cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Analisa Penerapan Metode Crash Program Untuk Percepatan Pembangunan Hull Construction LCU 300 DWT dan Pengaruhnya Terhadap Sumberdaya Galangan Ni'mah, Lilik Hidayatun; Rochani, Imam; Supomo, Heri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1890

Abstract

Dalam sebuah perjanjian kerja sebuah pembangunan kapal akan banyak hal yang akan disepakati berkaitan dengan pambangunan kapal tersebut salah satunya proses pembangunan. Untuk tercapainya proses pembangunan pada waktu yang telah ditentukan dan mendapatkan kualitas produksi yang diharapkan, maka urutan dari proses pembangunan sebuah kapal harus ditentukan secara rasional dan disesuaikan dengan fasilitas produksi yang tersedia di galangan. Pada tugas akhir ini penulis akan menganalisa pengunaan metode crash program pembangunan hull construction LCU 300 DWT. Dimana penulis akan mempercepat waktu pembangunan awal sebesar 107 hari menjadi 90 hari. Dengan adanya penerapan crash program ini akan berpengaruh terhadap biaya produksi , khususnya biaya tenaga kerja langsung. Hal ini dikarenakan dalam penerapan crash program diperlukan suatu tambahan waktu kerja (kerja lembur) pada kegiatan-kegiatan yang mengalami pemampatan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa biaya produksi awal sebesar Rp 278.521.056,-  akan menjadi Rp 288.371.056,- . Sehingga dengan adanya pemampatan waktu pembangunan selama 17 hari akan terjadi penambahan biaya tenaga kerja sebesar Rp 9.850.000,-
Analisis Geometri dan Konfigurasi Kolom-Ponton terhadap Intensitas Gerakan dan Stabilitas Semisubmersible Maulana Hikam; Wisnu Wardhana; Imam Rochani
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.392 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfigurasi dan geometri yang memiliki intensitas gerakan minimum dan stabilitas semisubmersible yang optimal. Konfigurasi acuan yang digunakan adalah Essar Wildcat Semisubmersible yang kemudian divariasikan jumlah kolom, diameter kolom, dan dimensi ponton. Dari hasil permodelan yang dibantu dengan MOSES variasi intensitas gerakan yang minimal didapatkan Variasi 5 dengan jumlah  kolom  8 buah,;OD Besar =4,25 m; OD Kecil = 3,75 m; dimensi ponton 112 x 6,75 x 6,71 m. Hasil pemodelan yang memberikan nilai respon struktur yang paling minimum adalah Variasi V yang dengan nilai respon gerak  heave minimum pada arah pembebanan 0˚, 45˚, 90˚, 135˚, dan 180˚ berturut-turut 0,263 m; 0,259 m; 0,225 m; 0,255 m;  dan 0,255 m. Demikian pula untuk respon gerak roll berturut-turut 0,006 deg/m; 0,257 deg/m; 0,364 deg/m; 0,256 deg/m; dan0,006 deg/m serta respon gerak pitch 0,409 deg/m; 0,269 deg/m; 0,02 deg/m; 0,279 deg/m; dan 0,419 deg/m. Untuk analisis stabilitas pada kondisi intact Variasi V juga memberikan stabilitas yang baik yang ditunjukkan dengan perbandingan antara nilai Righting Moment dan Wind Heeling Moment atau K yang nilainya harus lebih dari 1,3 sebagaimana disyaratkan dalam standar.
Analisis Lifting Stability pada Accommodation Barge saat Melakukan Pengangkatan dengan Crawler Crane Ari Rizki Rivaldo; Eko Budi Djatmiko; Mas Murtedjo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1892

Abstract

Sebuah bangunan apung tidak hanya harus memiliki cukup buoyancy untuk memberi gaya angkat pada struktur terapung tersebut bersama dengan muatannya, tetapi juga harus mampu untuk terapung dengan karakteristik yang baik dan tetap dalam posisi tegak ketika dimuati dengan muatannya. Penting untuk diketahu dan disadari bersama bahwa sebuah kapal atau barge ataupun semua struktur terapung lainnya akan terkena gaya dinamis yang terutama berasal dari gelombang. Interaksi inilah yang menyusun komponen stabilitas sebuah bangunan apung. Makalah ini menyajikan hasil studi numeric terhadap stabilitas sebuah accommodation barge saat melakukan operasi pengangkatan dengan penambahan crawler crane di atasnya. Studi ini dirasa perlu dilakukan karena efek penambahan beban terutama beban yang diangkat akan memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap stabilitas accommodation barge tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan stabilitas accomodatin barge dalam berbagai loadcase antara lain; lightship, full load, lightship-lifting, dan full-load lifting. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stabilitas untuk semua loadcase yang ditinjau memenuhi kriteria yang diberikan oleh IMO dengan nilai lengan GZ terbesar 4,619 m (loadcase lightship) dan lengan GZ terkecil 2,481m (loadcase full load-lifting). Sudut steady heel akibat beban yang diangkat yang terjadi masih di bawah kriteria yang diberikan (<150), yaitu 10 (loadcase lightship-lifting) dan 1,10 (loadcase full load-lifting).
Studi Pengaruh Gerak Semi-submersible Drilling Rig dengan Variasi Pre-tension Mooring Line terhadap Keamanan Drilling Riser Arda Arda; Eko Budi Djatmiko; Murdjito Murdjito
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.72 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1894

Abstract

Analisis terhadap sistem tambat pada anjungan pengeboran semi-submersible drilling rig perlu dilakukan sebelum dilakukannya operasi di lapangan untuk mengetahui perencanaan sistem tambat yang tepat dan aman. Dalam penelitian ini dilakukan analisa perilaku gerak semi-submersible dengan variasi pre-tension mooring line untuk mengetahui berapa besar pre-tension minimal yang harus digunakan agar operasi pengeboran di lingkungan laut Natuna dapat berjalan dengan aman. Variasi pre-tension yang digunakan adalah sebesar 400kN-2000kN dengan penambahan sebesar 400kN. Karakteristik gerakan semi-submersible diprediksi dengan menghitung RAO free floating dengan pemodelan numerik dalam domain frekuensi. Kemudian dilakukan analisa simulasi sistem lengkap (platform, mooring dan drilling riser) dengan pemodelan numerik dalam domain waktu. Hasil yang didapat yakni nilai maksimum tegangan mooring line memenuhi batas kriteria API-RP2SK untuk semua variasi pre-tension dengan safety factor terkecil 2.44. Sudut flex joint drilling riser yang terjadi melewati batas kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-800kN yang mencapai 6.20 untuk sudut maksimum dan 4.80 untuk sudut rata-rata. Tegangan von Mises yang terjadi pada drilling riser melebihi kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-1200kN karena nilainya mencapai 369 MPa (0.82 yield stress).
Analisis Kekuatan Konstruksi Crane Pedestal Pada Mooring Storage Tanker Niria Teguh Rachman Hakim; Handayanu Handayanu; Mas Murtedjo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.385 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1896

Abstract

Pada penelitian ini akan membahas kekuatan konstruksi crane pedestal akibat konversi Motor Tanker menjadi Mooring Storage Tanker (MST). MST ini tentunya memiliki karakteristik operasional yang berbeda dengan Motor Tanker. MST bersifat tetap, tentunya kapal harus memenuhi beberapa karakteristik tertentu dan cukup kuat untuk menahan beban operasional tambahan saat menjadi Mooring Storage Tanker di perairan Natuna. Dalam penelitian ini akan ditinjau kekuatan dari konstruksi crane pedestal sebagai penambahan fasilitas yang didesain sedemikian rupa sehingga memenuhi aturan yang ditetapkan Lloyd’s Register. Karakteristik kapal dapat kita lihat dengan RAO dimana motion yang paling dominan adalah gerakan heaving dan pitching.Trend RAO mengalami kondisi puncak pada kondisi heaving pada arah datang gelombang head sea (180º) dengan encountering frekuensi sebesar 0.088 rad/sec dan besar simpangan RAO 0.9913. Sedang pada kondisi pitching diperoleh trend RAO dengan kondisi puncak pada arah datang gelombang head sea (180º)  pada encountering frekuensi sebesar 0.442 rad/sec dan besar simpangan RAO 0.896. Hasil perhitungan longitudinal bending momen terbesar pada arah pembebanan 180° sebesar 113.095.780,8 ton.m dan shear force sebesar 515.841,91 ton .Hasil analisis dengan FEM untuk  crane pedestal menunjukkan besar tegangan maksimum   ( von misses stress ) sebesar 192 N/mm2 dari arah pembebanan head sea (180°). Tegangan ijin mengacu pada Lloyd’s Register (Section 8) sebesar 216 N/mm2 sehingga konstruksi crane pedestal masih dalam batas aman.
Studi Laju Korosi dan Surface Morfologi Pipa Bawah Laut API 5L Grade X65 dengan Variasi Sudut Bending Apri Malani Putri; Imam Rochani; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1898

Abstract

Proses bending banyak digunakan dalam proses produksi pada pipa. Proses ini akan menghasilkan peristiwa tensile dan compress, maka stress yang terjadi akibat gaya tekan atau gaya tarik ini akan bekerja simultan pada lingkungan korosif yang dapat menyebabkan terjadinya korosi. Deformasi yang terjadi ini akan mengakibatkan perbedaan tingkat laju korosi pada setiap perubahannya, yaitu dengan sudut bending yang berbeda. Oleh karena itu, untuk membuktikannya dilakukanlah penelitian dengan tiga sudut bending yang berbeda yaitu 60°, 90°, dan 135°. Material yang digunakan adalah pipa bawah laut API 5L Grade X65. Pipa ini dibending dengan sudut di atas, kemudian dipotong tiga spesimen pada setiap intrados dan ektsrados pipa untuk setiap sudut bending. Pengujian laju korosi dengan menggunakan sel tiga elektroda dengan campuran larutan FeCl3 dan 0,3% aquades. Dari hasil penelitian diperoleh nilai laju korosi untuk intrados bending pipa ; sudut bending 60° adalah 0,75 mm/year, sudut 90° adalah 0,64 mm/year, dan untuk sudut 135° adalah 0,43 mm/year. Sedangkan untuk ekstrados pipa; sudut 60° nilai laju korosinya adalah 0,59 mm/year, sudut 90° adalah 0,49 mm/year, dan untuk sudut bending 135° nilai laju korosinya adalah 0,4 mm/year. Analisa surface morfologi yang dilakukan pada spesimen menyimpulkan bahwa semakin tinggi nilai laju korosi, maka bentuk permukaan dari spesimen akan semakin kasar,begitupun sebaliknya
Analisa Gerakan Ponton Model Tripod untuk Energi Gelombang Sistem Bandulan Yasin Besari Mustofa; Irfan Syarif Arief; Amiadji Amiadji
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.182 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1901

Abstract

Abstrak—Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber energinya. Ponton berfungsi untuk mengangkut bandul yang terhubung dengan dinamo. Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul untuk memutar dinamo sehingga menghasilkan energi listrik. Perbedaan model ponton berpengaruh terhadap gerakan yang akan dihasilkan. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dan masih dikembangkan pada model ponton segidelapan. Apabila penelitian ini berhasil, maka diperlukan lebih dari satu ponton yang akan dioperasikan. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi dari jumlah pemasangan ponton. Penelitian ini dilakukan pada ponton model tripod, yaitu tiga buah ponton segidelapan yang dihubungkan dengan membentuk pola segitiga sama sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan terbaik pada ponton model tripod. Pada tinggi gelombang 0.5 – 1.5 meter, gerakan terbaik didapat pada tinggi gelombang 1.5 meter. Pada periode gelombang 4 – 12 detik, gerakan terbaik didapat pada periode gelombang 4 detik. Ponton model tripod sesuai untuk diaplikasikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) jika dibandingkan dengan ponton segidelapan.
Studi RBI (Risk Based Inspection) Floating Hose pada SPM (Single Point Mooring) Dwi Angga Septianto; Daniel M. Rosyid; Wisnu Wardhana
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.64 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1905

Abstract

Korosi yang terjadi di rangkaian floating hose untuk string 1 dan 2 akan berpengaruh terhadap keandalan rangkaian hose yang dihubungkan dari manifold tanker menuju single point mooring. Salah satu jenis korosi yaitu korosi erosi yang mengakibatkan degradasi struktur yang cukup signifikan pada string floating hose. Degradasi struktur lebih lanjut akan mengakibatkan kegagalan struktur. Oleh karena itu, perlu adanya suatu inspeksi dengan berbasis keandalan. Metode RBI adalah salah satu metode pengelolaan inspeksi yang didasarkan pada tingkat resiko pengoperasian peralatan atau unit kerja industri. Metode Risk Based Inspection menggunakan kombinasi dua parameter yaitu kemungkinan kegagalan dan konsekuensi kegagalan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mencari peluang kegagalan, tingkat resiko, dan memprediksi inspeksi yang sesuai pada floating hose untuk string 1 dan 2. Peluang kegagalan diperoleh dengan menggunakan Monte Carlo Simulation. Dari hasil simulasi, maka diperoleh peluang kegagalan (PoF) floating hose untuk string 1 = 4,60% ; floating hose untuk string 2 = 0,56%. Dengan mengacu pada API RBI 581 maka diperoleh tingkat resiko pada floating hose untuk string 1 : resiko menengah (3C); floating hose untuk string 2 : menengah tinggi (4C). Berdasarkan tingkat resiko tersebut, maka metode inspeksi yang tepat adalah dengan ultrasonic straight beam dan radiography untuk frekuensi inpeksi 2 tahun sekali (menengah tinggi) dan 2,5 tahun sekali (menengah).
Perencanaan Unmanned Surface Vehicle (USV) Ukuran 3 Meter Tipe Serbu Cepat Siswandi B; H. Agoes Santoso; Tony Bambang Musriyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.922 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1911

Abstract

Abstrak— Pemerintah Indonesia khususnya TNI AL mengalami tantangan besar dalam menjaga, mengawasi serta mempertahankan keamanan Nasional. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan mengembangkan Umanned Surface Vehicle (USV) atau dikenal dengan sebutan kapal tanpa awak. Kapal ini difungsikan sebagai kapal serbu atau kapal penghancur target sasaran karena dipersenjatai dengan senapan. Dalam skripsi ini dilakukan perencanaan Unmanned Surface vehicle (USV) dengan ukuran L = 3 m, B = 1.2 m T = 0.36 m, H = 0.8 m, Vs = 35 knot. Hasil dari penyelesaian berupa rancangan Lines plan, General arrangement, tahanan kapal dan stabilitas yang optimal.s
Perancangan Controllable Pitch Propeller Pada Kapal Offshore Patroli Vessel 80 (OPV80) Alfan Dicky Firmansyah; Agoes Santoso; Edy Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.4 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1919

Abstract

Perkembangan teknologi maritim di Indonesia mulai menemui titik kemajuan, tak terkecuali untuk bidang trans-portasi laut yaitu perkapalan. Oleh sebab itu, saat ini banyak kajian-kajian yang dilakukan di dunia perkapalan. Pengem-bangan yang dikaji, dilakukan pada banyak bidang di kapal. Antara lain adalah pada teknologi penggerak, sistem-sistem, dan maneuvering kapal. Pada tugas akhir kali ini akan dibuat suatu kajian mengenai perancangan propulsor non konvensional jenis controllable pitch propeller (CPP) untuk diterapkan pada kapal di Indonesia. Perancangan dilakukan dengan fokus utama yaitu pada design dari screw blade propeller untuk diterapkan pada CPP. Selama ini CPP yang digunakan di Indonesia adalah impor. Sehingga timbul inisiatif untuk mengembangkan produk CPP dalam negeri. Tipe baling-baling yang akan digunakan pada CPP adalah Wageningen B-Screw Series. Pada perencanaan, didapat range pitch CPP pada nilai P/D 0,5 sampai P/D 0,872 dimana P/D 0,872 adalah yang paling optimum dengan matching point paling bagus. Pada P/D 0,872, kapal bisa berjalan pada kecepatan maksi-mumnya dengan BHPscr mesin. Kemudian akan didapat diagram karakteristik dari CPP dengan baling-baling yang dipilih. Dari perencanaan flens CPP blade, didapat flens dengan modulus 3692640 mm3 dan kemudian dibuat design blade CPP tersebut.