cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 234 Documents clear
Implementasi Sistem Kontrol Penakar Bubuk Jamu Menggunakan Logika Fuzzy Di Lini Proses Pengemasan Iqbal Sholehudin Ghofur; Slamet Budiprayitno; Lucky Putri Rahayu
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73161

Abstract

Proses penakaran dengan menggunakan cara manual dan menggunakan timbangan analog dengan kapasitas maksimal lebih besar dari produk yang ditimbang tentunya akan sulit untuk menyeragamkannya. Tentunya disetiap penakarannya akan berlebih maupun kurang. Jika dalam penakaran selalu berlebih maka akan berdampak kerugian bagi pengusaha. Maka dibutuhkan suatu sistem kontrol penakaran yang memiliki skala kecil dan dapat mengurangi kelebihan dalam penakaran. Salah satu kontrol yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan kontrol logika fuzzy. Pemilihan logika fuzzy sebagai kontrol pada sistem penakar ini adalah kesederhanaan metodenya dan mudah diterapkan pada banyak hal. Dalam logika fuzzy terdapat tiga tahapan, yaitu fuzzyfikasi, inferensi, dan defuzzyfikasi. Dari hasil defuzzyfikasi nantinya akan digunakan untuk mengendalikan kecepatan screw conveyor sehingga hasil penakaran tidak melebihi dari target. Pengujian dilakukan dengan dua variasi penimbangan yaitu 50 gram dan 100 gram. Hasil penakaran dengan menggunakan logika fuzzy dengan target netto 50 gram menghasilkan penakaran dengan kesalahan rata-rata sebesar 1,17 gram dengan rata-rata waktu proses penakaran 6,3 detik. Sedangkan dengan target netto 100 gram menghasilkan penakaran dengan rata-rata kesalahan sebesar 1,78 gram dengan rata-rata waktu penakaran 7,02 detik.
Implementasi Sistem Kontrol Kadar Ozon Menggunakan Logika Fuzzy dan Monitoring Performa pada Sterilisator Boerhanudin Mohammad; Lucky Putri Rahayu; Dwiky Fajri Syahbana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73683

Abstract

Subsistem kadar ozon pada alat sterilisator belum memiliki fitur untuk kontrol kadar ozon. Karena ozon dengan konsentrasi lebih dari 1 ppm memiliki efek buruk pada kesehatan, oleh karena itu perlu dikendalikan kadar ppmnya agar tidak menimbulkan efek buruk pada kesehatan. Serta belum ada fitur monitoring performa pada sterilisator untuk memantau kinerja alat selama proses sterilisasi berlangsung. Pada subsistem kontrol kadar ozon menggunakan metode fuzzy untuk mengendalikan kadar ozon yang akan masuk ke box sterilisator dengan input error dan delta error kadar ozon serta aktuator berupa motor servo yang dikople dengan valve untuk mengatur derajat buka tutup valve agar dapat mengendalikan jumlah ozon yang akan masuk ke dalam box sterilisator. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah respon peralihan sistem pada konfigurasi close loop dengan FLC jauh lebih lambat dibandingkan dengan open loop. Yang mana pada pengujian open loop untuk mencapai kadar ozon sebesar 3 ppm dibutuhkan delay time (Td) sebesar 6,5 detik, rise time (Tr) sebesar 6,34 detik, peak time (Tp) sebesar 20 detik dan settling time (Ts) sebesar 10,45 detik sedangkan pada pengujian close loop membutuhkan delay time (Td) sebesar 8,05 detik, rise time (Tr) sebesar 10,1 detik, peak time (Tp) sebesar 40,21 detik dan settling time (Ts) sebesar 15,15 detik. Serta fitur monitoring pada sterilisator dapat digunakan untuk memantau kinerja alat, yang mana data ditampilkan berupa nilai angka dan grafik secara realtime dengan delay sekurang-kurangnya membutuhkan waktu 4,35 detik.
Implementasi Logika Fuzzy untuk Kontrol pH dan Salinitas Air Tambak Menik Nurhidayati; Berlian Al Kindhi; Fauzi Imaduddin Adhim
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.74774

Abstract

Salah satu aspek yang diperhatikan dalam budidaya udang yaitu pemeliharaan kualitas air. Manajemen kualitas air merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya untuk meningkatkan produksi udang vannamei. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam manajemen kualitas air pemeliharaan adalah monitoring faktor fisika, kimia, biologi dan pengelolaan berupa pemberian perlakukan jika terjadi penyimpangan nilai optimal parameter. pH dalam suatu perairan dapat dijadikan indikator dari adanya keseimbangan unsur-unsur kimia ketersediaan unsur-unsur kimia dan unsur-unsur hara yang sangat bermanfaat bagi kehidupan vegetasi akuatik. Sistem kontrol pH dan salinitas air dengan memanfaatkan metode logika Fuzzy digunakan untuk menjaga nilai pH dan salinitas pada kisaran angka optimal. Proses perancangan dibuat dalam bentuk prototype. Tempat yang digunakan berupa box container dengan volume 90 liter. Beberapa komponen yang digunakan yaitu sensor pH, sensor salinitas, empat buah pompa, Arduino Uno, relay, dan larutan penstabil pH dan salinitas. Pengujian dilakukan menggunakan prototype tambak melalui box container. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran sensor dengan alat ukur. Didapatkan hasil berupa presentase kesalahan untuk sensor Ph awal sebesar sebesar 9.55%, sedangkan untuk salinitas awal yaitu 22.08%. Sedangkan untuk presentase untuk pengukuran Ph akhir sebesar 10.54% dan salinitas akhir sebesar 12.44%.
Pemilihan Jenis Reaktor pada Proses Mixed Acid Route di Pabrik Pupuk NPK Annisa Ridha Nahara; Aghin Asrofi Mustafa; Daril Ridho Zuchrillah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.75930

Abstract

Seiring bertambahnya populasi negara, demikian pula jumlah kebutuhan pangan di dalam maupun luar negeri. Pertanian menjadi sektor yang sangat penting bagi negara agraris dalam menyediakan bahan pangan. Pertanian sangat erat hubungannya dengan media tanam. Media tanam yang optimal akan membantu tanaman dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu menghasilkan jumlah banyak. Beberapa hal yang dibutuhkan oleh media tanam agar optimal adalah perairan yang lancar, penyiangan, dan pemupukan. Pupuk mengambil peran penting sebagai penyedia unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, kalium, kalsium, magnesium, dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan tanaman agar tumbuh subur. Unsur N, P, dan K dapat didapatkan dari pupuk NPK. Pupuk NPK berbahan dasar NH3, H2SO4, dan H3PO4 serta bahan padat lain seperti KCl, Urea, ZA, MAP, dan DAP. Senyawa NH3, H2SO4, dan H3PO4 berbahan cair akan diolah terlebih dahulu dengan cara merekasikan ketiga senyawa tersebut dalam sebuah alat bernama reaktor pre-neutralizer. Suhu ammonia masuk sebesar 5°C, asam sulfat dan asam fosfat sebesar 30°C, sedangkan suhu slurry ZA dan MAP sebesar 120°C. Reaksi netralisasi Asam Sulfat menghasilkan slurry ZA dengan mole ratio N/S 1,8. Reaksi netralisasi selanjutnya yaitu asam fosfat menghasilkan slurry MAP dengan mole ratio N/P 0,9 dengan tujuan agar slurry tidak membubur karena semakin tinggi N/P maka slurry akan mengental/membubur sehingga menghambat pemompaan slurry ke granulator. Serta pH di jaga 2-3,5 agar tidak mudah kering. Kedua reaksi netralisasi tersebut berlangsung secara simultan. Maka dari itu diperlukan reaktor dalam keadaan steady state. Berdasarkan tinjauan kinetika didapatkan reaktor CSTR yang lebih sesuai untuk digunakan dalam proses reaksi netralisasi bila dibandingkan dengan reaktor plug flow.