Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
313 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2012)"
:
313 Documents
clear
Hubungan Kehalusan, Strength Activity Index, Berat Jenis Fly Ash dengan Kuat Tekan Mortar Menggunakan Artificial Neural Network
Nikmatus Solikha;
Pujo Aji;
Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.518 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1238
Kehalusan, strength activity index dan berat jenis fly ash mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil kuat tekan mortar. Perlu dilakukan penelitian untuk mencari pengaruh sifat-sifat tersebut dengan mengetahui hubungan antara sifat fisik fly ash dengan kuat tekan mortar. Artificial Neural Network (ANN) merupakan suatu model komputasi yang bekerja seperti sel saraf biologis pada otak manusia, dipakai untuk mencari hubungan tersebut melalui proses pembelajaran Back-Propagation. Langkah-langkah penelitian meliputi pengumpulan data, pemodelan, dan pengujian pemodelan yang sudah dibuat. Kehalusan, berat jenis dan strength activity index dipakai sebagai input dan kuat tekan mortar umur 28 hari sebagai target output dalam pemodelan. Pengujian dilakukan untuk mencari performa ANN yang paling optimal pada proses pelatihan dengan nilai Mean Square Error (MSE) validation terkecil. Dari penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa ANN dapat digunakan untuk membentuk hubungan antara kehalusan, strength activity index dan berat jenis fly ash dengan hasil kuat tekan mortar dengan kesalahan antara 0%-0.054%. Pada pengujian parameter pelatihan, didapatkan bahwa performa yang optimal dihasilkan dengan 1 hidden layer dengan 3 node dengan prosentase data 70% training, 15% testing, dan 15% validation dan MSE rata-rata 5.57x10-5.
Penilaian Kriteria Green Building pada Gedung Teknik Sipil ITS
Aristia A. Putri;
M. Arif Rohman;
Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.46 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1349
Green building merupakan suatu konsep bangunan ramah lingkungan yang sudah menjadi perhatian khusus di berbagai negara dan mulai diterapkan di Indonesia. Konsep Green Building merupakan salah satu upaya penghematan energi yang dapat diterapkan pada suatu gedung. Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan untuk mengukur rating/sertifikasi sebagai tolak ukur sudah sejauh mana tingkat green building gedung-gedung di ITS, dengan cara melakukan pengukuran langsung, yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan kriteria standar nasional (Greenship-GBCI). Namun penelitian hanya dilakukan pada beberapa kriteria green building. Hasil dari penelitian ini berupa pengukuran kriteria green building sesuai standar Greenship dan penilaian rating sertifikasi green building pada Gedung Teknik Sipil ITS yang kemudian akan menjadi tolak ukur tersendiri untuk kedepan nya. Dalam hasil penelitian terlihat bahwa Gedung Teknik Sipil ITS sudah memenuhi beberapa standar kriteria green building yang tercantum pada Greenship, namun masih ada juga kriteria-kriteria green building yang belum diterapkan ataupun terpenuhi. Konsep Green Building inipun sebaiknya dilakukan sejak awal perencanaan, namun hal ini tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kualitas green building pada Gedung Teknik Sipil ITS ke depannya
Blending Agregat Menggunakan Algoritma Genetika
Yeni Rochsianawati;
Pujo Aji;
Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.88 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1350
Blending agregat merupakan proses untuk menentukan proporsi yang tepat dari agregat yang kemudian dicampur sehingga dapat ditemukan gradasi atau susunan besar butir agregat yang sesuai dengan spesifikasi batasan yang ada. Blending agregat dapat diselesaikan menggunakan beberapa metode, diantaranya metode coba-coba, metode grafis dan metode optimasi. Di Indonesia, penyelesaian blending agregat masih dikerjakan secara manual (metode coba-coba dan metode grafis). Dengan menggunakan metode tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasil dari proses blending agregatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat dibuat sebuah program yang bisa menjalankan proses blending agregat dengan cepat, baik itu untuk agregat halus maupun agregat kasar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan algoritma genetika. Algoritma Genetika merupakan metode optimasi yang dikembangkan berdasarkan pada teori evolusi biologi. Pada penelitian ini, syarat batasan gradasi agregat yang dipakai untuk blending diambil dari ASTM C33-03. Hasil dari program ini berupa nilai proporsi dari tiap agregat yang diblending. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa hasil proporsi agregat yang dihasilkan dari program ini dapat menghasilkan gradasi agregat yang memenuhi atau paling mendekati syarat batasan gradasi ASTM C33-03. Program blending agregat ini dapat digunakan untuk blending n agregat sekaligus, dimana n merupakan jumlah jenis agregat dan hasil dari programnya dapat diketahui dengan cepat karena untuk sekali proses running hanya dibutuhkan waktu < 10 detik saja.
Analisa Pembeayaan Kerjasama Pemerintah dan Swasta pada Proyek Sidoarjo Town Square
Karmila Sari;
Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.358 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1353
Sidoarjo Town Square merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang dibangun atas kerjasama swasta dan pemerintah. swasta sebagai investor dan pemerintah sebagai pemilik lahan. Proyek ini direncanakan memiliki masa investasi 15 tahun dengan sistem kompensasi akhir, dimana bangunan akan menjadi milik pemerintah setelah masa investasi berakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntu-ngan antara swasta dan pemerintah selama masa investasi serta perbandingan tingkat keuntungan antara kedua pihak. Untuk mengetahui tingkat keuntungan tersebut dipergunakan perhitu-ngan analisa aliran kas dengan parameter analisa pembeayaan yaitu NPV dan PI. Kemudian dilanjutkan analisa sensitivitas dengan mengubah masa investasi. Hasil analisa menyatakan bahwa selama masa investasi 15 tahun, pihak investor swasta memperoleh nilai NPV sebesar Rp.268.814.353.863,4660 dan PI sebesar 3,07924, serta pemerintah memperoleh NPV sebesar Rp.40.706.614.423,5039 dan PI sebesar 1,82040 dengan selisih tingkat keuntungan 1,25883. Dan berdasarkan analisa sensiti-vitas, pihak investor swasta dan pemerintah akan memperoleh tingkat keuntungan yang sepadan apabila investasi dilakukan dalam jangka waktu 12 tahun. Dimana pihak investor swasta memperoleh nilai NPV sebesar Rp.229.847.049.929,9610 dan PI sebesar 2,77783, sedangkan pemerintah memperoleh NPV Rp.92.514.923.059,3680 dan PI sebesar 2,86455 dengan selisih tingkat keuntungan 0,08672.
ANALISA HIGHEST AND BEST USE (HBU) LAHAN “X” UNTUK PROPERTI
Miftahul Mubayyinah;
Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.939 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1448
Pertumbuhan penduduk Surabaya yang pesat menyebabkan kebutuhan lahan meningkat. Namun hal tersebut tidak seiring dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Untuk meningkatkan efisiensi pada keterbatasan tersebut perlu untuk dilakukan optimalisasi. Optimalisasi tersebut berupa penggunaan lahan dengan mendirikan sebuah properti yang dapat memberikan keuntungan sehingga nilai pasar dari suatu lahan menjadi tinggi. Lahan “X” yang berlokasi di Jalan Raya Dr. Sutomo no. 79-81 mempunyai luas 820 m2 dan berada di area yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi alternatif properti komersial seperti apartemen, hotel, perkantoran, dan pertokoan. Penentuan nilai lahan “X” bergantung pada penggunaan lahan, untuk itu perlu dilakukan analisa Highest and Best Use (HBU), yaitu secara fisik dimungkinkan, secara hukum diijinkan, layak secara finansial, dan memiliki produktivitas maksimum. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah alternatif hotel sebagai penggunaan lahan terbaik yang memiliki nilai lahan tertinggi yaitu sebesar Rp 13.148.307/m2.
Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan Tambang Marmer di Kabupaten Tulungagung dengan Pendekatan Willingness to pay dan Fuzzy MCDM
Ahmad H Mubarok;
Udisubakti Ciptomulyono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.476 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1774
Keberadaan aktivitas pertambangan dan pengolahan marmer di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Campurdarat Tulungagung menimbulkan berbagai dampak baik di bidang transportasi, penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan dan dampak dalam bidang sosial ekonomi kemasyarakatan. Penelitian ini mengukur nilai dari WTP masyarakat di kawasan pertambangan dan pengolahan marmer terhadap dampak sosial ekonomi yang diakibatkan dengan menggunakan pendekatan metode valuasi ekonomi nilai pengganti. Berdasarkan data primer dan data sekunder hasil survey diperoleh formulasi persamaan model WTP. Model WTP tersebut sebagai fungsi dari faktor tingkat pendidikan dan lokasi rumah penduduk. Data primer dan data sekunder diolah dengan menggunakan metode Fuzzy MCDM dan analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai WTP masyarakat terhadapa dampak lingkungan sosial ekonomi adalah sebesar Rp 14.722,00/bulan
Perancangan dan Implementasi Kontroler Optimal State Feedback untuk Waypoints Tracking pada Fixed-Wing UAV (Unmanned Aerial Vehicle)
Nurdien, Adryan;
Astrowulan, Katjuk;
Abdul Kadier, Rusdhianto Effendie
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.178
UAV adalah kendaraan udara tanpa awak yang memiliki suplai tenaga sendiri. Pada umumnya pilot harus mengendalikan pesawat sepanjang waktu agar pesawat tidak hilang kendali. Oleh sebab itu dirancang suatu sistem navigasi agar UAV mampu terbang sendiri tanpa adanya kendali langsung dari pilot, sehingga beban kerja pilot dapat dikurangi.Dengan menggunakan IMU (Inertial Measurement Unit), modul GPS (Global Positioning System), dan mikrokontroler ArduPilot Mega maka data posisi dan arah UAV dapat diketahui setiap waktu. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar perhitungan kontroler untuk menggerakkan rudder yang mempengaruhi sudut yaw pada gerak lateral UAV. Metode kontrol LQT (Linear Quadratic Tracking) dirancang untuk mengatur gerak pesawat berdasarkan nilai referensi hasil perhitungan tersebut. Kontroler LQT mampu membuat sistem untuk mengikuti sinyal referensi yang diberikan. Hasil pengujian dan implementasi sistem menunjukkan bahwa pesawat mampu mengikuti titik-titik waypoint yang telah ditentukan dengan baik meskipun terdapat gangguan berupa hembusan angin.
Model Pengembangan Wilayah Untuk Pembangunan Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Selatan Jawa Timur
Wahyu Putra Gantara;
Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.897 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.376
Pelabuhan merupakan pintu gerbang dalam terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat tercipta apabila didukung oleh beberapa faktor yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia masing – masing daerah. Sumber daya alam dapat berupa sektor poyensial suatu daerah yang dapat dikembangkan sehingga dapat di ekspor ke luar daerah. Untuk mencari sektor yang potensial di tiap daerah Jawa Timur Selatan, maka digunakanlah beberapa metode analisis diantaranya yaitu Location Quotient dan Shift Share. Metode Shift Share memiliki tiga komponen yaitu Differential Shift, Proportional Shift dan Regional Share. Dari hasil perhitungan analisis yaitu LQ dan Shift Share, maka dapat dilihat bahwa Sektor Pertanian, Pertambangan, Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan dan sektor Jasa merupakan sektor potensial. Biaya transportasi distribusi muatan ekspor dari Pelabuhan Tanjung Wangi ke Benoa yang paling minimum adalah Rp 16.350.021 dengan DWT 1050 ton dan biaya angkut per ton sebesar Rp 15.571. Dengan BOR pelabuhan sebesar 85.57%, maka panjang dermaga yang dibutuhkan sebesar 573 meter.
Analisis Penentuan Variabel dari Biaya Kapal Sebagai Acuan Penentuan Subsidi untuk Kapal Perintis :Studi Kasus Maluku
Rio Jagarin Silaban;
Firmanto Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.794 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.377
Subsidi diberikan untuk menjembatani ketidak-seimbangan antara harga atau tarip yang ditetapkan produsen dengan kekuatan daya beli konsumen dikarenakan konsumen tersebut tidak dapat membayar sesuai dengan tarip yang ditetapkan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji formula penentuan subsidi saat ini dan mengeloborasi dengan solusi alternatife. Studi dilakukan dengan menentukan variabel jarak, yang ada di biaya kapal perintis dan dapat dijadikan sebagai acuan penentuan subsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan subsidi saat ini hanya ditentukan oleh variabel Jarak saja dan variabel penentu saat ini belum bisa menghitung besaran subsidi dengan lebih objektif karena ada beberapa variabel penentu lainnya yang bisa dijadikan sebagai acuan penentuan subsidi seperti GT, BHP, ABK dan Umur.
Analisis Penanganan Limbah Minyak Di Kawasan Pelabuhan: Tinjauan Dari Segi Transportasi Laut
Evan Eryanto;
Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.138 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.378
Dalam IMO (International Maritime Organization) yang dimandatkan dalam konvensi MARPOL 73/78, bahwa setiap pelabuhan harus memiliki fasilitas penanganan limbah (Port Reception Facilities) di setiap pelabuhan dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat buangan limbah dari kapal. Sedangkan Indonesia yang telah meratifikasi peraturan MARPOL 73/78 Annex I, tidak sepenuhnya mematuhi peraturan tersebut yaitu membangun fasilitas penanganan limbah. Ketiadaan fasilitas limbah di pelabuhan tersebut dikarenakan tidak ada dukungan secara finansial dari pengelolah pelabuhan. Dalam penelitian ini diberikan solusi penanganan limbah, khususnya limbah minyak dengan konsep transportasi laut. Penanganan tersebut dengan mengangkut limbah minyakmenggunakan kapal pengangkut limbah yaitu tongkang minyak propulsi mandiri (Self Propelled Oil Barge). Dan membangun tangki penampungan di setiap pelabuhan yang akan dilayani, serta membangun fasillitas penanganan limbah di pelabuhan utama/pelabuhan penumpukan akhir limbah minyak. Perencanaan rute operasi kapal menggunakan konsep Travellling Salesman Problem(TSP). Setelah itu, proses optimasi perencanaan tongkang minyak propulsi mandiri ini bertujuan untuk mengetahui ukuran utama tongkang, kecepatan tongkang, dan kecepatan bongkar muat yang optimum (unit biaya terkecil). Dalam proses optimasi dilakukan secara berulang –ulang dengan mengubah collecting time (lama waktu penumpukan) limbah minyak. Sehingga didapatkan collecting time yang memilki unit biaya terkecil.