cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 72 Documents clear
Penilaian Kesesuaian Fungsi Ekologi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Inti Kraton Yogyakarta Safira Salsabila; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.93794

Abstract

Keberadaan vegetasi pada ruang terbuka hijau di daerah perkotaan memiliki manfaat dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan kualitas udara. Seiring berkembangnya Kota Yogyakarta, terjadi perubahan pada vegetasi yang ada pada ruang terbuka hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kecenderungan fungsi ekologi pada Kawasan Inti Kraton Yogyakarta. Untuk mengetahui kriteria penilaian dilakukan penyebaran kuesioner Delphi, sedangkan penilaian tersebut dilakukan melalui pendekatan in depth interview menggunakan metode Content Analysis untuk melihat kecenderungan fungsi terkait kesesuaiannya pada setiap RTH di Kawasan Inti Kraton Yogyakarta yang terbagi menjadi tiga zona yaitu RTH pada Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan, dan Komplek Kraton Inti. Penelitian ini menghasilkan 5 kriteria penilaian fungsi ekologi yaitu pengatur suhu/peneduh, penyerap polutan gas, penahan angin, kontrol kelembaban udara, dan penjerap partikel. Penelitian ini juga menghasilkan penilaian berupa kecenderungan fungsi setiap lokasi yang dinilai berdasarkan kriteria-kriteria tadi, dimana pada ketiga zona sudah memiliki kecenderungan fungsi ekologi yang cukup sesuai, kecuali pada pengatur suhu/peneduh pada ruang tengah Alun-alun Utara maupun Selatan yang kurang sesuai dan penyerap polutan gas pada Komplek Kraton Inti yang tidak signifikan karena tidak terdapat sumber polutan pada area tersebut.
Kriteria Lokasi Apartemen di Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Generasi Milenial Ayuningtyas Hema Pinasthika; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.98694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria lokasi apartemen di Kota Surabaya berdasarkan preferensi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis, yang pertama menggunakan analisis delphi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi variabel penelitian, Selanjutnya dilakukan menggunakan Teknik analisis pembobotan (skala likert) yang bertujuan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa, generasi milenial di Kota Surabaya memberikan nilai sangat berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen, yaitu; ketersediaan jaringan jalan, keamanan, jaringan telekomunikasi atau internet, jaringan air bersih, parkir yang luas, fasilitas Kesehatan, bebas polusi, harga apartemen, maintenance building, olahraga, service charge, estetika apartemen. Sedangkan kriteria dekat pusat perbelanjaan dan ruang terbuka hijau mendapatkan berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen. Selain itu, kriteria kolam renang hanya mendapatkan nilai cukup berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen.
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) pada Pembangunan Proyek Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur Rycko Agusvian Iswanto; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102383

Abstract

Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur merupakan gedung kantor empat lantai yang terletak pada Jalan Jemur Andayani No. 1 Surabaya. Luas area gedung sebesar 5.168 m2. Pekerjaan tahap satu hanya untuk pekerjaan tanah dan struktur saja. Total biaya pembangunan untuk pekerjaan struktur mencapai 11 milyar (Rp 2.300.000,00 per m2). Dari hasil analisis di tahap informasi, terdapat pekerjaan struktur yang memiliki nilai cost dibandingkan dengan worth lebih dari 2. Dikarenakan alasan tersebut, maka perlu dilakukan penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya tanpa menghilangkan nilai fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah penerapan metode Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai yang digunakan terbagi menjadi 4 (empat) tahapan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Pada tahap informasi dilakukan cost breakdown structure untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki biaya tinggi dan analisis fungsi untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki perbandingan cost dengan worth lebih dari 2. Pada tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif baru untuk pekerjaan berbiaya tinggi tersebut. Pada tahap analisis dilakukan seleksi alternatif-alternatif dengan cara analisis Life Cycle Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) sehingga didapatkan alternatif terbaik. Pada tahap rekomendasi dilakukan perekomendasian dari alternatif terpilih. Hasil analisis Life Cycle Cost (LCC) pada pekerjaan pelat beton diperoleh alternatif dengan biaya terendah adalah alternatif 2 (A2) yaitu pekerjaan pelat half slab dengan total biaya LCC sebesar Rp 2.918.727.925. Hasil dari Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan pertimbangan beberapa kriteria, terpilih desain alternatif terbaik adalah alternatif 2 (A2) juga. Total penghematan biaya LCC yang diperoleh adalah Rp 301.922.959 atau 9% dari biaya LCC awal.
Analisis Sensitivitas Kelayakan Finansial The Bay Apartment Bandar Lampung Robert Aurelio Nathanael; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102551

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Bandar Lampung mengakibatkan semakin tingginya harga lahan hunian sehingga diperlukan adanya efisiensi pemanfaatan lahan berupa hunian bertingkat atau apartemen. Berdasarkan artikel terkait apartemen pertama yang ada di Bandar Lampung (Springhill Condotel), peningkatan jumlah unit yang laku terjual hanya sebesar sepuluh persen dari empat puluh persen menjadi lima puluh persen dari total unit yang ada dalam waktu dua tahun. Hal ini mengindikasikan kurangnya minat masyarakat Lampung akan hunian tingkat, sehingga diduga pembangunan The Bay Apartment sebagai apartemen kedua di Bandar Lampung, tidak akan layak secara finansial. Mengingat hal tersebut, perlu dilakukan analisis untuk memastikan pembangunan apartemen layak secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial The Bay Apartment dan mengetahui sensitivitasnya agar bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi The Bay Apartment. Penelitian ini menganalisis finansial dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Pendapatan yang diperhitung-kan yaitu pendapatan dari penjualan unit apartemen dan sewa hotel. Modal investasi yang digunakan merupakan modal sendiri. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan harga jual apartemen, tarif sewa hotel, tingkat okupansi hotel, dan rencana penjualan unit apartemen. Berdasarkan analisis kelayakan finansial pembangunan The Bay Apartment dengan MARR 6,20% dan masa investasi 10 tahun, diperoleh NPV sebesar Rp34.484.644.825,00, PP selama 2,9 tahun, dan IRR sebesar 8,933%. Berdasarkan ketiga parameter tersebut, The Bay Apartment layak secara finansial. Pembangunan The Bay Apartment dapat menjadi tidak layak apabila harga jual unit apartemen diturunkan minimal sebesar 23,7% dari harga saat ini atau tarif sewa hotel diturunkan minimal sebesar 47,4% dari tarif saat ini. Batas kelayakan investasi The Bay Apartment terhadap tingkat okupansi hotel adalah 45% dari tingkat okupansi yang diharapkan, sedangkan batas kelayakan terhadap penjualan unit apartemen adalah penurunan 22,6% dari penjualan yang direncanakan.
Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Skoring dan Pembobotan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo) Vera Ramandany; Teguh Hariyanto; Nurwatik Nurwatik
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.105728

Abstract

disebabkan oleh beberapa faktor alam. Faktor alam yang dimaksud adalah curah hujan yang tinggi, kelerengan tanah yang lebih rendah dari permukaan air laut maupun dikarenakan tanggul ataupun aliran sungai yang tidak dapat menahan debit air hujan yang terlalu tinggi. Rendahnya akan kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan juga dapat dijadikan salah satu pemicu terjadinya banjir. Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo tepatnya pada Minggu, 17 Januari 2021 membuat dua kecamatan terendam yakni Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Porong. Dengan adanya bencana banjir tersebut maka diperlukan analisis lebih lanjut terkait penyebab terjadinya banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis terkait daerah rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode skoring dan pembobotan berbasis sistem informasi geografis. Pembuatan peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan enam parameter yaitu, ketinggian lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, kerapatan aliran sungai dan tutupan lahan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi menjadi tiga kelas kerawanan, yaitu kelas kerawanan dengan potensi rendah, sedang dan tinggi. Untuk wilayah kerawanan yang berpotensi rendah terhadap banjir memiliki luas 1100,84 Ha (1,71%), kerawanan banjir dengan potensi sedang dengan luas 58143,33 Ha (90,52%), dan kearawanan banjir dengan potensi tinggi memiliki luas 4987,06 Ha (7,76%) dari total luas wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dari 18 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Jabon memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi dengan luas area sebesar 4000,168 Ha. Sedangkan untuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan rendah berada pada Kecamatan Tanggulangin dengan luas area sebesar 2,147 Ha.
Pemodelan dan Visualisasi Genangan Banjir Menggunakan Data DTM LiDAR (Studi Kasus: Kota Batu, Jawa Timur) Ghozy Shalahuddin Kholiq; Husnul Hidayat; Nurwatik Nurwatik
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.105847

Abstract

Pemanfaatan DTM LiDAR telah banyak digunakan terkait berbagai penerapan dalam simulasi genangan banjir dari luapan air sungai. Simulasi genangan banjir ini perlu dilakukan sebagai langkah alternatif dalam sistem pengendalian banjir dan persiapan mitigasi bencana banjir untuk mengetahui perkiraan area yang kemungkinan dapat terkena dampak banjir. Banjir yang disimulasikan merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS, serta melakukan visualisasi daerah genangan banjir serta area terdampak banjir menggunakan pendekan sistem informasi geografis (SIG). SIG juga digunakan untuk mempersiapkan beberapa data spasial yang digunakan untuk pemodelan banjir, seperti data geometri sungai, deliniasi daerah aliran sungai tutupan lahan serta jenis tanah selain itu untuk keperluan analisis spasial lainnya. Data hidrologis didapat dari pengolahan curah hujan harian pada stasiun hujan. Analisis hidfrograf dilakukan dengan menggunakan model SCS CN pada perangkat lunak HEC-HMS untuk memperkirakan debit aliran dan debit puncak yang terjadi disepanjang sungai. Luas DAS, curve number, nilai Impervious, Initial Abstraction, dan time lag merupakan parameter yang berpengaruh terhadap analisis hidrograf. Dari hasil analisa hidrograf tersebut menghasilkan debit puncak dari model adalah 119,992 m2/s. Sedangkan dari analisa hidraulika menggunakan HEC-RAS menghasilkan luasan genangan 364.288 m2 yang menggenangi tiga desa yaitu Desa Bulukerto, Bumiaji dan Sidomulyo. Untuk kedalaman dari area tergenang berkisar antara 0,0009-15,189 m dengan rata-rata kedalaman tersebut adalah 4,534 m.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Laju Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Jombang Siti Thoyyibah; I D A A Warmadewanthi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.106194

Abstract

Kecamatan Jombang dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Jombang masih memiliki permasalahan dalam sistem pengumpulan sampah rumah tangga. Hal ini salah satunya karena peningkatan timbulan sampah seiring meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk. Belum terdapat data mengenai angka laju timbulan, komposisi dan densitas sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap laju timbulan dan komposisi sampah rumah tangga di Kecamatan Jombang. Pengukuran laju timbulan dan densitas sampah di gerobak dilakukan di dua TPS menggunakan metode load-count analysis. Komposisi sampah dianalisis menggunakan metode pada SNI 19-3964-1994. Laju timbulan sampah rumah tangga kawasan perumahan, perkampungan, dan pesantren masing-masing sebesar 0,64 kg/orang.hari; 0,45 kg/orang.hari; dan 0,24 kg/orang.hari. Pada ketiga jenis kawasan permukiman, komposisi sampah paling banyak adalah sampah dapat dikomposkan. Komposisi selanjutnya didominasi oleh sampah plastik dan sampah kertas. Densitas sampah di gerobak didapatkan nilai sebesar 178,31 kg/m3. Hasil analisis didapatkan laju timbulan dan komposisi sampah dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan perbedaan karakteristik permukiman.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan Terbangun Berbasi Cellular Automata di Perkotaan Ngawi Rizqi Fitriyanto; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111461

Abstract

Perubahan lahan merupakan dampak dari pertambahan kegiatan penduduk yang membuat permintaan akan lahan terbangun meningkat. Perubahan lahan di Perkotaan Ngawi terjadi seringkali terjadi pada lahan pertanian terutama pada lahan sawah yang berubah menjadi lahan terbangun. Hal ini terjadi karena adanya pebangunan infrastruktur, industri dan adanya pertambahan penduduk. Perkotaan Ngawi telah ditetapkan pusat kegiatan lingkungakn (PKL) dengan arahan pengembangan dibidang pertanian, peternakan, industri dan perhubungan. Perkotaan Ngawi juga ditetapkan sebagai pengembangan kawasan strategis kabupaten bidang ekonomi dengan pengembangan kawasan peruntukan industri. Oleh karenanya, analisis untuk memantau tingkat perubahan penggunaan lahan menjadi hal penting bagi para perencana dan penyusun kebijakan agar pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan rencan yang ada. Karena perubahan lahan seringkali terjadi pada lahan sawah baik yang telah ditetapkan dapat berubah maupun tidak dapat berubah. Dalam penelitian ini akan memprediksikan perkembangan penggunaan lahan di Perkotaan Ngawi menggunakan metode cellular automata dengan bantuan landusesim sebagai software permodelan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prediksi perubahan penggunaan lahan terbangun di Perkotaan Ngawi dengan melalui 3 tahapan. Pertama, mengidentifikasi perubahan lahan di Perkotaan Ngawi dengan metode updating peta dan ground check untuk validasi lapangan untuk mengetahui tren perubahan lahan yang terjadi. Kedua, mengidentifikasi faktor-faktor mempengaruhi perubahan lahan dan penentuan nilai bobot dengan ahp (analytical hierarchy process) Ketiga, memprediksikan perubahan penggunaan lahan menggunakan metode cellular automata dengan bantuan software landusesim. Hasil simulasi penggunaan lahan yang telah dilakukan terdapat dua penggunaan lahan yang terkonversi menjadi lahan terbangun yaitu sawah sebesar 167,56 ha dan ladang sebesar 9,28 ha. Selain itu terdapat potensi lahan sawah pada rencana pola ruang terkonversi menjadi lahan terbangun sebesar 69,79 ha.
Penentuan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember Vino Dzaky Nurcahya; Surya Hadi Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111735

Abstract

Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir memiliki daya tarik wisata berupa lahan kebun teh dan keindahan alam sekitar, objek wisata pendukung seperti spot foto, jogging track, tea walk, lapangan tenis, dan kolam renang, didukung fasilitas seperti pujasera dan villa, dan dapat menarik wisatawan lokal. Namun, kawasan agrowisata memiliki permasalahan meliputi pengelolaan potensi wisata belum dikemas secara optimal, kurang didukung sarana prasarana wisata seperti moda transportasi umum menuju lokasi wisata, aksesibilitas kurang memadai seperti kondisi jalan makadam, minimnya program pemberdayaan masyarakat, minimnya keberadaan pusat infomasi wisata, minimnya investasi di sektor pariwisata, lemahnya daya saing produk usaha wisata, rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap potensi pariwisata, kurangnya informasi potensi wisata kepada wisatawan nusantara dan mancanegara, keterbatasan profesionalisme SDM di bidang pariwisata, dan keterbatasan pendidikan kepariwisataan terhadap sumber daya manusia. Sehubungan dengan potensi dan permasalahan di atas, maka disusun penelitian ini yang bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember sebagai input dalam penyusunan arahan pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode analisis delphi untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir. Selanjutnya untuk mengetahui kondisi eksisting, potensi, dan masalah faktor-faktor pengembangan tersebut digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir adalah hamparan kebun/ lahan perkebunan, keindahan alam, budaya petani, produk agrowisata, kesediaan objek wisata lain, sarana umum, penginapan, tempat makan, sistem pengairan, jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, terminal pengangkutan, sumber listrik dan energi, sistem pembuangan kotoran/ air, jalan raya, sistem keamanan, jaringan air bersih, transportasi umum, sistem keamanan penumpang, sistem informasi perjalanan, tenaga kerja, kepastian tarif, peta objek wisata, aksesibilitas, keramahan masyarakat, keramahan petani, kesiapan sumber daya manusia, promosi dan pemasaran, modal, kesesuaian pola ruang, kerjasama, dan konsep tapak dan zonasi.
Strategi Pengembangan Potensi Wisata Koridor Jembatan Surabaya Berdasarkan Preferensi Pengunjung Haycal Rachmandita; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112285

Abstract

Koridor Jembatan Surabaya merupakan salah satu wisata bahari yang terletak di Kota Surabaya yang memiliki banyak daya tarik yang dapat menarik pengunjung untuk datang berwisata, seperti menikmati angin laut, jogging, berfoto serta air mancur menari yang dipertunjukan pada waktu-waktu tertentu. Namun masih terdapat permasalahan terkait penurunan jumlah pengunjung dari tahun 2017-2019 dan belum lengkapnya fasilitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan startegi pengembangan potensi wisata yang ada pada koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap, tahap pertama yaitu mengindentifikasi karakteristik potensi wisata koridor jembatan Surabaya dengan data diperoleh menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara dan di analisa menggunakan deskriptif kualitatif. Tahap kedua yaitu menganalisa tingkat kepentingan dan kinerja potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan persepsi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan IPA. Tahap ketiga yaitu merumuskan startegi pengembangan potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan sasaran 1 dan sasaran 2 dan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan 6 strategi prioritas utama pengembangan menurut pengunjung.