cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Penerapan Value Engineering pada Pembangunan Proyek Universitas Katolik Widya Mandala Pakuwon City - Surabaya Ananda Yogi Wicaksono; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1053

Abstract

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta besar di Surabaya, secara mandiri tergerak untuk mendirikan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran yang dibangun di kawasan Pakuwon City guna menanggulangi kurangnya tenaga medis di Indonesia. Adapun proyek dengan biaya pengerjaan total sebesar Rp 71.170.000.000,00 dengan luas bangunan 37.000 m2 memiliki harga per m2 sebesar Rp 1,923,513.51. Dengan membandingkan pada gedung dengan fungsi sejenis yaitu gedung Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma yang bernilai Rp 12,397,551,715.00 dengan luas bangunan 6800 m2 sehingga mempunyai harga per m2 sebesar Rp 1,823,169.37 maka harga per m2 gedung Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala lebih tinggi daripada gedung Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma. Dengan demikian terdapat potensi untuk dilakukan efisiensi biaya pada proyek tersebut. Metode value engineering digunakan dalam proyek ini karena merupakan metode yang mampu melakukan penghematan biaya tanpa mengurangi nilai fungsi yang ada. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap seperti tahap pengumpulan data yang kemudian dilanjutkan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan, dan tahap pelaporan yang berisi rekomendasi-rekomendasi. Dari hasil penerapan value engineering dapat di jelaskan bahwa terdapat dua item pekerjaan berbiaya tinggi yaitu item pekerjaan enclosing walls/dinding dan item pekerjaan finish to ceiling/plafon. Adapun penghematan yang dapat dilakukan dari hasil value engineering dalam proyek ini adalah sebagai berikut: pekerjaan enclosing walls/dinging sebesar Rp 159,138,100.00 atau 1,11% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih sedangkan untuk pekerjaan plafon adalah sebesar Rp 2,104,255,876,62 atau 14,68% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih. Sehingga total penghematan yang didapat dalam proyek ini adalah sebesar Rp 2,263,393,976.87 atau 15,79% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih.  
Analisa Perbandingan Biaya Kebutuhan Dan Penggunaan Energi Hotel Yusro Jombang Ryan Pramuditya; Yusroniya Eka Putri; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.965 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1055

Abstract

Hotel Yusro, merupakan hotel berbintang 3 (tiga) pertama di Kota Jombang dengan fasilitas yang lengkap. Sebagai hotel berbintang tiga yang baik, haruslah memenuhi persyaratan kriteria hotel yang baik sesuai dengan KEPMEN No KM.03/HK 001/MKP.02 [1] salah satunya yaitu memiliki sistem kelistrikan yang memadai dengan pengunaan daya yang tidak boros, yaitu yang konsumsi listriknya sesuai dengan kebutuhan energinya. Seiring dengan tarif listrik yang terus meningkat tiap tahunnya, penggunaan konsumsi listrik pada hotel dapat menyebabkan biaya operasional hotel yang meningkat pula. Menurut Shiming & Burnett, 2002, konsumsi energi untuk penerangan, sistem pengaturan suhu (penghawaan), dan sistem pemanas air umumnya mencapai 70% dari total penggunaan energi pada bangunan hotel. Kesimpulannya konsumsi energi terbesar terletak pada sistem kelistrikan hotel. Analisa energi yang akan dilakukan adalah analisa terhadap sistem kelistrikan yang meliputi sistem penghawaan, pencahayaan, dan transportasi vertikal gedung. Metode yang digunakan yaitu menghitung kebutuhan energi kelistrikan pada hotel lalu dibandingkan dengan hasil observasi konsumsi energi listrik di lapangan. Dari hasil analisa data diketahui bahwa hasil perbandingan biaya untuk sistem penghawaan hotel adalah perhitungan sesuai kondisi lapangan lebih hemat 17,67% dibandingkan perhitungan teoritis; untuk sistem transportasi vertikal hotel adalah 0%;  untuk sistem pencahayaan hotel adalah perhitungan teoritis lebih hemat 23,72% dibandingkan perhitungansesuai kondisi lapangan.
Analisa Perbandingan Penggunaan Bekisting Semi Konvensional Dengan Bekisting Sistem Table Form Pada Konstruksi Gedung Bertingkat Yevi Novi Dwi Saraswati; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.234 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1068

Abstract

Pekerjaan bekisting memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal proporsi biaya pekerjaan beton. Produktifitas dan siklus dari pekerjaan bekisting juga mempengaruhi waktu pekerjaan beton. Oleh karena itu, dalam merencanakan pekerjaan bekisting  harus ditentukan jenis bekisting yang terbaik dan sesuai dengan kondisi proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan penggunaan bekisting semi konvensional dengan bekisting table form system untuk low rise building dan high rise building. Masing-masing bekisting untuk kedua tipe gedung dihitung waktu pelaksanaan dan biaya pelaksanaan untuk low rise building dan high rise building. Dari hasil perhitungan akan dilakukan analisa perbandingan dengan menggunakan metode matriks evaluasi untuk menentukan bekisting mana yang lebih baik untuk low rise building dan high rise building berdasarkan kriteria biaya dan waktu pelaksanaan. Digunakan 5 ( lima ) skenario perbandingan antara biaya dan waktu yaitu 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, 60%:40%, 60%:40% dan 70%:30%. Gedung Sekolah Anak Panah digunakan sebagai contoh kasus low rise building. Hotel Ibis digunakan sebagai contoh kasus high rise building. Dari analisa perbandingan pada gedung Sekolah Anak Panah didapatkan bekisting yang terbaik untuk skenario 1, 2 dan 3 adalah bekisting semi konvensional, dan skenario 4 dan 5 adalah bekisting sistem table form. Dari analisa pada gedung Hotel Ibis didapatkan bekisting yang terbaik untuk skenario 1 dan 2 adalah bekisting semi konvensional, skenario 3 adalah keduanya, dan skenario 4 dan 5 adalah bekisting sistem table form.
Optimasi (Equal) Site Layout Menggunakan Multi-Objectives Function Pada Proyek A Dwiky Pranarka; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1070

Abstract

Pada setiap proyek konstruksi,selalu menggunakan site facilities untuk menunjang kinerja dalam proyek. Jenis site facilities ini tidaklah sama pada setiap proyek karena masing – masing proyek memiliki karakteristik,metode,dan lahan yang berbeda. Tata letak site facilities tersebut harus di atur karena memiliki dampak terhadap waktu dan biaya pengerjaan proyek. Pada penelitian sebelumnya,untuk mengoptimasi site layout digunakan single objective function dan jarak perjalanan hanya diukur secara horizontal. Berbeda dengan penelitian ini yang menggunakan multi-objectives function yaitu Traveling Distance dan Safety Index dan jarak perjalanan yang diukur secara vertikal dan horizontal. Untuk mendapatkan site layout yang optimal,maka langkah yang dilakukan yaitu meminimalkan traveling distance dan safety index. Dari 6 skenario maka didapat hasil traveling distance paling minimum yaitu pada skenario 6 dengan nilai sebesar 119.754,9  atau mengalami penurunan nilai sebesar 9,91% bila dibandingkan dengan kondisi awal. Sedangkan nilai safety index paling minimum yakni pada skenario 4 dengan nilai Sebesar 3.149,84 atau mengalami penurunan sebesar 5,96% bila dibandingkan dengan kondisi awal
Analisa Nilai Pasar Hotel Inna Simpang Surios Ramisda; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1080

Abstract

Hotel Inna Simpang adalah salah satu hotel milik PT Hotel Indonesia Natour yang dipertimbangkan sebagai salah satu aset yang digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh dana untuk merenovasi hotel-hotel PT Hotel Indonesia Natour di Bali. Untuk menjadi jaminan, maka diperlukan suatu nilai pasar Hotel Inna Simpang. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui nilai pasar Hotel Inna Simpang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya Digunakan pendekatan biaya karena Hotel Inna Simpang adalah suatu properti yang memiliki nilai tanah dan nilai banguna,sedangkan digunakanya pendekatan pendapatan adalah karena hotel Inna Simpang adalah sebuah properti yang menghasilkan pendapatan. Dari hasil analisa perhitungan nilai pasar, Hotel Inna Simpang memiliki nilai sebesar Rp122.073.131.789 (Seratus dua puluh dua milyar tujuh puluh tiga juta seratus tiga puluh saturibu tjuh ratus delapan puluh sembilan rupiah) ,dimana hasil analisa nilai pasar dengan metode pendekatan biaya adalah Rp 177.550.907.600 (Seratus tujuh puluh tujuh milyar lima ratus lima puluh juta Sembilan ratus tujuh ribu enam ratus rupiah) ,nilai pasar dari pendekatan pendapatan dengan metode kapitalisasi pendapatan Rp 36.326.880.631,- (Tiga puluh enam milyar tiga ratus dua puluh enam delapan ratus delapan puluh ribu enam ratus tiga puluh satu rupiah),sedangkan nilai pasar dengan metode discounted cashflow Rp 43.073.131.789  (Empat puluh tiga milyar tujuh puluh tiga juta seratus tiga puluh satu ribu tujuh ratus delapan puluh sembilan rupiah.)
Studi Retrofitting Jembatan Komposit Menggunakan Link Slab Akibat Beban Gempa pada Berbagai Kondisi Tanah Oprit Muhammad Farid Nurul Iman; Hidajat Sugihardjo; Ananta Sigit Sidharta
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.355 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1084

Abstract

Timbunan jalan pendekat jembatan (oprit) adalah segmen yang menghubungkan konstruksi perkerasan dengan abutmen, yang harus didesain sehingga aman terhadap kekuatan dan kestabilan abutmen. Akibat beban seismik pada jembatan nirsambungan, kontribusi tanah urugan oprit terhadap respon struktur jembatan mempunyai peran. Pada studi-studi sebelumnya, telah dikaji akibat beban seismik penggunaan link slab sebagai pengganti expansion joint pada jembatan, tanpa memperhitungkan pengaruh tanah oprit. Atas dasar kajian tersebut, pada tulisan ini distudi secara seismik penggunaan link slab pada jembatan komposit sederhana bentang banyak 4x25 meter. Kontribusi tanah oprit didesain sebagai pegas aktif dan pasif pada abutmen yang memiliki nilai kekakuan bervariasi berdasarkan jenis tanahnya. Analisis seismik yang digunakan adalah Metode Statik Ekivalen, Analisis Respon Spektrum dan Analisis Riwayat Waktu dengan 5 rekaman gempa dengan kandungan frekuensi yang berbeda, yang PGA nya diskalakan ke zona gempa [1]. Dalam studi ini Retrofitting dilakukan dengan 2 alternatif, yaitu yang pertama semua expansion joint diganti dengan link slab, hanya menyisakan satu expansion joint di tengah jembatan dan yang kedua semua expansion joint diganti dengan link slab. Hasil studi menunjukkan bahwa kekakuan tanah pada oprit berkontribusi cukup signifikan terhadap respon struktur jembatan. Terjadi pertambahan gaya horisontal pada abutmen yang mencapai 25%. Pada pilar terjadi pengurangan gaya yang mencapai 27%. Dilain fihak tegangan tarik yang terjadi pada penulangan link slab maksimum 19,89%fy, sehingga masih aman terhadap beban gempa rencana dan retak yang terjadi pada link slab masih memenuhi syarat. Yaitu sebesar 50%fy.
Perencanaan Embung Gunung Rancak 2, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang Dika Aristia Prabowo; Edijatno Edijatno
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.78 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1096

Abstract

Embung Gunung Rancak 2 terletak di Sungai Umbaran Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang. Pembangunan Embung Gunung Rancak 2 dengan daerah aliran sungai (DAS) seluas 0,3871 km2 ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk penduduk Desa Gunung Rancak. Dalam suatu perencanaan embung diperlukan pertimbangan dan perhitungan – perhitungan sehingga didapatkan suatu hasil yang efisien dan paling ekonomis. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan air baku yang sesuai dengan proyeksi pertumbuhan masyarakat, volume curah hujan yang dapat memenuhi embung, dan kondisi topografi pada lokasi. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh bangunan embung yang efisien untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kondisi di lapangan. Hasil perencanaan pada tugas akhir ini adalah debit banjir rencana yang digunakan dengan periode ulang 100 tahun adalah sebesar 9,55 m3/dt dan tinggi muka air di atas pelimpah saat kondisi banjir adalah 0,681 m. Elevasi puncak spillway yang digunakan +106,18 m. Spillway direncanakan dengan tipe Ogee lengkap dengan bangunan pelengkapnya. Bangunan spillway beserta bangunan pelengkapnya sudah dianalisa stabilitasnya meliputi : kontrol guling, kontrol geser, kontrol daya dukung tanah, dan kontrol daya dukung bangunan peredam energi. Dengan hasil  bangunan yang direncanakan masih tergolong aman.
Pengaruh Tingkat Hunian Pada Keputusan Investasi Proyek Hotel Santika Gubeng Surabaya Agin Abduh Khaer; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1235

Abstract

Meningkatnya  jumlah pembangunan hotel di Surabaya menyebabkan kekhawatiran terhadap tingkat hunian kamar hotel (okupansi) yang ada bias berkurang secara drastis. Untuk itu diperlukan sebuah analisa investasi mengenai tingkat okupansi agar bias diketahui perubahan tingkat okupansi hotel yang terjadi sehingga diketahui kelayakannya. Hotel SantikaGubeng yang berada di Jalan Raya Gubeng yang mempunyai luas bangunan 14.0002 nantinya akan menjadi sebuah parameter dalam pengkajian perubahan tingkat okupansi hotel di Surabaya dan juga dianalisa dari segi pasar dan finansialnya sehingga bias dikatakan layak dari segi pasar dan layak dari segi finansial. Hasil dari penelitian ini adalah metode peramalan yang terbaik dan juga diketahui rata-rata okupansi selama masa investasi sebesar 42% dengan NPV sebesar Rp.47.748.182.982 dan IRR 16% dan dikatakan layak untuk dibangun. Sedangkan dari analisa tingkat okupansi diketahui bahwa sampai NPV mendekati =0, okupansi yang terjadi sekitar.
Studi Respon Seismik Jembatan Balok Komposit Sederhana yang Diretrofit dengan Link Slab Ditinjau dari Wilayah Zona Gempa Mohamad Bagus Ansori; Hidajat Sugihardjo; Ananta Sigit Sidharta
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.83 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1236

Abstract

Umumnya struktur jembatan komposit  di Indonesia menggunakan expansion joint. Dengan sistim tersebut, timbul gap antar lantai kendaraan dan antara lantai kendaraan dan pangkal jembatan, yang bisa menyebabkan ketidak nyamanan bagi pengendara.. Untuk mengatasi masalah tersebut gap antar lantai kendaraan jembatan komposit dihubungkan dengan link slab. Tugas akhir ini membahas penggunaan link slab bentang 25 m pada 6 wilayah gempa . Hasil permodelan dengan program bantu untuk analisa struktur menunjukkan bahwa penggunaan link slab sangat mengurangi displesemen jembatan arah longitudinal. Tegangan tarik yang terjadi pada penulangan link slab, yang sebelumnya sudah didisain dengan beban-beban nonseismik, masih sangat aman terhadap beban gempa rencana (maksimum 15,21% tegangan leleh) dan retak yang terjadi pada link slab masih di bawah yang disyaratkan. Kekakuan tanah pada oprit berkontribusi cukup signifikan terhadap respon struktur jembatan. Hal yang perlu mendapat perhatian pada retrofitting jembatan dengan menggunakan link slab adalah timbulnya gaya tambahan horisontal sampai 59,81% pada abutmen, meskipun di lain sisi ada pengurangan gaya pada pilar sebesar 61,32%.
Studi Respon Seismik Jembatan Balok Komposit Sederhana Yang Diretrofit Dengan Link Slab Ditinjau Dari Bentang Jembatan Dan Kekakuan Bangunan Bawah Aditya Nugroho Raharjo; Hidajat Sugihardjo; Ananta Sigit Sidharta
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.164 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1237

Abstract

Jembatan komposit sederhana dengan bentang banyak yang dihubungkan dengan link slab (jembatan nirsambung) merupakan jembatan semi integral. Dengan adanya link slab mengakibatkan jembatan lebih kaku dan tidak daktail. Pada studi terdahulu jembatan komposit sederhana dengan menggunakan link slab mendapatkan dimensi balok dan dimensi link slab untuk bentang 12m sampai 30m menggunakan pembebanan non seismik. Pada studi ini telah dilakukan perencanaan bangunan bawah untuk bentang 12m sampai 30m dengan pembebanan seismik. Dimensi bangunan bawah setiap bentang berbeda sehingga kekakuan struktur bangunan bawah juga berbeda. Hasil studi menunjukkan bahwa kekakuan tanah pada oprit berkontribusi cukup signifikan terhadap respon struktur jembatan. Untuk jembatan komposit dengan konstruksi link slab yang ditinjau dari bentang jembatan dan kekakuan struktur bawah adalah didapatkan pengaruh panjang bentang dan bangunan bawah terhadap konstruksi link slab, kemampuan link slab dari studi terdahulu masih mampu jika terjadi beban seismik