cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 72 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Keaslian Uang Kertas Rupiah Menggunakan Sinar UV dengan Metode Machine Learning Zulfiansyah, Alvin Daffa Kumara; Kusuma, Hendra; Attamimi, Muhammad
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118320

Abstract

Sistem pendeteksi keaslian uang kertas rupiah merupakan metode yang dibutuhkan karena uang merupakan materi penting sehingga sering terjadi tindak kriminalitas. Metode yang sering digunakan adalah image processing untuk scaling dan color conversion, segmentasi untuk mendapatkan pola tertentu, atau dengan memperhatikan ciri fisik uang kertas rupiah, seperti tekstur dan pola terawang. Namun, metode-metode tersebut dapat dikatakan kurang efektif apabila terjadi peningkatan pemalsuan uang kertas rupiah dalam bentuk fisik. Sehingga penulis merancang sistem counting yang menggunakan sinar ultraviolet untuk menampilkan hidden pattern sebagai fitur khusus mendeteksi keaslian uang dengan metode machine learning dan menambahkan sistem counting buatan sendiri dengan fitur rotation invariant untuk melakukan pendeteksian lebih dari satu lembar uang kertas rupiah. Perpaduan image processing dan machine learning pada penelitian ini mampu memberikan hasil pengujian prototipe dengan metode k-NN dan CNN memberikan persentase keberhasilan prediksi sebesar lebih dari 90% dibandingkan dengan SVM, Random Forest, dan Naive Bayes yang kurang dari 85%. Mekanik prototipe ini mampu melakukan pendeteksian kurang dari 4 detik dengan 10 lembar uang kertas yang dideteksi. Dengan meningkatkan metode detection yang lebih expert, seperti deep learning dengan model yang fleksibel jika ingin digunakan dalam pendeteksi mata uang selain rupiah.
Modifikasi Struktur Jembatan Kereta Api Elevated Simpang Joglo dengan Sistem Cabled-Stayed Double Plane Bridge Sianipar, Koresy Kevin Hamonangan; Sugihardjo, Hidajat; Habieb, Ahmad Basshofi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121494

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang permukaannya lebih rendah. Jembatan cable-stayed adalah salah satu jenis jembatan bentang panjang dengan sistem cable suported dengan bentang lebih dari 150 m. Jenis jembatan ini sudah banyak dibangun di berbagai belahan dunia karena terbukti efektif dan efisien untuk bentang jembatan lebih 150 m. Struktur jembatan cable-stayed terdiri atas gelagar utama sebagai dek lantai kendaraan, kabel yang berfungi menyalurkan beban dari gelagar utama menuju pilon, dan pilon sebagai penahan kabel. Perencanaan ini membahas “Modifikasi Struktur Jembatan Kereta Api Elevated Simpang Joglo dengan Sistem Cable-stayed Double Plane Bridge” yang melintasi simpang tujuh Joglo di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Jembatan ini memiliki bentang 271,4 m terbagi dalam 2 bentang dengan lebar 9 m dan jumlah pylon berjumlah 2 buah. Konfigurasi kabel jembatan arah memanjang menggunakan tipe semi harp pattern dan arah melintang menggunakan sistem double plane. Gelagar utama direncanakan menggunakan twin rectangular box girder. Metode pelaksanaan pembangunan jembatan menggunakan metode balanced cantilever yang dianalisis dengan backward analysis. Perencanaan modifikasi dimulai dari studi literatur dan pengumpulan data, preliminary design, perhitungan pembebanan, desain struktur lantai kendaraan , desain struktur utama (box girder, pylon dan kabel), kontrol statis dan dinamis, kontrol perilaku aerodinamis, analisis staging, desain angker dan sambungan, perencanaan perletakan, hingga pembuatan gambar rencana. Hasil dari perencanaan ini didapatkan dimensi lantai kendaraan, dimensi box girder, dimensi kabel, dimensi pylon, dimensi angkur dan sambungan, dan dimensi perletakan jembatan. Perencanaan modifikasi dibantu dengan software MidasCivil, SAP2000 dan Autocad. Peraturan yang digunakan adalah PM. 60 Tahun 2012, SNI 2833:2016, SNI 1729 : 2020 dan SNI 2847:2019.
Perencanaan Alternatif Sistem Pengoperasian Pompa Banjir dan Pompa Lumpur di Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor Kota Surabaya Pristaloka, Nuri Triainni; Soedjono, Eddy
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.122043

Abstract

Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor merupakan saluran pematusan primer di Surabaya Timur. Fungsi awal saluran untuk mengalirkan limpasan air hujan. Akan tetapi, saat musim kemarau, saluran juga menampung debit air limbah permukiman. Akibatnya terjadi penambahan beban saluran yang berpotensi menimbulkan banjir/genangan. Untuk mengendalikan banjir tersebut perlu dilakukan perencanaan alternatif sistem pengoperasian pompa baik pompa banjir maupun pompa lumpur di Rumah Pompa Kalibokor, Rumah Pompa Kalidami Screw, dan Rumah Pompa Bozem Kalidami. Perencanaan alternatif diawali dengan perhitungan debit banjir rencana yang mencakup debit limpasan air hujan, debit air limbah permukiman, dan debit pintu air. Selanjutnya ditawarkan alternatif operasional pompa pada saat musim penghujan dan kemarau hingga dihitung biaya operasionalnya meliputi biaya listrik (PLN atau genset) serta biaya pemeliharaan dan perawatan pompa. Berdasarkan alternatif yang ditawarkan, jumlah pompa yang digunakan sama dengan jumlah pompa eksisting. Saat musim penghujan, semua pompa akan dioperasikan secara maksimal, sedangkan saat kemarau dinyalakan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dan 1 pompa banjir 3 m3/detik untuk menurunkan elevasi muka air saluran. Saat musim hujan di Rumah Pompa Kalibokor dioperasikan 3 pompa banjir berkapasitas 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur berkapasitas 0,25 m3/detik. Sedangkan saat kemarau, pompa dioperasikan selama 5,7 jam perhari. Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp 1.057.075.502/tahun. Lalu, di Rumah Pompa Kalidami Screw, pengoperasian pompa memanfaatkan polder sebagai kontrol elevasi. Lima screw pump 1,3 m3/detik, 1 pompa banjir 3 m3/detik , dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dioperasikan saat musim hujan. Pompa dioperasikan selama 9,53 jam perhari saat kemarau. Total biaya operasionalnya yaitu Rp 1.478.955.547/tahun. Kemudian sistem pengoperasian pompa di Rumah Pompa Bozem Kalidami memanfaatkan Bozem Kalidami sebagai tempat penampungan air sementara. Jumlah pompa sebanyak 7 pompa banjir 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik akan dioperasikan semuanya saat musim hujan, sedangkan saat kemarau dinyalakan selama 5,4 jam perhari. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.615.109.563/tahun.
Pemantauan Land Surface Temperature (LST) dan Kaitannya dengan Tutupan Lahan (Studi Kasus: Kota Surabaya Tahun 2014-2022) Jannah, Gea Sivaul; Bioresita, Filsa
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.122579

Abstract

Peningkatan penduduk terjadi akibat banyaknya penduduk dari luar kota/desa berpindah menuju pusat kota atau bisa dikenal dengan fenomena urbanisasi. Fenomena ini juga terjadi pada Kota Surabaya. Peningkatan penduduk terjadi di Kota Surabaya, tercatat dalam BPS 2020, sejumlah 25723 penduduk luar kota menetap di Kota Surabaya. Selain membawa pengaruh peningkatan penduduk, proses urbanisasi juga berdampak pada alih fungsi lahan perkotaan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan tutupan lahan memiliki peran penting terhadap naiknya nilai suhu permukaan, hal ini diakibatkan oleh lahan terbangun memberikan pantulan panas yang lebih tinggi dibandingkan vegetasi. Oleh karena itu pemantauan tentang suhu permukaan dan kaitannya dengan tutupan lahan penting dilakukan untuk perencanaan penggunaan lahan dalam upaya mengurangi permasalahan lingkungan maupun iklim. Dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra Landsat-8 dan pengolahan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dapat dilakukan analisis spasial fenomena tersebut. Nilai LST berada pada rentang 27,357-31,909 °C dan cenderung mengalami peningkatan. Tutupan lahan Kota Surabaya didominasi oleh lahan terbangun dengan kecenderungan mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Kelas lahan terbangun, vegetasi dan badan air memiliki korelasi kuat terhadap Land Surface Temperature (LST) dengan nilai koefisien korelasi masing-masing 0,91; -0,81; dan -0,61. Korelasi cukup terjadi pada objek lahan terbuka dengan nilai korelasi 0,08. Hal ini membuktikan bahwa LST akan lebih tinggi pada objek lahan terbuka dan LST akan lebih rendah pada objek vegetasi.
Modifikasi Jembatan Kanor–Rengel dengan Menggunakan Cable-Stayed Asymmetrical Single Plane System Putra, Rendra Juliansyah; Sugiharjo, Hidajat
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.123888

Abstract

Jembatan sebagai penghubung antara dua lokasi harus direncanakan dengan memperhatikan aspek-aspek meliputi kekuatan, stabilitas struktur, ekonomis, estetika, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Jembatan Kanor–Rengel sebagai penghubung Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban yang memiliki panjang total hingga 310 meter dan lebar 9 meter dibangun dengan tipe konstruksi berupa slab on piles, gelagar, dan rangka baja serta struktur penopang berupa dua abutmen dan empat pilar. Penggunaan rangka baja tidaklah efisien untuk bentang tersebut karena dapat menyebabkan bertambahnya berat struktur jembatan dan penggunaan pilar pada jembatan. Penggunaan dua pilar juga akan mengurangi effective linear waterway sungai yang menyebabkan terjadinya gerusan lokal. Selain itu, rangka baja juga tidak memiliki nilai estetika. Melihat kondisi tersebut, muncul ide untuk memodifikasi jembatan menjadi jembatan cable-stayed asymmetrical single plane system. Perencanaan modifikasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari studi literatur dan pengumpulan data, preliminary design, desain struktur sekunder, pemodelan dan analisis struktur, desain struktur utama, kontrol stabilitas aerodinamis, analisis staging, desain angkur dan perletakan, hingga penyusunan gambar kerja. Hasil dari perencanaan ini meliputi dimensi kabel, dek jembatan, pylon dan angkur. Beberapa peraturan yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan perencanaan modifikasi ini meliputi Surat Edaran Menteri 08-SE-M-2015, SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, dan AASHTO LRFD Bridge Design Spesification 9th Edition 2020. Berdasarkan hasil perencanaan, digunakan gelagar baja dengan lantai orthotropic berupa single trapezoidal box girder setinggi 2,5 m dan selebar 19,5 m; 14 buah kabel dengan diameter terbesar adalah 178,41 mm; pylon setinggi 56 m dengan penampang berongga dan tak-berongga berukuran 3 m × 6 m yang memiliki kemiringan 70° terhadap horizontal; angkur yang terdiri dari unit 6-73, 6-109, 6-151, dan 6-187; pot bearing berupa guided bearing dan free bearing; serta expansion joint pada jembatan. Seluruh elemen telah memenuhi kontrol terhadap persyaratan baik terhadap beban statik dan dinamik yang terjadi, maupun terhadap stabilitas aerodinamis.
Penerapan Algoritma Support Vector Machine dalam Analisis Perubahan Tutupan Lahan Akibat Letusan Gunung Semeru Tahun 2021 (Studi Kasus : Kecamatan Pronojiwo) Azzahra, Erika; Hidayat, Husnul; Bioresita, Filsa
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.126561

Abstract

Pada 4 Desember 2021 terjadi letusan Semeru yang membawa perubahan lingkungan termasuk perubahan tutupan lahan di daerah letusan, salah satunya di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Informasi mengenai perubahan tutupan lahan diperlukan untuk para pengambil kebijakan atau pemangku kepentingan terkait untuk pengelolaan sumber daya lahan berkelanjutan. Pemantauan perubahan tutupan lahan dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan data multi-temporal Sentinel-2 Level 2A dan menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan metode supervised machine learning dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Klasifikasi tutupan lahan yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari lima enam tutupan lahan, yaitu sungai, lahan terbuka, area terbangun, sawah, hutan lahan kering, dan perkebunan. Berdasarkan hasil uji akurasi dengan menggunakan Confussion matrix diperoleh nilai overall accuracy sebesar 88,11%. Algoritma Support Vector Machine (SVM) cukup baik digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan akibat letusan Gunung Semeru tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penambahan luas pada kelas sungai, lahan terbuka, dan hutan lahan kering yaitu sebesar 2,293 〖KM〗^2, 6,381 〖KM〗^2, 6,499 〖KM〗^2. Sedangkan untuk area terbangun mengalami penurunan luas sebesar 12,863 〖KM〗^2, 2,495〖 KM〗^2 dan 0,445 〖KM〗^2.
Modifikasi Struktur Jembatan Pegalongan – Mandirancan dengan Menggunakan One-Span Diagonal Arch Bridge Setiawan, Farhan Natanagara Putra; Sugihardjo, Hidajat; Irawan, Djoko; Irawan, Djoko
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.120127

Abstract

Jembatan sebagai jalur akses yang dibuat untuk melewati rintangan direncanakan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang meliputi kekuatan, stabilitas struktur, kemudahan pelaksanaan, serta estetika. Jembatan Pegalongan – Mandirancan melintasi Sungai Serayu yang menghubungkan Desa Pengalongan dengan Desa Mandirancan dengan panjang 140 m dan lebar 7 m, dengan tipe rangka baja dan struktur bawah berupa dua abutment dan satu pilar. Penggunaan rangka baja kurang efisien karena membutuhkan pilar pada tengah jembatan yang mengurangi effective linear waterway sungai. Rangka baja juga dinilai kurang memiliki nilai estetika. Maka, dilakukan modifikasi jembatan menjadi tipe Diagonal Arch Bridge (DAB). DAB adalah jembatan busur dimana busur diputar terhadap lantai kendaraannya. Perencanaan modifikasi ini dimulai dari studi literatur dan pengumpulan data, preliminary design, pembebanan, pemodelan dan analisa struktur, kontrol statis dan dinamis, perencanaan sambungan dan cek kabel putus, perencanaan perletakan, analisa staging, hingga pembuatan gambar rencana. Peraturan yang digunakan dalam melakukan perencanaan modifikasi antara lain SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, SNI 1929-2020, dan SNI 2847-2019. Berdasarkan hasil analisis, digunakan lantai kendaraan Steel Orthotropic Trapezoidal Box Girder dengan lebar 18 m dan tinggi 2,5 m dengan bentang 140 m. Struktur busur diputar 20o dengan tinggi 50 m dan bentang 150 m dengan profil Box baja 4000.2000.50.50. Kabel penggantung menggunakan Macalloy 520 M100. Struktur busur menggunakan perletakan jepit serta lantai kendaraan menggunakan Pot Bearing Freyssinet GG 6,000-1,800.400 dan GL 4,000.400.40. Struktur jembatan memenuhi kontrol kekuatan statik, dinamik, serta aerodinamik.
Evaluasi Koordinasi Proteksi Arus Lebih Akibat Gangguan yang Menyebabkan Blackout pada PT PJB Unit Pembangkitan Cirata Prasetyo, Dhenie Prakash; Pujiantara, Margo; Anam, Sjamsjul
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.117434

Abstract

PT PJB Unit Pembangkitan Cirata merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Air. Seiring dengan penambahan dan perubahan pada peralatan listrik, setting pengamanan pada rele proteksi perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif demi menjaga keandalan sistem proteksi. Berdasarkan kasus di lapangan setiap terjadi gangguan pada sistem kelistrikan bagian bawah (sisi beban) maka sistem akan terjadi blackout. Kasus ini diduga karena urutan pembukaan circuit breaker (CB) yang tidak sesuai oleh rele menyebabkan CB pada sisi beban tidak trip sehingga CB pada sisi atas akan membuka lebih cepat yang memungkinkan terjadinya blackout. Sehingga perlu dilakukan proses evaluasi untuk mendapatkan setting rele proteksi yang tepat. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis kinerja sistem proteksi koordinasi existing rele arus lebih gangguan fasa, rele arus lebih gangguan tanah dan rele diferensial yang selanjutnya dilakukan evaluasi untuk menentukan urutan tripping rele proteksi yang tepat agar tidak terjadi blackout dan setting rele diferensial yang selektif ketika terjadi berbagai macam tipe gangguan. Hasil evaluasi setting dan koordinasi proteksi arus lebih gangguan fasa, rele arus lebih gangguan tanah, dan rele diferensial ini dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan ini dalam melindungi sistem kelistrikan dengan tepat dan handal.
Evaluasi Kestabilan Transien dan Penyempurnaan Sistem Pelepasan Beban pada PT. Kaltim Daya Mandiri Akibat Pengembangan Sistem Kelistrikan pada Tursina Yulia, Tiara Anindita; Pujiantara, Margo; Priyadi, Ardyono
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118259

Abstract

Kontinuitas dan keandalan operasi dalam suatu sistem tenaga listrik adalah hal yang harus dijamin kestabilannya. Sebuah sistem mampu dikatakan stabil ketika memenuhi syarat keseimbangan antara daya mekanik dari prime mover atau penggerak utama generator dengan daya output listrik. Apabila penggerak utama tidak dapat menyesuaikan putarannya dengan besar beban listrik maka akan menyebabkan kondisi sistem menjadi tidak stabil. Gangguan stabilitas transien memiliki kaitan dengan kendala besar yang terjadi secara tiba – tiba dan dalam kurun waktu yang pendek (short-term) seperti gangguan hubung singkat (short circuit), putusnya saluran secara tiba – tiba oleh perlatan CB (Circuit Breaker), serta pemindahan beban secara tiba – tiba. Kaltim Daya Mandiri (KDM) merupakan salah satu perusahaan utilitas dan energi yang didirikan dengan tujuan untuk menyediakan kebutuhan utilitas pada fasilitas produksi dan perumahan serta perusahaan – perusahaan lain yang berada di lingkungan Kaltim Industrial Estate. PT. Kaltim Daya Mandiri mengalami perkembangan pada sistem kelistrikannya pada wilayah Tursina dengan total jumlah penambahan beban sebesar 13.8 MW. Dari seluruh skenario yang telah dijalankan, dapat dikatakan bahwa sistem kelistrikan PT. Kaltim Daya Mandiri akan kembali berjalan pada kondisi continuous operation setelah adanya gangguan dengan diikuti adanya skema pelepasan beban dengan metode status dan frekuensi 6 langkah. Dari hasil simulasi tersebut didapatkan rekomendasi bahwa metode status dapat digunakan sebagai metode utama diikuti dengan metode frekuensi 6 langkah sebagai back up apabila terjadi kegagalan.
Optimalisasi Single-Effect Evaporator pada Proses Produksi Kalsium Klorida Wiyono, Deden Eko; Siregar, Salma Auliarifkie; Ningrum, Eva Oktavia
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.119562

Abstract

Tantangan utama dalam proses produksi CaCl2 adalah penggunaan energi melalui konsumsi steam yang cukup tinggi saat proses pemekatan CaCl2 melalui proses evaporasi. Pada suatu industri kalsium klorida, proses evaporasi dilakukan menggunakan Single-Effect Evaporator (SEE). Adapun steam dalam proses evaporasi disupply dari utility pada temperatur steam 134oC dan tekanan 1 atm dengan konsumsi steam mencapai 4,528 ton/jam. Oleh karena itu, efisiensi sangat diperlukan untuk mengurangi konsumsi steam untuk mendukung proses penghematan energi. Adapun proses efisiensi dan optimasi pada unit evaporator akan dilakukan melaui 2 skenario untuk mendapatkan hasil terbaik dalam proses efisiensi konsusmi steam. Skenario 1 untuk efisiensi dan optimasi unit evaporator dengan penambahan MVR dan skenario 2 untuk efisiensi dan optimasi unit evaporator melalui pre-heating bahan masuk dan penambahan MVR. Hasil paling optimal dicapai pada skenario 2 yang dapat menuruntukan beban konsusim steam mencapai 80% dari kondisi eksisiting. Selain itu dari analisa ekonomi skenario 2 juga lebih menguntungkan perusahan karena menurunkan nilai BEP, POT dan meningkatkan RoR yang cukup baik dibandingkan eksisting dan skenario 1. Sehingga dengan mempertimbangkan beberapa aspek analisis yang ada, skenario 2 merupakan langkah yang efisien dan optimasi unit evaporator pada proses produksi kalsium klorida (CaCl2).