cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Analisa CFD Pengaruh Penambahan Appendage pada Lambung Katamaran terhadap Hambatan Viskos Sony Anggara; I.K.A. Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.154 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.328

Abstract

Penambahan tonjolan (appendages) pada lambung kapal sering dimanfaatkan oleh para desainer untuk meningkatkan performa seekeping kapal ketika beroperasi di air, seperti misalnya penggunaan pelat lajur bilga (bilge keel) dan tonjolan haluan (bulbous bow). Melakukan modifikasi semacam itu berarti mengubah bentuk model lambung dari tanpa tonjolan (bare hull) menjadi bentuk lambung yang lebih komplek. Hal ini berpengaruh terhadap hambatan bentuk kapal yang secara langsung juga menentukan nilai hambatan viskos. Penelitian ini membahas mengenai seberapa jauh tingkat perubahan hambatan viskos akibat modifikasi bentuk lambung. Metode yang digunakan adalah simulasi pemodelan numerik CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan memanfaatkan model kapal katamaran yang dimodifikasi dengan menambahkan bulbous bow pada bagian depan. Kemudian panjang bulbous bow tersebut divariasikan dengan panjang 2% dan 4% dari panjang garis air (Lwl). Dari hasil simulasi diperoleh nilai hambatan viskos dan visualisasi tekanan fluida di sekitar model. perhitungan nilai koefisien bentuk (form factor) 1+k juga disajikan sebagai bahan pendukung identifikasi. Tahap validasi yang digunakan adalah grid independence dan konvergensi. Hasil analisa menunjukkan bahwa perubahan bentuk lambung menunjukkan pengaruh yang relatif kecil terhadap hambatan viskos.
Analisa Pengaruh Variasi Jarak Gading Terhadap Lenturan dan Tegangan Pada Pelat Sisi Dengan Metode Elemen Hingga Teguh Putranto; Asjhar Imron
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.584 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.330

Abstract

Pelat berpenegar pada ponton yang terletak diantara 2 sekat kedap air dengan beberapa kondisi batas dianalisa menggunakan metode elemen hingga dan metode beda hingga. Gaya hidrostatik yang bekerja diambil dari gaya per satuan luas yang bekerja pada pelat sisi kapal sesuai dengan peraturan BKI. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa perbedaan lenturan relatif kecil antara kedua metode pada jumlah elemen yang besar. Analisa dilakukan dengan variasi jarak penegar. Lenturan paling besar terjadi pada jarak gading 0.8 m dan jarak sekat 3 kali jarak gading besar, sedangkan lenturan paling kecil terjadi pada jarak gading 0.65 m dan jarak sekat 2 kali jarak gading besar. Analisa dilakukan pada variasi kondisi batas. Tumpuan sederhana lebih konservatif dari pada tumpuan jepit. Tegangan yang dihasilkan oleh Metode Elemen Hingga dengan kondisi batas jepit-sederhana selalu lebih kecil dari tegangan izin dari Biro Klasifikasi Indonesia pada setiap variasi jarak gading.
Analisis Pengaruh Salinitas dan Suhu Air Laut Terhadap Laju Korosi Baja A36 Pada Pengelasan SMAW Satria Nova M. K.; Mohammad Nurul Misbah
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.952 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.332

Abstract

Korosi merupakan masalah serius yang terjadi pada logam karena bisa mengurangi nilai ekonomis dari logam tersebut. Korosi pada baja kapal dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kadar salinitas dan suhu air laut. Tulisan ini membahas hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas dan suhu air laut terhadap laju korosi baja kapal A36 pada pengelasan SMAW menggunakan pengujian sel tiga elektroda. Elektroda yang digunakan adalah AWS A5.1 E6013. Suhu yang digunakan adalah 70C, 170C, 270C. Salinitas yang digunakan adalah 320/00, 350/00 dan 380/00. Hasil pengujian menunjukkan jika semakin besar suhu dan salinitas, maka semakin besar pula laju korosinya. Korosi terbesar terjadi pada salinitas 380/00 dengan suhu 270C yaitu sebesar 0,5616 mmpy. Penambahan laju korosi setiap kenaikan suhu 100C sebesar 0,2052 mmpy. Sedangkan penambahan laju korosi setiap kenaikan salinitas 30/00 sebesar 0,0415 mmpy.
Analisis CFD dan Eksperimen Hambatan Lambung Katamaran Asimetris Flat Side Outside dengan Variasi Jarak Demihull Aji Sera Sakti; I.K.A. Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.532 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.333

Abstract

Kapal katamaran adalah bentuk konfigurasi 2 lambung kapal atau memiliki 2 badan kapal. Bila dibandingkan dengan kapal berbadan tunggal, banyak sekali kelebihan dari kapal katamaran ini yaitu stabilitas melintang yang lebih baik, hambatan yang nilainya kecil, dan area geladak yang lebih luas. Berbagai bentuk kapal kemudian dikembangkan untuk memenuhi kriteria desain kapal katamaran yang paling optimum salah satunya kapal katamaran flat side outside. Yaitu sebuah konfigurasi baru dengan lambung yang memiliki bidang datar atau asimetris diluar. Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh konfigurasi baru bentuk lambung katamaran asimetris flat side outside dengan variasi jarak pemisah lambung (S/L) yaitu S/L= 0.2; 0.3; dan 0.4 terhadap hambatan kapal katamaran asimetris. Analisa perhitungan hambatan dan pengaruh interferensi antara kedua lambung menggunakan CFD pada berbagai kecepatan dengan variasi angka Froude yaitu Fr = 0.19; 0.28; 0.37; 0.46; 0.55; dan 0.65. Hasil analisa menggunakan CFD kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil pengujian katamaran asimetris pada Towing Tank - Laboratorium Hidrodinamika ITS. Hasil analisa menunjukkan pengaruh jarak pemisah lambung demihull terhadap komponen hambatan lambung katamaran asimetris flat side outside adalah signifikan walaupun tidak pada setiap variasi kecepatan.
Kesesuaian Ukuran Konstruksi Kapal Nelayan di Pelabuhan Nelayan (PN) Gresik Menggunakan Aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Abdur Rachman; Mohammad Nurul Misbah; Mahardjo Wartono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.063 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.334

Abstract

Sebagian besar kapal kayu di Indonesia dibangun oleh galangan kapal tradisional yang pembangunannya tanpa dilengkapi perencanaan dan perhitungan. Pada umumnya proses pembangunan kapal berdasarkan pada pengetahuan turun-temurun. Artikel ini merupakan hasil penelitian  yang dilakukan untuk mengetahui apakah ukuran konstruksi kapal kayu nelayan di Pelabuhan Nelayan Gresik memenuhi peraturan BKI dan berapa tegangan yang terjadi pada konstruksi tersebut. Proses perhitungan menggunakan peraturan BKI Kapal Kayu. Ukuran yang telah didapatkan dari perhitungan BKI dibandingkan dengan ukuran yang ada di lapangan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa modulus kapal di lapangan lebih besar dari modulus perhitungan BKI (Kapal 1), Lunas 22,26%, Kulit Luar 43,17%, Geladak 50,36%, tetapi ada juga yang lebih kecil dari modulus perhitungan BKI seperti, Gading 53,68%, Wrang 18,37%. Tegangan yang terjadi pada konstruksi kapal dihitung dan dibandingkan dengan tegangan ijin kayu (12,75 MPa). Untuk kapal 1, tegangan konstruksi lambung kapal di lapangan 2,02 MPa, tegangan konstruksi lambung kapal perhitungan BKI 2,19 MPa, tegangan konstruksi geladak kapal di Lapangan 35,27 MPa, tegangan konstruksi geladak kapal perhitungan BKI 7,44 Mpa.
Pemodelan Matematis Berat Baja Badan Kapal Sebagai Fungsi Dari GT Nomo Prihasta; Soejitno Soejitno; Sri Rejeki Wahyu Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.899 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.336

Abstract

Estimasi terhadap berat baja kapal merupakan hal yang sangat penting dilakukan sebelum melakukan tahap pra desain. Hal ini dilakukan agar kapal yang dibangun, beratnya tidak melebihi dari desain awal yang diinginkan oleh pihak owner. Perhitungan dengan metode yang biasa digunakan seperti Watson kurang sesuai jika diterapkan untuk pembangunan kapal baru saat ini, apalagi dengan perbedaan kondisi daerah perairan di Indonesia. Perhitungan berat baja yang dihasilkan akan semakin bertambah besar, tentunya ini akan mengurangi berat muatan yang dapat diangkut oleh kapal tersebut. Penelitian ini dilakukan terlebih dahulu dengan mengumpulkan sejumlah data - data kapal yang mempunyai ukuran dan gross tonnage tertentu. Dari data kapal tersebut akan dilakukan analisa regresi mengenai variabel apa saja yang berpengaruh dalam perhitungan berat baja badan kapal. Selanjutnya akan dilakukan analisa regresi untuk mencari model persamaan berat baja kapal yang mempunyai harga r2 (r Square) yang paling tinggi dan untuk pengujian kevalidan hasil pemodelan dilakukan dengan pengujian anova dan menghitung nilai simpangan (aggregative deviation), simpangan rata – rata (mean deviation) antara berat konstruksi hasil model dengan berat konstruksi secara real di lapangan. Hasil dari pemodelan tersebut akan didapatkan rumusan empiris mengenai berat baja kapal yang hubungannya dengan besarnya ukuran utama kapal dengan variabel yang paling berpengaruh secara significant terhadap berat baja (Wst) adalah Lpp (Lenght of prependicular), B (Breadth), D (Dept) dan T (Draft).
Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Industri Manufaktur Baling - Baling Kapal di Indonesia Mokhammad Faizal Riza; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.634 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.351

Abstract

Industri manufaktur baling-baling kapal di Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dan persaingan industri yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan teknis dan ekonomis pembangunan industri manufaktur baling-baling kapal di Indonesia. Kondisi manufaktur baling-baling kapal di Indonesia sangat tradisional, baik dari segi peralatan, teknologi produksi maupun materialnya. Proyeksi permintaan baling-baling kapal untuk bangunan baru di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 351 unit, 2011 sebesar 375 unit, 2012 sebesar 363 unit, dan 2013 sebesar 367 unit. Sedangkan potensi permintaan baling-baling kapal untuk pergantian akibat usia atau kerusakan adalah 424 unit per tahun. Market share diasumsikan 10% sehingga jumlah pergantian baling-baling kapal sebanyak 38 unit per tahun. Secara teknis, investasi manufaktur baling-baling kapal dapat dilakukan di Indonesia karena hanya diperlukan investasi untuk peralatan, lahan, dan bangunan. Kapasitas produksi sebesar 147 unit baling-baling kapal per tahun dengan waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu baling-baling kapal adalah 57 jam. Sedangkan secara ekonomis, dibutuhkan investasi sebesar Rp. 39.411.700.000 dengan break even point terjadi pada tahun ke sembilan. Karena potensi pasar di Indonesia masih besar dan jumlah kompetitor di industri manufaktur baling-baling kapal yang masih sedikit sehingga investasi manufaktur baling-baling kapal di Indonesia sangat layak untuk direalisasikan.
Studi Eksperimen Pengaruh Lunas Bilga Terhadap Gerakan Rolling Haris Hendratmoko; Hasanudin Hasanudin; I.K.A. Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.124 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.362

Abstract

Gerak roll merupakan parameter penting dalam stabilitas kapal, dimana pada cuaca buruk gerak roll dapat menyebakan capsizing. Di sisi lain, koefisien damping merupakan parameter terpenting untuk meredam gerakan roll. Berbagai Bentuk anti-roll device kemudian digunakan untuk memperbesar koefisien damping dan kemudian mengurangi gerak roll kapal. Salah satu bentuk anti-roll yang popular adalah lunas bilga, karena sejumlah kelebihannya antara lain efektifitas lunas bilga dan sifat lunas bilga yang pasif. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemasangan lunas bilga adalah efektifitas dalam meningkatkan koefisien damping dan respon kapal akibat pemasangan lunas bilga. Tugas akir ini menjelaskan tentang pengaruh panjang lunas bilga (Lbk) dan lebar lunas bilga (Bbk) terhadap koefisien damping dan respon kapal.Variasi ukuran lunas bilga yang digunakan yaitu B0; B1; B2; B3; B4; B5; B6. Selain itu juga dilakukan variasi periode gelombang 1,2; 1,6; 2; 2,4 dan 2,8 untuk menghitung respon kapal. Semua uji gerak roll berdasakan eksperimen towing tank di laboratorium hidrodinamika. Dari hasil analisa didapatkan penambahan lebar lunas bilga lebih efektif daripada penambahan panjang dan juga pemasangan lunas bilga efektif mengurangi respon puncak kapal apabila dibandingkan dengan barehull.
Produksi Kapal Ikan Tradisional dengan Kulit Lambung dan Geladak Kayu Laminasi serta Konstruksi Gading dan Geladak Aluminium Ricky Andrianto Sutrisno; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.751 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.364

Abstract

Penggunaan kayu untuk kebutuhan pembangunan kapal semakin terbatas persediaannya untuk masa mendatang. Sebagai alternatif, digunakan material aluminium untuk konstruksi gading dan balok geladak serta kayu laminasi untuk bagian kulit dan geladak. Berdasarkan analisa teknis, berat untuk kapal ikan 30 GT dengan konstruksi gading dan balok geladak aluminium serta laminasi di kulit dan geladak lebih ringan sekitar 26% dari kapal ikan 30 GT dengan konstruksi kayu konvensional. Namun, biaya pembuatan lambnug kapal ikan 30 GT dengan konstruksi aluminium dan laminasi kulit serta geladak lebih mahal 1,4 kali dibandingkan dengan kapal ikan 30 GT konstruksi kayu. Keuntungan kapal dengan konstruksi aluminium dan laminasi akan memiliki masa pakai atau usia kapal yang lebih panjang dibandingkan dengan kapal kayu tradisional.
Perancangan Self Propelled Container Barge (SPCB) Sebagai Alternatif Angkutan Container Pelayaran Pantura untuk Daerah Jawa Timur Agdarita Teguh pratista; Djauhar Manfaat
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.716 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.417

Abstract

Pengangkutan kontainer melalui media transportasi darat pada jalur utara pada dewasa ini sudah sangat padat. Dengan kondisi insfrastruktur transportasi darat yang ada, beban yang diberikan oleh moda transportasi kontainer  melebihi kekuatan yang dimiliki oleh insfrastuktur. Hal ini menyebabkan kerusakan dari insfrastruktur transportasi darat tersebut. Dampak yang paling terlihat dari kerusakan insfrastruktur transportasi darat ini adalah terjadi banyak kemacetan yang merugikan semua pengguna dari transportasi darat, termasuk pengangkutan kontainer. Pemindahan moda transportasi container darat ke laut adalah salah satu alternatif yang sangat baik mengingat jalur laut sepanjang pantura masih sepi. Jalur laut sangat minim akan terjadi kerusakan sehingga kemungkinan terjadi kemacetan kecil. Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan moda transportasi container lewat laut yang efektif yaitu Self Container Barge atau disingkat SPCB untuk beberapa daerah tujuan yang sudah ditentukan berdasar permintaan transportasi container ini.