan (fatigue life) dari tujuh lokasi detail struktur yang dianggap kritis. Analisis umur kelelahan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Simplified (sederhana). Hasilnya menunjukkan bahwa sambungan struktur yang paling kritis adalah sambungan antara side girder dan balok geladak dan daerah antara gading dan inner bottom, nilai fatigue terkecil  26.4 tahun dan tidak kurang dari kriteria design life yang disyaratkan yakni 25 tahun, maka struktur katamaran tersebut masih baik dari segi rancangan desain, namun harus dilakukan penguatan struktur di lokasi-lokasi tertentu yang dianggap kritis dan rawan terjadi kegagalan agar umur dari struktur tersebut dapat bertambah sehingga mampu menjalankan tugas operasinya hingga waktu yang cukup lama.
Analisa Pengaruh dari Welding Sequence Terhadap Tegangan Sisa dan Deformasi pada Circular Patch Weld Dobule Bevel Butt-Joint Plat ASTM A36 Menggunakan Metode Elemen Hingga Taufik Akbar; Budie Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.091 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.317

Abstract

Studi tentang pemakaian tanggem dan penentuan welding sequence terbaik terhadap pengelasan melingkar pada plat ASTM A36. Studi ini dilakukan dengan cara pemodelan dengan menganalisa deformasi dan tegangan sisa yang timbul akibat distribusi panas yang tidak merata selama proses pengelasan dan pendinginan sampai mencapai suhu ruangan . Pemodelan yang dilakukan menggunakan bantuan software yang berprinsip metode elemen hingga pada struktur las. Permodelan kemudian divalidasi dengan hasil eksperimen yang telah dilakukan oleh Tsao-Liang Teng. Pemodelan akan dilakukan dengan memvariasi welding sequence, yakni progressive welding, backstep welding, dan jump welding yang dikombinasikan dengan variasi tanggem, yakni tanpa menggunakan tanggem, 2 tanggem dan 4 tanggem. Dari semua variasi yang dilakukan, variasi 4 tanggem – backstep welding adalah yang paling baik dari segi tegangan sisa karena circumferential dan radial residual stress yang di hasilkan paling kecil. Sedangkan jika ditinjau dari segi deformasi, variasi 4 tanggem – jump welding adalah yang paling baik karena deformasi yang dihasilkan adalah yang paling kecil.
Analisa Pengaruh Flange Angle, Toe Radius, dan Preparation Angle Terhadap Deformasi dan Tegangan Sisa pada Pengelasan Butt Joint dengan Kampuh Double V Ganda Menggunakan Metode Elemen Hingga Dimas Valditya Dewangga; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.308 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.318

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deformasi dan tegangan sisa akibat distribusi panas yang tidak merata selama proses pengelasan sampai pendinginan pada sambungan tumpul pada pelat datar dengan variasi flank angle, toe radius, dan preparation angle. Penelitian ini dilakukan dengan metode elemen hinigga dan validasi hasil dilakukan dengan experiment yang telah dilakukan oleh Higashida Y, Burk JD, dan Lawrence FV. Material untuk pengujian adalah ASTM A36 dengan kampuh V ganda. Semua analisa ditinjau saat suhu material sama dengan suhu ruang. Pemodelan dilakukan dengan memvariasi besaran flank angle (sudut mahkota), toe radius (radius kaki mahkota) dan preparation angle (sudut alur). Dari variasi yang dilakukan diperoleh pengelasan terbaik yang menghasilkan deformasi dan tegangan sisa terkecil yaitu pengelasan yang menggunakan sudut 20o pada variasi sudut mahkota, 2.5 milimeter untuk variasi radius kaki mahkota, dan sudut 40o untuk variasi sudut alur.
Tegangan Geser Pada Struktur Kapal Kontainer Dwi Qaqa Prasetyatama; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.147 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.319

Abstract

Dalam penelitian ini, dilakukan analisa tegangan geser pada kapal kontainer Meratus Progress II. Analisa tegangan geser ini dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu metode perhitungan manual dan metode elemen hingga. Perhitungan manual dilakukan dengan menggunakan teori hull girder respon analysis, sedangkan metode elemen hingga dilakukan dengan pemodelan satu ruang muat pada program MSC Patran dengan input pembebanan berdasarkan regulasi Registro Italiano Navale (RINA) 2010 dan berdasarkan data perhitungan kapal yang telah dikelaskan oleh BKI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tegangan geser antara metode elemen hingga dan metode perhitungan manual. Hasil analisa tegangan geser dari kedua metode tersebut selanjutnya dibandingkan dengan batas ijin tegangan geser yang diberikan oleh regulasi BKI. Dari hasil perhitungan manual, didapatkan tegangan geser maksimum sebesar 26,1 N/mm² akibat momen bending dan sebesar 26 N/mm² akibat torsi. Sedangkan dari hasil perhitungan metode elemen hingga didapatkan tegangan geser maksimum sebesar 103.3 N/mm². Dari hasil analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa tegangan geser pada konstrusi kapal kontainer Meratus Progress II memenuhi persyaratan klasifikasi BKI.
Kajian Eksperimental Pengaruh Posisi Perletakan Hydrofoil Pendukung Terhadap Hambatan Kapal Slamet Agus Saputro; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.359 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.320

Abstract

Penggunaan hydrofoil merupakan salah satu cara untuk bisa mengurangi hambatan kapal pada kondisi kecepatan yang direncanakan. Gaya lift yang dimiliki hydrofoil dapat mengurangi WSA kapal pada kondisi foilborne sehingga hambatan yang diterima hanya akan dipengaruhi oleh sistem hydrofoil itu sendiri. Dalam perencanaan hydrofoil perlu dipertimbangkan gaya lift dan drag yang dihasilkan sehingga drag hydrofoil dapat lebih kecil daripada hambatan barehull planing pada kecepatan yang direncanakan. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh dari posisi perletakan hydrofoil terhadap hambatan kapal. Penelitian ini dilakukan di towing tank dengan memvariasikan antara jarak hydrofoil depan dan belakang terhadap titik berat kapal variasi 1 la/lb = 0,3, variasi 2 la/lb = 1,15 dan variasi 3 la/lb = 2. Dari hasil pengujian towing tank terhadap hambatan total, dapat diketahui bahwa untuk variasi 2 memiliki nilai Rt = 22,46 KN lebih rendah dibandingkan dengan variasi lainnya variasi 1 Rt = 22,76 KN dan variasi 3 Rt = 30,31 KN. Penempatan hydrofoil pada variasi 3 la/lb = 2 terjadi perbedaan momen yang sangat besar sehingga mengakibatkan haluan kapal yang disangga oleh hydrofoil bagian depan lebih mudah terangkat daripada bagian buritan. Hal ini menyebabkan terjadinya hentakan pada hydrofoil bagian depan terhadap permukaan air secara  berkelanjutan pada Fn > 0,7.
Perbandingan Variasi Bidang Trim tab Pada Kapal Pilot Boat 15,85 meter dengan mengunakan Pendekatan CFD Aditya Agung Hari Priyono; I.K.A. Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.321

Abstract

Trim tab bertujuan untuk menghasilkan dan  merancang sebuah inovasi pada kapal, yang merupakan  pengembangan dari alat penggerak kapal, yang berfungsi sebagai alat yang mengurangi kecepatan kapal, yaitu trim tab suatu pengembangan dari cara memutar arah balik propeller, Bow Trushter, dan menggunakan parasut  pada kondisi tertentu. Trim tab bertujuan sebagai alat pengereman pada kapal. Pada penelitian ini telah digunakan metode perhitungan kecepatan secara numerik melalui simulasi CFD. Dengan variasi bidang AR (Aspek rasio) 2,5 dan AR 4,5. Model disimulasikan pada 5 variasi sudut dan 1 variasi kecepatan pada Fr (angka Froude) 0,9. Dalam percobaan numerik bertujuan untuk membandingkan antara dua variasi bidang trim tab dan mencari Pengurangan kecepatan serta jarak henti. Hasil penelitian menghasilkan perhitungan numerik dan visual, dari kedua variasi bidang menunjukkan bahwa trim tab dengan AR 4,5 mengurangi kecepatan secara maksimal pada Fr 0,9 sebesar 30% dan jarak henti yang lebih pendek dibanding AR 2,5.
Analisis Desain Layar 3D Menggunakan Pengujian Pada Wind Tunnel Danang Priambada; Aries Sulisetyono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.816 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.322

Abstract

Jurnal ini merupakan hasil analisis design layar menggunakan konsep dasar NACA 0012 dengan memprediksi perilaku dinamika fluida pada model layar rigid. Sarana yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku fluida udara yaitu menggunakan pengujian model pada wind tunnel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh bentuk layar dengan faktor variasi desain berupa perbedaan penampang samping layar dengan aspek ratio yang sama serta pengaruh sudut serang terhadap gaya dorong yang dihasilkan. Analisis data dilakukan melalui pengujian wind tunnel subsonic. Pengujian dilakukan pada sudut serang 10ο, 15ο, 20ο. Dari pengujian model layar pada wind tunnel subsonic akan dihasilkan data-data yang berpengaruh pada pada layar seperti lift, drag, dan gaya resultan. Sehingga dapat dilakukan analisis terhadap model layar untuk mendapatkan desain layar yang memiliki gaya dorong yang paling optimal. Berdasarkan analisis dari wind tunnel maka didapatkan titik Stall pada sudut serang 15ο. Nilai koefisien lift terbesar terjadi pada model 3 sudut serang 15ο. Efisiensi layar terbesar juga terjadi pada model 3 yaitu sebesar 5,149.
PengaruhRPM Terhadap Kualitas Sambungan dan Metalurgi Las Pada Joint Line Untuk Aluminium Seri 5083 Dengan Proses Friction Stir Welding Fery Nurdiansyah; Soeweify Soeweify; Achmad Zubaydi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.308 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.323

Abstract

Proses penyambungan Aluminium dengan GTAW dan GMAW mempunyai kekurangan yaitu menyebabkan rusaknya lapisan tahan korosi pada permukaan Aluminium, untuk mengatasi kekurangan tersebut dilakukan pengelasan yang suhu pengelasannya berada di bawah titik leleh Aluminium yaitu Friction Stir Welding. Pada penelitian ini dilakukan pengelasan dengan mesin frais tipe PM 1 1/2 HU sebagai pengganti mesin Friction Stir Welding pada aluminium paduan 5083 dengan tebal 4 mm dengan ukuran 20 mm x 10 mm menggunakan empat variasi RPM sebesar (394,536,755,1084) dengantravel speed sebesar 0.33 mm/detik serta sudut inklinasi 30. Kemudian dilakukan analisa terhadap perubahan metalurgi, defect yang terjadi dan besarnya heat input yang diwakilkan dengan temperatur pada permukaan weld joint. Dari hasil percobaan diketahui bahwa semakin besar RPM maka semakin besar suhu pengelasan menyebakan bentuk butir semakin besar, surface irragularitis semakin pendek, kekerasan material menjadi lebih rendah serta diskontinuitas berupa weld flash semakin besar. Variasi RPM yang paling optimum adalah RPM dengan kecepatan putar 755 karena pada variasi RPM ini tidak terdapat defect pada weld joint serta memiliki panjang surface irragularitis cukup pendek.
Prediksi Umur Kelelahan Struktur Keel Buoy Tsunami dengan Metode Spectral Fatigue Analysis Angga Yustiawan; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.908 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.325

Abstract

Salah satu komponen dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) adalah surface buoy. Surface buoy selama beroperasi di laut akan menerima beban akibat gelombang yang relatif besar, bersifat dinamis dan acak, yang dapat menyebabkan beban berulang pada struktur keel buoy. Apabila terjadi secara terus-menerus, beban ini dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada struktur keel dari surface buoy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui umur kelelahan struktur keel buoy tsunami dengan metode spectral fatigue analysis, dimana struktur keel buoy tsunami merupakan penghubung antara tali tambat (mooring line) dengan surface buoy. Struktur keel buoy ini terbuat dari material poros bekas pakai. Untuk menentukan umur kelelahan struktur keel buoy ini, telah dilakukan pembuatan diagram sebaran gelombang (wave scatter diagram) selama setahun pada koordinat 108.3417 BT dan 10.3998 LS. Selanjutnya dilakukan uji olah gerak buoy dan beban gelombang untuk mendapatkan fungsi transfer tegangan pada keel buoy. Pembuatan spektrum gelombang untuk masing-masing kondisi laut dilakukan untuk memperoleh respon tegangan pada struktur keel buoy. Hasil pengujian material berupa kurva SN digunakan sebagai basis dalam menentukan umur kelelahan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa umur kelelahan struktur keel buoy tsunami akibat beban gelombang sekitar 11 tahun untuk berbagai kondisi laut (sea state) di perairan yang ditinjau.
Penerapan Peraturan IMO MSC.215(82) dan IMO MSC.291(87) PSPC Pada Pembangunan Kapal Tanker Minyak Sendi Prahastu; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.345 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.327

Abstract

IMO MSC.215(82) dan IMO MSC.291(87) adalah peraturan mengenai PSPC (performance standard for protective coating) tangki ballast untuk semua jenis kapal diatas 500 GT dan tangki muat  kapal tanker minyak diatas 5000 DWT. Dalam peraturan tersebut terdapat persyaratan baru yang harus dipenuhi untuk persiapan permukaan dan aplikasi coating pada tangki ballast dan tangki muat. Dari studi ini didapatkan penerapan PSPC tangki ballast dan tangki muat pada pembangunan kapal tanker minyak di galangan kapal yang sesuai dengan peraturan IMO. Biaya produksi yang dibutukan untuk menerapkan peraturan PSPC tangki ballast dan tangki muat pada pembangunan kapal tanker minyak 17,500 DWT PT PAL diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 21.49 %, pada kapal tanker minyak 6,500 DWT  PT DPS diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 31.89 %, dan pada kapal tanker minyak 3500 DWT PT Dumas diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 32.21 %. Kenaikan ini akan dapat dikurangi jika proses persiapan permukaan dapat diintegrasikan pada tahap fabrikasi dan sub assembly.